
Hari Ini adalah hari pertama Adria di Academy, semua Siswa memakai Seragam Putih mereka, sementara para Anggota Dewan memakai Seragam keanggotaan mereka. Adria sudah siap untuk hari ini Penampilan juga sudah rapih, Rambut hitam yang di kepang dan kemudian ia sanggul serta di sisipkan Jepitan Bunga Mawar Putih di samping kiri kepalanya.
Bukan hanya Adria saja yang berhias, semua orang telah siap dengan penampilan mereka masing-masing, mereka juga sudah menyiapkan barang-barang mereka, Adria juga sudah menyiapkan semua buku dan barang-barang yang harus di bawa ke kelas dan Ruangan Para Council.
Kemudian Adria Menggunakan sihir Teleport tanpa waktu yang lama ia sudah berada di depan Gedung sekolah, para murid-murid yang baru dan lama mereka semua berjalan jalan di sekitar gedung sekolah, bahkan tak lama kemudian ia bertemu salah satu dari Magic Council di antara ribuan Murid, Tingginya kurang lebih sama dengannya, Rambutnya Panjang bergelombang berwarna Coklat cerah, orang itu adalah seorang ArcBeast, Adria mendekatinya tanpa ragu lalu menepuk pundaknya perlahan Kemudian gadis itu pun menoleh ke arah belakang.
"Permisi, Maaf apakah kamu bisa mengantarkan aku ke Ruang Dewan Sihir?" " Aku murid baru, Jadi aku tidak tahu Ruangan itu dimana" Ucapku dengan nada yang penuh hati-hati.
Kemudian orang itu melihatku dari Atas sampai bawah dan kembali menatap Wajahku.
"Ah, Aku tahu siapa kamu. Kamu adalah Adik dari Grand Duke Eelvia, Lady Adria Rein la Eelvia. Kenalkan Aku
Tracey Hovenz panggil aku Tracy ok. Senang bertemu denganmu" ucapnya dengan penuh semangat.
" Aku murid tahun kedua bisa dibilang aku kakak kelasmu"
"Terimakasih."
"Jadi dimana Ruangannya aku harus secepatnya kesana."
"Oh ya, Aku lupa maaf, Sepertinya aku terlalu bersemangat. Baiklah ikut denganku!" ucapnya sambil menarik tanganku.
Tanpa berkata apapun lagi, Tracy menarik tanganku dan berlari menyusuri lorong dengan kencangnya, menerobos ratusan murid yang ada di sana.
Setelah beberapa belokan di koridor. Kami pun sampai di depan sebuah pintu berwarna coklat yang bertuliskan
"Magic Council Room" Kemudian Gadis yang bernama Tracey itu membukanya dengan sangat kencang.
"Braaakkk"..... (Suara pintu yang terbuka)
Didalamnya ada 2 orang Wanita, dan 4 orang Pria yang tengah duduk berhadapan di bangku, di depan mereka terdapat Meja yang sangat panjang tepat berada di tengah ruangan.
"Semua, aku sudah menemukan Wakil kita. Ternyata ia tersesat, Untung saja aku yang menemukannya." Ucap Tracey dengan semangatnya
" Kami sudah melihatnya, bisakah kau berhenti berteriak." Balas seorang pria berambut hitam yang tingginya lebih 10cm lebih dariku, ia adalah Sebastian Michaelis, Ketua dari Dewan sihir.
"Maaf, Aku sangat bersemangat."
Seorang pria HighElf mendekati diriku, "Oh ya, apa kau tahu kau itu sangat terkenal saat ujian masuk kau berhasil berada di tingkat pertama, Dalam Ujian Sihir, Fisik, Dan Berpedang kau sangat kuat, bahkan melebihi diriku yang hanya di peringkat ke 3" Ucap seorang Pria berambut Hitam Kecoklatan yang baru muncul tiba tiba di belakangku.
"lalu siapa yang ke2" gumamku heran.
"Terimakasih Karena sudah mengantarkan aku kesini" ucapku pada Tracy.
"Sama sama!" balas Tracy "aku Murid Tahun Ke2 jadi aku Kakak kelas mu ingat itu baik baik" Ucap Tracy dengan semangatnya yang tak pernah habis.
"Dan Ini, Kau Harus Membacanya, agar tidak keliru" ucap pria Berambut Hitam kelam, dengan matanya yang sebiru langit malam, ia sepertinya Seorang Manusia.
"Baiklah." ucapku sambil tersenyum kecil
Pria itu memberikan sebuah map yang berisi Kesembilan Anggota Dewan Sihir, aku pun membacanya satu persatu.
1) Sebastian Michaelis (Leader)
Born: 1 January 819
Age: 17 years old
Origin: Zealux - Elgia
Grade: II-S
Ras: Human
Rank: S
2) Illan Constantine
Born: 1 January 819
Age: 17 years old
Origin: Tricia - Elgia
Grade: II-S
Ras: Half Angel
Rank: S
3) Tracey Hovenz
Born: 8 April 820
Age: 17 years old
Origin: Terra - Albenia
Grade: II-S
Ras: arcBeast
Rank: A+
4) Ian Ignatius
Born: 28 Mei 820
Age: 17 years old
Origin: Flamea - Charmbell
Grade: II-S
Ras: High Oger.
Rank: A+
5) Prycilia Sergelian
Born; 18 September 820
Age; 16 Years old
Origin; Cocytus - Grace
Grade; II-S
Ras; HalfBeast
Rank; A+
6) Adria Regina
Age: 15 years old
Origin: Aria - Devillia
Grade: S
Ras: arcDemon
Rank: A+
7) Curtis Sylvester
Born: 3 October 821
Age: 15 years old
Origin: Florist - Sylvester
Grade: I-S
Ras: High Elf
Rank: A+
8) Fabian Colin
Born: 28 February 821
Age: 16 years old
Origin: Dellmora - Elgia
Grade: I-S
Ras: Human
Rank: A+
9) Laila Angelia
Born: 2 November 821
Age: 15 years old
Origin: Skyplace - Skyland
Grade: I-S
Ras: Angel
Rank: A+
Aku membaca, dan menghafal semua, foto mereka juga terpasang, jadi aku tahu beberapa, mungkin.
Kemudian mereka semua melihatku dengan tatapan tajam sama seperti cara Sebastian melihatku, Aku tak berani melihat mereka sedikit pun aku langsung diam dan menundukkan kepalaku.
"Pantas saja dia menjadi wakilnya, Ternyata dia memiliki Skill yang seperti itu, tadi sempat aku lihat dia tiba tiba muncul di depan Gedung " Ucap Prissy sambil Menatapku lekat-lekat.
"Aku ingin mencoba kekuatanmu, mungkin saat libur tiba kita bisa Sparing mungkin saja aku akan mengalahkan dirimu Bagaimana" ucap Kurtis.
"Jadi Wakil ketua, Bagaimana apa kau menyukai kami?" Tanya Prissy padaku
" Tenanglah, kami semua tidak seburuk yang kau bayangkan, aku tahu kejadian 10 tahun lalu" Ucap pria berambut hitam di sampingku membuat diriku terkejut.
"Tapi kalau kau membuat sesuatu yang kami gak suka mungkin saja kamu sudah kami habisi"
"Curt bisakah kau berhenti mengejeknya, Kau tambah membuatnya takut!" Ucap Prissy sambil menjewer kuping Kurtis yang runcing.
"Eh~ Cepat lepaslah, Sakit tahu!" "Tadi kau juga mengejeknya!" Balas Kurtis sambil memegang telinganya yang memerah.
"Tapi kan itu tadi, lagipula aku hanya sekali dan tidak akan mengulanginya lagi" Balas Prissy dengan Sorot matanya yang garang.
"Kalian berhenti, Bukankah ada yang harus kita bicarakan" Teriak Sebastian
Yang membuat mereka berdua terdiam.
"Jadi, Aku akan menjelaskan tentang Tugas yang kita miliki, Tugas kita hanyalah Mengawasi kekuatan Sihir yang kehilangan kendalinya, dan Mengawasi Academy ini, Jadi kalian harus siap dengan sesuatu yang akan terjadi, walaupun kejadian itu belum terjadi, Karena para Guru sangat sibuk, jadi kitalah yang menggantikan mereka, kalian hebat dalam hal yang berbeda Sebaiknya gunakanlah kemampuan kalian dengan sebaik-baiknya Terutama Untukmu Lady Adria, Aku pernah dengar kekuatanmu pernah kehilangan kendali" Tegas Sebastian
"Dan masih ada beberapa tugas lagi, Nanti akan aku ceritakan saat jam Istirahat, Kalian semua harus secepatnya disini " Jelas Sebastian pada kami.
" Tapi apakah kalian tidak merasa bahwa dari tadi suasananya terasa, yah membosankan" Tanya Prissy kepada kami
"Iya sangat Membosankan, Seharusnya kita menunjukkan beberapa Skill kita bukan" Ucap Seorang pria yang baru masuk kedalam, Rambutnya berwarna kuning keemasan,Matanya berwarna hijau cerah, Seragamnya sama dengan kami.
"Ian, Apa apaan seenaknya berbicara yang tak jelas" Balas Tracey.
"Apa maksudmu, Bukankah itu yang seharusnya, lagi pula sepertinya Sebast tidak akan Marah dengan hal itu benar bukan" ucap pria itu kemudian ia mendekati Sebastian dan menepuk pundaknya dari arah berlawanan.
"Ya, Sepertinya ide yang bagus, Lalu apakah kau tidak akan memperkenalkan dirimu." Balas Sebastian
"Ya, Baiklah. Aku Flavian Ignatius." Ucapnya sambil menunjukan Skill-nya di depan wajahku.
"Ya... Baiklah bagaimana kalau kita menunjukkan kemampuan kita di Arena Pertandingan Lagipula kita bebas memakainya, Sebelum bell berbunyi." Ucap Tracy dengan semangatnya.
"Akan aku Izinkan, masih ada Waktu 2 jam lagi aku harap kalian menggunakannya dengan baik Dan ingat jangan menghancurkan Arenanya. Aku tak ingin kejadian Tahun lalu terulang! Apa kalian mengerti dan untuk kalian berempat. Kalian adalah Anggota baru jadi aku harap kalian tidak mengacau. Aku tidak akan ikut jadi kalian saja, aku akan melihat pertandingan kalian Murid Kelas 2 dan Kelas 1. Apa kalian semua mengerti, dan ingat jangan Hancurkan Arenanya!" Jelas Sebastian.
Magic Council baru di bentuk beberapa tahun lalu Sejujurnya Pemilihan Anggotanya dilakukan saat uji coba, dan kami dipilih berdasarkan Tingkat Kekuatan, Kecerdasan, dan ketangkasan yang kami miliki Bisa dibilang kami Semua Unggul dalam hal itu.
(tapi aku tak pernah merasa aku seperti itu)
Kalau di fikir" kegiatan kami memang tidak menyenangkan dan sangat berat.
Tugas yang harus kami lakukan seperti seseorang yang telah berada di tingkat ke Tujuh, kami harus slalu waspada terhadap sihir yang mencurigakan dan atau aura yang membahayakan para Murid.
Tugas kami seperti, Penyembuh, Sensorik, Pengendali, Penyelamat, serta Pengajar di saat Guru tidak ada, Kemudian ada beberapa Tempat dan Ruangan yang khusus di bebaskan untuk kami gunakan di Academy, tapi tentu saja sebelum menggunakannya kami harus Izin kepada Kepala Sekolah!.
Setelah itu kami pun bersiap menuju Arena Pertandingan. Murid Tahun Ke-2 akan berhadapan Murid baru.
Murid Tahun Ke-2 pada anggota kami adalah, Sebastian Michaelis, Tracy Hovenz, Illan Constantine, Fabian Braun, Prissylia Sergelian.
Sementara kami Murid baru.
Aku Adria Rein, Kurtis Sylvester, Laila Angelia, dan terakhir Fabian Colin.
Kami akan Bertanding untuk menentukan siapa yang terkuat, sejujurnya aku ragu untuk melawan mereka karena mereka sangat kuat, dan kata kata yang di ucapkan Kak Sebastian membuatku takut.
"Dan ingat jangan menghancurkan Arenanya. Aku tak ingin kejadian Tahun lalu terulang. Apa kalian mengerti!"
Sekuat itukah mereka, kalau nanti di tengah pertarungan kami menghancurkan Arenanya bagaimana" "Ini hari pertama Tahun ajaran baru bukan! Aku tak ingin membuat masalah saat hari pertamaku pasti nanti kakak akan marah kalau mengetahui hal itu!" Keluhku.
Kami berjalan keluar bersamaan, Kurtis mengekor di belakangku.