Love The Way You Are

Love The Way You Are
episode 9



Eva terbangun oleh bau harum makanan. Wangi banget. Betapa bahagianya kalau dia bisa terbangun setiap pagi karena bebauan seharum ini.


Dia langsung keluar kamar dan mendapati Dong Sheng ternyata sudah selesai masak dan menunggunya di meja makan. Yuan Yuan langsung antusias mencicipi roti yang tersedia, tapi malah mendapati rasanya pahit banget.


Parahnya lagi, makanan yang lain dan jusnya pun rasanya juga pahit. Apa-apaan ini? Apa Dong Sheng pindah kemari untuk mencelakainya? Dong Sheng santai mengklaim bahwa makanan-makanan pahit ini bagus untuk kesehatan. Lagipula, selain rasa pahit, seharusnya dia bisa merasakan wangi yang sangat lembut.


Eva sinis mendengarnya. Nggak ada wangi-wanginya sama sekali! Eh, tunggu dulu... bagaimana bisa Dong Sheng tiba-tiba jadi sangat sensitif terhadap rasa pahit seperti ini?


"Apa indera perasamu sudah sembuh?"


"Tidak sepenuhnya. Tapi aku mendapatkan indera perasa pahitku kembali."


"Kenapa?"


Dong Sheng pun memberitahu tentang ucapan dokter kemarin. Eva jadi penasaran, apakah ada sesuatu yang memicu emosinya Dong Sheng belakangan ini? Dong Sheng membenarkan.


"Cepat beritahu aku!" Pinta Eva antusias.


Maka Dong Sheng langsung mendekat. Sebenarnya dia belum yakin apakah ini berhubungan atau tidak. "Tapi aku ingin mencobanya."


Dong Sheng semakin mendekat untuk menciumnya. Eva pun langsung menutup mata menanti ciumannya... saat Xiao Nan mendadak muncul mengganggu mereka. Dasar pengganggu! Dong Sheng jelas kesal dan Eva sontak menjauh dengan heboh.


Dia datang untuk memberitahu Eva tentang jadwalnya besok, yaitu pemotretan untuk sebuah majalah edisi spesial valentine.


"Itu bisa dikabarkan lewat pesan chat, kan?" Kesal Dong Sheng.


"Aku datang kemari untuk mengawasi kalian berdua!" Geram Xiao Nan.


Kedua pria itu jadi perang pelotot-pelototan sampai Eva jadi cemas dan buru-buru menengahi mereka dan tanya siapa model pria yang akan jadi pasangannya di pemotretan kali ini? Xiao Nan tidak tahu.


Keesokan harinya di lokasi pemotretan, mereka kaget melihat si model pria yang datang dengan kuda putih itu ternyata Dong Sheng. Pfft! Kok bisa dia?


"Memangnya kenapa kalau aku? Jangan lupa, kita suami dan istri."


"Apa sebenarnya rencanamu?"


Tapi sudah tidak ada waktu buat ngobrol, pemotretan dimulai saat itu juga. Kedua model pun mulai berpose mesra untuk kamera. Dong Sheng senang-senang saja, tapi Eva canggung banget sampai tidak bisa berpose mesra dengan natural.


Fotografer lalu menyuruh mereka untuk berpose seolah mereka sangat tergila-gila pada satu sama lain. Maka Dong Sheng langsung menarik Eva ke dalam pelukannya.


Tapi Xiao Nan jadi heboh dan langsung memisahkan mereka dan mengganggu jalannya pemotretan. Bahkan sang fotografer sampai harus menyingkirkannya. Tapi Fotografer merasa pose mereka kurang mesra. Begini saja, bagaimana kalau Eva berpose seolah dia mau mencium Dong Sheng? Berposelah dengan natural.


"Bagaimana kalau kita... (ciuman) beneran?"


Dong Sheng langsung mendekatkan wajahnya, Eva pun mulai memejamkan mata menanti ciumannya... dan langsung diblokir sama Xiao Nan. Wkwkwk! Dong Sheng kesal. Bahkan Eva pun tampak kecewa gara-gara pemblokiran itu.


Selanjutnya adalah pemotretan panahan. Dong Sheng langsung memeluk Eva dari belakang hingga membuat Eva jadi canggung dan malu. Menyadari reaksi Eva itu, Dong Sheng pun senang.


Mereka sukses menembak tepat sasaran. Eva senang banget, tapi Xiao Nan lagi-lagi maju memisahkan mereka. Dia mendorong Eva menjauh dan mengklaim pose panahannya Dong Sheng salah lalu mulai menyentuh-nyentuh tubuh Dong Sheng sambil mengkritiki lengannya Dong Sheng bahkan meremas-remas pinggang Dong Sheng. Dan jelas saja semua itu membuat Dong Sheng risih setengah mati padanya.


Sambil merem dan menikmati saat-saat penata riasnya mem-blow dry rambutnya, Eva santai saja merutuki segala keanehan Dong Sheng yang sekarang jadi suka menggodanya dan membuatnya kehilangan kontrol.


Dia sampai tidak sadar saat Dong Sheng masuk dan diam-diam menggantikan si penata rias biar bisa berduaan dengan Eva.


"Siapa yang membuatmu kehilangan kontrol?" Sapa Dong Sheng.


Kaget, Eva sontak menjauh. Ngapain Dong Sheng ada di sini? Heran dia, otak Dong Sheng rusak gara-gara kena hantam? Apa Dong Sheng sadar akan apa yang sedang dia lakukan?


"Aku sangat sadar akan apa yang kulakukan."


"Terus... apa alasanmu menggangguku sepanjang hari?"


Dong Sheng terus terang mengakui bahwa menurut Yi Ren, jika dia ingin mencium seorang gadis, maka dia harus membangkitkan perasaan si gadis dengan cara menyenangkan gadis itu dan bersikap baik padanya.


"Bagaimana? Apa sekarang kau mau menciumku?" Tanya Dong Sheng blak-blakan.


Eva tak percaya mendengarnya, ngomong apaan sih dia. Maka Dong Sheng langsung memaksa Eva menghadapnya. Dia tahu bahwa melakukan ini bisa mengancam Eva, tapi Eva-lah obatnya. Jadi dia tidak punya pilihan lain.


"Obat? Kenapa aku bisa jadi obatmu?"


"Kau ingin tahu kenapa salah satu indera perasaku kembali, bukan? Alasannya mungkin ciuman terakhirmu denganku. Ciumanmu mengembalikan satu indera perasaku."


Eva pura-pura bodoh, ciuman apaan? Memangnya mereka pernah ciuman? Kapan? Ingatan Dong Sheng pasti salah.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mencobanya?"


Dong Sheng pun mulai mendekat dan Eva menutup mata... tepat saat Xiao Nan mendadak masuk dan mengganggu mereka lagi. Pfft! Gagal lagi , gagal lagi.


Xiao Nan bahkan langsung mendorong Eva keluar dari ruangan itu biar dia bisa bicara berdua dengan Dong Sheng. Dong Sheng kesal banget sama dia, mereka kan sudah sepakat, apa Xiao Nan bahkan punya semangat kerja sama.


Xiao Nan menegaskan bahwa dia hanya setuju untuk tidak menghalangi Dong Sheng mengejar Eva. Tapi dia tidak pernah setuju jika Dong Sheng melakukan tindakan tak senonoh terhadap Eva.


"Apa yang kukatakan adalah kebenarannya, apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu memercayaiku?"


Xiao Nan tak percaya sedikitpun, "kau bahkan menggunakan alasan fiksi semacam itu untuk mengambil keuntungan darinya."


"Kalau begitu, akan kubilang pada Manager Luo bahwa dia tidak perlu pergi (ke taman hiburan)," ancam Dong Sheng. Bukankah sekarang ini Yi Ren memblokir Xiao Nan? Xiao Nan yakin bisa mengajak Yi Ren kencan tanpa bantuannya?


Xiao Nan tidak takut. Dong Sheng pikir bisa mengancamnya dengan menggunakan wanita apa? Apa Dong Sheng pikir dirinya adalah pusat tata surya? Apa Dong Sheng pikir manusia tidak akan bisa hidup tanpanya?


Tapi begitu Dong Sheng benar-benar menghubungi Yi Ren, Xiao Nan mendadak ciut dan langsung menyerah. Pfft!


"Kalau begitu sekarang negosiasi kita selesai. Kau tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya, kan?"


"Aku tahu. Nanti saat kau dan Eva muncul bersama, aku tidak akan mengganggu. Tapi kau harus mengontrol sikapmu. Oke?"


"Deal!"


Tidak bisa tidur, Eva terus bergulingan kesana-kemari dengan gelisah memikirkan ajakan ciuman Dong Sheng tadi. Kok ada pria yang terang-terangan kayak gitu.


"Eva, jangan kayak dia yang dikontrol oleh hormon dan kehilangan martabatmu saat kau menua!"


Baru diomongin, Dong Sheng mendadak mengetuk pintunya dan tanya apakah dia sudah tidur. Eva sontak panik nggak karuan, dan gara-gara itu otaknya jadi kacau dan dia asal saja menjawab lantang kalau dia sudah tidur.


"Terus siapa yang sedang bicara padaku ini?" Geli Dong Sheng.


Astaga! Eva sontak heboh menabok kepalanya sendiri, dasar ****! Dong Sheng meyakinkan kalau dia tidak ada maksud aneh-aneh. Hanya saja kamar mandinya rusak, jadi dia mau numpang mandi di kamar mandinya Eva.


"Mandi?!" Eva mendadak berkhayal liar, membayangkan Dong Sheng tampak begitu s~~si di bawah pancuran air sambil mengajaknya mandi bareng. Tersadar dari khayalan liarnya, Eva jadi tambah heboh sendiri. Tuh orang benar-benar menguji batas kesabarannya.


Tapi dia harus tenang. Tenang! Tenang! Maka kemudian dia menolak dan meminta Dong Sheng mandi besok saja, dia akan suruh orang memperbaiki kamar mandinya besok.


Tapi Dong Sheng ngotot dan beralasan bahwa dia akan ada meeting penting dengan seorang kliennya. Meeting ini berhubungan dengan perkembangan perusahaannya sepuluh tahun ke depan.


Masalahnya, kliennya itu phobia kuman. Takutnya kebersihannya bisa memengaruhi kerja sama kedua perusahaan. Jika meeting-nya gagal, siapa yang harus bertanggung jawab?


Kesal, terpaksalah Eva akhirnya keluar dan menegaskan bahwa dia hanya akan memberi Dong Sheng waktu setengah jam. Tidak boleh lebih. Tidak masalah, Dong Sheng pun langsung masuk kamar mandi.


Tapi mandinya lama banget. Eva sontak menggedor pintu kamar mandinya dan menegaskan bahwa waktunya cuma tinggal 5 menit, cepetan keluar kalau sudah selesai! Dia mau tidur.


Tapi Dong Sheng sengaja mengulur waktu dengan alasan tidak bawa handuk, bisa tolong ambilkan? Terpaksa Eva harus meminjamkan handuknya dan melemparkannya ke dalam sambil berusaha keras untuk tidak ngintip. Tapi Dong Sheng belum selesai, sekarang dia beralasan kalau dia tidak bawa baju mandinya. Bisa tolong bantu ambilkan?


Eva kesal. "Apa Luo Yi Ren juga mengajarkan ini padamu?! Datang ke kamar cewek tapi lupa bawa handuk dan baju mandi?! Kuberitahu kau, kesabaranku ada batasnya!"


Maka Dong Sheng pun keluar dengan hanya mengenakan handuk dan kontan membuat Eva kaget setengah mati sampai dia terjungkal dan tersungkur ke lantai. Wkwkwk!


Eva berusaha kabur, tapi Dong Sheng dengan cepat menangkapnya dan memerangkapnya. Kenapa Eva menghindarinya? Dia kan cuma ingin ciuman buat  percobaan. Apa itu sesuatu yang buruk banget?


"Presiden Ruan, bahkan sekalipun yang kau bilang itu benar, maka seharusnya kau minta ke Yuan Yuan. Kenapa malah minta ke aku?"


Soalnya Yuan Yuan tidak mau bertemu dengannya. Dan berhubung mereka saudara kembar dan punya DNA yang hampir sama, jadi mungkin ciumannya Eva juga bisa.


Eva sontak kesal merutukinya dalam hati, triknya Dong Sheng benar-benar licik. "Dia membuatku menggali kuburanku sendiri."


Berusaha tetap tenang, dia langsung mendorong Dong Sheng darinya dan mengklaim bahwa dia bukannya tidak mau membantu. Hanya saja, tidak baik jika pria dan wanita berduaan saja di dalam kamar.


Bagaimana kalau sampai terjadi kecelakaan yang pada akhirnya membuat hubungan kerja sama mereka menjadi tidak jelas. Itu bisa sangat merugikan.


"Jangan khawatir, ini cuma percobaan. Sama sekali tidak berarti apapun. Kecuali... kau punya pikiran untuk melewati batas denganku?"


Eva menyangkal dengan canggung, "mana mungkin aku punya pikiran semacam itu."


"Lalu kenapa kau takut?"


Eva sontak terprovokasi, siapa juga yang takut? Cuma ciuman kan, anggap saja dia berkontribusi pada sebuah percobaan. Eva pun langsung mencium Dong Sheng singkat. Bagaimana?


Dong Sheng langsung mencoba mencicipi kecap asin. Tapi aneh, kali ini dia tetap tidak bisa merasakan apapun. Mungkin karena ciuman barusan terlalu singkat, ayo coba lagi.


Tapi kali ini Eva tak mempercayainya dan menolak. "Dasar penipu! Aku terlalu naif sampai mempercayai omonganmu!"


Dia bahkan langsung melindungi dirinya sendiri pakai spatula. Awas kalau Dong Sheng berani mendekat, dia akan panggil polisi dan melaporkan Dong Sheng atas tuduhan pelecehan.


"Tadi kan kau yang berinisiatif duluan menciumku, berarti aku dong yang seharusnya menelepon polisi."


Pfft! Eva jadi melongo bingung. Dong Sheng dengan mudahnya menyingkirkan spatula itu dan menarik Eva mendekat, bertekad kali ini dialah yang harus berinisiatif mencium Eva. Eva sontak panik mendorong mulutnya menjauh lalu kaburrrrr.


Gara-gara itu, Eva sampai harus mengendap-endap saat dia mau keluar rumah keesokan harinya. Dia sampai heran sendiri, sebenarnya ini rumahnya siapa sih? Kenapa malah dia yang harus mengendap-endap? Tuh cowok terlalu berbahaya. Kalau terus begini, bisa-bisa akan terjadi masalah serius.


Begitu berhasil keluar dari rumah tanpa ketahuan Dong Sheng, Eva langsung menelepon Xiao Nan dan memberitahu kalau dia harus pindah rumah secepatnya, dia sudah tidak tahan lagi. Dong Sheng sudah gila, semalam Dong Sheng berusaha menggunakan pesonanya untuk menggodanya.


Tapi yang tak disangkanya, sekarang Xiao Nan malah mendadak berubah sikap dan mengagumi Dong Sheng. Dia bahkan mengingatkan Eva untuk menghadapi masalahnya sendiri karena bagaimanapun, dia kan sudah dewasa.


Eva jelas heran. "Bukan ini yang kemarin kau katakan. Apa yang terjadi denganmu hanya dalam waktu satu malam?"


"Aku sudah memikirkannya baik-baik. Kurasa Ruan Dong Sheng tidak seburuk itu. Kita harus memandang masalah ini dengan pandangan inovatif. Berilah dia kesempatan, berilah dirimu sendiri kesempatan. Aku harus kerja, kututup yah. Dadah!"


Eva jelas kaget dan kesal. Pria benar-benar tidak bisa diandalkan, dia harus berusaha sendiri.


Sesuai perintah Dong Sheng, Yi Ren sudah tiba di taman hiburan. Tapi dia belum menemukan klien yang Dong Sheng sebut-sebut itu, orangnya seperti apa? Dong Sheng berkata bahwa orang itu pakai pakaian necis.


Yi Ren langsung mengedarkan pandangan mencari orang yang dimaksudnya... dan mendapati Xiao Nan berjalan mendekatinya dengan pakaian necis sambil bawa balon-balon heart.


"Presiden Ruan, apa sebenarnya maksud anda? Halo? Halo?"


Dong Sheng langsung menutup teleponnya begitu saja dan terpaksalah Yi Ren harus menghadapi Xiao Nan yang mengaku bahwa dia terpaksa minta bantuan Dong Sheng karena dia tidak bisa menghubungi Yi Ren.


"Aku penasaran bagaimana caramu meyakinkannya?"


"Masalah itu adalah urusan antara pria. Aku tidak bisa memberitahumu."


"Kau selalu ingin menemuiku, apa sebenarnya maumu?"


"Kau tidak bisa lihat? Aku sedang mengejarmu."


"Presiden Xiao, aku sibuk. Tolong jangan mencandaiku."


"Aku serius. Kau mau menerimaku atau tidak itu urusanmu. Tapi masalah bisa mengejarmu atau tidak itu adalah kecapakanku. Aku sadar aku sebelumnya akulah yang sama, tapi aku tetap berharap kau mau memberiku kesempatan kedua."


Maka Yi Ren pura-pura mau menerima balon-balon heart-nya, tapi kemudian dia pura-pura tak sengaja melepaskannya sehingga balon-balon itu terbang.


Alih-alih menuruti Xiao Nan untuk naik komidi putar, Yi Ren dengan sengaja mengajaknya naik roller coaster dan sukses membuat Xiao Nan jejeritan heboh, bahkan sampai mual-mual.


Misi komidi putar gagal, Xiao Nan pun menelepon seorang anteknya untuk melakukan misi 'pahlawan menolong si cantik'.


Saat mereka hendak naik bianglala, seorang pria tiba-tiba mencopet tasnya Yi Ren. Xiao Nan dengan gaya sok pahlawannya mengejar si pencopet. Tapi yang tak disangkanya, Yi Ren tiba-tiba lari mendahuluinya, menghadang si pencopet dengan cepat, lalu membantingnya. Pfft!


Dia menyuruh Xiao Nan untuk melapor ke polisi, tapi yang tak disangnya, si pencopet malah memanggil Xiao Nan sebagai bos dan memohon padanya untuk tidak dilaporkan ke polisi. Yi Ren jelas kesal.


Di kantor, Asisten Ni sedang serius melaporkan kenaikan keuntungan bisnis mereka bulan ini, tapi Dong Sheng lebih tertarik membahas masalah wanita. Menurut Asisten Ni, jika seorang gadis keluar pagi-pagi sekali, ke mana dia pergi?


"Bagaimana kalau tanya langsung padanya?"


"Aku sudah kirim pesan tapi dia tidak menjawab."


"Bagaimana kalau telepon?"


"Sudah kulakukan, teleponnya mati."


"Kalau begitu, berarti dia tidak ingin anda tahu dia pergi ke mana."


"Sepertinya aku harus menyewa beberapa pengawal untuk melindunginya secara diam-diam. Jika tidak, aku tidak akan tenang."


Baru diomongin, Eva mendadak muncul saat itu juga dan membanting beberapa lembar surat perjanjian jarak aman. Pertama, pasca jam 8 malam waktu Beijing, Dong Sheng tidak boleh masuk ke kamarnya dengan alasan apapun, bahkan sekalipun langit runtuh.


Kedua, Dong Sheng hanya boleh memperlihatkan tubuhnya mulai dari bahu ke atas dan sedikit tangan, dia tidak boleh telanjang. Melanggar akan dikenakan hukuman.


Ketiga, tidak boleh ada skinship ataupun kontak mata kecuali dalam keadaan darurat. Dan tidak boleh ciuman dalam bentuk apapun. Siapapun yang melanggar, maka dia harus pindah rumah.


Silahkan Dong Sheng tanda tangani. Jika Dong Sheng tidak mau tanda tangan, maka Eva akan keluar dari rumah itu sekarang juga.


Dong Sheng menandatanganinya. Tapi Eva tidak puas dan langsung menggunakan lipstiknya untuk menambahkan cap jempolnya Dong Sheng di kontrak itu. Puas, Eva pun mau langsung pergi, tapi malah kaget mendapati Asisten Ni ada di depan dan jelas mendengarkan segalanya.


 


Malu, Eva pun bergegas pergi. Asisten Ni juga berusaha kabur, tapi Dong Sheng dengan cepat memanggilnya dan mengancamnya untuk merahasiakan masalah ini atau dia akan menyumbangkan semua gajinya Asisten Ni.


"Baik. Saya akan tutup mulut tentang masalah ini."


Xiao Nan mengantarkan Yi Ren pulang dan bersikap bak gentleman yang mencemaskan kakinya Yi Ren, bahkan menempelkan hansaplas ke kakinya Yi Ren yang lecet.


"Sekarang aku bisa membiarkanmu pulang tanpa khawatir."


Yi Ren tampak tersentuh karena perhatiannya itu, tapi Xiao Nan malah mendadak bersikap bak playboy lagi. Dasar! Tiba-tiba dia memberitahu Yi Ren bahwa ada kucing yang mengeong.


Benar saja, di sana ada seekor kucing berbulu putih yang kontan membuat Yi Ren antusias. Sepertinya Yi Ren suka kucing yah, kenapa dia tidak memeliharanya saja? Tanya Xiao Nan.


Yi Ren mengaku waktu dia masih kecil, ayah dan ibunya melarangnya pelihara kucing karena takut itu akan mengganggu belajarnya. Lalu setelah dia besar, dia takut tidak bisa bertanggung jawab merawatnya.


"Kau cuma merasa beban mental. Hidup itu harus dinikmati. Berpikir berlebihan tidak akan memberimu kebahagiaan sejati."


"Itu adalah konflik terbesar antara kau dan aku. Aku tidak bisa hidup seenaknya sepertimu."


Dia lalu mengembalikan kucing itu ke Xiao Nan, karena dia yakin tuh kucing peliharaannya Xiao Nan. Mana ada kucing liar sebagus ini? Pfft!


"Hei, aku benar-benar tulus. Setidaknya, bisakah kau add akun wechat-ku lagi?"


Yi Ren tak menanggapinya dan langsung pergi. Xiao Nan kecewa. Tapi saat dia mengecek wechat-nya tak lama kemudian, dia mendapati Yi Ren mengiriminya chat. Xiao Nan bahagia, ternyata tuh kucing berguna juga.


Dong Sheng memberitahu Paman Gu tentang indera perasa pahitnya yang sekarang sudah sembuh. Indera perasa yang lain belum sembuh, tapi dia sudah menemukan obatnya. Dia yakin kalau dia pasti bisa mendapatkan kembali semua indera perasanya. Paman Gu tentu saja senang dan lega mendengarnya. Apa obat ajaib itu?


Dong Sheng malu-malu, "sebenarnya obat itu adalah manusia. Paman Gu, aku sudah menemukannya."


Oh, Paman Gu mengerti. "Kekuatan cinta! Aku harus memberikan sesaji untuk mendiang guru. Ini artinya 4 rasa kehidupan telah memiliki penerus. Guru! Anda akan segera punya cucu!"


"Paman Gu, terlalu cepat mengatakan itu."


"Dalam masalah cinta, kau tidak boleh berbelit-belit. Kau harus mendapatkannya dengan cepat. Pepatah mengatakan, masa muda itu tidak abadi. Cepatlah jatuh cinta."


Tapi Dong Sheng takut jika dia terlalu mendesaknya, wanita itu akan merasa tertekan. Paman Gu meyakinkan bahwa wanita itu lain di hati, lain di mulut. Mulutnya bilang tidak mau, padahal hatinya sebenarnya membutuhkannya. Dong Sheng harus cepat-cepat mendapatkannya begitu punya kesempatan. Jika tidak ada kesempatan, maka dia harus menciptakannya.


Eva sedang menunggu lift saat Rebecca muncul lagi. Eva diam saja mengabaikannya. Rebecca sontak nyinyir, Eva tidak mau ngomong lagi sama dia sekarang?


"Mana mungkin, kau adalah kakak senior di World Angel."


"Yang baru selalu menggantikan yang lama. World Angel akan menjadi duniamu cepat atau lambat."


"Aku tidak peduli, jika orang lain mendengarmu, mereka pasti akan berpikir aku berlebihan dan sok hebat."


"Apa yang kukatakan adalah kebenaran. Kau tahu kenapa aku tidak menyukaimu? Karena kau sangat mirip denganku. Hal yang paling menakutkan di dalam dunia kita ini adalah digantikan orang lain."


"Kenapa kau tiba-tiba memberitahuku tentang itu?"


Karena Rebecca menyadari bahwa kecemburuan membuat orang jadi jelek, jadi dia menerima fakta bahwa dia akan segera digantikan cepat atau lambat. Dan lagi, saat bekerja bersama Eva, dia merasa Eva benar-benar memiliki potensi. Dalam dunia ini, mereka akan memiliki lebih banyak koneksi, jadi Rebecca berharap mereka tidak akan memiliki masalah tidak menyenangkan.


"Aku minta maaf setulus hati padamu atas apa yang kulakukan padamu sebelumnya. Dan kuharap kau akan memaafkan perlakukanku yang tidak adil terhadapmu sebelumnya." Ucap Rebecca sambil mengajak Eva salaman.


Hmm, entah apakah dia tulus beneran atau tidak. Tapi Eva memutuskan memercayainya, dia bahkan memuji profesionalitasnya Rebecca. Dia juga ingin belajar lebih banyak dari Rebecca. Dia tidak berharap banyak mereka bisa jadi teman, tapi dia juga tidak berharap mereka akan jadi musuh.


Saat Eva menceritakan itu padanya, Xiao Nan jelas tak percaya sama omongan rebecca itu. Eva sinis, dia juga sebenarnya tidak percaya. Pada dasarnya, mereka semua adalah siluman rubah yang licik. Hanya saja, dia merasa Rebecca sepertinya sedang mencurigainya.


Xiao Nan juga sudah menyelidikinya, sepertinya penguntit yang masuk ke rumahnya Eva itu adalah orang bayarannya Rebecca. Sebenarnya dia ingin mencari bukti dulu sebelum memberitahukan masalah ini pada Eva, tak disangka kalau Rebecca begitu tergesa-gesa. Terus apa rencana Eva sekarang?


"Jika dia berinisiatif mendatangiku duluan, maka aku tidak boleh melewatkan kesempatan."


Maka saat para model sedang latihan, Eva pura-pura sakit lalu bergegas melarikan diri naik taksi. Rencananya sukses membuat Rebecca penasaran dan langsung membuntutinya.


Asisten Ni yang juga sedang membuntuti Eva, langsung melaporkan masalah itu pada bosnya sebelum kemudian dia juga membuntuti mereka.


Tiba di sebuah cafe, Rebecca melihat Eva menemui Xiao Nan dan seorang wanita gemuk (yang mereka sewa untuk berperan jadi Yuan Yuan). Xiao Nan dengan sengaja memanggil Rebecca dan Eva menyapanbya seolah mereka tak sengaja bertemu di sana. Sedang apa Rebecca di sini?


Rebecca beralasan kalau dia mencemaskan Eva, dia kira Eva sakit tadi, makanya dia membuntuti Eva. Dia pikir kalau Eva akan ke rumah sakit, ternyata malah ke cafe.


"Maaf, tadi pagi aku makan makanan yang kurang bagus. Tapi sekarang aku baik-baik saja. Kebetulan sekali kakakku datang, makanya aku mampir untuk bertemu dengannya," ujar Eva sambil sok akrab menggenggam tangan wanita gemuk itu.


"Kakak? Aku tidak pernah mendengarnya membicarakannya."


Xiao Nan memperkenalkan wanita ini sebagai kakak kembarnya Eva (padahal nggak ada mirip-miripnya) yang hendak imigrasi ke luar negeri. Dia datang kali ini untuk mengambil barang-barangnya yang ketinggalan di rumah Eva.


"Halo, aku kakaknya Eva." Sapa wanita itu.


"Halo. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Pancing Rebecca.


"Masa?" Wanita sontak melirik Xiao Nan dengan kebingungan.


Xiao Nan diam-diam mengangguk, sama sekali tidak sadar kalau Rebecca memperhatikan setiap gerak-geriknya. Eva langsung heboh mengklaim kalau Rebecca pasti pernah bertemu dengan kakaknya ini pada acara ultah-nya World Angel.


Waktu itu kakaknya ini terjatuh dari rooftop bersama Presiden Ruan. Dia sampai ketakutan banget waktu itu. Wanita itu langsung paham, tapi dia malah terus nyerocos dan hampir saja mengacaukan sandiwara mereka sampai Xiao Nan harus diam-diam memberinya isyarat untuk tutup mulut.


"Kau juga mengenal Ruan Dong Sheng?" Tanya Rebecca.


"Bukan cuma kenal. Dia naksir aku sejak SMA, dia bahkan menganggapku sebagai tunangannya."


"Kau tunangannya?"


Eva dengan sok dramatisnya menggenggam tangan Rebecca seolah dia merasa sangat bersalah karena tidak pernah memberitahu Rebecca bahwa Presiden Ruan itu sebenarnya calon kakak iparnya, hanya saja Dong Sheng tidak ingin memublikasikan masalah ini. Jadi dia harap Rebecca mau membantunya merahasiakan masalah ini.


Tapi Rebecca tidak mudah terpedaya begitu saja. "Kalau aku tidak salah, bukankah kau tinggal bersama Ruan Dong Sheng? Kakak ipar tinggal bersama adik ipar, kurasa itu tidak baik."


Eva sontak canggung, jelas bagian ini belum dia pikirkan sebelumnya. Tapi untungnya Dong Sheng mendadak datang dan menyelamatkan Eva dengan mengklaim bahwa mereka hanya menyewa rumah yang sama tapi tidak tinggal di rumah yang sama.


Tapi tak pelak kedatangannya membuat Eva tambah galau. Xiao Nan tanya apakah Dong Sheng datang kemari untuk menemui Yuan Yuan (lirik Yuan Yuan KW). Memahami isyaratnya, Dong Sheng mengiyakannya saja.


Yuan Yuan KW bingung, "kenapa skripnya mendadak berubah? Kau harus membayar lebih." Bisiknya pada Xiao Nan.


Eva galau banget, maka Dong Sheng langsung mengambil alih situasi dengan mengklaim bahwa Rebecca salah paham. Ada banyak rumor buruk di luar sana, jadi dia harus menjernihkannya biar tidak menodai reputasi Eva.


"Aku dan kakaknya Eva... memang punya hubungan. Dia menyuruhku untuk menjaga Eva. Rumahnya Nona Eva pernah disusupi, dia bahkan diserang. Karena itulah, aku harus pindah ke rumahnya untuk menjaganya."


Eva akhirnya bisa mengangkat kepalanya lagi berkat ucapan Dong Sheng itu. Rebecca pura-pura seolah dia baru tahu dan cemas, kenapa Eva tidak pernahamemberitahunya? Apa dia kehilangan sesuatu?


"Tidak. Tapi aku menduga bahwa ini bukan sekedar penyusupan biasa. Kurasa ada seseorang yang menargetku."


"Oh yah Rebecca, kau kan pintar, menurutmu siapa pelakunya?"


Sekarang semua mata berbalik menargetnya, tapi Rebecca dengan ahlinya berakting tak tahu apa-apa. Ini mungkin karena Eva terkenal, jadi sebaiknya dia lebih berhati-hati dan jangan bikin masalah.


Dia buru-buru pamit dan bergegas pergi. Tapi Rebecca benar-benar tidak terpedaya dengan mudah. Dia memperhatikan lagi foto-foto jejeran sepatunya Eva yang dikirim orang suruhannya dan langsung ingat kaki si Yuan Yuan KW tadi tidak sesuai dengan ukuran semua sepatu yang ada di rak sepatunya Eva. Dia langsung menelepon seseorang dan meminta bantuan orang itu untuk menyelidiki Eva.


Bahkan setelah selesai, Eva masih saja memperkenalkan wanita gemuk itu sebagai kakaknya pada Dong Sheng.


"Dia sudah pergi. Jangan bermain drama lagi."


Xiao Nan buru-buru menghindar dengan alasan ambil mobil. Yuan Yuan KW pun langsung menunjuk waktu, mengingatkan Eva bahwa jam kerjanya sudah usai.


Dong Sheng geli melihat itu. "Kalau begitu, bolehkah aku meminjam kakakmu, tunanganku - Nona Yuan Yuan selama satu hari?"


Yuan Yuan KW setuju dengan antusias, bahkan langsung menggandeng tangan Dong Sheng. Dia belum pernah kencan dengan pria tampan. Bahkan saking senangnya, dia berbaik hati menolak uangnya Eva.


Kesal, Eva sontak menjauhkannya dari Dong Sheng. "Aku menyewamu untuk menjadi kakakku dan bukannya jadi kakakku yang gampang jatuh cinta sama pria!"


Xiao Nan datang saat itu, Eva langsung mendorong Yuan Yuan KW ke mobil. Tapi saat dia sendiri mau masuk mobil, Xiao Nan mendadak tancap gas meninggalkannya.


"Ada yang perlu kubicarakan denganmu."


"Aku sibuk, nanti saja."


"Sampai kapan kau ingin menghindarinya? Kau lebih suka menyewa orang untuk berakting jadi dirimu daripada menghadapi masa lalumu."


"Masa laluku bukan untuk dihadapi, tapi untuk dilupakan."


"Kau punya kesulitan apa? Katakan saja padaku biar aku bisa membantumu mengatasinya."


Eva bersikeras menyatakan kalau dia tidak punya kesulitan apapun. Dia sudah puas dengan kehidupannya yang sekarang, jadi kenapa juga dia harus menghadapi masa lalunya?


"Bagiku masa laluku... sangat menyakitkan. Presiden Ruan, jika kau benar-benar ingin membantuku, jangan memaksaku untuk menghadapi masa laluku."


"Kau benar-benar tidak memercayaiku?"


"Bukannya aku tidak memecayaimu, aku hanya lebih memercayai diriku sendiri." Pungkas Eva lalu pergi.


Tapi setibanya di rumah, dia sebenarnya menyesali kata-katanya pada Dong Sheng tadi. Apa tadi sikapnya terlalu tidak masuk akal. Dong Sheng ada luar dan mengetuk pintunya dengan ragu-ragu.