Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)

Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)
Trinity Council.




Sebulan telah berlalu, di dalam ruangan dewan Sihir hanya ada 7 orang, Tracy dan Ian sedang pergi entah kemana, Sebastian yang marah berdiri di hadapan para Juniornya, sementara Illan dan Prissy duduk di kursi mereka masing-masing.


"Lihatlah perbuatan kalian, sebenarnya apa yang sedang kalian pikirkan sampai menjadi seperti ini?" ujar Sebastian kesal.


"Tidak, kami hanya" ucapku pelan.


Hari Senin yang sangat kacau, Para dewan Sihir kali ini membuat keonaran yang membuat Sebastian Marah, aku hanya bisa diam menundukkan kepalaku, sama halnya dengan yang lain. Sementara Kak Illan hanya mengamati kami dari kursinya, sesekali Illan tertawa melihat kami, sementara Kak Prissy terlihat sangat kacau disampingnya.


"Kenapa mereka membuat keonaran lagi, sejak dulu Dewan Sihir tidak pernah berubah." gerutu Illan.


"Bukankah saat kelas 1 dulu kau jauh lebih parah!" celetuk Prissy.


"Sebastian, bagaimana kalau suruh mereka membersihkan Ruangan ini selama 1 bulan" teriak Illan.


"Kau diam lah!" ancam Sebastian.


"Baiklah aku tidak akan ikut campur" Ucap Illan mengangkat kedua tangannya.


"Senior Maafkan kami" ucap Fabian.


"Huh, baiklah aku harap ini yang terkahir, seharusnya kalian tahu, bahwa Dewan sihir sangat buruk di mata para Guru" jelasnya


"Fabian, kau yang paling Dewasa di antara mereka, aku harap kau mengawasi mereka semua dengan baik" ujarnya


"Aku akan melaksanakannya" balasnya


"Bagus, kalau begitu kau juga harus menghentikan Adria saat Kekuatannya tak terkendali" ujar Sebastian menatapku tajam


Fabian menatap diriku yang berdiri di belakangnya, kemudian ia tersenyum manis, seakan mengatakan semua akan baik-baik saja, tingkahnya membuat pipiku memerah sesaat.


"Sebastian apa apaan itu, seharusnya aku yang menjaga Adria" teriak Illan


"Kau diam saja brengksek" ujar Sebastian kesal.


"Seharusnya aku yang bilang begitu, pemarah" gerutu Illan


"Illan, tadi Naomi mencari dirimu" ujar Prissy


"Benarkah?"


"Iya, mana mungkin aku berbohong"


"Kau mau pergi kemana?" Tanya Sebastian yang melihat Illan berdiri dari duduknya.


"Ya entahlah, bersenang senang mungkin, aku bosan harus tetap berada disini" ujar Illan.


"Lebih baik kau cari Tracy dan Ian, jangan melakukan hal aneh dan bermain-main!"


"Ya ya, baiklah ketua. Aku akan mengingatnya" balas Illan malas.


Illan pun meninggalkan ruangan.


"Dasar, kenapa tidak ada yang waras di sini, Fabian aku hanya mempercayai dirimu." ujar Sebastian yang menepuk pundak Fabian.


Lima menit kemudian Tracy dan Ian datang disaat yang bersamaan.


"Sebastian apakah kau mencari kami?" tanya Tracy


"Iya, lalu dimana Illan?"


"Entahlah, setelah memberitahu kami dia langsung pergi begitu saja, mungkin mencari Naomi" balas Tracey


"Cih, dasar anak itu" gerutu Sebastian.


"Illan memang tidak waras, padahal dia tampan, dan juga memiliki kekuatan yang melebihi semua murid disini, tetapi pikirannya seperti itu" ujar Prissy


"Entahlah, aku juga pusing dengan tingkahnya yang semakin lama semakin menjengkelkan" balas Tracy


"Baiklah, kalian berempat boleh duduk di tempat kalian masing masing, aku akan pergi mencari Illan sendiri, dan kalian berdua kerjakan tugas kalian" tegas Sebastian yang wajahnya tampak kesal.


"Baik Senior" ucap kami berempat.


Sebastian pergi, dan para senior kami melakukan tugasnya masing-masing.


Ruangan Dewan Keamanan


"Kudengar mereka membuat ulah lagi, dari dulu mereka memang tidak pernah berubah" ujar Zephyr yang meletakkan dokumen di mejanya.


"Ya entahlah, Sang raja Onar kan ada di sana, sudah pasti mereka seperti itu" ujar seorang pria duduk disampingnya, yang merupakan Seorang Demon bernama Valery.


"Val, Zephyr. Lebih baik kalian mengejar ketertinggalan, dari pada harus membicarakan hal yang tidak penting" ujar seorang wanita berambut hitam bergelombang, matanya berwarna biru langit, dengan anting berbentuk air di telinganya. Freya Hosten, gadis Setengah Dark Elf.


"Ya baiklah, lagi pula Naomi tidak mempermasalahkannya" ucap Zephyr yang melihat Naomi yang sibuk dengan setumpuk kertas di mejanya.


"Oh ya, apakah kalian tahu Darkness Stray, katanya saat kita liburan salah satu dari mereka menyusup ke Ibukota Demonia, dan dia dikalahkan oleh Grand Duke Eelvia, tidak ada yang melihat kejadian itu. Karena saat malam itu suasana turun hujan dan sangat sepi." ujar Valery


"Darkness Stray, aku tahu mereka Buronan yang diincar seluruh dunia." balas Zephyr.


"Ada yang bilang pemimpin mereka jauh lebih kuat dari Grand Duke Eelvia, berarti dia setara dengan Kaisar Lucifer. Aku tak membayangkan seberapa pekat Aura dan kuatnya orang itu" ucap Val.


"Makhluk terkuat saat ini adalah Kaisar Lucifer, lalu di peringkat kedua bawahannya sendiri, Grand Duke Eelvia, dan yang ketiga Kaisar Ramirez." Aku pikir dunia ini sudah damai, tetapi kekacauan masih saja bertebaran." ujar Crish, junior mereka yang berasal dari ras arcBeast.


Crish meletakan segelas susu di mejanya, dan duduk di samping Zephyr.


"Crish kau membuatku kaget" ujar Val.


"Maaf" balasnya.


"Jadi, bagaimana kau mengetahui hal itu, katanya tidak ada yang mengetahuinya?" tanya Chris


"Berita itu tersebar di Kekaisaran, sudah jadi rahasia umum, bahkan kekaisaran dan kerajaan lainnya tahu akan hal itu."


"Val kau tahu banyak hal, lalu bagaimana dengan Naomi?" tanya Zephyr


"Yah, aku tidak terlalu tahu tentang dia, karena segala sesuatu yang berhubungan dengan Naomi dirahasiakan oleh Kekaisaran, dia berasal dari Keluarga Victoria bukan!?"


"Aku tidak terlalu tahu, Victoria Merupakan Keluarga bangsawan yang berada di Aria, sedangkan aku hanya rakyat biasa yang tinggal di Ibukota, sudah jelas aku tidak tahu"


"Rahasia, lalu bagaimana dengan Illan?" tanyanya lagi


"Kenapa kalian membahas kak Illan lagi! Apa yang kalian harapkan dari dirinya" ujar Chris


"Ya entahlah, aku hanya ingin tahu, mereka berdua sangat misterius"


"Bukan mereka saja, Lady Adria juga sama" ujar Crish


"Adria?" tanya Zephyr heran


"Ya seharusnya Grand Duke Eelvia tidak memiliki adik, tapi sekarang dia punya, bahkan sangat mirip. tidak mungkin kalau dia menggunakan sihir kepada Lady Adria bukan. Seingat ku 10 tahun lalu, saat Kekaisaran di serbu Manusia, tiba tiba sang putri menghilang dari Istana, tidak ada yang mengetahuinya, bahkan Kaisar Lucifer sendiri selaku Ayahnya." Jelas Val


"Apa mungkin, Adria adalah sang putri" ujar Crish sambil menyeruput susunya.


"Mungkin benar, mungkin tidak."


"Kenapa dunia ini penuh dengan Misteri, sangat membingungkan. Aku juga tak mengerti apa yang difikirkan para Bangsawan." ujar Zephyr.


"Aku juga bingung, Academy ini juga di Dominasi oleh para Bangsawan, Ketua Dewan merupakan seorang bangsawan bukan, Dewan siswa yang di pimpin Austin, dia merupakan Penerus keluarga Lavles, lalu Naomi, pemimpin Dewan keamanan, putri kedua dari Keluarga Victoria, dan terakhir Sebastian, dia anak dari Kesatria Elgia." Jelas Val


"Bahkan para Bangsawan yang lebih kaya memiliki Kamarnya sendiri di Asrama, kecuali Kurtis Sylvester, Putra Mahkota Kerajaan Sylvia, dia satu kamar dengan Fabian, alasannya Kamar Khusus sudah habis di pesan, aku yakin dia berbohong, karena ketiga sepupunya memiliki kamar Pribadi" jelas Crish


"Kurtis sangat sulit di tebak, aku semakin heran dengan isi pikiran para Bangsawan"


"Tapi aku tidak memiliki kamar pribadi!" seru Crish.


Val dan Zephyr melihat kearahnya bingung.


"Benarkah, atau kau memiliki alasan yang sama dengan Kurtis?" Tanya Val


"Bisa dibilang seperti itu. Tapi juga tidak, aku tidak suka kamar yang besar, aku juga takut tidur sendiri, lagipula Kakakku juga sama" ujar Crish


"Maksudmu Tracey, benar juga. Kalau tidak salah dia sekamar dengan Moana bukan?" Ujar Zephyr.


"Yap benar, mereka adalah Sahabat yang tak mungkin bisa terpisahkan" Balasnya.


"Kalau difikir warna matamu sama dengannya, rambutmu juga berwarna Cokelat keemasan, tapi tidak bergelombang seperti Kakakmu" balas Val


Freya kembali mendatangi meja mereka, dengan beberapa buku yang besar, dan meletakkannya di depan meja Zephyr.


"Braaakkk"


"Bantu aku membereskan ini, aku tak kuat mengangkat semuanya, Anggota yang lain sedang pergi, tidak mungkin aku meminta bantuan Naomi, lihatlah dia sedang sibuk" ujar Freya.


"Baiklah, Perintah Lady akan Kami laksanakan!" ucap mereka bertiga.


"Baguslah, kalau begitu bawa itu juga" ucap Freya sambil menunjuk sekotak peti yang cukup besar berisi buku-buku.


"Kau ini, memang sangat menyebalkan" gerutu Val.


"Kalau tidak mau, aku akan bilang Naomi" Ancamnya.


Sementara itu, di Ruang Dewan Siswa yang terkenal dengan Murid-murid, yang memiliki Kekuasaan, Kekuatan, serta kemampuan, diatas murid lainnya.


"Zephyr merupakan anak dari Seorang kesatria Elgia, dulu dia sangat membenci para Demon, namun saat pertama kali bertemu dengan Naomi, rasa bencinya perlahan berubah, sampai sekarang ia mengagumi Naomi karena kelembutan Sikap Naomi. Lalu karena itu Zephyr dan Valery menjadi sahabat." ujar Liz menjelaskan kepada juniornya


"Kau kenal dengan dia?" tanya Moa, yang duduk disampingnya.


"Tidak, tapi aku tahu" balasnya


"Kak, aku mau tanya kenapa Dewan Sihir dan Dewan keamanan selalu berselisih?" tanya salah satu anggota tahun pertama yang menjadi Muridnya, Namanya Gracia, seorang Angel, yang memiliki Rambut biru keperakan, dan mata berwarna biru cerah.


"Entahlah, mungkin karena Dewan keamanan bertugas mengamankan kekacauan, sedangkan Dewan Sihir yang sering membuat Kekacauan" balas Liz


"Baiklah, lebih baik kita cepat selesaikan semua ini, kemudian kita pulang ke Asrama masing-masing, dan jangan lupa berlatih dengan mentor kalian masing-masing juga" ujar Liz mengingatkan.


"Baiklah"


"Kak Liz, apa Kak Sebastian menyukai Adria?" tanya Gracia lagi, Liz kaget dengan ucapan yang di keluarkan juniornya itu.


"Entahlah, aku tidak tahu. Mungkin saja benar" balasnya


"Berati nanti Adria akan menjadi kakak Ipar Kakak begitu yah" ujarnya lagi.


"Mungkin saja, tapi Rex bilang Adria dan Austin saling menyukai satu sama lain, jadi tidak mungkin mereka akan bersama, sikap Austin pada Adria sangat hangat, berbeda saat Austin memperlakukan kita" ujar Moana.


"Jadi Adria dan Kak Austin kapalnya hampir berlayar, ternyata disini ada percintaan juga" ujar Flor, yang sedari tadi diam di depan Moana.


"Kau duduk di samping Adria bukan?" tanya


Gracia disampingnya.


"Ya, aku duduk disampingnya, dia tepat ditengah-tengah aku dan Emely.


"Emely? Siapa gadis itu?" tanya Gracia penasaran.


"Emely, salah satu anggota Dewan Keamanan, dia hanya rakyat biasa" jelas flor


"Kau duduk dengan rakyat biasa, bisa bisanya, hahahaha"


"Berarti kau tidak ingin kami menjadi mentor mu" ucap Moana dan Liz bersamaan.


Flor dan Gracia terdiam mendengar perkataan Seniornya, mereka tak mampu berkata kata sedikitpun.


"Hadeh" ucap Moa dan Liz bersamaan.


"Cepat selesaikan pekerjaan kalian, sebentar lagi Austin akan datang, jangan sampai dia marah!" ujar Liz


"Baik Kak"


Setelah itu Austin datang, ia membuka pintu perlahan, rambut perak yang diisi kirinya di selipkan di balik telinga, tatapan dingin yang berasal dari mata biru miliknya seakan mendominasi keadaan, para gadis yang masih ada di sana hanya terdiam. Kecuali Liz, hanya Liz yang berani menentang Austin diantara anggota lainnya.


"Austin, lebih baik kau selesaikan pekerjaanmu, sudah dua jam kertas itu tak ada yang mengurusnya." ujar Liz.


"Akan aku kerjakan" balasnya


Austin duduk di kursinya, dan mulai mengerjakan semua pekerjaan yang harus ia selesaikan hari itu juga, suasana senja seakan membawa kehangatan di Academy, para murid selain Anggota Dewan melakukan Aktivitas mereka masing-masing. Para anggota Dewan yang kewalahan karena harus mengatur waktu berlatih dan berkerja menyembunyikan rasa lelah yang mereka rasakan di balik wajah mereka, sementara itu Sebastian masih mencari Illan yang pergi entah kemana.