Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)

Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)
Illan, Naomi, and Library.




Aku langkahkan kakiku menuju perpustakaan yang tepat berada di tengah-tengah Academy, disepanjang lorong semua orang menatapku, aku tak tau mengapa mereka pikirkan, lagipula Aku tidak perduli, ku rapikan rambutku yang sedikit berantakan karna menutupi mataku, kemudian aku bergegas pergi menuju perpustakaan yang tinggal selangkah lagi, sesampainya di sana saat kubuka pintu yang dilapisi Emas, namun tanpa aku duga disana terlihat jelas.


Seorang gadis tengah duduk di atas Lingkaran emas yang mengelilingi pohon Yggdrasil, ia mencelupkan telapak tangannya kedalam air suci yang keluar dari pohon itu, gadis itu menggerakkan tangannya kedepan dan kebelakang sekarang sedang bermain dengan pohon itu, gadis yang memiliki rambut Hitam kelam, dengan Matanya sebiru langit malam, ia memiliki paras yang amat Cantik dan Lembut, tubuhnya di balut seragam hitam yang dihiasi lencana Emas di dadanya, Rambutnya yang panjang di atas Pinggang diikat dengan Seutas Pita berwarna emas, aku terkejut melihat sosok di hadapanku yang jelas jelas bagaikan dewi. Aku kagum dengan sosoknya yang membuat diriku tak dapat bergerak sedikitpun, dan sepertinya sosok di hadapanku ini sadar akan kehadiranku, aku jadi teringat suatu kejadian yang sama persis dimasa lalu.


"Illan, aku kira siapa!" ujarnya yang sadar akan kehadiranku.


"Eh, Naomi kebetulan kita ketemu disini, kamu sudah lama disini"


"Aku setiap sore selalu kesini, soalnya banyak kenangan jadi aku tidak bisa lepas dari perpustakaan ini, terutama Pohon Yggdrasil" jelasnya.


Aku pun mendekati Naomi yang masih duduk di lingkaran Emas itu.


"Kenangan, dia sama seperti diriku"


"Apa boleh aku duduk di samping mu?" tanya ku padanya.


"Duduk saja, temani aku disini!"


"Kalau boleh tau, memang kenangan apa yang kamu maksud"


"Oh itu, kenangan yang sudah lama ingin aku lupakan, ditempat ini untuk pertama kalinya aku jatuh cinta, serta bertemu dengan seorang pria yang sangat aku cintai, bahkan sampai sekarang aku tidak dapat melupakannya" ujarnya.


"Seorang pria" gumam ku.


"Kau tahu bukan tentang kisah seorang putri dari ras iblis dengan seorang ArcAngel, kisah mereka tak seburuk kenyataan sekarang, walaupun yah sang putri kehilangan matanya dan di gantikan dengan mata malaikat itu, setelah itu sang putri ditinggalkan oleh sang malaikat untuk selamanya, aku sangat merindukan dirinya"


"Kau merindukan malaikat itu, padahal aku ada disini seandainya aku dapat menjelaskannya padamu"


"Mungkin sang malaikat itu masih menjaga sang putri hingga saat ini, namun putri itu tak mengetahui bahwa malaikat itu selalu ada di sampingnya"


"Kebetulan tadi Adria mengungkit hal itu dikelasnya, baru masuk sudah membuat masalah"


"Menurutku wajar saja, lagi pula ia membela yang benar bukan, aku baru saja mengintrogasi anak itu, tenyata ia anak yang baik dan tegas. Namun, ia masih belum bisa mengendalikan dirinya sendiri dan selalu bermalas-malasan."


"Benar, ia gadis yang menarik dan dia adalah adikku"


"Adik? " ucap Naomi heran


"Bukan apa apa, lupakan saja!"


"Baiklah, bagaimana kalau kita membaca buku, aku mulai bosan" ajak Naomi.


Aku mengikuti apa yang Naomi katakan, aku berjalan ke lemari buku yang ada di sekeliling tempat ini, lalu aku meraih sebuah buku yang cukup tua, umurnya sekitar 6 abad, bersampul biru tua, dengan bunga mawar putih yang menghiasi sampulnya, buku itu berjudul Eelvia, setelah aku mengambil beberapa buku disana, aku duduk di kursi yang berjejer di depan meja yang cukup panjang yang di sediakan untuk membaca, Naomi kemudian duduk di kursi sebelahku


"Illan, aku duduk di sebelahmu boleh" ujarnya.


"Ya boleh" balasku.


"Buku yaang kamu ambil banyak sekali, apa kamu akan membaca semuanya"


"Ya begitulah, aku jarang ke perpustakaan, soalnya aku selalu meminjam beberapa buku sekaligus!"


"Pantas aku jarang melihatmu, Hahaha"


Melihat tingkahnya yang seperti itu, membuat diriku merasa semakin merasa malu akan diriku.


Kemudian beberapa orang masuk kedalam perpustakaan tanpa kami sadari.


"Illan, apa yang kau lakukan" ujar orang itu.


Kemudian aku menoleh dan mendapati Prissy di belakang kami, serta Adria yang tengah sibuk menaiki tangga perpustakaan untuk mencapai buku yang berada di rak paling atas.


"Bruuuk"     Adria terjatuh dari tangga itu kami bertiga pun menoleh Kearahnya, beberapa buku ikut terjatuh, Prissy langsung menggunakan sihirnya untuk mengangkat beberapa buku yang menimpa Adria.


"Maaf, aku ceroboh!" ujar Adria sembari mengusap kaki kirinya.


Naomi mendekati Adria dan mengulurkan tangannya yang lentik kearah Adria.


"Baiklah, Ayo berdiri biar Illan yang menyembuhkan dirimu." ujarnya lembut


"Tunggu aku?" ujar ku


"Ya, di sini siapa lagi kalau bukan dirimu, kemampuanmu dalam menyembuhkan setara dengan para malaikat" ujar Prissy semakin membuat diriku kesal.


"Aku ini memang malaikat." ucapku kesal.


"Ya baiklah terserah dirimu saja, Aku tidak perduli" balas Prissy


"Apa mungkin dia sengaja mengajak Adria kesini untuk mengganggu aku dan Naomi"


"Cepatlah" ujar prissy, sementara Naomi menggelengkan kepalanya melihat tingkah kami, Adria menepuk dahinya.


"Terimakasih ya kak" balas Adria dengan senyumnya yang manis.


"Ini sudah kewajiban kami, terutama Illan, dia kan kakakmu" balas Prissy


"Aku semakin kesal di buatnya ingin rasanya aku mengusirnya dari sini, kenapa dunia ini tidak adil, tak pernah memberiku kesempatan untuk berdua dengan Naomi" batinku


Aku Pun mulai menyembuhkan Adria dengan sihirku, setelah selesai aku usap kepalanya, dia gadis yang manis.


"Baiklah sudah selesai, lain kali hati hati" ujar ku


"Baiklah Terimakasih" balasnya lembut


"Adria kamu suka buku" tanya Naomi


"Ya aku suka, aku membawa beberapa buku dari rumah, Kak Naomi mau mampir ke kamarku, aku juga menyimpan beberapa pedang disana, aku memintanya dari Kak Xander" ujar Adria semangat


"Aku tak menyangka kamu sesuka itu, baiklah saat hari libur aku akan mengajarkan dirimu teknik berpedang Kekaisaran Devillia sebagai imbalannya" balas Naomi


"Naomi apa kau yakin, bukankah kau sangat sibuk kedepannya" ujar Prissy


"Aku akan meluangkan waktuku!" balas Naomi dengan senyuman


Aku hanya diam melihat mereka, rasa kecewa yang Aku rasakan semakin ingin mereka pergi dan meninggalkan Aku dan Naomi.


"Illan, jangan marah ya!" ujar Prissy


"Terserahlah" gumam ku


Kami berempat kemudian membaca buku bersama, kami tertawa dan menceritakan hal hal yang kami alami selama ini, sejujurnya aku sangat menyukai hari ini, karena terasa sangat menyenangkan, tapi membuat diriku kesal dan kecewa tujuanku ke perpustakaan sebenarnya untuk mengembalikan beberapa buku, dan mengambil yang baru, jadi Aku akan melewati hari ini, lagi pula Aku sekarang duduk di samping Naomi, semoga Zephyr tidak melihat kami, karena Setahuku ia menyukai Naomi.


Jam pun berbunyi, tanpa sadar kami sudah menghabiskan waktu bersama selama dua jam, dan waktunya untuk perpustakaan ditutup, Naomi, Adria, dan Prissy kembali ke Asrama mereka bersama-sama, sementara aku mengembalikan buku yang aku pinjam dan menggunakan sihir ku untuk menuju kamarku.


Beberapa detik kemudian aku sudah sampai di dalam kamarku, kamar berwarna biru cerah, dengan beberapa  mawar putih yang menghiasinya, rak buku yang cukup besar berada di samping pintu masuk, di dekat jendela yang menuju ke halaman depan, terdapat kasurku yang cukup besar berwarna biru tua, aku segera duduk di atasnya, aku menyaksikan mentari yang perlahan turun dan kemudian tergantikan oleh sang Rembulan, dan beribu bintang yang menghiasi langit, sekarang bulan July, Rasi bintang Cancer terlihat jelas oleh mataku, sudah lama aku tak merasa sebahagia ini.


Sementara itu Adria...


"Capek, aku merasa canggung saat bersama kak Naomi, tadi sore saat masuk ruangan itu Aku merasa masuk ruangan yang dihuni monster yang menyeramkan, tapi untungnya Kak Naomi dan Kak Zephyr sangat baik" gumam ku.


"Aku harus istirahat, hari ini benar-benar panjang"


Beberapa menit setelah Aku merebahkan diriku ke kasur, Bola sihir ku tiba tiba berbunyi, dan itu adalah panggilan dari kakak, setiap malam Aku harus melaporkan sesuatu, menyebalkan bukan, aku menjelaskan beberapa hal yang cukup rahasia kepadanya, setelah itu aku tidur dengan tenang tanpa gangguan dari Kak Xander yang menyebalkan itu.