Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)

Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)
Demonia






Kami menaiki kereta kuda berwarna hitam yang di padu dengan warna emas di setiap tepinya, sudah sekitar 5 hari kami berangkat dari Rumah, disepanjang jalan terdapat bangunan yang tak pernah aku temui di Aria, Semua bangunan itu sangat tinggi berwarna coklat dari warna cerah Hinga gelap. serta terdapat kedai kedai kecil yang menjual berbagai barang, mulai dari sayur, buah, daging, dan yang lainnya, samar samar aku mendengar sebuah alunan musik yang sangat lembut nan merdu, Semakin lama semakin kencang dan aku pun melihat asal suara itu, sebuah alunan musik yang di mainkan oleh seorang pria memakai kemeja berwarna hijau, rambutnya sebahu, ia tengah memainkan sebuah biola coklat tua yang amat cantik, Aku tak melepaskan pandanganku dari pria itu sedikitpun ia dikelilingi beberapa orang yang tengah berdansa, Sementara kakak sedang membaca Koran, kemudian Kami melewati sebuah taman yang di penuhi anak kecil dan para remaja, dan juga beberapa penjual yang berjualan dengan gerobak berwarna cerah.



Aku tak pernah berfikir bahwa ibukota seperti ini, aku merasa seperti di dunia manusia yang penuh dengan keceriaan dimana mana, disini banyak skali orang orang yang bahagia dan ceria memenuhi Ibukota, Aku tak ingin Kebahagiaan seperti ini hilang begitu saja, dan ini tujuanku aku ingin melindungi dan menjaga kebahagiaan dan keceriaan negri ini. menurutku Kekaisaran saat ini sangat luar biasa, aku ingin sekali bertemu dengan Baginda Kaisar, tapi aku tahu itu hal yang tidak mungkin terjadi, karena Baginda Kaisar pasti sangat sibuk, sebenarnya aku bisa saja menemuinya karna aku merupakan keluarga kerajaan, namun hal itu mungkin sulit untuk kulakukan, sedari kecil aku hanya berada di Aria, sebuah Wilayah yang berada di timur Devillia, Wilayah yang di kuasai oleh Kakakku. Kemudian aku langsung terdiam dan larut dalam Imajinasi ku Beberapa saat kemudian kami sampai di alun alun kota.



"Adria, kita sudah sampai cepatlah turun" perintah kakak menyadarkan diriku dari lamunan. Ia menaruh koran yang ia pegang tadi di laci kereta yang ada di bagian atas.



"Aku akan turun!" jawabku datar



Kemudian kami turun dari kereta dan masuk kedalam gedung walikota dihadapan kami, Beberapa orang yang sepertinya menunggu kami tengah berdiri di depan pintu, Salah satu dari mereka merupakan seorang walikota.



"Selamat datang Tuan Grand Duke Eelvia dan Nona Eelvia, Kami sudah menunggu kedatang anda berdua, mari saya antarkan kedalam" Ucap ramah seorang yang lebih tua dari mereka



"Jadi apakah yang aku perintahkan sudah selesai?" Tanya Xander sedikit berbisik di telinganya



"Semuanya sudah saya siapkan, jadi tuan tenang saja" balas pria itu pelan



"Adria, apa kamu mau ikut?" tanya kakak datar



" Tidak, aku ingin pergi kesuatu tempat, nanti aku pasti akan bosan mendengarkan kalian berdiskusi" jawabku sembari memalingkan wajah ke arah lain



"Kalau itu maumu aku akan memanggil kesatria yang akan menemani dirimu"



" Sebenarnya aku bisa sendiri, tapi kakak takut kalau aku dalam bahaya atau tersesat"



"Sebaiknya kau di temani para ksatria, aku takut kau terluka."



"Menyebalkan" gerutuku



Aku naik kereta kuda yang tadi kami pakai menuju kesini, beberapa menit kemudian dua orang kesatria memakai armor berwarna coklat muda, dengan jubah berwarna biru datang mendekati diriku, aku memandang mereka berdua yang nampak bersemangat.



"Siang Nona Namaku Ethen, dan ini rekanku Ranga" kata pria berambut coklat tadi, sambil menunjukan seseorang di sampingnya.



"Baiklah, Terimakasih karena sudah mau menemaniku"



\*\*\*



Aku pergi mengelilingi kota bersama Ranga dan Ethan, Lalu mampir di sebuah toko busana ternama La Begonia dari etalase beberapa gaun terpajang disana mulai dari gaun pengantin sampai gaun malam.



Entah kenapa aku merasa hal buruk akan terjadi, tapi aku biarkan saja toh aku bisa bela diri, lagi pula ada mereka berdua, saat aku masuk kedalam ada beberapa lady bangsawan, sepertinya mereka bangsawan yang kaya raya.



"Eum, Baiklah, aku akan masuk kedalam"



Aku pun mulai melihat gaun yang terpajang disana, lalu aku panggil staff toko itu.



"Permisi kak apa ada gaun yang sederhana..." Ucapku.



" Baiklah lady ikut saya, ada yang cocok dengan lady.



Aku pun mengikutinya masuk kedalam Ia menunjukkan sebuah gaun berwarna biru tua, yang dipajang secara khusus di etalase kaca, dengan hiasan berwarna putih keemasan di pinggangnya, helai renda di bawahnya dan beberapa berlian di bagian dada membentuk seperti tetesan air terdapat sisi lepitan yang ada di bagian dada Gaun ini tidak memiliki lengan ataupun tali Menurutku ini sangat cantik.



" Berapa harga gaun ini!?" "Aku akan membelinya"



"Harganya 1.250 juta gold"



Lalu gaun itu di bungkus dan aku membayarnya. Setelah selesai bertransaksi Aku pun keluar dari sana.



"Lady apa anda sudah selesai." Tanya Ranga kepadaku.



" Yah aku sudah selesai, Aku ingin secepatnya kita pergi dari sini. " Ucapku



"Baiklah, lady" Ucap mereka bersamaan.



Kami pun pergi dari toko itu meneju La Lira, sebuah Toko Perhiasan yang terkenal di Ibukota, toko itu Menyediakan Batu batu Mulia yang hanya bisa didapat di Sunga Carra Inna yang mengalir dari Benua Aragona Hingga Benua Tartarus dan sebagian besar Batu Mulia Berada di Sungai Carra Inna di Tartarus.





~~~~~Kereta kuda~~~~~



"Apakah lady baik baik saja, karena wajah lady sangat murung." Tanya Ethan kepadaku.



"Aku baik baik saja." Balasku Datar.



"Baiklah" Jawab mereka.



"Omong omong, apakah kalian tahu tentang Academy Filladevila" tanyaku pada mereka.



"Saya tahu, karena saya sedang bersekolah disana" jawab Ranga.



"Bisakah kau ceritakan padaku, karena aku belum pernah tahu tentang Academy itu.



"Baiklah, akan saya ceritakan."



" Filladevila merupakan Academy yang mempelajari segala hal, bukan hanya sihir saja, disana di ajarkan segala hal, seperti sejarah, Cara bertarung, menentukan Keahlian, dan lainnya, disana juga terdapat berbagai murid dari segala benua." Jelasnya.



"Disana juga terdapat tiga Dewan yang disebut Trinity Council, Anggota Dewan yang mengatur Academy, salah satunya Dewan Siswa yang memiliki kekuasaan dan pengaruh yang besar di sana, tapi Dewan terkuat ialah para Dewan Sihir. Tapi sayangnya mereka sering membuat rusuh di Academy sehingga membuat Dewan lainya geram."



" Terimakasih" balasku dengan senyuman. "Aku ingin pergi ke toko perhiasan La Lira." Jelasku



Sebenarnya aku sudah sering mengelilingi tempat ini saat masih kecil bersama ibuku. Tapi itu sudah lama sekali, tempat ini tidak terlalu banyak berubah. Sama seperti ibukota kekaisaran dulu.




Tempat yang penuh dengan perhiasan mahal, dan langka berbagai jenis perhiasan dan berlian mewah ada disana


Dari semua perhiasan yang ada, ada satu yang membuatku terpana, sebuah berlian berwarna biru tua ukurannya tidak terlalu kecil, berbentuk tetesan air, sama seperti gaun yang ku beli.



"Permisi aku akan membeli yang ini


lalu staff yang dari tadi menemaniku mengambilnya.



Aku tak sengaja menabrak seorang pria saat sedang melihat-lihat perhiasan disana, aku pun melihat pria itu, rambutnya berwarna Keabuan dengan mata berwarna biru cerah, pakaian yang ia kenakan sangat mewah Umurnya mungkin 16 atau 17 tahun Wajahnya sangat lembut Aku belum pernah melihat pria itu sebelumnya, hanya satu kata saat aku melihatnya, "Sangat Tampan dan Sempurna".



"Ah maaf aku tak sengaja" ucapku spontan



"Tidak mengapa, lagi pula aku juga salah karena tak melihat, Apa lady baik² saja" ucapnya lembut



"Oh yah, Maaf aku tidak sopan, Namaku Austin Diablo de lavles, dan anda lady."



"Aku Adria Rein, Senang bisa bertemu dengan anda Tuan Lavles"



"Lady Eelvia, aku ingat anda adalah Adik dari grand Duke Eelvia." Ucapnya.



" Aku dengar Lady akan bersekolah Di Academy Filladevila. Semoga kita akan bertemu disana" ucapnya padaku



"Ah, Iya aku akan melanjutkan sekolah disana, sebelumnya aku sekolah di Aria." Jelasku.



"Maaf sepertinya aku terlalu banyak berbicara." Ucap Austin padaku



"Tidak apa apa, Bukan masalah." Balasku.



Kemudian staff toko tadi memberikan bungkusan kalung tadi kepadaku.



"Tuan Lavles terimakasih sudah mengajakku bicara. Aku akan pergi sekarang."



" Sama sama, sampai ketemu di Academy bulan depan." Katanya



"Iya, Baiklah." balasku Pipi ku memerah begitu saja, akupun menundukkan kepalaku.



Aku keluar dari toko itu.



"Apa lady sudah selesai? " Tanya Ethan kepadaku.



"Iya, Aku sudah selesai. Bagaimana kalau selanjutnya kita makan Biarkan aku yang mentraktir kalian sebagai tanda terimakasih ku dan Aku tak ingin dengar bantahan kalian Jadi apa kita akan ke Restoran terbaik dikota ini "



" Baiklah Akan kami antar kesana."



Kemudian kami berangkat ke Restoran terbaik disini Beef & Salad. Usai makan makan di sana kami kembali ke alun alun kota dan Kakak ku masih ada di dalamnya padahal hari mulai sore Jam di tanganku menunjukkan pukul 17:06. Aku hanya menunggu di dalam kereta, sementara kedua Ksatria itu sudah pulang kerumah mereka masing-masing setengah jam lalu. Kemudian Kakak pun keluar dari dalam Bangunan Bercat Coklat tua kehitam hitaman tersebut.



"Adria, Maafkan aku! Apakah kau sudah menunggu lama?" tanya Xander khawatir.



"Iya Sudah setengah jam aku disini" Balasku



" ...Tadi aku bertemu dengan tuan muda Lavles. Kenapa kakak tidak pernah bercerita tentangnya katanya, dia bersekolah Di Academy Filladevila." Ucapku



"Aku tidak tertarik dengan anak itu." ucapnya tak perduli.



"Kenapa kakak bicara seperti itu, ia sangat luar biasa, seperti seorang pangeran yang ada di novel, omongan omong kita akan kemana, Ke istana?." Ucapku memburu



"Tidak, kita tidak akan ke Istana, tapi kerumah! Tak biasanya kau seperti ini, kemana sifat dinginmu yang bisanya" ucap kakak padaku.



"Kakak!. Bisakah kakak saat aku bahagia kakak diam saja" ucapku kesal.



"Bukan apa apa, dan lebih baik kau diam" tegasnya.



"Uh Baiklah, Aku memasang wajah kecewa dan duduk mendekati jendela keretapun mulai berjalan.



Beberapa saat kemudian kami pun sampai di sebuah Mansion berlantai tiga, Rumah itu Sangat besar, hampir sama dengan Rumah Di Aria. Berwarna Cream dengan jendela berwarna biru tua, rumah itu dihiasi karangan bunga berwarna putih, dan pita berwarna Navy, serta Pepohonan yang rindang, halamannya sangat luas Kami pun masuk kedalamnya.



![](contribute/fiction/7055300/markdown/43907148/1685711162337.jpg)



Info Kekaisaran Demonia



1. Bangsawan Demonia


Dalam Kekaisaran Demonia Tingkatan Bangsawan sama halnya dengan kekaisaran manusia... dalam Kekaisaran Demonia pemimpin tertinggi adalah Kaisar... Masing masing Bangsawan memiliki Tempat/Kawasan Pribadi... Dan biasanya para Bangsawan memiliki Perusahaan masing masing di Ibukota maupun di tempat lain



Tingkatan Bangsawan.


1) Kaisar/Lord, MahaRani


2) Grand Duke, Grand Duchess


3)Duke, Duchess


4) Marquez, Marchiones


5) Count , Countess


6) Viscount, Viscountess


7)Baron, Baroness



2. Kekaisaran Demonia.


Kekaisaran Demonia terbagi menjadi 5 bagian;


1) Ibukota Demonia yang berada di tengah


Di kuasai kaisar Langsung.


2) Crystalis yang berada di bagian Utara


Crystalis di kuasai Duke Lavles


3) Aria yang berada di bagian barat di kuasai Grand Duke Eelvia (Chapter01)


4) Garion di Bagian Timur, Garion ,wDikuasai Duke Argen


5) Obsida di Bagian Selatan, yang dikuasai Duchess Gracia.