Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)

Lux ET Tenebris (Filadelfia Academy)
Prissy and Me.




Sudah seminggu semenjak aku masuk Academy, dan dalam seminggu itu kami para Dewan Junior mendapatkan pelatihan khusus. Aku dilatih oleh kak Prissy tentang Qi, Liliana di latih oleh Kak Illan karena dia seorang malaikat, jadi harus di latih Seorang malaikat juga, kemudian Fabian yang di latih Kak Tracy, dan Kurtis yang di latih Kak Flavian, walaupun Kurtis tidak menyukai mentor nya itu, tapi ini perintah Sebastian yang Mutlak bagi mereka semua.


Hari Minggu ini aku akan berlatih Qi di kamar dengan Kak Prissy, tepat pagi ini setelah makan siang, kami akan latihan. Sejujurnya aku hampir bisa menguasainya, namun sayangnya, aku tak berbakat dengan Qi, karena Qi berbeda dengan Mana.


Qi, dan Mana. itu berbeda, tapi sama. Qi merupakan energi Internal yang terdapat didalam tubuh, dan merupakan energi bawaan dari lahir, sedangkan Mana merupakan energi Eksternal yang terdapat di Udara Seperti halnya Oxygen dan Udara lainya.


"Kak ayo masuk kedalam." ujarku pada kak Prissy sambil membuka pintu dengan kunci.


"Ya, ternyata kau menggunakan Asrama khusus, berarti kau sendirian, enak ya jadi seorang bangsawan. Dapat memiliki kamar sendiri" ucapnya yang sedikit membuat diriku tertekan.


"Ah, tidak biasa saja, aku punya alasan tersendiri" jawabku.


Kami pun masuk kedalam kamarku yang bercat biru, yang dihiasi Mawar putih.


"Wah!!!" "Kamarmu sangat besar dan mewah, apa kamu yang mendesainnya sendiri?" tanyanya kagum


"Bisa dibilang seperti itu, karena kamar ini mengikuti kamarku di Aria" balasku


"Adria kau pasti bahagia ya, jadi keluarga Bangsawan yang kaya raya" ujarnya.


"Bahagia!?" batinku.


"Baiklah sekarang kita akan mulai dari mana?" tanyanya


Mungkin, bagi rakyat biasa kehidupan para Bangsawan menyenangkan, padahal tidak semuanya seperti itu. terlebih lagi diriku dan keluargaku, yang sebenarnya banyak orang yang tengah mengincar nyawaku. Aku memiliki sebuah rahasia yang harus aku tutupi dari dunia ini, karena kebenaran itu akan menghancurkan Kekaisaran Devillia itu sendiri.


"Ano, Adria kau baik - baik saja?" ucap Prissy yang menggerakkan telapak tangannya di depan wajahku.


"Ya aku baik baik saja, ada apa"


"Tidak, soalnya kau ngelamun tadi"


"Eh, yasudah. Duduk dulu disini" ucapku yang bergegas membenarkan sofa biru tua yang berjarak 5 langkah dari kasurku.


"Ya baiklah"


"Aku akan membuatkan teh, tunggu sebentar" ujarku


"Jangan terlalu lama, aku tidak suka menunggu." ujarnya


"Baiklah" jawabku.


2 menit berlalu, aku meletakkan dua cangkir teh berwarna Biru tua dengan mawar putih yang menghiasinya. Teh berwarna biru muda yang dicampur Bunga Morning Glory, dan teh dari pegunungan Neria, yang terletak di Barat Istana Devilia. Teh Khusus yang hanya dibeli Keluarga Bangsawan. Satu kotak teh seharga 250 keping emas.


"Teh apa ini? Aku baru pertama kali melihatnya." tanya Prissy dengan wajah takjubnya


"Blue Glory tea" ujarku


"Bukankah teh ini memiliki harga yang fantastis, aku hanya meminum teh biasa yang seharga 10 keping perak" ujarnya


Aku hanya tersenyum melihatnya, "Minumlah, ini teh kesukaan ku, katanya teh ini dapat meningkatkan Qi yang ada didalam tubuh bukan?" Ucapku


"Benar, teh ini sangat luar biasa harganya dan juga Khasiatnya" ujarnya


"Apa kita habiskan dulu sambil berbincang-bincang, baru belajar. sebenarnya aku masih tidak bisa menguasai Qi"


"Itu tidak benar, kau sangat hebat, hanya dalam 7 hari kau sudah menguasai dasarnya, berbeda dengan diriku aku membutuhkan waktu 2 Minggu untuk melakukannya" ujarnya yang tengah memegang cangkir teh miliknya, dan meletakkan di atas meja


"Pada dasarnya Qi dan Mana adalah dua hal yang sama, tapi karena kau lebih dominan menggunakan Mana, jadi fisikmu tidak terlalu kuat, seharusnya kau menggunakan kedua hal itu dengan baik, contohnya seperti ini" ujarnya


yang kemudian mengeluarkan sebuah batu dari sihirnya menggunakan tangan kanannya, lalu menghancurkan batu itu dengan sihir, dan membalut tangannya dengan Qi, batu itupun hancur tak tersisa.


Aku melihatnya sangat terkesan dengan kekuatan yang ia miliki, walaupun dia tak berasal dari keluarga bangsawan, namun ia memiliki kekuatan yang bahkan melebihi Bangsawan seumuran dengannya. Penampilannya memang biasa saja, sangat berbeda dengan Kak Tracey yang merupakan Putri ke dua dari keluarga Earl Orleans. Namun ia memiliki daya tarik tersendiri, walaupun tak secantik dan sekuat Kak Naomi, aku tak tahu apa yang sebenarnya harus aku lakukan.


"Baiklah, coba sekarang kau yang melakukannya, Alirkan Qi yang terdapat di tubuhmu ke seluruh titik yang ada" ujarnya


aku duduk bersila di atas kasurku, dan mulai menyalurkan Qi di tubuhku secara perlahan, Energi Qi perlahan memenuhi setiap titik di dalam tubuhku, aku merasa sebuah aliran energi Qi milikku membuat tubuhku terasa ringan, Auraku yang berasal dari Qi perlahan memenuhi tubuh luar ku, Aura yang Berwarna Biru gelap keperakan, Khas dari Keluarga Kerajaan. Kak Prissy terlihat kagum melihat Aura milikku, seakan ia tidak percaya dapat melihat Aura Anggota keluarga kekaisaran Devillia secara langsung.


"Adria, tingkatan lagi kau hampir menguasainya dalam waktu 1 Minggu, biasanya Qi dasar dapat dikuasai dalam waktu 2 Minggu" ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Terimakasih" ujarku.


"Ternyata kau berbakat juga, bahkan Qi milikmu melebihi Qi yang dimiliki orang dewasa, apa keluarga kekaisaran memang seperti ini?" Ujarnya


"Aku tidak tahu, karena aku hanya diajarkan tentang Sihir dan Mana sejak kecil!" ujarku


"Begitu ya" ujar Prissy sambil memegang dagunya.


"Adria, kau keluarga kekaisaran bukan?" tanyanya heran.


"Ah iya, Ibuku sepupu dari Ratu Adreinna" balasku.


"Aku tak tahu apa yang harus aku katakan"


"Adria, aku akan pergi sekarang, aku rasa hari ini sudah cukup untuk dirimu" ujarnya


"Baiklah, Terimakasih. Aku akan berusaha lebih keras" ucapku.


"Tapi tunggu sebentar, aku ingin memberikan sesuatu untukmu"


Aku pun mengambil sebuah kotak kayu dari lagi kamarku, Kotak kayu kecil yang terukir lambang keluarga Eelvia, bunga mawar dan kedua pedang didepannya. Aku bergegas mendekati Kak Prissy yang masih menungguku di Sofa.


"Baiklah, ini untukmu aku harap kau menyukainya" ujarku sambil memberikan kotak itu ke tangan kanannya.


"Tunggu, apa ini?" Ia membuka kotak kecil ditangannya "Ini Bukankah teh yang tadi kita minum, kenapa kau memberikan aku teh seharga 250 keping emas, aku tak bisa menerimanya, ini terlalu mahal." ujarnya dengan wajah yang sangat panik!


"Tenanglah, aku masih punya banyak, kalau kakak masih mau aku akan memberikannya lagi" ucapku.


"Ta~~~ tapi ini terlalu berlebihan, aku"


"Aku masih punya banyak" ujarku


Aku mengantarkan Kak Prissy keluar, kemudian ia pergi ke kamarnya yang berada di lantai bawah Asrama.


"Aku tak bisa berfikir lagi, aku sudah kehabisan kata kata. Apa yang harus aku lakukan sekarang"


"Hari Minggu seharusnya aku istirahat, dan besok aku harus bersekolah. Setiap hari sungguh sangat membosankan, kenapa hidupku menjadi sangat monoton seperti ini" gerutuku.


"Aku harus melatih Qi milikku bagaiman pun caranya, walaupun aku membutuhkan waktu yang lama, karena pada saat ujian bulan September nanti pasti akan repot, karena aku harus menggunakan segalanya"


Aku mulai meditasi di atas kasurku, aku silangkan kakiku dan mulai fokus dengan aliran Qi miliku.


Aliran energi dari Qi yang ada di tubuhku perlahan tersalurkan di berbagai titik aliran darah, dan sekarang aliran Qi itu secara perlahan mengalir kebagian kepalaku, Aura milikku keluar, Aura kuat yang mampu mengintimidasi Serta mendominasi apabila aku berada di tingkat atas, aku tak bisa mengendalikannya untuk saat ini, lebih baik aku keluarkan semuanya agar mempermudah diriku untu bermeditasi.


Qi, yang sangat kuat bahkan melebihi Qi yang dimiliki orang dewasa, serta Mana yang aku miliki cukup banyak, kedua hal itu aku miliki karena aku merupakan keluarga kekaisaran Devillia, arcDemon yang paling terkuat di antara Demon lainnya. Namun, walaupun aku memiliki kekuatan yang sebesar itu, tetap saja aku tak mampu untuk mengendalikannya, aku perlu belajar jauh lebih lama lagi agar menjadi kuat seperti Kakakku dan juga yang Mulia Kaisar, Kekuatan yang besar tidak akan berguna apabila pemiliknya tak mampu mengendalikan kekuatan nya sendiri, dan itulah kelemahan yang aku miliki.


"Bagaimana pun caranya, aku harus menguasai Qi milikku dalam sebulan, kalau tidak aku akan tertinggal oleh yang lain." batinku.


Tak terasa waktu sudah hampir senja, cahaya langit sore yang berwarna jingga menembus jendela kamarku yang tak tertutup tirai, para Murid Academy masuk kedalam kamarnya masing-masing, kini suasana menjadi senyap. Aku perlahan menghilangkan Auraku, dan bergegas untuk menyegarkan diri sama dengan Murid lainya, suasana yang amat tentram, aku sudah mulai beradaptasi dengan suasana di Academy ini, aku melihat sebentar ke jendela kamarku yang berada disamping kanan kasurku, mentari perlahan tenggelam di antara perumahan, cahayanya terpantul di Sungai Suci Cara Inna, angin yang terlihat sedang meniup dedaunan yang terjatuh di bawah, serta meniup pepohonan yang terdapat di setiap sudut Academy.


"Ah, sudah saatnya aku mandi, setelah itu aku harus membaca buku. Hari ini Kakak mendapatkan misi, jadi aku tenang malam ini. Aku tidak harus melaporkan kejadian hari ini." Batinku.


"Tapi apa mungkin, Kak Serena yang akan menghubungi diriku malam ini!"


Aku menghempaskan tubuhku ke kasur sebentar, dan bangun beberapa saat kemudian, aku pun pergi menuju kamar mandi yang terletak di kanan kamarku.


"Hari ini sangat menyenangkan, aku tak pernah menyangka kehidupan ku di Academy akan seperti ini, yah walaupun banyak orang yang tak menyukai diriku"


"Aku harap, hidupku akan jauh lebih baik, dan juga aku ingin bertambah kuat agar aku bisa melindungi diriku sendiri, dan juga orang terdekatku, serta Kekaisaran Devillia dari kekejaman dunia ini.