Madollsman

Madollsman
TAK TERDUGA



Siang harinya Saat Jintan ingin meninggalkan kelas nya tubuh belakang jintan tertusuk tusuk pelan oleh benda kecil seperti pulpen bersamaan dengan suara pelan seorang wanita yang memanggil nya


"Hy Jin hyyyyyyyyyy!!"


"Haaaa apaan si?"


Jintan menjawab sambil membalikan tubuh nya yang masih duduk di kursi , terlihat seorang wanita dengan kulit putih mengenakan kacamata bulat nya dengan rambut kepang dua yang panjang nya sampai ke pinggang dengan setelan pakaian kemeja panjang dengan kancing baju nya yang terpakai semua, wanita itu bernama Acha, dia teman sekelas Jintan yang terkadang memberi perhatian lebih kepada Jintan, namun Jintan hanya mengaggapnya sebagai perhatian dari seorang teman sekelas nya saja.


"Apa aku boleh meminjam buku catatan mu ? besok saat masuk sekolah aku akan mengembalikan nya , aku mohon " ucap memohon Acha kepada Jintan


"Huu baiklah tetapi ingat balikin lagi pas masuk oke" balas Jintan sambil memberikan buku catatan nya


"Terima kasih" ucap Acha sambil tersenyum saat mengambil buku di tangannya Jintan


Meskipun Acha kelihatan mahasiswi pintar tetapi sebenar nya dia kesulitan untuk belajar dia juga selalu berada di pringkat paling bawah saat ujian.


Jintan pun pergih dari kelas nya Acha pun mengikutinya , lalu Acha pun mengajak jintan untuk makan bersama dengannya


"hmm jin apa kau mau makan bersama ku ?"


"Ahh maaf aku harus pergih aku sedang ada urusan ,lain kali saja ya" balas Jintan sambil terus berjalan


"Baiklah kalau begitu" jawab Acha dengan raut muka sedikit kecewa


Mereka pun berpisah saat di depan gerbang sekolah mereka " Jin kayanya wanita itu menyukai mu dah haha haha" ucap ultram dengan meledek


"Haaa mana mungkin anjir" jawab Jintan kepada Ultram


Jintan pun menyusuri kota ke tempat di mana terdapat tempat latihan bela diri , jintan muali mecoba memasuki tempat latihan dari tinju, taekwondo bahkan sampai muay thai entah mengapa jintan merasa tidak cocok dengan gaya bertarung nya.


Saat dalam perjalanan mencari tempat tempat bela diri jintan melihat Acha sedang di ganggu tiga preman ,preman yang bertubuh besar di sebuah gang yang sepi, lalu Jintan pun mendekati mereka


"Oi Achaa kau tidak apa apa?" tanya Jintan sambil memegang pundak Acha


"Ohh kau jin sedang apa kau di sini?" jawab Acha dengan senyum nya


"Ahh apa kau pacar nya kalau begitu bagus kau juga ikut ganti rugi minuman ku yang sudah di hancurkan wanita sialan ini " ucap salah satu preman itu


" Sungguh ! kalau begitu tolong maafkan dia biar saya yang ganti rugi minuman anda yang sudah di hancurkan nya"


Jintan menjawab sekaligus kagat ternyata Acha yang memulai duluan mencari masalah dengan para preman preman tersebut tetapi saat jintan mau mengeluarkan uang dari dompet nya acha memberhentikan tangan jintan dia berkata


"Kau tahu Jin mengapa aku menghancurkan para minuman orang orang brengs*k ini ? mereka menyuntuh bokong ku dengan sengaja Jin"


"Haa" Jintan pun terkejut


"Bukankah sudah ku bilang, itu tidak sengaja wanita sialan tanganku kepeleset " jawab salah satu pereman sambil tangan nya mengarah menuju ke rambut kepang acha


"Owhh kalau begitu aku juga ga sengaja tangan kaki ku terpeleset nih" Acha menendang memukul preman yang hendak menyentuhnya itu sampai tersungkur ke tanah dengan tertawa kecil


"Haaa ko bisa? dasar kau jal*ng" ucap dua preman lain nya sambil mengarah kan pukulan mereka ke arah Acha


Jintan yang ingin menolong Acha pun terkaget, ketika dua preman yang hendak menyerang Acha langsung tersukur ke tanah, gerakan Acha yang menghidar kecepatan nya bahkan titik serangan Acha bisa membuat dua preman itu tidak berkutik sama sekali,


Acha tanpa membalikan badan nya dia menendang balok itu sampai balok itu terbang ke atas saat balok kayu itu jatuh Acha mengambil balok kayu itu dengan cepat sebelum balok kayu itu jatuh ke tanah langsung menyerang bahu preman tersebut sampai preman itu pingsan.


"rasakan itu brengs*k" ucap acha dengan kesal


"wow kau tak bisa menilai buku hanya dari sampul nya saja ternyata" ucap ultram dalam diri jintan


Jintan pun terpana melihat Acha dia benar-benar tidak tahu Acha bisa sehebat itu dalam bela diri , Jintan pun mendekati Acha


"Jau tidak apa apa Cha" tanya Jintan


"Ohh iya aku tidak apa apa tenang saja" jawab Acha dengan senyuman nya


Mereka berdua pun pergih dari tempat itu dalam perjalanan Jintan bertanya kepada Acha


"Cha kau belajar ilmu beladiri dari mana ?"


"Hmm ,aku belajar dari kecil oleh seorang pria yang sangat galak bersifat menggelikan sekali" jawab Acha dengat ekpresi muka cemberut


"Ahh siapa pria itu ?" tanya Jintan yang penasaran


"Mememang nya mengapa kau mau tahu jin?" jawab Acha


"Aku sedang mencari guru untuk melatih ku bela diri hehe" jawab Jintan dengan tangan di kepala nya


" Haa kau mau belajar bela diri kau mau melindungi siapa memang nya? " tanya Acha keheranan


"Ya kau tahu kan akhir-akhir ini banyak morbus yang berkeliaran , aku cuma mau melindungi diriku dari mereka, ohh iya termasuk orang orang baik yang ku kenal juga" jawab jintan dengan serius


"Hmm benarkah kalau begitu, karena besok kita libur besok kau datang saja ke alamat ini" jawab Acha sambil mengirim alamat ke ponsel nya jintan


"Ahh baiklah terima kasih Cha" ucap Jintan dengan muka yang terlihat bahagia


mereka pun berpisah di depan stasiun karena acha tinggal di kota sebelah ,jintan pun langsung pulang ke apartemen nya kembali.


ke esokan pagi nya ,,


"Hei apa kau serius mau mendatangi pria itu" ucap Ultram


"Ya tentu saja , kalau aku cuma mengandal kan kekuatan mu saja aku cuma bakal jadi samsak tinju para morbus sialan itu doang seperti kemarin" jawab jintan


"tetapi pertarungan pertama mu melawan morbus tidak buruk juga menurut ku" ucap Ultram


"Ya itu karena kau ada di dalam tubuh ku doang, kan aku yang merasakan sakit nya saat di pukul mereka" jawab Jintan dengan nada tinggi


Percakapan singkat mereka pun berakhir kini Jintan bersiap untuk pergih ke alamat yang di berikan Acha , alamat itu berada di luar kota jadi Jintan pun pergih ke stasiun kereta dia menaiki kereta sampai ke kota sebelah .


Setelah sampai di kota sebelah Jintan cukup lama mencari alamat tersebut hingga akhir nya dia sampai di depan rumah yang cukup besar dengan halaman rumah yang sangat luas,


Jintan pun menekan bel rumah tersebut , lalu terdengar langkah kaki dari dalam rumah membuka kan pintu.