Madollsman

Madollsman
Evolusi



Ternyata Jintan pergih untuk menemui pengacara si Pemilik Warung, untuk meyakinkan pengacara Pemilik Warung untuk membuat gugatan kembali kepada Pamannya Benjamin, Jintan melakukan itu untuk keadilan yang dia percayai selama ini.


Setelah Jintan menemui pengacara si Pemilik Warung, Jintan pun menuju ke stasiun ke tempat di mana teman-teman nya sudah menunggu nya .


"Oi lama sekali kau Jin hampir saja kau ketinggalan kereta"


Ujar benjamin yang melihat jintan berlarian ke arah nya


"Hahaha maaf maaf aku lama"


Balas jintan sambil tertawa


"Ayo kita pulang"


Ucap Chana kepada mereka bertiga lalu mereka pun berjalan memasuki kereta


"Jin apa kamu pergih menemui pacarmu yang ada di kota ini?"


Ucap bertanya Acha kepada Jintan saat mereka hendak memasuki gerbong kereta


"Ha mana ada pacar si"


Balas Jintan dengan ekspresi terkejut nya


Tak lama kereta pun berjalan meninggalkan kota ini, Liburan kali ini yang mungkin tak akan pernah di lupakan oleh Jintan di mana dia bertemu dengan orang baik yang memiliki keyakinan soal keadilan yang keliru seekor morbus yang tidak bisa Jintan kalahkan.


Mereka pun sampai di kota mereka kembali,


mereka pun berpisah di sana menuju rumah mereka masing-masing


Jintan pun sampai di apartemen yang sudah lama dia tinggal.


"Huu liburan kali ini sungguh di luar ekspektasi ya Ram"


Ucap Jintan yang bertanya kepada Ultram yang ada di dalam tubuhnya


"Ya kau benar kita benar-benar hampir mati andai pria itu tidak sadar kembali di tubuh Ergotisme itu"


"Ya kau bilang waktu itu saat morbus menguasai tubuh manusia , Manusia itu pasti sudah mati Ram"


Ucap bertanya Jintan kepada Ultram sambil merapihkan barang-barangnya


"Aku juga tidak tahu mungkin semangat hidup pria itu yang membuatnya masih tersadar"


"Huu tetapi yang lebih penting setelah aku tahu bahwa terdapat morbus yang kekuatannya tidak masuk akal itu , Aku sekarang harus benar-benar bertambah kuat , supaya kejadian seperti di kota itu tidak pernah terjadi kembali"


Ujar Jintan sambil menarik nafasnya


"Ya kau benar"


Hari-hari Jintan lewati dengan terus berlatih hingga suatu hari dia melihat berita di koran.


"ini kan Pamanya Ben , aahhhh dia di tetapkan menjadi tersangka juga akhirnya , tetapi bagaimana ya perasaan Ben melihat berita ini"


Ucap Jintan sambil terlihat senang sekaligus bingung tentang perasan Benjamin yang tahu bahwa pamannya telah di tangkap


tetapi Jintan nampaknya mengesampingkan perasaan Benjamin karena menurut Jintan keadilan memang harus di tegakan.


Suatu malam saat Jintan pulang dari berbelanja Jintan melihat seekor morbus sedang berkeliaran di sudut kota yang dia lalui


"Nampaknya morbus itu target kita sekarang Ram"


Ujar Jintan yang melihat morbus itu


"itu Impetigo Jin, kekuatan nya adalah panas yang ada di tubuhnya, kau tidak bisa langsung bersentuhan dengannya karena akan cukup fatal untuk mu, Serangan jarak jauh lebih efektif melawannya"


"terima kasih Ram atas informasi nya ,Armor"


"Baiklah sekarang kita maju ram"


Lanjut Jintan sambil berlari ke arah Impetigo tersebut


"rok Punch"


Tanpa Jintan sadari Jintan berlari dengan sangat cepat hingga Impetigo itu tidak bisa melihat nya serangan yang di lancarkan oleh Jintan pun mulai bertambah kuat hingga membuat Impetiga itu terpental cukup jauh mengahantam tempat sampah yang ada di sekitar situ


"Ehh tunggu mengapa kayaknya aku cepat sekali sampai di hadapan morbus ini ya"


Ujar Jintan yang terkejut dengan kecepatan nya sendiri


"Jin tampak nya berkat pertarungan kita dengan Ergotisme kemarin ,Kekuatan ku sekarang sudah berevolusi sedikit"


"Huu apa berevolusi sungguh?"


Balas Jintan yang terkejut dengan kata-kata dari Ultram


"Ya sekarang kecepatan, daya tahan tubuh mu kekuatan mu sudah bertambah Jin jadi gunakan lah itu semaksimal mungkin sekarang"


"Sungguh apa kau bisa berevolusi lagi nantinya Ram"


Ucap bertanya Jintan kepada Ultram


"Ya mungkin saja Jin, tetapi yang lebih penting sekarang habisi Impetigo itu dahulu"


Jinta pun melihat ke arah Impetigo tersebut yang sudah bangkit lagi dari serangan Jintan sebelum nya


"Ahh baiklah kita coba sekarang kekuatan Evolusi mu ini , Kurambiak "


Balas Jintan sambil mengeluarkan senjata kecilnya di kedua tangannya


Lalu Jintan menyerang Impetigo itu dengan kecepatannya dia menyayat seluruh tubuh Impetigo itu dengan Kurambiak nya


Impetigo itu hanya terdiam menerima serangan dari Jintan Impertigo itu tak bisa melawan karena kecepatan Jintan membuat Impertigo itu tidak dapat melihat gerakan Jintan


"Iron smes"


Jintan menghentikan langkahnya berdiri tepat di hadapan Impetigo itu yang sudah tertuduk lemah tak berdaya, Lalu jintan mengerahkan pukulan terakhirnya membuat tubuh dari Impetigo itu hancur berantakan berubah menjadi debu.


"Huu ini luar biasa bahkan aku tidak merasa kelelahan setelah melakukan gerakan secepat itu"


Ucap Jintan yang terkejut dengan kemampuan barunya ini


"Ya tetapi kau juga bisa lelah jika cukup lama melakukan gerakan cepat seperti itu jadi jangan kau lakukan gerakan yang sia-sia juga, Kau harus efektif untuk melakukan serangan"


"Ya tentu" Balas Jintan sambil tersenyum


"Hai itu Madollsman sang Pahlawan "


Terdengar suara pria yang berteriak dari belakang tubuh Jintan


"Jin seperti biasa ayo kita pergih dari tempat ini"


Jintan pun menoleh ke arah belakang terlihat sekumpulan penduduk kota sedang berlari ke arahnya


"Ya ayo kita pergih Ram"


Jintan pun berlari menjauh dari para penduduk kota yang mau mendekatinya


"Hai Madollsman tunggu ayo kita buat podcast"


Ucap salah satu penduduk yang mengejar Jintan sambil menunjukkan ponselnya


Hari itu pun Jintan lalui dengan rasa senang karena kemampuan nya yang mulai bertambah kuat untuk menghadapi para Morbus yang mengacaukan kota .