Madollsman

Madollsman
Ergotisme [Ending]



Mereka bertiga pun terkejut melihat tembok yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka , tak lama tembok itu pun menghilang seseorang berjalan dari belakang mereka


"MADOLLSMAN"


Ucap Chana yang melihat sosok Madollsman berjalan melewati mereka


"Anu Madollsman terima kasih"


Ucap kembali Chana kepada Madollsman


Madollsman yang adalah Jintan hanya menganggukan kepalanya saja kepada chana, Nampaknya Jintan tak mau Chana yang lain tahu kalau suara dari Madollsman adalah dia ,Lalu Jintan maju ke arah kerumunan penjaga kota yang sudah di kalahkan oleh Ergotisme


"Ughh kau Madollsman kan , tolong hentikan morbus itu "


Ucap salah satu penjaga kota yang berhasil selamat dari serangan api Ergotisme itu.


Jintan yang mendengar ucapan dari penjaga itu pun hanya menganggukan kepalanya terus melangkahkan kaki nya ke arah Ergotisme itu


"Hu jadi kau masih hidup rupanya manusia , harus ku akui kau cukup tangguh"


Ucap Ergotisme itu yang melihat Jintan di hadapannya


"A Thousand Stone Strokes"


Tanpa kata-kata Jintan langsung melemparkan serangan pukulan batunya bertubi-tubi ke arah Ergotisme itu, Serangan itu mampu menghantam seluruh tubuh Ergotisme itu sampai membuatnya terseret mundur kebelakang.


"Kurangajar kau"


Ucap Ergotisme itu sambil terus menahan serangan Jintan


"Stone Spear"


Tiba-tiba muncul tombak batu dari bawah kaki Ergotisme itu menusuk bahu Ergotisme itu


"argghhhh ,Hell Fire Scythe"


Ergotisme itu pun menyerang ke arah jintan sambil mencabut tombak itu dari bahunya


"Hard rok Punch"


Jintan pun mengerahkan serangan nya ke arah serangan Ergotisme itu, serangan Jintan mampu menembus serangan Ergotisme itu tepat mengenai wajahnya membuat Ergotisme terpental tersungkur karena serangan dari Jintan


"Shark Fin Glass"


Jintan pun melancarkan serangan seperti sirip yang membuat jalanan yang di lalui serangan itu menjadi hancur ,ke arah Ergotisme itu yang masih tersungkur tetapi serangan Jintan kali ini mampu di tangkap oleh Ergotisme itu.


"Sudah cukup manusia, Hell Fire Claw"


Ucap Ergotisme itu sambil mengeluarkan api di kedua cakar tangannya, membuat serangan Jintan hancur karena cengkraman tangan Ergotisme itu


Ergotisme itu pun berdiri mengeluarkan api di kedua kakinya Ergotisme itu mulai menyerang jintan.


Dengan gerakannya yang cepat Jintan hanya dapat melihat cahaya yang terdapat pada cakar kaki Ergotisme itu .


"Arghh"


Jintan pun terkejut dengan serangan yang tepat mengenai bahu kanannya membuat armor jintan berlubang karena cakaran dari Ergotisme itu


Ergotisme terus menyerang Jintan tiap serangannya membuat armor jintan hancur karena cakaran api miliknya Jintan pun sampai terombang ambing karena menerima serangan itu.


"Cube Stone"


Jitan pun membuat kubus untuk melindungi nya dari serangan Ergotisme namun kubus itu pun perlahan-lahan hancur karena serangan cakar api milik Ergotisme itu


"Sini kau manusia sialan"


Ucap Ergotisme itu sambil mencekik leher Jintan menjatuhkan Jitan di bawah tubuhnya


"Aku sudah muak dengan mu akan ku penggal kepalamu itu sekarang"


Ucap Ergotisme itu sambil mengarahkan cakar api nya ke leher Jintan


"Hay Pak Pemilik Warung apa ini keadilan mu bukan nya kau hanya mau menghukum orang-orang jahat ,tetapi lihat lah sekelilingmu sekarang banyak orang yang tidak bersalah yang mati karena mu ,Aku tahu kau masih hidup di dalam tubuh morbus sialan ini Pak , Jadi lihat sadar lah"


Ucap dengan keras Jintan di hadapan Ergotisme itu


" Hay manusia sudah ku bilang ka pria itu sudah mati, kau juga akan menyusul nya sekarang"


Ucap Ergotisme itu sambil mencoba menyerang leher Jintan


Saat cakar itu hampir mengenai leher Jintan tiba-tiba serangan itu mendadak berhenti


Jintan pun terkejut mendengar suara dari tubuh Ergotisme itu yang merupakan suara dari Pemilik Warung.


"Ahh Pak kau masih hidup?"


Ucap jintan sambil melihat cakar itu mulai menjauh dari lehernya


"Hay nak nampaknya kali ini akulah orang jahat nya aku lah yang pantas di hukum sekarang "


Ucap si Pemilik Warung sambil mengarahkan cakar api nya ke arah lehernya sendiri ,tetapi saat baru menyentuh sedikit lehernya tangan itu berhenti kembali


"Argh mengapa kau masih hidup ,mengapa harusnya kau mati saat aku mengambil tubuhmu"


Ucap tubuh Ergotisme itu dengan suara Ergotisme nya


"Hey nak cepat dorong lengan ini , Sudah saatnya aku mendapat hukuman ku"


Ucap kembali tubuh Ergotisme itu dengan suara Pemilik Warung


"Ha tidak Pak kau masih bisa di selamatkan"


Ucap jintan sambil melihat cakar Ergotisme itu yang hampir menusuk lehernya sendiri


"Hay jin cepatlah lakukan ,Pria itu tidak akan bertahan lama menguasai tubuh Ergotisme itu"


"Cepat lah nak , Aku sudah tak sanggup lagi menahan jiwa morbus ini, Biarkan lah aku merasakan hukuman yang selama ini aku buat, Jadi tolonglah"


Ucap tubuh Ergotisme itu dengan suara Pemilik Warung


"Pak, Aku tak membencimu Pak"


Ucap jintan sambil menekan tangan Ergotisme itu sampai cakar api dari Ergotisme itu menembus lehernya


"terima kasih nak maaf sudah membuat mu kerepotan" Ucap si Pemilik Warung


Lalu tubuh Ergotisme itu perlahan-lahan berubah menjadi debu saat tubuh Ergotisme itu hampir hilang terdengar suara dari Pemilik Warung dengan kata-kata "Sayang Aku Pulang"


Jintan pun tertunduk lesu menangisi kepergian dari si Pemilik Warung, Lalu terdengar suara bersorak-sorai dari para penduduk kota


"Madollsman, Madollsman, Madollsman"


Jintan pun berdiri kembali mendengar suara dari penduduk kota .


"Jin sudah saatnya kita pergi"


"Iya"


Ucap Jintan sambil berlari meninggalkan tempat itu


Benjamin yang lain pun kembali ke penginapan saat mereka kembali mereka melihat Jintan yang sedang asyik menonton film di televisi.


"Haaa Jin kau ke mana saja"


Ucap Benjamin kepada Jintan sambil menepuk pundak nya


"Hehehe maaf aku ketiduran" Balas Jintan kepada Benjamin sambil tertawa


"Ya sukurlah kau tidak datang ke sana , di sana ada morbus yang menyerang, bahkan serangan nya hampir mengenai kami untung ada Madollsman datang menyelamatkan kami" ucap Chana kepada Jintan


"Ahh sukurlah Madollsman memang hebat kan" Balas Jintan sambil tersenyum


[Keesokan paginya]


"Nampaknya sebelum ke kota Morbus yang semalam Madollsman sudah bertarung duluan di rumah pamanku sampai membuat rumah paman ku hancur"


Ucap Benjamin kepada mereka bertiga yang sedang mengemas barang mereka untuk pergih pulang


"Ahh apa pamanmu baik-baik saja Ben" balas Jintan


"Iya pamanku keluarga nya selamat sekarang mereka sedang berada di rumahnya yang lain" ucap Benjamin


"Baiklah ayo kita pulang sekarang" ucap kembali Benjamin sambil menunjukkan kopernya ke arah mereka bertiga


"Ahh tunggu aku masih ada urusan sebentar kalian ke stasiun kereta duluan saja nanti aku menyulus" Ucap Jintan sambil pergih meninggalkan mereka


"Huu dia liburan kalih ini selalu pergih sendirian, Apa dia punya pacar ya di kota ini" ujar Benjamin yang melihat Jintan pergih meninggal kan mereka


"Ha pacar awas kau Jin" ucap terkejut Acha yang mendengar kata-kata Benjamin.