
Terbangun keesokan paginya, Yuan Yuan langsung mengecek tangannya dan DOENG! Kaget mendapati tangannya jadi jempol semuanya. OMG! Dia gemuk lagi! Bajunya yang kekecilan jadi robek di sana-sini. Gawat!
Tiba-tiba Dong Sheng berguling dalam tidurnya dan dalam keadaan setengah sadar, dia menarik Yuan Yuan dan memeluknya erat. "Jangan bergerak. Biarkan aku tidur sedikit lebih lama."
Tapi Yuan Yuan panik banget dan sontak melepaskan diri sehingga membuat Dong Sheng sadar sepenuhnya. Secepat kilat dia asal mengambil kemejanya Dong Sheng dan selimut untuk menutupi dirinya.
Dong Sheng awalnya tidak mengenalinya. Tapi saat dia memperhatikannya baik-baik, Dong Sheng akhirnya mengenalinya dan langsung berusaha mencegahnya pergi.
"Yuan Yuan, apa itu kau?"
Yuan Yuan sontak mendorongnya dan bergegas melarikan diri. Dong Sheng berusaha mengejarnya dan jadilah mereka kejar-kejaran di jalanan. Mulai capek, Yuan Yuan langsung menelepon Xiao Nan, memintanya untuk segera datang menyelamatkannya. Dong Sheng sedang mengejarnya sekarang! Cemas, Xiao Nan pun langsung ngebut ke lokasi yang dikirim Yuan Yuan.
Dong Sheng kehilangan jejak gara-gara Yuan Yuan berhasil bersembunyi di antara dua buah tong sampah. Dong Sheng pun berhenti berlari untuk mengatur napasnya. Melihat itu, Yuan Yuan mengira dirinya aman dan memutuskan nekat keluar dari persembunyiannya, tapi malah ketahuan.
"Jangan mendekat!"
"Akhirnya aku menemukanmu. Kau masih sama seperti dulu."
"Aku masih sama gemuknya seperti dulu, kan?" Sinis Yuan Yuan.
Bukan itu maksud Dong Sheng, tapi Yuan Yuan keburu kabur tepat saat Xiao Nan datang. Yuan Yuan langsung melompat masuk ke mobilnya dan mereka pun kabur secepat mungkin.
Dong Sheng jadi melamun sedih gara-gara itu dan membuat kedua anak buahnya menunggunya dengan kebingungan. Dia ingat wanita yang dilihat dan diciumnya saat mabuk semalam adalah Yuan Yuan. Tiba-tiba dia kepikiran sesuatu lalu mengajak kedua anak buahnya untuk ikut dengannya.
"Mau pergi ke mana?" Tanya Yi Ren.
"Mencari tunanganku."
"Tunangan?" Yi Ren dan Asisten Ni kompak kaget.
Sementara itu, Yuan Yuan disembunyikan di rumah lain dan sedang dihukum sama Xiao Nan, apa Yuan Yuan sudah menyadari apa kesalahannya sekarang?
"Tidak seharusnya aku pulang terlambat dan pada akhirnya jadi sakit. Tidak seharusnya aku membiarkan diriku te~ng di jalanan dan melepaskan nafsuku."
"Salah!"
"Memangnya apa lagi?"
"Kesalahan terbesarmu adalah masih punya perasaan terhadap Ruan Dong Sheng dan berharap memulai kembali hubungan dengannya dengan cara berbohong padaku bahwa kau tidak akan jadi gemuk jika kau memakan masakannya."
"Aku tidak membohongimu. Kali ini aku jadi gemuk lagi gara-gara... alkohol."
"Kau!"
"Ada banyak kalori di dalam alkohol."
Sebenarnya dia melakukannya biar dia bisa mengetahui rahasia masaknya Dong Sheng. Tapi ternyata, dia malah mabuk setelah minum satu gelas dan tidak ingat apa-apa lagi.
Xiao Nan cemas mendengarnya. Yuan Yuan tidak melakukan apapun pada Dong Sheng, kan? Yuan Yuan tak percaya mendengarnya, bisa-bisanya Xiao Nan malah mengkhawatirkan Dong Sheng dan bukannya mengkhawatirkannya, dia - seorang wanita yang secantik bunga.
"Dia jauh lebih aman daripada jomblo menahun sepertimu."
Yuan Yuan sakit hati dan langsung lebay mau menghantam jidatnya pakai nanas. Xiao Nan akhirnya berhenti mengomelinya. Tapi selama beberapa hari ke depan, Yuan Yuan tinggal saja di sini dan jangan menerima telepon dari siapapun atau membalas pesan apapun. Pokoknya dia tidak boleh pergi ke mana pun sampai dia berubah kembali menjadi Eva.
"Kalau begitu, tolong ambilku baju-bajuku dan perlengkapan mandiku."
"Baiklah." Xiao Nan pun pergi.
Tak lama kemudian, Xiao Nan baru saja selesai mengepak barang-barangnya Yuan Yuan sambil menggerutu keheranan. Yuan Yuan tuh umur berapa sih? Kenapa dia tidak bisa tidur tanpa boneka beruangnya?
Tepat saat dia tengah memasukkan kopernya Yuan Yuan ke mobil, Dong Sheng cs baru saja tiba di sana. Dong Sheng berniat mau menemui Eva, tapi malah tak menyangka melihat Xiao Nan.
Xiao Nan kaget melihatnya... dan seketika itu dia teringat kembali kenangan buruk mereka berdua.
Dulu, entah apa yang sebenarnya terjadi, Xiao Nan melihat Dong Sheng di depan rumahnya Yuan Yuan sambil berusaha memanggil-manggil Yuan Yuan tanpa hasil. Kesal, Xiao Nan langsung menyeret Dong Sheng dan menonjoknya sampai dia tersungkur ke aspal.
"Pukulan itu kuberikan atas nama Yuan Yuan. Mulai sekarang, akulah yang akan melindunginya dan tidak akan kubiarkan dia menderita karenamu lagi!" Itulah yang diucapkan Xiao Nan dulu.
Sekarang, Xiao Nan tegang banget berhadapan dengan Dong Sheng. Tapi Dong Sheng tiba-tiba mendekatinya... lalu memeluknya erat. "Xiao Nan, akhirnya aku menemukanmu."
Kebingungan melihat kedua pria itu, Yi Ren memperkenalkan Xiao Nan sebagai presiden di perusahaan agensi sekaligus manager-nya Eva. Karena mereka berdua saling mengenal, bagaimana kalau mereka makan siang bersama.
Xiao Nan setuju-setuju saja. Tapi bahkan saat Dong Sheng belum naik mobil, Xiao Nan mendadak kabur. Dong Sheng sontak memerintahkan Asisten Ni untuk membuntuti Xiao Nan dan jadilah kedua mobil itu kebut-kebutan di jalan raya... hingga Asisten Ni berhasil mendahuluinya dan memaksanya untuk berhenti di tengah jalan.
Kesal, Xiao Nan mau menonjoknya seperti dulu. Tapi kali ini Dong Sheng cekatan menangkap kepalan tangannya dan memelintirnya.
"Apa kau pikir aku masih pria yang sama yang diam saja menerima tonjokanmu?"
"Lepasin!"
"Katakan padaku, di mana Yuan Yuan? Aku ingin bertemu dengannya."
"Lepaskan tanganku dulu, baru aku akan memberitahumu."
Dong Sheng akhirnya melepaskannya. Tapi Xiao Nan berbohong bahwa dia sudah tidak pernah kontak lagi dengan Yuan Yuan, jadi dia tidak tahu. Lagian ngapain juga Dong Sheng mau ketemu sama Yuan Yuan?
"Aku ingin secara langsung memberinya penjelasan dan minta maaf."
"Dia hidup dengan sangat baik biarpun tanpa permintaan maafmu."
"Katanya kau sudah tidak pernah kontak dengan dia lagi, lalu bagaimana kau bisa tahu dia hidup dengan baik?" (Pfft!)
Dong Sheng langsung saja masuk ke mobilnya Xiao Nan dan mengunci pintunya, mengancam Xiao Nan untuk membawanya menemui Yuan Yuan atau dia akan membuntuti Xiao Nan seumur hidupnya.
Baiklah. Xiao Nan menurutinya. Tapi dia membawa Dong Sheng ke bandara dan mengklaim bahwa Yuan Yuan sekarang berada di luar negeri. Silahkan kalau Dong Sheng mau mencarinya.
Dong Sheng jelas tak percaya. Tadi pagi Yuan Yuan ada di rumahnya. Xiao Nan mengklaim kalau tadi pagi dia menjemput Yuan Yuan lalu mengantarkannya ke sini. Yuan Yuan naik penerbangan pagi.
"Lalu dia pergi ke negara mana? Kasih aku alamat yang benar."
"Aku bisa memberitahumu, tapi pikirkanlah dulu. Apa kau sungguh mau menghancurkan hidupnya lagi?"
"Apa maksudmu?"
"Dia sudah menikah."
"Menikah? Kapan?"
"Tahun lalu. Suaminya sangat mencintainya."
"Lalu kenapa dia muncul di kamarku?"
Jadi begini ceritanya. Yuan Yuan dan suaminya berencana untuk berimigrasi. Karena tak ingin lagi memiliki ikatan dengan Dong Sheng, jadi Yuan Yuan menemuinya untuk minta bantuannya. Yuan Yuan meminta dia dan Eva untuk membantunya menemui Dong Sheng sekali saja sebelum dia pergi.
Menurut ceritanya Xiao Nan, semalam saat Dong Sheng sudah teler, Eva terbangun tengah malam lalu membuka pintu untuk Yuan Yuan lalu membaringkan Yuan Yuan di sisi Dong Sheng lalu pergi meninggalkan mereka berduaan.
Dia mengklaim bahwa itu adalah rencana yang sudah mereka susun dengan cermat. Hanya saja terjadi kesalahan kecil gara-gara Yuan Yuan kesiangan meninggalkan rumahnya Dong Sheng sehingga Dong Sheng menemukannya.
"Jadi maksudmu, Eva tidak mabuk dan mengetahui apa yang terjadi malam itu, begitu?" Heran Dong Sheng.
"Iya. Apa masalahnya? Apa terjadi sesuatu di antara kalian?"
"Tentu saja tidak. Lalu di mana Eva? Aku ingin tanya langsung padanya."
Xiao Nan beralasan bahwa kepergian Yuan Yuan sekarang adalah untuk mengadakan pesta pernikahan di luar negeri. Dan Eva ikut pergi ke luar negeri untuk mewakilinya menghadiri pernikahannya Yuan Yuan. Dia harus tetap di sini untuk melawan Dong Sheng soalnya dia tahu kalau Dong Sheng tidak akan melepaskan hal ini begitu saja.
Tetap saja penjelasannya yang panjang kali lebar itu sama sekali tidak bisa meyakinkan Dong Sheng karena sampai detik ini, Xiao Nan masih belum menunjukkan saksi ataupun bukti yang konkret. Bagaimana bisa dia mempercayai Xiao Nan?
Oh, baiklah. Tentu saja Xiao Nan punya bukti. Dia langsung menunjukkan foto akta nikahnya Yuan Yuan dengan seorang pria. Foto itu benar-benar seperti asli dan sukses membungkam Dong Sheng.
Begitu mendengar ceritanya Xiao Nan, Yuan Yuan sontak ngasih dua jempol untuk bakat hebatnya Xiao Nan dalam mengarang cerita. Kalau bukan gara-gara karir modelingnya, Xiao Nan pasti bisa jadi penulis skenario berbakat.
"Tentu saja. Dia bahkan ingin minta maaf padamu. Apa maafnya bisa mengganti penderitaan yang kau alami selama lebih dari 10 tahun? Demi menghindari masalah dan menyingkirkan pria jahat yang tidak mau melepaskan masa lalu biarpun dia mati, kita harus menghancurkan harapannya dengan kejam!"
Betul sekali. Ingin menunjukkan hati nurani dengan cara minta maaf itu tidak akan berhasil. Eh, tapi... bagaimana bisa Xiao Nan memprediksi segala yang terjadi hari ini? Dari mana datangnya foto akta pernikahan itu?
Xiao Nan mengaku bahwa itu adalah rencana pelarian yang dia buat dengan susah payah. Apa Yuan Yuan ingat? Setahun yang lalu ada seorang reporter yang suka kepo dan hobi menggali kehidupan pribadinya Yuan Yuan.
Dia memang sudah menyingkirkan segala dokumen tentang Yuan Yuan, tapi dia merasa itu belum cukup. Jadi dia membuat beberapa berita palsu tentang Yuan Yuan untuk memisahkan Yuan Yuan dari masa lalunya. Salah satunya adalah akta pernikahan ini. Dia meminta bantuan salah satu temannya untuk membuatkannya akta nikah palsu ini.
"Tak kusangka hari ini ada kesempatan untuk memanfaatkan akta itu."
"Sungguh berbakat! Apa dia benar-benar mengubah pikirannya karena akta ini? Tapi bagaimana kalau dia menyelidiki kode aktanya?"
"Jangan khawatir. Apapun yang dia pikirkan, Xiao Nan sudah memikirkannya sebelumnya. Nanti setelah kau berubah jadi Eva dan dia menanyaimu, ikuti saja sesuai naskah bahwa kau tidak tahu apa-apa."
"Jangan khawatir. Kemampuan aktingku adalah yang terbaik."
Asisten Ni menyerahkan laporannya pada Dong Sheng. Dia sudah menyelidiki perihal foto akta nikah itu dengan bantuan seorang ahli. Dan menurut penilaian si ahli, foto itu tidak tampak palsu ataupun di-photoshop.
Patah hati, Dong Sheng sontak membanting laporan itu dengan penuh amarah dan mengusir mereka berdua, dia bahkan memerintahkan mereka untuk membatalkan semua jadwalnya hari ini.
Asisten Ni benar-benar heran sama bosnya itu, ada apa sebenarnya dengannya hari ini. Yi Ren memperingatkannya untuk diam saja dan biarkan Dong Sheng sendirian dulu.
"Tapi aku masih belum memberitahunya tentang video itu."
"Biar aku sendiri yang menanganinya. Jangan ganggu dia."
Dong Sheng akhirnya kembali ke aula sekolah SMA-nya. Aula di mana dulu Yuan Yuan membacakan surat cintanya di hadapan satu sekolah dan pada akhirnya membuatnya jadi dihina dan dibuli semua orang.
Kenangan itu masih terasa begitu nyata bagi Dong Sheng hingga dia refleks mengulurkan tangan, berniat mau menyentuh tangan Yuan Yuan yang menangis, tapi bayangan kenangan itu tiba-tiba menghilang. Dong Sheng sedih mengira Yuan Yuan benar-benar sudah menikah dan hidup bahagia sekarang.
Di tempat persembunyiannya, Yuan Yuan sedang maskeran sambil bercermin. Hmm... sepertinya mukanya mulai semakin mengecil. Sebentar lagi dia pasti akan langsing kembali.
"Kenapa jantungku berdebar kencang saat aku berbaring di sisimu? Walaupun sudah jelas aku mungkin akan terluka lagi jika aku dekat denganmu, tapi aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri. Maaf. Aku tidak bermaksud menipumu. Hanya saja, aku tidak boleh membiarkan sosok masa lalu diriku muncul di hadapanmu. Aku tidak cukup berani untuk memberitahumu yang sebenarnya bahwa aku adalah Zhen Yuan Yuan."
Ah! Tiba-tiba dia ingat kalau naskahnya Xiao Nan ada celanya... Dia harus update status! Dia kan biasanya update status setiap hari. Kalau tiba-tiba dia tidak update status, pasti akan mencurigakan. Apalagi menurut naskahnya Xiao Nan, dia pergi ke luar negeri untuk menghadiri pernikahan.
Maka Yuan Yuan langsung menempelkan foto-foto dirinya di sebuah foto pernikahan yang dilangsungkan di sebuah pantai. Dia juga mengedit beberapa foto lain dirinya di berbagai foto-foto pantai-pantai negara tropis, tak peduli itu foto pantai-pantai apa saja, pokoknya kelihatan seolah dia berada di negara torpis.
Dong Sheng mendapatkan notifikasi update statusnya Eva itu. Tapi saat dia memperhatikan foto-foto itu dengan cermat, tiba-tiba dia tersenyum, sepertinya dia menyadari ada sesuatu yang salah dalam foto-foto itu. Seketika itu pula semangat Dong Sheng kembali dan dia langsung pergi.
Beberapa waktu pun berlalu, Yuan Yuan sekarang kembali sebagai Eva yang langsing (Gemuknya cepet, langsingnya cepet. Wkwkwk!). Tapi saat dia hendak keluar dari lift, dia malah kaget bertemu dengan Dong Sheng lagi.
"Nona Eva, anda sudah kembali?" Sapa Dong Sheng.
"Err, iya. Aku baru saja kembali dari Karibia. Lihatlah, kulitku agak coklat karena terbakar matahari." Canggung Yuan Yuan.
"Aku sudah melihatnya. Kau memposting beberapa foto di statusmu." Dong Sheng tiba-tiba saja mendorong kopernya Eva lalu menyudutkan Eva ke tembok.
"Iya. Di sana sangat indah. Sayang sekali kau tidak pergi ke sana."
"Tidak sayang kok. Aku sudah pernah pergi ke tempat-tempat yang ada di dalam foto-fotomu."
Yang jadi masalah, karena Yuan Yuan asal saja tempel gambar sana-sini, dia tidak sadar kalau foto-foto pantai-pantai itu sebenarnya foto-foto pantai-pantai di berbagai negara yang berbeda-beda. Dan Dong Sheng mengetahui semuanya. Foto yang pertama adalah foto pantai Malabar di India dan foto yang kedua adalah Galapagos di Ekuador.
Canggung, Eva buru-buru berakting melas bin dramatis, beralasan bahwa ini adalah perintahnya Xiao Nan dan dia tidak punya pilihan selain menuruti perintahnya. Maaf. Biar dia cari Xiao Nan.
Tapi Dong Sheng dengan cepat mendorongnya kembali ke tembok. "Aku yakin kau tidak lupa apa yang terjadi malam itu, kan?"
"Tolong berhentilah mendesakku. Aku sungguh tidak tahu apa-apa."
"Apa kau pura-pura bodoh?" Bisik mesra Dong Sheng.
"Apa?"
Baiklah. Dong Sheng akhirnya berhenti menggodanya dan to the point menanyakan di mana keberadaan Yuan Yuan. Eva sontak memalingkan muka sambil terus pura-pura tidak mengerti apa maksud Dong Sheng.
Maka Dong Sheng langsung memaksanya untuk kontak mata dengannya lagi dan bergerak semakin mendekat sambil mengancam dengan nada mesra. "Apa kau tahu apa konsekuensi karena menipuku?"
Panik, Eva sontak kabur secepat mungkin sampai lupa membawa kopernya.
Di tempat lain, Yi Ren menemui si pengunggah video dan mencoba menawarinya uang untuk men-delete video itu. (Aku nggak ngerti video apaan yang dimaksud, tapi kayaknya videonya Dong Sheng dan Yuan Yuan). Tapi orang itu menolak.
"Kalau begitu, aku akan mengajukan gugatan terhadapmu." Ancam Yi Ren.
Pria itu sebenarnya sudah ketakutan, tapi Xiao Nan mendadak muncul dan membelanya sambil nyinyirin bosnya Yi Ren. Pria itu jadi sombong lagi berkat pembelaan Xiao Nan dan berniat kabur naik taksi.
Tapi Yi Ren dan Xiao Nan mendadak ikutan naik dan mengapitnya di tengah-tengah. Xiao Nan sendiri sebenarnya datang untuk bernegosiasi dengan pria itu dan menawarkan uang juga.
Yi Ren tak mau kalah dan langsung menawarkan uang tiga kali lipat. Xiao Nan juga pantang menyerah dan menawarkan empat kali lipat. Ujung-ujungnya kedua orang itu malah ribut berdebat berdua saja bahkan sepakat untuk berbagi uang suap mereka.
Pria itu jadi kesal karena tidak dianggap dan langsung mengusir mereka berdua keluar dari taksinya. Dan bahkan setelah mereka turun, mereka terus saja berdebat saling menyalahkan satu sama lain.
Eva mondar-mandir galau, bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Kalau Xiao Nan sampai tahu, Xiao Nan pasti akan membunuhnya. Tidak! Bahkan sekalipun Xiao Nan belum melakukan apa-apa, Dong Sheng sudah membunuhnya duluan.
Bagaimana kalau Dong Sheng ingin membatalkan kontraknya lalu memaksanya untuk mengompensasi pelanggaran kontrak? Oh, tidak! Dia tidak boleh tinggal di sini. Dia harus pergi menghindari badai lalu kembali setelah Xiao Nan berhenti marah dan mereka bisa menegosiasikan sebuah solusi.
Tunggu dulu! Di mana kopernya?... Saat itulah Eva akhirnya ingat kalau dia meninggalkan kopernya di lift bersama Dong Sheng. Gawat! Di koper itu ada kemeja putihnya Dong Sheng.
Berusaha tetap tenang, Eva meyakinkan dirinya sendiri bahwa Dong Sheng pasti belum menemukan kebenarannya. Jika tidak, Dong Sheng pasti akan menunjukkan bukti dan membunuhnya lebih awal.
Dong Sheng sendiri sedang bingung menatap koper itu, buka-nggak, buka-nggak... Ah, sebodo lah, buka saja. Yang paling penting sekarang adalah menemukan Yuan Yuan.
Tapi bahkan sebelum dia sempat melakukan apapun, bel pintunya mendadak berbunyi. Maka Dong Sheng buru-buru menyembunyikan koper itu di kamarnya sebelum membuka pintu.
Eva datang dan langsung masuk sambil celingukan mencari kopernya lalu pura-pura mengeluh haus. Bersediakah Dong Sheng menuangkan segelas air untuknya?
Dong Sheng percaya-percaya saja. Tapi begitu Dong Sheng masuk dapur, Eva langsung masuk ke kamarnya Dong Sheng dan di sana lah dia menemukan kopernya. Dia langsung mengecek isinya dan mendapati kemeja itu masih aman di dalam. Syukurlah Dong Sheng belum menemukannya.
"Rupanya ada rahasia di dalam koper itu?" Celetuk Dong Sheng yang mendadak muncul.
Eva menyangkal. "Ini cuma koper biasa kok, mana mungkin ada rahasia."
"Kalau begitu, tolong buka. Jika tidak, kau harus tinggal semalaman di sini."
Eva nekat saja mau melarikan diri bersama kopernya. Tapi tentu saja Dong Sheng dengan mudahnya menarik koper itu hingga terjatuh dan terbuka otomatis. Eva sontak panik membenahi baju-bajunya dan saat itulah Dong Sheng menemukan kemeja putihnya yang waktu itu digondol Yuan Yuan.
"Kenapa kemejaku ada di dalam kopermu? Yuan Yuan mengenakan kemeja ini waktu itu, iya kan?"
Panik, Eva dengan cepat memikirkan sebuah ide lalu tiba-tiba saja dia menyingkirkan kopernya, bergaya s~~si mau menggoda Dong Sheng... lalu memeluk Dong Sheng sambil menyatakan cinta.
Sebenarnya, dia sudah lama menyukai Dong Sheng. Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Makanya dia meminta kemeja ini dari Yuan Yuan sebagai kenang-kenangan. Tak disangka ternyata kopernya malah berakhir di rumahnya Dong Sheng. Dia takut Dong Sheng mengetahui perasaannya, makanya dia mengambil resiko datang kemari untuk mengambil kopernya.
"Aku melakukannya... karena aku mencintaimu."
Dia bahkan langsung rebahan di kasurnya Dong Sheng dengan gaya menggoda seolah dia benar-benar ingin bermalam bersama Dong Sheng.
Geli melihat aktingnya Eva, Dong Sheng langsung mengikuti permainannya dan menyetujuinya untuk bermalam bersamanya. "Aku agak sedikit terkejut mendengar jawabanmu karena... aku juga mencintaimu."
Pfft! Eva mendadak panik sekarang. Jelas bukan itu yang dia harapkan. Dia mau kabur, tapi Dong Sheng dengan cepat menghadangnya dan memerangkapnya. Sepertinya Eva lupa kejadian malam itu yah?
"Aku benar-benar lupa segalanya. Aku minum banyak."
"Tapi aku sangat sadar. Jangan khawatir. Aku akan bertanggung jawab."
"Presiden Ruan, apa anda demam? Anda ingin bertanggung jawab atas apa?"
"Kalau begitu, aku tidak keberatan untuk meninjau kembali apa yang terjadi hari itu bersamamu."
Dong Sheng sontak melemparnya kembali ke kasur. Hari itu Eva berbaring di kasur ini lalu mendekatinya secara proaktif. Haruskah dia menjelaskan segala detil tentang hal-hal yang tak bisa dijelaskan di antara mereka hari itu?
"Tidak mungkin! Tidak mungkin terjadi apapun pada hari itu. Jelas-jelas waktu kau bangun, bahkan bajumu..."
Aduh! Keceplosan! Eva buru-buru meralat kalimatnya. Jelas-jelas hari itu Dong Sheng berada di sini bersama si gendut Yuan Yuan. Itu bukan urusannya. Mana mungkin dia menyukai orang seperti Dong Sheng. Anggap saja dia tidak mengatakan apapun tadi. Selamat tinggal! Eva sontak melarikan diri.
Xiao Nan hendak pulang tapi malah mendapati Dong Sheng sudah menunggunya di depan gedung dan lagi-lagi menuntut keberadaan Yuan Yuan. Berhentilah membodohinya, dia sudah menyelidiki segalanya.
Hari saat Yuan Yuan menghilang, tidak ada informasi apapun tentang imigrasinya Yuan Yuan ataupun Eva. Akta nikah itu juga palsu. Baiklah, Xiao Nan akui kalau dia memang menipu Dong Sheng, terus kenapa? Dia melakukan semua ini karena dia tidak mau Dong Sheng dekat-dekat dengan Yuan Yuan.
"Apa yang terjadi waktu itu hanyalah kesalahpahaman."
"Lalu kenapa mempublikasikan surat cinta yang dia tulis untukmu?"
Ah! Jadi itu masalah mereka. Sepertinya memang bukan Dong Sheng yang melakukannya. Sepertinya dia tahu siapa pelakunya tapi dia sengaja melindungi si pelaku entah karena apa.
Bahkan saat Xiao Nan mendesak Dong Sheng untuk mengatakan siapa pelaku yang sebenarnya, Dong Sheng menolak memberitahu.
Jelas saja Xiao Nan jadi tak mempercayai pembelaan dirinya. Tidak usah pura-pura lah. Dia tahu kalau Dong Sheng tak ingin masa lalu mengotori hidup Dong Sheng yang sempurna. Jangan khawatir, dia tidak akan mengingatkan siapapun akan masa lalu.
Dia mau pergi, tapi Dong Sheng langsung menariknya hingga jadilah mereka saling otot-ototan tanpa menyadari ada seseorang yang tengah memata-matai mereka dan mengambil foto mereka itu.
"Kenapa kau tidak mengerti bahasa manusia? Sudah kubilang tidak seperti itu!" Kesal Dong Sheng. "Aku hanya ingin bertemu Yuan Yuan dan menebus lukanya!"
Xiao Nan ngotot tak percaya. "Jangan pura-pura jadi orang baik lagi. Dia tdak butuh kompensasi darimu! Lagipula kau tidak mampu melakukan itu! Menjauhlah dariku!"
Si mata-mata itu lalu menyerahkan hasil jepretannya pada tuannya yang tak lain adalah Gao Quan yang entah akan dia manfaatkan untuk apa.
Sekretarisnya Jason Wang melapor bahwa beberapa perwakilan menanyai mereka tentang siapa pemenang kompetisi ini. Jason kesal, mereka terlalu terburu-buru dan tidak sabaran. Cuma perlu memilih antara perusahaan Qin atau Quan Shan, kan? Kalau menurut Sekretaris sendiri bagaimana?
Kalau menurut Sekretaris, Quan Shan lebih menjanjikan mengingat brand mereka sudah cukup lama dan kuat. Perusahaan Qing memang brand makanan yang saat ini sangat populer di kalangan anak muda di pasar luar negeri, dan baru-baru ini melebarkan sayapnya ke pasar domestik. Perusahaan Qing memang punya potensi, tapi... Baru baru ini ada rumor buruk tentang presiden Ruan Dong Sheng.
"Dia masih sangat muda. Kalau begitu, pilih Quan Shan saja."
Dong Sheng memberitahu Yi Ren bahwa dia ingin diwawancarai di acara televisi dan meminta Yi Ren mengatur itu untuknya.
"Baik, saya akan mengurusnya. Saya juga sudah menyelidiki orang yang menyebar rumor buruk tentang anda. Gao Quan! Aku sudah menduga orang itu punya bekingan."
Yi Ren menyarankan sebaiknya Dong Sheng memanfaatkan wawancara di TV untuk menjernihkan rumor itu. Tapi Dong Sheng tidak mau menunggu. Begitu lawan mengambil tindakan, kita tidak boleh menunggu untuk mati.
Gao Quan baru keluar dari kantornya dengan wajah puas karena telah berhasil menang dari Dong Sheng. Dia bahkan berniat balas dendam setelah proses penandatanganan selesai nantinya. Sekretarisnya melapor bahwa Jason sedang dalam perjalanan kemari.
Tiba-tiba mantan chef-nya Jason datang untuk menuntut janjinya Gao Quan. Tapi si licik Gao Quan malah mengkhianatinya dan menyuruh sekuriti untuk mengusirnya.
Mereka tidak sadar bahwa tepat saat si mantan chef diseret keluar sambil mengutuki Gao Quan, Jason baru saja tiba di depan. Melihat insiden itu, saat itulah Jason mulai teringat kembali saat dia melihat Yuan Yuan menukar mangkoknya Dong Sheng dengan mangkoknya Gao Quan.
Gao Quan akhirnya mengerti siapa yang bersalah dalam masalah ini dan langsung menyuruh asistennya untuk putar balik sekarang juga.
Mereka semua tidak sadar bahwa semua ini adalah rencana yang sudah diatur oleh Dong Sheng. Yi Ren yang mengawasi segalanya berjalan sesuai rencana, langsung menelepon Asisten Ni dan melaporkan kesuksesan rencana bos mereka.
Sementara itu, Asisten Ni sedang menemani Dong Sheng di acara wawancara TV di mana dalam acara itu Dong sheng mengaku bahwa sosok yang paling berpengaruh baginya adalah ayahnya. Dan tujuannya kembali ke negara ini adalah untuk mengembangkan ide ayahnya tentang makanan. Tapi si MC menduga pasti ada alasan lain selain itu, bukan?
Don Sheng mengakuinya. Tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk menemukan seseorang. Si MC tanya apakah orang itu adalah wanita yang ada dalam video itu?
Dong Sheng jujur membenarkannya. Dia mengaku bahwa wanita itu adalah cinta pertamanya waktu SMA. Tapi, setelah dia menyatakan perasaannya, gadis itu tiba-tiba pindah sekolah dan menghilang dari dunianya sejak itu.
"Karena itulah aku harap jika dia menonton acara ini, dia akan tahu bahwa aku mencarinya."
Eva memang menonton acara itu, tapi dia sama sekali tidak mempercayai segala hal yang Dong Sheng ucapkan. Dasar pembohong!
"Kenapa kau tidak mengungkapkan alasan kenapa aku terpaksa harus pindah?! Hanya demi kepentingan bisnismu, kau bahkan tidak takut mengucap kebohongan, menipu seorang gadis lugu dan mempermainkan perasaan orang! Kau terlihat seperti seorang gentleman sejati, tapi sebenarnya kau palsu!"
Saat Eva hendak keluar, dia mendapati beberapa pekerja memindahkan barang-barang ke unit sebelah. Sepertinya dia punya tetangga baru nih, apakah dia seorang cowok cakep?
Saat dia hendak masuk lift, lagi-lagi dia malah bertemu dengan Dong Sheng. Sedang apa Dong Sheng di sini?
"Pulang." Jawab Dong Sheng. Hah? Pulang? Jangan-jangan dia tetangga barunya Yuan Yuan?
Tiba-tiba para pekerja mau lewat dan mendorong Dong Sheng hingga dia jadi sangaaaaat dekat dengan Eva.