
Sebulan setelah aku berada di Demonia, hari ini aku akan pergi ke Pulau Cylia bersama Kak Serena, dan Kakakku. Dua Minggu lalu aku mengikuti ujian masuk dan akhirnya mendapatkan peringkat pertama, aku tidak heran akan hal itu, sebagai hadiahnya Kakakku memberikan sekotak teh yang sangat aku sukai. Aku telah merapikan segalanya serta aku juga memesan kamar pribadi di asrama.
Sepertinya ini akan menyenangkan. Mungkin, aku hanya akan menikmati perjalanan, melihat orang-orang yang sedang sibuk dengan urusan mereka, Segala Aktivitas pagi ini di kerjakan dengan tenang oleh masyarakat Kekaisaran, Berkerja, berjualan, memasak, bertani, berkebun, dan lainnya, serta anak anak yang masih kecil berlarian kesana kemari, memainkan permainan bersama-sama, kami Melawati perkampungan yang di padati penduduk Demonia, sebuah kota besar yang sangat nyaman, kota ini adalah Kota tempat kelahiran ku.
Beberapa hari kemudian Kami pun sampai di perbatasan bagian barat Kekaisaran, Garion (perbatasan) kami melewati wilayah Duke Argen dan Count Brave, serta yang menjaga perbatasan Marquis Greag. Tempat antara Devilia Imperial dengan Kota Cylia kota tempat dimana seluruh ras Hidup bersama tanpa memandang status, dan juga kota ini merupakan tempat Filadelvia didirikan 8 tahun lalu.
Academy itu pun terlihat dari kejauhan, karna gedung itu memang sangat besar sampai terlihat di seluruh Cylia, Sebuah gedung yang sangat besar dan tinggi berwarna Cream, jendelanya berwarna biru tua terlihat jelas dari jauh, Mentari menyinari hari ini dengan sinarnya menembus pepohonan yang sangat rindang di jalan yang panjang ini, disepanjang jalan yang kami lewati merupakan batas antara Cylia dengan Devilia Imperial, disepanjang jalan hanya ada pepohonan dan semak yang dipenuhi bunga berwarna-warni, jalannya dihiasi batu berwarna biru cerah, kemudian aku lihat jam tanganku Kami sudah berjalan selama 3 jam dari perbatasan antara Kekaisaran Devillia dengan Cylia.
"Aku ingin secepatnya sampai ke Academy".
Setelah satu setengah jam kami pun sampai di halaman depan gedung Academy, beberapa orang berjalan di dalamnya Terdapat banyak sekali orang orang dan benar saja, bukan hanya manusia tapi ras lain juga ada Ini kali pertama aku melihat mereka sama seperti halnya manusia perbedaannya adalah ciri khas mereka tidak hilang, seperti ras Oger yang memiliki tanduk di kepalanya, atau ras Elf yang telinganya runcing, Aku pun turun dari kereta kuda namun di antara mereka, ada yang mampu menyembunyikan Telinga, tanduk, ekor, dan lainya mereka biasanya seorang bangsawan atau seorang arc/High.
Aku berjalan masuk kedalam,Gedung yang gerbangnya bertuliskan Filladevila Academy di atasnya, dengan pita berwarna biru yang di tepinya berwarna emas, Kak Serena dan 2 pelayan lainnya membantu membawakan beberapa barangku, sementara aku hanya membawa koper dan tas pribadiku saja, aku membawa barang cukup banyak tapi setidaknya ini bisa membantu diriku saat keadaan tertentu, sejujurnya aku tak ingin menyusahkan mereka, tapi Kakak yang menyuruh mereka membawakan itu semua, setelah aku sampai di kamar dan menaruh semua barangku, kak Serena dan yang lainnya masuk bersama kedua pelayan lainnya, sementara aku secepatnya menuju Aula Gedung Academy dan duduk di kursi yang telah disiapkan khusus untuk masing-masing murid baru dan tamu undangan, beberapa orang telah duduk di kursi masing masing, sementara orang tua mereka duduk di tempat yang terpisah.
Dan aku mengganti gaunku dengan Seragam Academy, aku memakai Seragam Berwarna Navy dan Putih Yang melambangkan Sihir dan kekuatan, Seragam ini hanya di pakai oleh Dewan Sihir Academy seragam ini memiliki kekuatan khusus yang terdapat pada pin mereka yang membantu memperkuat sihir dan melindungi dari serangan sihir dan fisik yang sangat berbahaya, Aku mendapatkan Posisi Sebagai Wakil Dewan Sihir disana, Sesuatu yang mengejutkan bukan, sebuah kehormatan yang tak pernah aku inginkan, Ini semua karena aku merupakan Salah satu Murid Genius yang Sudah Menguasai Berbagai macam Sihir Tingkat tinggi, Jadi aku mendapatkan Posisi itu, dan hanya murid murid terpilih yang mendapatkan posisi tersebut.
Aku duduk kursi di tengah antara kursi lainnya, dan di depan terdapat sebuah panggung yang besar, Panggung berwarna coklat muda dengan tirai berwarna merah, ada lima lampu sorot di atasnya, panggung itu memiliki dua buah tangga kayu di sampingnya warnanya senada dengan panggungnya, Tepat di bawah panggung terdapat karangan bunga mawar berwarna merah dan putih yang melingkari panggung serta pita berwarna merah yang membalutnya.
Ada Sekitar ±2500 kursi yang berjejer dari kiri ke kanan Aula itu berbentuk Lingkaran dengan luas ±3500m tepat berada di tengah tengah gedung, barisan kursi itu berundak yang belakang paling tinggi dan dibawahnya terdapat barisan kursi lagi, begitu seterusnya. Kursi yang kami duduki berwarna merah tua dengan simbol kepala burung hantu dengan sebuah botol ramuan disampingnya. Kursi ini sangat nyaman seperti sofa, tidak terlalu lembut namun nyaman sekali, tak lama setelah aku duduk semua kursi telah penuh, Kemudian di kananku duduk seorang manusia berambut coklat, Matanya berwarna biru seperti langit dimalam hari, pakaiannya berwarna Hitam (Sepertinya di juga Salah satu dari dewan Keamanan), Sosoknya terlihat pendiam Aku hanya diam saja aku takut berhadapan dengan manusia, Dan disebelah kiri ku duduk seorang Dwarf, kulitnya kecoklatan, Matanya berwarna hijau seperti zamrud, Ia memakai Seragam Putih keabuan (Seragam Murid yang bukan Anggota Dewan), Rambutnya hitam di ikat keatas dengan pita berwarna hijau, Dia sangat manis dengan tubuh mungilnya itu yah bisa dibilang dia sangat imut.
Filadelvia Academy merupakan Academi High School.
Setelah beberapa saat Tirai merah itu terbuka dan terlihat seorang wanita muda yang Berbalut Gaun berwarna Hijau cerah, rambutnya berwarna Kuning keemasan yang di kepang sedemikian rupa, Warna matanya sangat indah seperti dedaunan sangat menegangkan, Ia sangat manis skali Kemudian ia pun mememecah kebisingan, Semuanya pun diam dan melihat kearahnya.
"Mohon perhatiannya, Selama datang untuk semua Murid baru serta Tuan dan Nyonya dari berbagai Benua..." "Terimakasih atas partisipasi kalian dengan Sekolah ini" Saya Gracia Ingram, sebagai Wakil Kepala sekolah mengharapkan Siswa dan Siswi akan menjadi generasi yang terbaik di tahun ajaran baru ini." "Berikut adalah Pembukaan acaranya..."
"Acara yang pertama adalah Pembukaan yang akan di bawakan oleh Para Ketua Dewan Murid tahun ajaran baru..." Ucapnya.
" Untuk ketiga ketua Trinity Council Di persilahkan naik keatas panggung"
Kemudian ia mundur kebelakang dan Tiga orang naik keatas panggung dengan pakaian khusus mereka, Yang pertama seorang pria berambut abu keperakan, matanya yang sangat indah, tingginya sekitar 178cm, aku ingat bahwa pria itu adalah Austin.
Yang kedua seorang Wanita rambutnya berwarna Hitam Kelam, diikat keatas dengan pita berwarna hitam, matanya biru keabuan, wajahnya sangat Cantik sekali, dengan pakaiannya yang berwarna Hitam yang di sisi dadanya terdapat sebuah pin Emas dengan beberapa Bintang di sisi dada kirinya, Tingginya sekitar 167cm, berbeda 4cm denganku. Matanya menggambarkan keteduhan, wajahnya sangat cantik dan lembut seperti Dewi Aphrodite sang Dewi Kecantikan.
Kalau gak tau Dewi Aphrodite gpp, Aphrodite merupakan Dewi kecantikan dari cerita Yunani kuno.
Lalu disamping wanita tadi adalah Seorang Manusia Berambut Hitam, dengan matanya yang berwarna biru tua, Tingginya sekitar 177cm, Wajahnya sangat Lembut namun tegas, Sorot matanya cukup mengintimidasi.
Mereka bertiga merupakan, The Trinity Council, Ketiga Dewan sihir yang memiliki tugasnya masing-masing dalam Academy, Seragam Perak merupakan Seragam Untuk para Dewan Siswa, Seragam Hitam merupakan seragam untuk para Dewan Keamanan, Seragam Berwarna biru seperti yang aku kenakan, merupakan Seragam Dewan Sihir.
Kemudian mereka berhenti dan Austin memberikan Salam pembuka.
" Selamat Sore Nyonya dan Tuan, serta Para Murid baru dan murid Academy Filladevila yang sangat saya banggakan, Saya Austin Alben Lavles, Ketua dari Dewan Siswa Academy Filladevila.
"Selamat Sore Semua, Saya Naomi Estelle. Ketua dari Dewan Keamanan, Saya hanya akan memberi tahu tentang beberapa Hukuman apabila melanggar peraturan Academy" ucap Naomi dengan tenang
Semua tatapan tertuju padanya, mungkin yang mereka fikirkan seperti ini,
Bagaimana mungkin Seorang gadis berusia 16 tahun, memiliki Aura dan kekuatan seperti itu, sampai membuat diriku merinding.
Yah entahlah, tapi aku fikir ketiga Dewan itu sangat hebat dan kuat, serta memiliki Aura yang sangat kuat melebihi orang berpengalaman sekalipun, terlebih lagi Kak Naomi.
Usai Naomi berbicara, kini giliran di sebelahnya, dia adalah Ketua dadi Dewan Sihir, dan tepatnya Ketua ku
" Malam semua, Saya Sebastian Michaelis, Ketua dari Dewan Sihir Academy, saya akan menjelaskan tentang Fasilitas sekolah ini, yang pertama Ada Aula tempat dimana segala acara berlangsung, yaitu tempat yang tengah kita tempati, Kedua Colloeseum, tempat untuk siswa dan Siswi mengadu kekuatan mereka, tempatnya berada di Belakang Academy,
Ruang kelas, yang terdiri dari 3 tingkatkan, dan memiliki 4 kelas pada masing-masing tingkatkan, Ruang kelas berada di tengah-tengah Academy,
lalu Yang ke empat Perpustakaan, Perpustakaan Academy berisi berbagai Buku dari berbagai belahan Dunia, dan juga berisi tentang berbagai macam wawasan dan pengetahuan, perpustakaan tepat berada di tengah-tengah gedung Sekolah, dan di tengah perpustakaan terdapat Pohon Yggdrasil, yaitu Pohon Suci yang memberikan Kehidupan dan Pengetahuan serta menyimpan beribu sejarah sejak lama. Kemudian, Laboratorium Sains, Teknologi Serta Laboratorium Astronomi yang terletak di Atas Academy, yang terakhir Ruang Extra kulikuler yang terdapat di berbagai tempat di Cademy ini.
" Sekian penjelasan dari kami Trimakasih " ucap mereka bersamaan
Setelah acara pembukaan itu selesai, ada beberapa Pertunjukan yang sangat indah, Seperti tarian, Nyanyian, Dan lainya Setelah selesai Wanita tadi ada di atas panggung dan mengucapkan kata" lagi.
" Acara hampir selesai, dan sebelum itu
Saya akan menceritakan tentang Sejarah singkat Academy Filladevila..." Ucap wanita itu
Kemudian ia pun mulai bercerita.
Academy ini merupakan Symbol perdamaian dunia yang di buat oleh Para Raja dan Kaisar setiap Ras...
Academy Filladevila Memiliki Tujuh Pillar yang Merupakan Symbol perdamaian itu sendiri. Ketujuh Pillar tersebut Mewakili Ketujuh Elements yang ada Di Dunia ini,
Lux, Ignis, Ventus, Aqua, Terra, Flora, Fauna.
"Sekian Cerita singkat yang bisa Saya sampaikan... Kemudian untuk acara penutupnya Kepala Sekolah Academy Filladevila akan memberikan sebuah pidato. Saya mohon undur diri" Ucapnya di atas panggung itu.
Kemudian Seorang pria naik keatas panggung, ia mengenakan Jas Hitam, kemudian ia menyampaikan pidatonya.
" Sejarah Academy ini memang cukup rumit, terlebih lagi kita semua sedang menyesuaikan diri dengan kehidupan yang baru, dengan kedamaian antar Ras yang telah di buat oleh para pemimpin Setiap Ras. Saya harap kita semua dapat menyesuaikan diri dan membuat dunia ini tetap dalam Kedamaian. Saya juga berharap pada Generasi baru yang akan memulai petualangannya di Academy ini..."
"Sejak dulu setiap Ras slalu Berperang, nyawa yang tak bersalah hilang begitu saja hanya karena ingin menjadi lebih unggul dari yang lain sudah berpuluh abad Silam, semenjak kejadian tersebut, Saya harap Generasi baru ini akan membuat Kedamaian tetap abadi. Sekian dari saya Terimakasih, dan mohon bantuan kalian semuai" Ucap kepala sekolah Itu yang kemudian Tirai di tutup dan semua orang bertepuk tangan.
Kami para Murid pun segera kembali ke Asrama masing-masing. Aku secepatnya pergi keluar, tak terasa waktu begitu cepat Mentari perlahan meninggalkan langit, yang perlahan menjadi gelap, dan kemudian digantikan oleh Rembulan yang menghiasi langit malam, Aku tertegun melihat suasana langit, Beribu Rasi bintang menghiasi langit malam yang gelap, kemudian tanpa sadar seseorang telah berdiri di belankangku.

"Langitnya indah yah... " Ucapnya yang menyadarkan diriku dalam lamunan.
"... Eh i... i... iya... Indah" jawabku tergagap karena kaget.
" Aku fikir siapa, ternyata tuan Austin " Gumamku sambil mengelus dada.
"Maaf sepertinya aku membuatmu terkejut" ucapnya.
" Aku baik baik saja, oh yah, Kalau aku panggil kakak gak apa apa kan sekarang aku menjadi adik kelasmu" tanya ku, dan kemudian aku tambahkan senyuman.
"Ya... Tidak masalah. Aku suka dengan panggilan itu..." balasnya.
M
ungkin suatu hari nanti kau akan menjadi milikku" gumamnya dalam hati.
"Kakak sangat hebat, aku tak pernah menyangka bahwa kakak adalah Ketua Dewan Siswa..." Pujiku padanya.
"aku juga gak percaya bahwa Adik kelasku yang Imut ini terpilih Menjadi wakil ketua dari Dewan sihir " balasnya yang membuat pipiku memerah.
"Ba--- bagaimana kakak bisa tahu..." Tanyaku kebingungan, aku menundukkan kepalaku
"Aku tahu karena aku Ketuanya, aku yang memimpin Para Siswa jadi Wajar kalau aku tahu, apalagi menyangkut Academy ini... " Balasnya sambil mengelus rambutku.
Austin pun tersenyum " Lebih baik kau beristirahat di kamar, karena besok adalah hari yang panjang untukmu" katanya.
"Ah baiklah... Terimakasih karena sudah mau membantu, aku akan segera beristirahat, sekali lagi terimakasih" " aku Pamit ingin ke kamarku" ucapku dan kemudian meninggalkannya.
"Kalau ada perlu, cari saja aku" teriak Austin.
" Baiklah terimakasih"
Setelah Adria cukup lama pergi dari depan Aula Salah satu Murid Kelas 2 Mendekati Austin, Rambutnya Hitam Kebiruan d ikat keatas yang menyisakan rambut dibawahnya, Matanya berwarna biru tua seperti Malam hari, Ia merupakan Ras Manusia, dan seragam yang ia kenakan adalah Seragam Dewan Siswa.
"Apa Gadis itu yang membuatmu tertarik, aku tak menyangka kau bisa tertarik dengan seorang gadis, Biasanya kau selalu menghindar dari penggemarmu dan sekarang kau menyukai seseorang!!!"
"Apa kau tak tahu bahwa Nona Adria itu berbeda dengan Para gadis lainnya" "Aku mengenal dia dari kecil, walaupun sepertinya ia melupakan diriku, jadi jangan samakan dia dengan gadis lainya"
"Jadi Gadis itu namanya Adria yah... Ya baiklah terserah kau saja, lagi pula aku tidak perduli tentang percintaan mu itu"
"Rex terserah apa maumu" balas Austin pada pria yang ia panggil Rex tersebut, Kemudian mereka pergi ke Asrama Pria yang ber ada Di Sisi kanan Gedung.
~Asrama Wanita~
Sementara Adria yang sudah sampai di kamarnya langsung menuju Kamar Mandi dan membersihkan diri. Selesai mandi ia kembali melakukan kegiatan malamnya Adeia membaca buku, dan menghabiskan Cemilan yang ia bawa, Hari ini pun telah selesai, akhirnya Adria bisa bersantai juga.
Tak lama setelah itu bola Crystal yang menjadi alat Komunikasi bergetar, Adria pun mendekati bola itu, dan seperti yang ia pikirkan Xander menghubungi dirinya, pasti dia akan menanyakan tentang hari ini, atau apapun itu.
"Adria_ Acaranya sudah selesai bukan!?” Jadi aku harap Kau tak melupakan tentang Rencana yang aku berikan"
"Ya, aku mengingatnya" "Jadi, apa yang harus aku lakukan pasti akan aku lakukan, Lagipula itu hal mudah, aku akan menggunakan beberapa sihir pengintai di sekitar Academy ini, Jadi tenanglah " Ucapnya penuh dengan kemenangan.
"Baguslah kalau kau sudah mengerti, Tapi aku harap kau tidak akan ketahuan memata matai Academy" katanya
" Ya baiklah..."
Kemudian Bola kristal pun berhenti terhubung, Adria pun membaringkan tubuhnya ke kasur.
"Akhirnya selesai juga"
Kemudian ia pun tertidur di atas kasur, dan melepaskan semua rasa lelah seharian ini.