Madollsman

Madollsman
ERGOTISME [Pertarungan terakhir]



"Aku benar-benar sudah muak dengan kata-kata sombong mu bocah!, Holy Fire Whip"


Pemilik Warung yang kesal menyerang jintan dengan api seperti cambuk yang keluar dari tangan Ergotismenya ke arah Jintan.


"Arghhhh".


Jintan menahan serangan Pemilik Warung dengan prisainya, Serangan si Pemilik Warung saat menghantam prisai Jintan membuat serangan dari api itu menyebar menyelimuti prisai Jintan, Hingga Jintan yang menahan serangan itu sampai membuat area yang jintan pijaki retak karena tekanan dari serangan Pemilik Warung.


"Jin kau tidak bisa bertahan seperti ini terus, Satu-satunya pertahanan terbaik hanya dengan menyerangnya saja Jin".


"Kau benar Ram ,Aku akan habis kalau hanya bertahan seperti ini, rock Punch".


Jawab Jintan kepada Ultram ,Sambil melemparkan serangan pukulan yang mengarah ke tangan Ergotisme Pemilik Warung yang sedang mengeluarkan serangan api kepada Jintan.


"Huu serangan lemah seperti ini tidak akan melukaiku sama sekali bocah ".


Ucap Pemilik Warung sambil menangkis serangan Jintan dengan tangan kirinya , tetapi si Pemilik Warung tidak tahu, di balik serangan pukulan Jintan di belakangnya terdapat Kurambiak Jintan juga yang jintan lemparkan ke arah yang sama dengan pukulannya yang tadi.


"Argghh kurang ajar kau bocah"


Pemilik Warung yang terkejut dengan Kurambiak Jintan yang menusuk bahu kanannya yang membuat serangannya terhentikan.


"ini kesempatan ku , Hanging Root".


Jintan yang melihat kesempatan itu menghilangkan prisainya, Lalu mengeluarkan akar yang menjulur ke atas ke arah si Pemilik Warung melilitnya menggunakan akar itu.


"Hy Pak ke sini kau, tanganku ingin bertemu dengan wajah mu nih".


Ucap Jintan sambil menarik akar yang ada di tangannya ,membuat Pemilik Warung tertarik ke bawah ke arah Jintan berada.


"Glass Blow".


Saat Pemilik Warung tepat di hadapan Jintan ,Jintan memukul wajah Pemilik Warung dengan pukulan kacanya hingga si Pemilik Warung terhempas cukup jauh hingga menghacurkan tembok yang dia terjangnya.


"Hu apa ini sudah selesai?"


Ucap Jintan yang melihat ke arah terlempar nya si Pemilik Warung, Namun jintan harus menghela napas lagi ,ketika di balik debu tembok yang hancur itu terdapat bayangan seseorang yang sedang berdiri.


"Oi bocah apa kau sudah main-mainnya?".


Ucap Pemilik Warung sambil melangkah menuju Jintan mencabut Kurambiak Jintan yang masih tertancap di bahunya lalu membakarnya hingga tak tersisa.


"Tidak, ini belum selesai Pak masih banyak permainan lain yang akan ku tunjukan kepadamu"


Balas Jintan kepada si Pemilik Warung , Lalu si Pemilik Warung menyelimuti kedua tangan Ergotisme nya dengan api.


"Apa kali ini kita akan bermain pukul-pukulan?"


Ucap bertanya Jintan yang melihat Pemilik Warung.


"Ya aku sudah capai main lempar-lemparan nya kali ini akan ku buat ibu mu menangisi kemaatian mu".


Balas Pemilik Warung sambil mengangkat tangan kanannya ke arah Jintan.


"Aku udah ga punya ibu ,sialan!"


Ucap teriak Jintan kepada Pemilik Warung


"Hmmm kalau begitu akan ku kirim kau ke akhirat untuk bertemu ibu mu"


"brengs*k kau Pak"


setelah kata-kata itu mereka berdua pun saling maju , mereka saling menirima pukulan .


Jintan yang selama ini sudah berlatih bela diri cukup di untungkan dengan pertarungan jarak dekat ini ,Jintan dengan mudahnya menangkis serangan si Pemilik Warung , mengarahkan pukulun ya tepat ke titik terlemah Pemilik Warung.


"Hay Pak! , apa hanya segini kemampuan mu ?"


Ucap Jintan kepada Pemilik Warung yang dia buat tersungkur dengan pukulannya.


"Ku, ku, kurang ajar kau bocah"


Balas Pemilik Warung itu sambil berdiri menghajar armor keras Jintan, Pertarungan mereka pun kembali memanas


"Holy Fire Slash"


"Sudah cukup Pak".


Jintan menendang Pemilik Warung hingga dia terguling-guling , lalu saat Pemilik Warung ingin berdiri tiba-tiba Jintan sudah berada tepat di hadapannya.


"One Hundred Glass Blows"


Jintan memukul Pemilik Warung dengan serangan bertubi-tubi dengan pukulan kacanya,


Si Pemilik Warung pun hingga tak berdaya menghadapi serang dari Jintan.


tetapi tiba-tiba kedua tangan jintan yang sedang mumukul Pemilik Warung di hentikan oleh kedua tangan Ergotisme Pemilik Warung.


"Huuu"


Jintan pun terkejut lalu dia melihat ke wajah si Pemilik Warung itu makin membuat Jintan makin terkejut ,karena kini hanya wajah sebelah kiri mata sebelah kanan si Pemilik Warung yang menyerupai seperti manusia ,Sementara wajah kanan si pemilik warung menyerupai iblis dengan kuping lancip, mulut bergigi tajam .


"Hy bocah sudah cukup!, Hell Fire"


Ucap si pemilik warung sambil menyelimuti api tangan armor Jintan yang sedang dia pegang sampai meleleh,


"Sial panas sekali"


Ucap jintan sambil menarik tangannya dari Pemilik Warung , Tangan Jintan pun terlepas sampai mengeluar kan asap di atas kulit tangan Jintan.


"Kekuatan serangan dia kali ini lebih hebat daripada yang sebelumnya, apalagi itu mengapa suaranya seakan ada dua orang yang berbicara?"


Gumam Jintan yang mendapat serangan mendengar suara si Pemilik Warung mulai menyatu dengan suara dari Ergotisme


"Ergotisme itu sudah hampir sepenuhnya menguasai tubuh pria itu Jin, ini akan benar-benar merepotkan "


"Hy bocah marih kita lanjutkan pertarungan kita ini"


Ucap Pemilik Warung sambil melangkahkan kakinya ke arah Jintan


"Sial, Stone Bullet Gun"


Ucap Jintan sambil mengeluarkan senapan, menembakan peluru batu ke arah si Pemilik Warung.


"Hu apa kau sudah kehabisan akal bocah , menyerangku secara asal-asalan seperti itu".


Ucap Pemilik Warung sambil terus berjalan ke arah Jintan seakan serangan Jintan tak berpengaruh sekali kepada nya.


"Siaaaaal aghhh"


Ucap Jintan saat Pemilik Warung mencekik lehernya.


"Huu seakan teringat masa lalu saja ya kan bocah" .


Balas Pemilik Warung sambil mencekik jintan hingga kaki Jintan tak tampak ke tanah.


"Kali ini kau tidak akan ku ampuni bocah " .


Ucap Pemilik Warung sambil melempar tubuh Jintan ke atas langit


"Hell Fire Drops"


Pemilik Warung yang tiba-tiba berada di atas Jintan yang sedang terlempar ke atas, Lalu mulai menyerang jintan dengan pukulan bertubi-tubi hingga Jintan jatuh dengan sangat keras kembali ke bawah , Saat Jintan hendak berdiri kembali tiba-tiba si Pemilik Warung kembali berada tepat di hadapan nya.


"Hell Fire Roar" .


Pukulan tepat ke arah perut Jintan membuat armornya hancur membuat jintan terlempar ke dalam rumah Pamannya Benjamin kembali sampai menembus tembok-tembok ruangan yang ada di rumah itu.


"Hay Jin bertahanlah".


"Ughah tenang aku masih bisa berdiri Ram" .


Balas Jintan kepada Ultram saat jintan melihat ke arah Pemilik Warung yang berada cukup jauh dari dirinya sekarang, Jintan melihat samar-samar sosok dengan tanduk di tengah kepalanya mata merah tajam yang menuju ke arahnya .


"Hell Fire Saliva"


Tiba-tiba makhluk itu menyemburkan api yang sangat besar dari mulutnya membuat rumah Pamannya Benjamin hancur tak tersisa dengan Jintan yang berada di dalamnya.