Love The Way You Are

Love The Way You Are
episode 6



Xiao Nan memberi berbagai instruksi pada para pegawainya tentang jadwalnya Eva. Tapi Eva sendiri sibuk melamun dengan muka jetuk. Hmm, ada apa dengannya?


Dalam flashback, ternyata malam itu di atas pohon saat Dong Sheng mendekat untuk menciumnya, tiba-tiba saja Dong Sheng tersadar karena sesuatu lalu mendadak batal mencium Eva. Parahnya lagi, dia langsung turun dan pergi meninggalkan Eva begitu saja.


Pantaslah kalau sekarang Eva kesal setengah mati sama dia. Heran melihat ekspresinya Xiao Nan langsung menyadarkannya dari lamunan dan menyuruhnya untuk memilih model pria untuk partner pemotretannya nanti.


"Kau mengenal para pria itu dengan baik, jadi kau pilih sendiri saja." Ketus Eva.


Kalau begitu, Xiao Nan pilih model yang ini saja, namanya Peter. Dia kelihatan dingin di luar tapi hangat di dalam. Dia tidak kurus tapi juga tidak gemuk, pokoknya jantan banget deh. Wajahnya tampan seperti patung pahatan. Jakunnya juga bagus, benar-benar photogenic. Model yang ini sangat cocok dengan Eva.


Tapi semua gambaran pria itu kedengarannya mirip banget sama Dong Sheng dan itu kontan membuat Eva jadi tambah emosi.


"Tidak cocok sama sekali! Apa? Jantan? Ternyata kau suka yang model beginian yah?" (Pfft! Kedengarannya kok rada-rada nyeleneh)


Pokoknya Eva menegaskan tipe cowok model begini tuh nggak cocok sama dia. Eva memutuskan untuk memilih sendiri model yang diinginkannya dan asal saja memilih model pria yang kelihatan kekar dan sangar. Xiao Nan tidak setuju, model yang ini terlalu kekar, dia tidak cocok dengan Eva.


"Antara kau dan aku, siapa yang paling tahu tentang pria?!" Kesal Eva.


"Tentu saja aku. Kau belum pernah pacaran. Berapa banyak pria yang pernah kau temui?"


Wah! Eva tersinggung. "Yah, memang kau yang paling tahu bagaimana pria. Kau benar-benar menawan! Sangat hebat!"


Teriakannya sampai menarik perhatian para pegawai mereka dan pastinya membuat Xiao Nan malu. Heran dia, ada apa sih dengan Eva? Mereka kan cuma memilih model?


"Memangnya kenapa dengan memilih model? Apa aku harus melakukan apapun yang kau suruh? Haruskah aku dibodohi dan ditipu? Apa aku tidak punya ego?!"


"Ada apa denganmu? Kau jadi aneh sejak kau pulang dari liburan. Apa terjadi sesuatu?"


"Tidak ada. Aku cuma hampir digigit anjing."


"Hah? Anjing macam apa?"


"Anjing bau! Penampilannya doang bagus. Tapi nyatanya, setelah mengejar lalu kabur!"


Sementara itu, Dong Sheng kembali ke bangunan kosong bekas restoran ayahnya yang terbakar dulu. Tempat yang menyimpan kenangan indah masa lalu bersama ayah dan gadis kecil itu.


Hmm... sepertinya gadis kecil itu memang Yuan Yuan. Dulu dia dan gadis kecil itu pernah bermain ayunan bersama sambil bergandengan tangan dan Ayah Dong Sheng lah yang membantu mendorong ayunan mereka.


Namun tempat itu juga menyimpan kenangan buruk saat bangunan itu terbakar sehingga membuatnya dan gadis kecil itu terjebak di dalam reruntuhannya. Saat mereka menunggu diselamatkan, gadis kecil itu memberinya sebutir permen.


"Bukankah kau ingin memakannya?" Tanya Dong Sheng kecil.


"Kakak makan saja. Ibuku bilang aku gendut. Aku bisa menahan lapar beberapa hari bisa berat badanku turun." ujar gadis kecil itu.


"Setelah kita keluar dari sini, aku akan memasakkan makanan lezat untukmu yang tidak akan membuatmu gemuk." Janji Dong Sheng kecil.


"Janji? Ayo janji jari kelingking."


Tiba-tiba Dong Sheng melihat bayangan ayahnya yang sangat dia rindukan. Tapi saat dia semakin mendekat, bayangan itu menghilang. Dong Sheng termenung sedih, saat itulah kita bisa melihat alasan Dong Sheng urung mencium Eva waktu itu adalah karena saat itu bayangan wajah Yuan Yuan berkelebat dalam benaknya.


Karena dia masih belum yakin akan kebenaran tentang Eva dan Yuan Yuan, dia jadi ragu dan akhirnya batal mencium Eva.


 


Saat Dong Sheng menyajikan hidangan buatannya untuk Paman Gu, tiba-tiba saja Paman Gu tanya apakah Dong Sheng sedang jatuh cinta? Jujur saja deh. Tapi Dong Sheng menyangkal.


Tapi Paman Gu tak percaya. "Orang yang pernah jatuh cinta, tidak akan sadar, bingung dan linglung sehingga memengaruhi indera perasa. Itu namanya perasaan yang kompleks. Semua orang bilang bahwa dari pengalaman pribadi-lah kita bisa mengetahui cinta itu manis, pahit, asam dan panas."


Paman Gu berkata seperti ini karena dia merasa kasakan Dong Sheng kali ini agak sedikit berubah. Itu adalah pengalaman cinta. Tidak ada hubungannya dengan indera perasa. Perubahan rasa masakan Dong Sheng ini adalah pengaruh dari hatinya.


Mendengar itu, Dong Sheng tanya apakah Paman Gu percaya pada sensasi? Tentu saja Paman Gu percaya.


Maka Dong Sheng pun mengaku bahwa baru-baru ini, dia memang bertemu dengan seorang gadis. Gadis itulah yang memberinya beberapa ide untuk menu baru. Sejak pertama kali bertemu gadis itu, dia merasa seperti pernah mengenalnya sebelumnya.


"Aku curiga kalau dia adalah Yuan Yuan yang selama ini aku cari. Tapi sekarang aku tidak yakin. Jika dia bukan Yuan Yuan dan aku jatuh cinta padanya, itu kan artinya aku mengkhianati Yuan Yuan."


Paman Gu gregetan mendengarnya. Dong Sheng benar-benar keras kepala. Mungkin saja Yuan Yuan sekarang sudah menikah dan punya 3 anak. Sulit bertemu dengan seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta, jadi seharusnya dia menghargai orang yang dekat dengannya. Ambil saja kesempatan ini.


Eva benar-benar bad mood seharian sampai orang-orang tak bersalah di sekitarnya kena imbas. Bahkan Asisten Ni dan Yi Ren yang mengawasi jalannya pemotretan juga menyadari keanehan Eva hari ini.


Bukan cuma Eva sih, mereka juga merasa aneh dengan bos mereka yang belum datang-datang juga. Apa mungkin kedua orang itu sedang bertengkar? Duga Asisten Ni.


Baru digosipin, Dong Sheng mendadak muncul dan langsung mengusir Asisten Ni dengan cara memerintahkan Asisten Ni untuk mengatur semua laporan keuangan selama beberapa tahun terakhir, dan laporannya sudah harus ada di mejanya dalam waktu dua jam.


Pemotretan pun dimulai, kedua model disuruh berpose mesra menggigit pocky. Tepat saat itu juga, Eva melihat Dong Sheng. Maka dengan sengaja dia menarik si model pria semakin mendekat. Dan pemandangan itu sepertinya mulai membuat Dong Sheng mulai cemburu.


Bahkan saat fotografer menyuruh mereka berpose pelukan mesra, Dong Sheng cepat-cepat menyela dan menyuruh semua orang istirahat. Dia mau mendekati Eva, tapi Eva langsung menjauh tanpa meliriknya sedikitpun.


Bahkan saat Dong Sheng menyapanya, dia bersikap seolah baru tahu Dong Sheng datang dan tidak melihatnya sedari tadi.


"Hari itu aku meninggalkanmu di sana. Maafkan aku."


"Oh, kalau kau tidak bilang, aku mungkin sudah lupa. Tidak masalah kok."


Tapi alih-alih bicara baik-baik, Dong Sheng malah cuek lalu pergi. Jelas saja Eva kesal dan tidak terima. Tapi saat dia beranjak bangkit, tak sengaja roknya robek.


Eva sontak menjerit heboh gara-gara itu dan menarik perhatian semua orang. Cemas, Dong Sheng langsung kembali padanya lalu dengan manisnya memberikan jasnya untuk menutupi Eva.


Dan perbuatannya itu kontan membuat Eva terpesona lagi padanya. Tapi Dong Sheng malah merusak segalanya dengan mengatai Eva sembrono lalu pergi. Hadeeeeh!


Eva jelas sakit hati mendengarnya. "Ruan Dong Sheng! Apa kau pikir aku tidak tahu bagaimana caranya marah?! Kuberitahu kau! Biarpun kau kembali dan berlutut di hadapanku, aku tidak akan memaafkanmu!" Eva bahkan langsung pergi dan tidak mau melakukan pemotretan ini lagi.


Keesokan harinya di kantor, Yi Ren dan Asisten Ni mendapati Dong Sheng sedang mencincang daging dengan penuh amarah. Bahkan saat Yi Ren menunjukkan semua hasil pemotretan kemarin, Dong Sheng kesal menghina semuanya.


Apalagi saat melihat foto mesranya Eva sama si model pria, Dong Sheng langsung emosi tingkat tinggi sampai-sampai dia menyatakan kalau dia akan membatalkan kontraknya Eva.


Eva jelas kesal saat dia diberitahu tentang perbuatannya Dong Sheng itu. Dasar kekanak-kanakan! Bagaimana bisa dia mengatasi masalah segampang itu? Tapi sudahlah, dia Eva gitu loh. Dia tidak akan menjadi gila cuma karena ini.


Baru diomongin, dia malah tak sengaja bertemu Dong Sheng di depan lift apartemen mereka. Eva sengaja mengabaikannya seolah mereka dua orang asing yang tidak saling mengenal.


Sama-sama kesal pada satu sama lain, keluar dari lift dan masuk rumah pun mereka balapan... lalu semenit kemudian, keluar lagi secara bersamaan sama-sama dengan alasan mau buang sampah.


"Aku mau menutup kontrak denganmu," ujar Dong Sheng memulai percakapan.


"Oke. Aku sudah tahu sejak lama."


Dong Sheng tak percaya mendengarnya. "Apa kau tidak ingin mengatakan hal lain?"


"Kau sudah memutuskan, memangnya aku bisa ngomong apa lagi? Kita tidak bisa memaksakan suatu hubungan. Lagipula, 'seseorang' berpikir kalau aku sembrono yang tidak sesuai dengan image perusahaan. Aku juga harus berterima kasih pada Presiden Ruan yang telah membebaskanku dan berhenti membuang-buang waktu kita."


"Kalau begitu kuucapkan selamat untukmu karena telah bebas!"


"Makasih!" Ketus Eva sambil melemparkan kantong sampahnya begitu saja lalu pergi.


Keesokan harinya, Dong Sheng memerintahkan Yi Ren untuk menambahkan satu klausa lagi di dalam kontak penutupan itu, yaitu Eva harus mengembalikan uang deposit mereka.


"Pak Presiden, Eva tidak melanggar kontrak. Jadi itu tidak masuk akal."


"Tidak masalah. Tugasmu cuma menyampaikan pesanku." Tegas Dong Sheng.


Yi Ren dan Asisten Ni benar-benar jadi kerepotan sekarang. Bersama-sama mereka mendatangi Eva dengan membawa bunga dan sekeranjang buah.


"Kak Yi Ren, kenapa kita kelihatan mau menziarahi makam leluhur?" Heran Asisten Ni.


"Jika hari ini kita tidak bisa menyelesaikan masalah dengan Eva, maka giliran orang lain-lah yang akan menziarahi makam kita."


Asisten Ni benar-benar cemas dengan bos mereka. Belakangan ini wajahnya sangat muram semuram langit mendung. Bahkan kemarin Bos memberi berbagai perintah tanpa makan atau minum apapun.


Dia benar-benar penasaran, apa yang yang dilakukan Eva sampai membuat Bos marah? Padahal waktu mereka pergi ke gunung bersama waktu itu, hubungan mereka baik-baik saja. Bagaimana bisa hubungan mereka berubah secepat itu?


Memang sih hal-hal semacam ini cukup normal terjadi pada bos mereka. Bos kan orang yang maniak, arogan dan keras kepala. Tapi kali ini dia bahkan menyuruh Eva untuk mengembalikan uang yang jumlahnya cukup banyak.


Karena mereka tidak bisa menenangkan bos mereka, jadi sekarang mereka harus berusaha untuk bicara pada Eva agar kedua orang itu berbaikan dan masalah ini akan terselesaikan.


Tapi Eva menyambut kedatangan mereka dengan dingin dan ketus. Untuk apa mereka datang kemari? Bukankah mereka sudah menutup kontrak, jadi tidak ada yang perlu mereka bicarakan dari orang-orang perusahaan Qing.


Yi Ren mengklaim bahwa kedatangan mereka bukan sebagai karyawan perusahaan Qing, bukan pula untuk membicarakan masalah penutupan kontrak. Sekarang kan hari minggu, jadi mereka datang sebagai sobatnya Ruan Dong Sheng dan temannya Eva juga. Mereka hanya ingin tahu apa yang dilakukan sobat Ruan hingga menghancurkan persahabatan mereka.


Eva sinis mendengarnya. "Sobat Ruan?"


"Iya. Sebenarnya ini adalah panggilan akrab kami untuk teman dekat kami. Iya kan?"


"Benar sekali. Sobat Ruan kan tinggal di sebelahmu."


"Kalau begitu, kalian seharusnya tanya sendiri saja sama... Sobat Ruan kalian itu. Ngapain juga kalian datang dan tanya sama aku?"


Yi Ren meyakinkan bahwa bos mereka itu sebenarnya tidak ingin menutup kontrak dengan Eva. Jika tidak, dia pasti tidak akan menyarankan untuk berpasangan dengan Eva. Bos mereka itu hanya tidak mengerti dan tidak tahu cara mengekspresikan perasaannya.


"Sebenarnya kami datang kemari untuk memberitahumu sesuatu."


"Apa?"


"Presiden Ruan... jatuh cinta padamu."


PFFFFFFT! Eva sontak menyemburkan air yang diminumnya ke muka Yi Ren saking shocknya.


Gara-gara itu, Eva langsung melampiaskan kekesalannya dengan menjadikan fotonya Dong Sheng sebagai target buat main squad. Dong Sheng pikir dia bodoh apa? Dia sendiri yang ingin menutup kontrak dan sekarang malah bilang kalau dia jatuh cinta padanya?!


"Biasanya dalam negosiasi. Satu orang bertindak sebagai hero dan yang satunya jadi penjahat. Orang itu jelas ingin menjebakmu. Kau harus berhati-hati."


"Apa maksudmu?"


"Dalam kontrak terbaru yang dikirim Luo Yi Ren hari ini menyatakan bahwa kau harus mengembalikan semua uang deposit mereka."


Jangan khawatir, Xiao Nan tidak akan mau menandatangani kontrak itu. Pengadilan juga tidak akan menerima permintaan tidak masuk akal mereka itu. Dia sungguh tidak mengerti kenapa mereka melakukan itu?


"Jangan pernah menggunakan logika biasa untuk menilai ******** semacam itu. Dia memaksaku untuk menjalankan balas dendamku!"


"Kau mau apa?"


Dong Sheng kan jatuh cinta padanya dan mencatat setiap hobinya. Ini saat yang tepat untuk mengambil keuntungan. "Aku harus membuatnya tidak bisa berhenti biarpun dia ingin. Lalu aku akan merobek kontrak itu di hadapannya dan bilang padanya kalau aku tidak akan pernah menyukai ******** seperti dipanjang hidupku!"


Maka Eva pun mulai rajin membaca buku-buku tentang tips dan trik cara mengejar pria. Tapi banyak banget sih yang musti dia lakuin? Pertemuan romantis adalah cara terbaik untuk menyentuh pria? Siapa juga yang tidak menyukai pertemuan romantis? Tiba-tiba dia punya ide bagus.


Saat Dong Sheng pulang tak lama kemudian, dia mendapati Eva sedang main biola dengan diiringi lampu-lampu kelap-kelip yang membuat suasana kelihatan romantis.


Dong Sheng pun terpesona.. sampai saat nada biolanya mendadak berubah jadi ringtone hape. Wkwkwk! Malu, Eva buru-buru mematikan ponselnya.


Dong Sheng langsung berbalik pergi meninggalkannya. Eva panik ingin mengejarnya, tapi kakinya tiba-tiba terbelit kabel lampu dan Eva pun tersungkur ke tanah. Dong Sheng diam-diam tersenyum geli tapi sengaja tidak menolongnya.


Kesal, Eva sontak membuang semua buku-buku cinta nggak berguna itu. "Dan si **** Ruan Dong Sheng itu! Aku sampai mimisan tapi dia tetap tidak tergerak. Semoga dia jomblo seumur hidup!"


Yi Ren mendatangi kantor Huashe Food untuk memberikan draft kontrak kerja sama mereka. Tapi biarpun mereka bersedia bekerja sama, sikap Qiao Man dan para karyawannya masih sama sinisnya pada Yi Ren.


Qiao Man nyinyir, malam itu setelah Yi Ren pergi bersama Xiao Nan, bagaimana cara Yi Ren meyakinkan Xiao Nan untuk membuat mereka mau bekerja sama dengan perusahaannya Yi Ren?


Yi Ren sungguh tidak mengerti apa maksud Qiao Man. Tapi Qiao Man tak percaya dan jadi semakin sinis, menuduh Yi Ren rela melakukan 'sesuatu' hanya demi kesuksesan kontrak ini. Yi Ren masih belum mengerti juga apa maksudnya.


Salah satu pegawai-lah yang akhirnya to the point mengakui bahwa mereka sebenarnya tidak tertarik sama sekali untuk bekerja sama dengan perusahaan Qing, mengingat keadaan perusahaan Qing sekarang ini seperti roller-coaster yang kadang naik kadang turun.


Berkat Xiao Nan yang meyakinkan Eva untuk jadi iklan model iklan mereka-lah, Yi Ren bisa duduk di sini bersama mereka.


Yi Ren jadi gelisah gara-gara informasi itu. Pagi hari setelah mabuk waktu itu, dia memang mendapati dirinya terbangun pakai piyama. Jika Xiao Nan yang membawanya pulang, apa mungkin Xiao Nan yang mengganti bajunya?


Tapi tidak mungkin, dia yakin tidak ada yang salah dengan dirinya waktu dia bangun pagi itu. Tidak mungkin terjadi sesuatu, dia juga tidak merasakan apapun kok.


Tapi... pria tidak senonoh semacam Xiao Nan, apa mungkin dia akan melakukan sesuatu yang sopan? Sebaiknya dia tanya langsung saja biar jelas.


Tapi baru juga dia mengetik beberapa kata, Asisten Ni mendadak muncul mengagetkannya. Dia mengaku gagal meyakinkan Eva, pemikiran Eva itu ternyata jauh lebih elegan dan sopan dibandingkan bos mereka, entah dari mana mempelajarinya. Terus bagaimana dengan kontrak Huashe Food yang Yi Ren tangani? Apa berhasil?


"Kontrak Huashe Food sudah ditandatangani, bantu aku bawa ini ke departemen finansial dan kirimkan copy-annya ke Huashe."


"Oke, akan kulakukan sekarang."


"Tunggu! Ada yang mau kutanyakan padamu... ini masalah temanku."


Asisten Ni sontak antusias mau dengar apa masalah temannya Yi Ren itu. Maka Yi Ren pun mulai menceritakan kisahnya yang dia ubah jadi kisah temannya. Jadi begini, suatu hari, temannya itu mabuk. Terus dia tidak tahu bagaimana ceritanya dia bisa pulang. Lalu waktu dia bangun, dia mendapati dirinya mengenakan piyama.


"Menurutmu, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Tergantung siapa yang membawanya pulang."


"Orang itu... seorang kenalan, tapi tidak terlalu dekat. Hubungan mereka juga tidak begitu baik. Tapi hari ini dia tiba-tiba mengetahui bahwa orang itu tidak hanya membawanya pulang malam itu, tapi juga membantunya dalam bisnis. Menurutmu, kenapa orang itu melakukan itu?"


"Sudah jelas! Pria membawa wanita pulang, mengganti piyamanya tanpa menyentuhnya, lalu membantu memecahkan masalah pekerjaannya. Pria itu ingin mengejarnya!" Ujar Asisten Ni. Yi Ren sampai tersedak air yang diminumnya saking kagetnya.


Saat dia keluar kantor tak lama kemudian, Xiao Nan mendadak muncul dan dengan lantang mengaku bahwa dia datang demi Yi Ren. Terang saja seorang pegawai yang mendengarnya, jadi mengira kalau Xiao Nan adalah pacarnya Yi Ren dan Xiao Nan malah dengan senang hati mengiyakannya.


Malu, Yi Ren buru-buru menarik Xiao Nan menjauh dan mengonfrontasinya. Apa Xiao Nan yang mengganti bajunya malam itu? Xiao Nan malah menatapnya dengan senyum menggoda, Yi Ren lupa segalanya yah?


Yi Ren hampir saja terpancing emosi, tapi dengan cepat dia menahan diri dan mengulang pertanyaanya dengan sopan. Xiao Nan akui memang dia, soalnya Yi Ren muntah. Tidak mungkin kan dia membiarkan Yi Ren tidur dengan baju kotor.


"Apa kau melihatnya?!"


"Aku melihat semuanya. Tapi jangan khawatir. Tubuh kurusmu tidak layak diingat, aku lupa."


"Kau! Dasar tidak tahu malu! Apa lagi yang kau lakukan?!"


"Apalagi yang kulakukan? Seorang pria single dan wanita single berada dalam satu kamar. Menurutmu apa lagi yang mereka lakukan?"


Yi Ren sontak melayangkan tangan saking emosinya, tapi dengan cepat pula dia menahan diri. Xiao Nan geli melihatnya, Yi Ren marah nih. Sepertinya Yi Ren mulai berkembang. Sudahlah, mari bicara lebih serius. Apa sebenarnya yang dilakukan bosnya Yi Ren selama ini.


"Presiden kami tidak mau bekerja sama dengan orang tidak tahu malu sepertimu!"


Gregetan, Xiao Nan dengan sengaja memutar rekaman saat Yi Ren mabuk waktu itu, rekaman yang menunjukkan Yi Ren manja minta dipeluk sambil curhat jujur tentang hidupnya yang dipenuhi dengan kerjaan.


"Peluk aku! Aku sangat kesepian, aku sangat kesepian! Aku pengen punya pacar, tapi aku harus kerja! Hiks!"


Yi Ren sontak panik ingin merebutnya dan memerintahkan Xiao Nan untuk menghapus video itu. Tapi tentu saja Xiao Nan menolak dan sengaja memanfaatkan video itu untuk mengancam Yi Ren.


Dia hanya akan menghapus video ini setelah Yi Ren menyelesaikan masalah pembatalan kontrak itu. Jika tidak, dia akan memposting video ini di medsos. Yi Ren kesal banget, tapi dia berusaha keras menahan diri dan akhirnya cuma bisa melampiaskannya ke pohon terdekat.


Gagal belajar dari buku, Eva minta bantuan Xiao Nan tentang strategi untuk menggoda pria. Tapi strateginya ada banyak banget. Xiao Nan sebenarnya tidak setuju dengan rencana Eva ini. Buang-buang waktu untuk Dong Sheng itu sama sekali tidak layak.


Eva mendadak curiga padanya. Sepertinya Xiao Nan mengenal Dong Sheng dengan sangat baik. Ada rahasia apa di antara mereka berdua? Xiao Nan menyangkal, tapi ekspresinya mencurigakan.


"Aku ini adikmu, jangan sembunyikan apapun dariku."


"Baiklah. Apa kau marah?"


"Tentu saja! Tapi bagaimanapun, kau membantuku menyingkirkan kekhawatirkan. Katakan padaku, apa cara paling efisien untuk menangkap pria normal?"


"Aku kan sudah bilang, apa kau tidak dengar tadi?"


"Katakan saja!"


"Serang dia. Kalau tidak berhasil, kalian bisa jadi saudari."


Gampang. Maka malam harinya tepat sebelum Dong Sheng pulang, Eva mulai melancarkan strateginya. Dia mengoles sedikit alkohol ke lehernya biar dia dikira mabuk. Dan begitu lift terbuka, dia langsung memencet-mencet tombol pintunya Dong Sheng dengan gaya mabuk seolah dia tidak sadar kalau dia mau membuka rumah yang salah.


Tapi Dong Sheng malah bingung sendiri dia kenapa, apa Eva kelaparan banget sampai dia tidak kuat berdiri. Astaga! Apa indera penciumannya Dong Sheng juga merosot tajam seperti indera perasanya? Tapi dia sudah terlanjur berakting mabuk, lanjutkan saja!


Maka dia langsung pura-pura mau muntah hingga terpaksa Dong Sheng harus membawanya masuk ke dalam. Sepalan mungkin dia membaringkan Eva di tempat tidurnya. Tapi Eva tiba-tiba saja menarik dasinya hingga dia berakhir menimpa Eva.


"Jangan pergi. Tetaplah bersamaku, yah?"


"Kau yakin mau mengujiku seperti ini?"


"Jelas-jelas kau menyukaiku, kenapa kau terus menghindariku?"


Tapi Dong Sheng tegas menolaknya. Dia minta maaf jika sebelumnya dia melakukan sesuatu yang mungkin membuat Eva salah paham. Jika sekarang Eva sadar, sebaiknya dia segera pergi.


Tidak terima, Eva langsung menggelandot padanya. Dia akan menghitung sampai sepuluh. Jika Dong Sheng tetap tidak menyukainya, maka dia akan menghilang dari hidup Dong Sheng.


1-2-3-4-5-6-7-8-9... Dong Sheng tetap bergeming. Tapi pada hitungan ke-10, dia langsung menurunkan Eva kembali ke ranjangnya dan mengaku bahwa penutupan kontrak itu sebenarnya hanya cara yang dia gunakan untuk memancing reaksi Eva. Dia ingin Eva menggunakan emosinya yang sebenarnya untuk menghadapinya dan bukan trik palsu tanpa perasaan.


"Sekarang, sepertinya umpan ini berhasil, kan? Eva?"


Mulai gugup, Eva berusaha menghindar. Tapi Dong Sheng dengan cepat mendorongnya kembali. Baiklah kalau Eva tidak mau menjawab, biarkan dia menanyakan pertanyaan terakhir sekarang. Pertanyaan yang paling penting, jadi Eva harus menjawabnya dengan serius.


"Apa kau adalah Yuan Yuan? Zhen Yuan Yuan?"


"Kau bicara apa? Aku tidak mengerti."


"Katakan padaku! Jangan bohong padaku!"


"Aku bukan (Yuan Yuan). Kau salah orang." Eva sontak menggigit tangan Dong Sheng dan berusaha melarikan diri tapi malah tak sengaja menginjak gantungan kuncinya Dong Sheng sampai pecah. Errr... sepertinya isinya itu plastik bungkus permen.


"Maaf. Aku tidak sengaja. Di mana kau beli itu? Nanti kubayar."


Dong Sheng tak percaya mendengarnya, apa Eva sungguh tidak tahu tentang benda ini? Tapi Eva sepertinya memang benar-benar tidak tahu menahu tentang benda itu.


Dong Sheng kecewa. Maaf, tidak seharusnya dia mengetes Eva. Di masa mendatang, sebaiknya Eva jangan mengharapkannya lagi. Dia menyukai satu orang semasa SMA... dan orang itu BUKAN Eva. Tolong keluar.


Eva sakit hati. Kalau begitu, lalu kenapa Dong Sheng ingin berpasangan dengannya? "Kenapa kau selalu muncul setiap kali aku dalam situasi yang tak berdaya?! Kenapa kau membuatku berpikir kau menyukaiku lalu menyakitiku seperti ini?! Kau brengsek!"


Gara-gara itu, Eva jadi kesal sama Xiao Nan dan tanpa ba-bi-bu mendorong Xiao Nan ke kolam.


Yi Ren menemani Dong Sheng bekerja, tapi dia sendiri malah tidak fokus dan sibuk melamun. Dong Sheng sampai heran, ada apa dengannya?


Tepat saat itu juga, Yi Ren ditelepon sama Bibi cleaning service. Dan dari Bibi-lah Yi Ren baru tahu bahwa yang mengganti bajunya pada malam dia mabuk sebenarnya bukan Xiao Nan, melainkan Bibi.


Bibi bahkan mengira kalau Xiao Nan itu pacarnya Yi Ren dan kagum pada 'pacarnya Yi Ren' itu karena pacarnya Yi Ren benar-benar memperlakukan Yi Ren dengan sangat baik.


Yi Ren jadi berubah pikiran terhadap Xiao Nan sekarang. Tak disangka ternyata Xiao Nan baik juga. Tapi belum juga semenit dia berpikir seperti itu, Xiao Nan mendadak muncul dan langsung meninju Dong Sheng.


"Kau sudah gila apa?!"


"Kau yang gila! Kenapa kau selalu menyakiti Eva lagi dan lagi?! Kuberitahu kau, menjauhlah dari Eva. Jika tidak, akan kuhajar kau setiap kali aku melihatmu." Kesal Xiao Nan lalu pergi.


Yi Ren sontak mengejarnya dengan kesal, tidak terima dengan sikap barbar Xiao Nan. Apa tidak bisa Xiao Nan bicara baik-baik alih-alih pakai kekerasan seperti itu? Tinju tidak akan menyelesaikan masalah.


"Tidak bisa. Tidak ada yang perlu kubicarakan dengan bosmu."


Apa Yi Ren mengejarnya hanya demi menguliahinya? Maaf, dia hanya seorang ******** dari kelas bawah yang tidak bisa dibandingkan dengan orang-orang kelas atas seperti mereka. Di dunianya, tinju-lah yang bisa menyelesaikan masalah. Tidak perlu bicara baik-baik.


"Aku salah menilaimu. Kupikir kau hanya keras kepala, tapi setidaknya kau jujur."


"Nona Lou Yi Ren, dunia ini hanya hitam dan putih. Orang yang bekerja di siang hari dan istirahat di malam hari sepertimu, bersikeras mengikuti bosmu, seperti robot tanpa perasaan dan pikiranmu sendiri. Apa yang membuatmu berpikir kalau kau mengenalku dengan sangat baik?!"


"Kau benar! Aku tidak memahamimu... Dan aku juga tidak ingin memahamimu." Kesal Yi Ren lalu pergi.


"Siapa juga yang butuh kau untuk memahamiku?!"


Dong Sheng pulang dengan kesal dan sedih. Dia bahkan langsung membuang gantungan kunci pink pemberian Eva. Tapi sedetik kemudian, akhirnya dia berubah pikiran dan mengambil kembali gantungan kunci itu.