Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)

Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)
Darkness Stray




Suasana kota sangat gelap hanya lampu lampu yang menerangi, Cahaya rembulan perlahan tertutup oleh awan hitam,  hujan pun turun membasahi kota, terdengar suara teriakan seorang wanita di sela sela rumah penduduk.


Adria dan Xander pun secepatnya turun dari kereta, saat mereka sampai di lokasi di sebuah gang yang sempit, ada monster yang lumayan besar, makhluk berbulu itu tengah mencekram wanita di tangan kanannya dengan sangat kencang, monster seekor harimau putih Matanya berwarna merah.


Xander pun langsung datang mendekati monster itu, Ia mengeluarkan pedangnya menggunakan sihir ruang waktu lalu menebas tepat di leher monster itu, Namun monster itu melawan dengan keras ssehingga Xander terpental cukup jauh Kemudian Xander kembali mendekati Monster itu ia melompat cukup tinggi, Ia mengayunkan pedang di tangannya dan mengenai leher monster itu, Adria pun secepatnya mendekati wanita tadi.


"Nona, Apa kau baik baik saja?" Tanya Adria


"Aku baik baik, saja terimakasih" balasnya sepertinya ia masih ketakutan.


Adria pun langsung membawanya menjauh ketempat yang lebih aman, Agar Xander lebih leluasa menghajar monster tingkat bencana itu.


Sementara itu Xander kembali dengan cepatnya menyerang monster itu dengan kecepatan tinggi, Ia menyalurkan mana pada pedangnya, Monster itu membalasnya dengan mengayunkan cakarnya yang tajam kearahnya, Xander menghindari serangan harimau besar itu, ia melompat ke sisi kanan lalu melompat dan menghantam harimau besar di hadapannya dengan satu kali tebasan. Monster itu terluka di bagian lehernya tak lama kemudian monster itu jatuh dan keluar banyak darah dari tubuhnya, kepalanya terpisah dari Tubuh, dan seketika monster itu kehilangan nyawanya kemudian Xander mengambil kepala moster itu dan menyimpannya didalam sihirnya, Baju Xander berlumuran darah merah dari monster itu, di wajah kirinya terdapat bekas sayatan, Xander pun melihat kearah Adria dan wanita tadi.


"Apakah kalian baik" saja?  Tanya Xander  datar pada Mereka


"Yah kami baik" saja balas Adria


"Syukurlah" ucap Xander


***


"Nona dimana rumahmu biar kami yang mengantar pulang" ucapku sambil memegang kedua tangannya.


"Rumahku ada didekat perpustakaan di dekat sini" jawabnya


"Apa kau bisa berjalan" tanya kakak padanya, Wanita itu hanya membalas dengan anggukan kecil yang menandakan ia bisa berjalan, kemudian kami pun meninggalkannya dan bergegas menuju monster lainya yang sedang berkeliaran.


Tak lama kemudian kami menemukan Aura yang sangat gelap aku pun mengarahkan pandanganku ke atas sebuah Gedung yang cukup tinggi, dan melihat seorang pria berjubah hitam tengah berdiri di sana sambil menatap kami.


"Orang itu, bagaimana bisa" gumam kakak


Aku hanya melihat pria itu dan ingin berlari menjauh, aku tahu aku bukan tandingannya, tapi kakak menghentikan diriku, dan tiba tiba pria itu turun mendekati kami kakak pun mengeluarkan pedangnya menggunakan sihir ruang waktu, Kakak bersiap ingin menyerang pria misterius itu. Sementara pria itu semakin mendekat ke arah kami, Wajahnya terlihat karena terkena cahaya lampu, ia berkulit putih, wajahnya sangat lembut, matanya berwarna kuning emas sangat tajam seperti mata elang, Tingginya sekitar 178cm, Jubahnya jelas berwarna biru tua gelap, dan di hiasai dengan Sebuah Symbol di sisi dada kirinya berbentuk Octagram, sebuah organisasi Criminal yang tengah di buru seluruh Kekaisaran dan Kerajaan di Dunia, Jubah itu tertiup angin dan terlihat wajahnya yang lembut itu seakan ia bukanlah orang yang berdosa.


"Aku hanya menjadi beban buat kakak saja! Lagi pula aku tak tahu harus berbuat apa dan tiba tiba terjadi pertarungan seperti ini, bukankah ini merupakan sesuatu yang sangat gila" gumamku sambil berteduh di bawah bangunan terdekat.


Kemudian Hujan pun semakin deras, aku cukup kedinginan, lalu aku menggunakan sihir penghangat pada diriku agar tidak kedinginan, Aku pun melihat mereka bertarung, mereka masing masing mengeluarkan kekuatan yang sangat hebat dan kuat, kekuatan yang tak pernah aku lihat sebelumnya, Kekuatan itu sepertinya berada di tingkat yang sangat tinggi, aku belum menguasai sihir itu sama skali apalagi melihatnya, Aku pun tersadar bahwa Kekuatan itu tak terbatas, dan Masih ada jauh yang lebih kuat di atas yang kuat begitu pula sebaliknya.


Aku pun melihat mereka bertarung lekat lekat, Aura mereka terasa sangat pekat, tercampur di udara,  Membuatku tak mampu bergerak sedikitpun Aku merasa bahwa pertarungan tersebut memang bukan dalam tingkatanku, Aku hanya bisa melihat mereka sampai ada yang menyerah atau kalah,


Kakak mengeluarkan sihirnya, sihir kegelapan yang seharusnya tak ia keluarkan. Sihir itu berbentuk seekor naga hitam yang amat besar dengan matanya yang berwarna merah.


Kemudian kakak mengarahkan pedangnya ke arah pria tersebut, dan naga itu mengikuti arah yang kakak tuju. Pria tersebut sama skali tidak bergerak sedikit pun, dan kemudian ia terkena serangan kakak,  Pria itu tak sempat mengelak dari serangan yang Xander berikan, kemudian ia bangkit dari jatuhnya, dan kembali mengeluarkan kekuatan sihirnya. Aku lihat kakak sepertinya kesal dengan itu.


Entah kenapa jadi seperti ini. Aku kira aku akan hidup dalam ketenangan padahal banyak bahaya yang berada di sekitarku, mungkin kalau kakak sudah terbiasa dengan hal seperti ini, bertarung dengan orang kuat, mengeluarkan sihir tingkat tinggi yang tidak sembarang orang dapat melakukannya... Kalau aku fikir - fikir lagi, orang terkuat di Kekaisaran itu kakak setelah Kaisar Lucifer, Itu sebabnya ia selalu mendapat Misi Rahasia Dari Kaisar, dan sementara aku, hanya seorang gadis kecil yang tak bisa melakukan apapun. Mungkin, pantas saja tadi kakak berpesan saat aku ingin ikut. Agar aku lebih berhati-hati, karena mungkin saja kita akan bertemu musuh yang kuat, dan itu benar terjadi.


Aku hanya berdiri mematung melihat mereka bertarung, ayunan dan tebasan pedang yang dilapisi Mana dan Sihir terus keluar dari pedang mereka berdua, Aku bosan dengan ini hanya berdiam diri di balik pelindung sihir yang kakak sempat buat. Aku memang payah, Aku belum cukup kuat untuk melawan mereka. Setahuku Organisasi Gelap itu merupakan musuh kakak. Aku tak tahu kenapa itu terjadi, dan kenapa Organisasi itu slalu mengincar nyawa kakak. Percayalah ini bukan pertama kali Aku melihat kakak melawan Orang berjubah Gelap tersebut pernah terjadi waktu di tempat kami di Aria, salah satu dari mereka menyusup kedalam Castil kami, dan berusaha menculik diriku, atau membunuh kakak.


Aku tak tahu yang sebenarnya terjadi, dan apa kaitannya mereka dengan Kakak. Setahuku kakak hanya Bertugas Sebagai Pelindung Bayangan Kerajaan ini, dan seharusnya mereka tidak berhubungan dengan kakak aku terlalu banyak berfikir aku tak tahu harus apa, hujan perlahan mereda, Sementara pertarungan mereka belum juga selesai Seharusnya kakak bisa menyelesaikannya dengan cepat, ku takut, kalau nanti akan terjadi sesuatu yang buruk padaku.


"Kakak"  "Aku mohon cepatlah..." Teriakku.


Kakak pun menoleh padaku dan ia kembali menyelimuti pedangnya dengan mana dan juga sihir Kegelapan yang sangat kuat,Ia pun dengan cepatnya mendekati Orang itu, tanpa terlihat sedikit pun, tiba tiba kakak sudah memberikan goresan yang cukup besar pada dada pria misterius tersebut Kakak pun mendekat kearah ku, dan dengan cepat ia membawaku dengan kedua tangannya menuju kereta kami yang terdapat di ujung jalan tadi Kami pun bergegas menuju rumah.


"Kakak memang pria itu siapa, kenapa ia bertarung melawan kakak, bukankah ini bukan pertama kalinya, aku slalu melihat kakak bertarung dengan orang berjubah Seperti itu. Memang mereka siapa, dan mengapa mereka mengejar kakak" tanyaku penuh kebingungan.


"Mereka bukan siapa siapa, aku juga tidak tahu apa tujuan mereka" jelas kakak, aku tahu kakak berbohong, ada sesuatu yang ia sembunyikan.


"Kau harus istirahat, tubuhmu jadi demam, Seharusnya aku tidak membawamu, maafkan aku..." Ucapnya sambil mengelus rambutku.


"Iya, lagi pula ini sudah biasa buatku, Kakak juga tidak bersalah, ini salahku yang memaksa ingin ikut, seharusnya aku yang minta maaf telah menjadi beban dalam Misi kakak ini" Ucapku lembut.


Setelah itu kami pun sampai di rumah, dan kakak membawaku dengan kedua tangannya, karena aku tidak kuat untuk berjalan, setelah sampai didalam beberapa pelayan sepertinya telah tertidur, dan kakak membawaku ke kamar


semalaman ia menjagaku yang tengah Demam.