
Dong Sheng mem-plating 4 jenis masakan untuk seseorang yang dia panggil Paman Gu. Begitu mencicipi rasanya, Paman Gu langsung memuji rasanya yang sama persis seperti masakan gurunya dulu. Dari percakapan mereka sepertinya guru yang dimaksud Paman Gu adalah ayahnya Dong Sheng.
Tapi Dong Sheng malah tak senang dengan pujiannya dan langsung membuang makanannya. Dia yakin Paman Gu cuma terlalu melebih-lebihkan, hanya dari melihat reaksi Paman Gu saat memakan masakannya, Dong Sheng tahu kalau dia gagal lagi.
Paman Gu mendadak canggung yang jelas membenarkan dugaan Dong Sheng. Tapi dia menasehati Dong Sheng untuk tidak terlalu keras pada dirinya sendiri. Gurunya dulu membuat 4 jenis hidangan ini untuk membuat 4 kombinasi rasa di dunia ini: Manis, pahit, asam dan pedas dalam kehidupan manusia.
Intinya adalah pada pencarian rasa yang bisa mengubah tiap-tiap lapisan. Perasaan bisa merasakan rasa adalah jiwa seorang juru masak. Memulihkan semua rasa hidangan ini adalah tantangan yang berat.
Dong Sheng jadi sedih mendengarnya. Jadi maksudnya, seumur hidupnya dia tidak akan bisa mengembalikan 4 rasa yang diciptakan oleh ayahnya?
Berusaha menyemangatinya, Paman Gu meyakinkan bahwa Dong Sheng mungkin bisa melakukannya secara alami nantinya setelah dia pulih nanti. (Hah? Emangnya dia sakit apa?)
"Aku sudah mencoba berbagai perawatan medis yang bisa kulakukan, sama sekali tak ada perubahan positif. Tapi sekarang aku kembali untuk menyelesaikan apa yang belum diselesaikan oleh ayahku. Jadi aku tidak akan menyerah."
Sementara itu, Yuan Yuan dan Xiao Nan pergi ke ruang kontrol penyiaran TV untuk menonton ulang rekaman acara itu. Dari situlah akhirnya baru ketahuan bahwa makanan yang Yuan Yuan makan dan menyebabkannya jadi gemuk mendadak itu sebenarnya bukan masakannya Dong Sheng, melainkan masakan koki lain yang pakai susu full cream yang pastinya menyebabkan makanan itu mengandung kalori berlebih. (Waktu itu semua hidangan disajikan jadi satu di meja, dan Yuan Yuan asal ambil makanan)
"Sekarang kau percaya padaku, kan? Bukan masakannya Ruan Dong Sheng yang membuatku jadi gemuk." Ujar Yuan Yuan yang sekarang berbalik membela Dong Sheng.
Xiao Nan nyinyir, apa Yuan Yuan lupa apa yang Yuan Yuan bilang padanya waktu itu sambil nangis? "Kak... aku tidak ingin bertemu dengannya lagi bahkan sekalipun aku harus mati."
Canggung, Yuan Yuan sontak membela diri. "Aku boleh dong memodifikasi sesuai dengan perubahan rencana? Lagipula, apa kau tidak ingin tahu alasan kenapa aku tidak jadi gemuk setelah memakan masakannya Ruan Dong Sheng?"
Xiao Nan tak percaya ada alasan tertentu, dia yakin kalau itu cuma kebetulan. Pokoknya ikuti saja rencana sebelumnya tentang asupan kalori yang boleh Yuan Yuan makan. Dengan begitu, takkan ada masalah. Pokoknya ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Dong Sheng. Yuan Yuan kesal.
Saat Xiao Nan kembali ke kantor tak lama kemudian, dia mendapati Yi Ren sudah menunggunya dan memberitahu bahwa Dong Sheng menginginkan Eva untuk menjadi perwakilan perusahaan mereka.
Dia nyerocos panjang lebar tentang berbagai keuntungan yang bisa Eva dapatkan dengan menjadi perwakilan perusahaan mereka. Tapi Xiao Nan cuek bebek dan dengan cepat menghentikan cerocosannya. Dia sibuk, tidak ada waktu untuk mendengarkan iklan perusahaan mereka.
Baiklah, maka Yi Ren to the point menunjukkan surat kontrak untuk Eva. Tapi Xiao Nan cuma meliriknya sekilas lalu tanpa ba-bi-bu memasukkannya ke mesin penghancur kertas. Eva adalah artis mereka yang terkenal sebagai bidadari yang tidak pernah makan melebihi 1.000 kalori. Jadi dia tidak bisa terlibat dengan perusahaan yang bergerak di bidang makanan.
Berusaha tetap tenang dan profesional, Yi Ren memberikan informasi terperinci tentang perusahaan mereka. Tapi Xiao Nan ngotot menolaknya, perusahaan mereka sudah dia blacklist sejak saat Dong Sheng melakukan hal itu pada Eva.
Yi Ren berusaha meyakinkan kalau itu adalah kesalahpahaman, tapi Xiao Nan bersikeras tidak punya kesalahpahaman apapun terhadap bosnya Yi Ren. Sebaiknya Yi Ren kembali saja dan beritahu Dong Sheng bahwa perusahaannya tidak akan bekerja sama dengan perusahaan mereka.
Yi Ren sebal banget sama dia. "Dasar ********. Biarpun bos kami sangat berbakat menjerat orang, tapi dia orang yang jauh lebih baik darimu. Dia (Xiao Nan) bukan pangeran tapi berlagak seperti seorang pangeran."
Dong Sheng kesal begitu mendengar laporan Yi Ren. Berusaha menenangkannya, Yi Ren berkata bahwa dia akan datang lagi lain hari dan mencoba bicara lagi dengan Xiao Nan.
Tapi Dong Sheng menolak dengan penuh harga diri. Perusahaan Qing tidak akan pernah memohon-mohon kerja sama dari perusahaan lain. Tapi dia punya ide lain lalu menyuruh Yi Ren untuk menyiapkan sebuah aktivitas untuknya.
Yuan Yuan sedang yoga saat tiba-tiba saja perutnya lapar lagi padahal dia sudah sarapan barusan. Bahkan saking laparnya, dia sampai mengkhayal melihat ayam goreng berterbangan di hadapan matanya.
Dia berusaha mengenyahkan pikiran itu dan melanjutkan aktivitasnya, tapi tetap saja dia melihat makanan pada semua orang yang dia temui. Parahnya lagi, saat dia sedang bicara dengan Xiao Nan, mendadak dia melihat tangannya Xiao Nan kayak sayap ayam dan langsung menggigitnya. Wkwkwk!
Tangannya Xiao Nan sampai harus diperban gara-gara itu. Yuan Yuan minta maaf, tapi sekarang Xiao Nan percaya padanya kan? Saat dia kelaparan, moralnya langsung lenyap. Dia bahkan tidak akan peduli dengan yang namanya keluarga. Apa yang harus dia lakukan?
Tepat saat itu juga, tiba-tiba dia melihat iklannya Dong Sheng yang memperkenalkan memasak secara ilmilah dengan metode gastronomi molekuler dan mengundang masyarakat untuk datang ke acara mencicipi sample masakannya akhir pekan ini.
"Aku sendiri yang akan memasaknya, kutunggu kedatanganmu." Pungkas Dong Sheng mengakhiri iklannya.
Pastinya iklan itu sangat menarik bagi Yuan Yuan hingga dia langsung memohon pada Xiao Nan untuk membiarkannya pergi. Dia harus memastikannya sekali lagi apakah masakannya Dong Sheng benar-benar bisa membuatnya gemuk atau tidak.
Xiao Nan ngotot melarang, maka Yuan Yuan langsung pasang tampang melas semelas-melasnya. "Apa kau tahu bagaimana aku menjalani hidupku selama 10 tahun terakhir? Saat aku kurus, aku tidak berani makan. Saat aku gemuk juga aku tidak berani makan. 10 tahun aku tidak pernah makan makanan yang mengandung lemak. Aku tidak pernah makan penuh atau yang mengandung banyak gula."
Xiao Nan nyinyir. Baiklah. Karena Yuan Yuan sudah berjuang sekeras ini, maka dia akan mengumumkan pada perusahaan-perusahaan lain bahwa Yuan Yuan akan meninggalkan dunia modeling biar bisa jadi cewek gendut yang tinggal di rumah dan bahagia sepanjang hari.
"Xiao Nan, apa kau bahkan manusia?!"
"Aku lebih suka kau tidak jadi model daripada membiarkanmu bertemu dengan Ruan Dong Sheng."
"Aku janji aku hanya akan datang ke sana untuk makan masakannya. Aku tidak akan menyukainya. Kak~~~ biarkan aku pergi, yah?"
Yuan Yuan berusaha sok imut, tapi gagal. Xiao Nan keukeuh dengan keputusannya. Pokoknya Yuan Yuan harus bersumpah tidak akan lagi bertemu dengan Dong Sheng atau dia akan sebar luaskan rahasianya Yuan Yuan.
Pantang menyerah, Yuan Yuan pun berusaha meyakinkan Dong Sheng dengan mengucap sumpah. "Aku bersumpah jika aku pergi demi menemui Ruan Dong Sheng, maka di kehidupanku yang berikutnya, aku akan jadi ayam, bebek, sapi, kambing dan **** yang akan ditumis, digoreng, dikukus, dan dicincang untuk jadi isian pangsit dan bakpao."
Acaranya Dong Sheng itu sukses menarik minat masyarakat yang rela antri mengular hanya demi menikmati makanan gratis. Yuan Yuan pun ikut mengantri dengan memakai samaran.
Yi Ren memerintahkan Asisten Ni untuk menyuruh kameramen untuk memotret event mereka ini dengan kualitas tinggi lalu kirim ke perusahaan dan harus di-forward oleh semua orang.
"Nona Yi Ren, jangan khawatir. Presiden kita sangat tampan, kita tidak perlu repot-repot mem-photoshop foto-fotonya. Wajah tampannya saja sudah cukup untuk menarik perhatian para penggemarnya."
Dong Sheng sendiri tengah berkeliling dan memperhatikan para tamu saat Yi Ren meneleponnya dan memberinya instruksi untuk pasang senyum pada para tamu dan kamera.
Yuan Yuan baru mengambil makanan saat itu dan buru-buru melewatinya biar tidak dikenali. Hmm, entah apakah Dong Sheng mengenalinya atau tidak. Tapi dia tampak penasaran melihat wanita pakai samaran itu.
Yuan Yuan akhirnya mendapatkan tempat duduk dan langsung memakan makanan itu dengan sangat lahap seperti orang kelaparan berhari-hari. Dia sampai tidak sadar kalau dia sedang diperhatikan sama Asisten Ni dan Yi Ren.
Tapi sepertinya kedua orang itu tidak mengenalinya dan cuma tertarik dengan cara makannya yang sangat lahap. Yi Ren langsung memerintahkan Asisten Ni untuk mencari cara agar wanita itu bisa makan satu porsi lagi (satu orang hanya mendapat jatah satu porsi), bahkan menyuruh fotografer memotret wanita itu saat makan secara diam-diam.
Yuan Yuan puas banget setelah menghabiskan satu porsi makanan itu. "Perasaan saat kau bisa makan lebih dari 1.000 kalori sekali saja, rasanya hidupku seperti mencapai puncaknya."
Dia menghitung sampai 5 detik, dan benar-benar mendapati dirinya tidak jadi gemuk entah kenapa. Apakah ini keajaiban? Bertekad mau makan lebih banyak, Yuan Yuan pun segera keluar lalu mengubah sedikit penyamarannya biar dia dikira orang lain dan bisa ikut antri lagi.
Tapi dia tidak sadar kalau Asisten Ni dan Yi Ren tetap mengenalinya biarpun dia mengubah samaran dan dengan sengaja mempercepat barisan pertama yang berada di depannya Yuan Yuan biar Yuan Yuan nantinya berada paling depan dan gampang dipotret.
Pada saat yang bersamaan, Xiao Nan mendapat update dari perusahaannya Dong Sheng tentang acara itu. Awalnya dia cuma sinis, tapi kemudian ada satu foto yang paling menarik perhatiannya. Dia mengenali Yuan Yuan yang ikutan antri biarpun Yuan Yuan pakai samaran.
Barisan kedua akhirnya bisa masuk dan Yuan Yuan yang berada paling depan, langsung semangat ambil piring dan mengambil satu porsi makanan. Tapi yang tak disangkanya, Dong Sheng tiba-tiba ada di belakangnya dan langsung bertanya keheranan.
"Nona, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Tidak, belum."
Tapi Dong Sheng tetap curiga padanya. Tiba-tiba ponselnya Yuan Yuan berdering dari Xiao Nan. Yuan Yuan langsung heboh pura-pura lagi olahraga, sama sekali tidak sadar kalau Xiao Nan sebenarnya sudah berada di depan tempat itu dan melihatnya.
"Apa kau Eva?" Tanya Dong Sheng tiba-tiba.
OMG! Yuan Yuan langsung berbalik mau melarikan diri. Tapi Dong Sheng tiba-tiba saja menarik syal kepalanya yang otomatis membuka penyamaran Yuan Yuan.
Semua orang sontak heboh mengenalinya dan para wartawan langsung membombardirnya dengan sejuta pertanyaan tentang keberadaannya di sini. Saat itulah Yuan Yuan baru melihat Xiao Nan. Tapi bukannya membantu menyelamatkan Yuan Yuan, dia malah langsung kabur sendirian. Dasar!
Canggung, Yuan Yuan bingung harus jawab apa dan akhirnya cuma berjalan mundur sambil cengengesan. Maka Dong Sheng dengan senang hati merangkul Eva dan membuat pengumuman seolah Eva adalah tamu spesial acara ini yang sengaja mereka rahasiakan buat jadi kejutan.
Dia bahkan mengumumkan bahwa perusahaan Qing telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Eva, jadi mulai sekarang Eva adalah model perwakilan perusahaan mereka. Benar kan, Nona Eva?
"Apa yang sedang kau lakukan?" Bisik Yuan Yuan.
"Apa kau tahu, di dunia ini tidak ada yang namanya makanan gratis." Balas Dong Sheng lalu menarik Yuan Yuan menghadap ke kamera dan berpose bersamanya lagi. Terpaksalah Yuan Yuan menurut saja.
Tapi begitu usai acara itu, Yuan Yuan langsung ke lapangan squash mencari Xiao Nan dan langsung menghantamnya dengan bola-bola sambil melabraknya. Bagaimana bisa Xiao Nan sebagai managernya malah pergi mencampakkannya?!
Berusaha menyelamatkan dirinya, Xiao Nan mulai menjelaskan alasannya. Selama ini kan Yuan Yuan selalu ingin bergabung dengan World Angel? Bukankah selama ini Yuan Yuan selalu ingin Jason Wang untuk menjadi mentornya?
Kali ini perusahaan Qing ingin menjadi sponsor untuk World Angel dan menjadikan Eva sebagai model perwakilan perusahaan mereka. Jadi kesepakatan ini akan menguntungkan baginya 100%.
Yuan Yuan tak percaya. Sebelumnya bukan ini yang Xiao Nan katakan. Bukankah Xiao Nan malah bilang bahwa jika dia terus bertemu Dong Sheng, Xiao Nan akan menjatuhkannya sampai ke dasar? Lalu bagaimana bisa Xiao Nan mendadak berubah pikiran secepat ini dan setuju untuk menjadikannya wakil perusahaannya Dong Sheng?
"Xiao Nan, kita berdua tumbuh bersama. Kau menyembunyikan sesuatu dariku, kan?!"
Xiao Nan menyangkal, tapi ekspresinya mencurigakan. Jelas Yuan Yuan tidak percaya. Kalau memang tidak, lalu kenapa Xiao Nan lari? Apa yang dia takutkan? Jangan bilang kalau dia takut sama Dong Sheng?
Xiao Nan menyangkal, dia cuma ingin membantu Yuan Yuan kok. Berhubung Yuan Yuan masih kurus, berarti asumsinya memang benar. Dia tidak sejahat itu untuk melihat Yuan Yuan menderita.
Hanya saja Dong Sheng itu sudah berkali-kali membuli Yuan Yuan. Sebagai kakaknya Yuan Yuan, dia tidak bisa diam saja membiarkan Dong Sheng bertingkah semena-mena. Dia hanya mengkhawatirkan Yuan Yuan.
"Aku memang benar. Kau lihat sendiri kan sekarang. Bukan aku yang tidak mau melepaskan dia. Tapi dialah tidak mau melepaskanku. Anjing gila bisa melompat pagar, kelinci gila bisa menggigit manusia. Mengampuni musuh kita sama artinya memperlakukan diri sendiri dengan buruk."
"Apa yang ingin kau lakukan?"
Yuan Yuan sontak mengibas-ngibaskan raketnya dengan terlalu bersemangat sampai membuat Xiao nan ketakutan. "Aku ingin dia berlutut di bawah gaun delimaku! Aku ingin dia memberikanku resep makan enak tanpa menjadi gemuk lalu menendangnya dengan satu kali tendangan! Biar dia tahu bagaimana rasanya ditendang!"
"Sebagai teman baikmu, aku ingin mengingatkanmu..."
"Jangan jatuh ke lubang yang sama dua kali. Lihat saja nanti, pasti akan kudapatkan kembali semua milikku darinya!"
Acara mereka yang kemarin benar-benar sukses besar, apalagi Eva juga memberikan review positif tentang makanan mereka. Dong Sheng penasaran dengan kontes World Angel itu, apa ada berita terbaru?
Yi Ren melapor bahwa Jason Wang akan mengurus segala hal yang berkaitan dengan kontes ini. Tapi dia dengar ada perusahaan lain yang ingin bersaing dengan mereka untuk memenangkan hak menamai kontes itu. Tapi dia belum tahu perusahaan mana yang ingin bersaing dengan mereka itu.
Dong Sheng jelas tak mau kalah. Hak menamai kontes ini sangat penting bagi mereka untuk melebarkan pasar dan meningkatkan reputasi mereka di pasar domestik. Jadi cari tahu siapa kompetitor mereka itu.
"Saya dengar minggu ini Jason Wang akan mengadakan pesta private. Pesaing kita ada dalam daftar undangan."
"Jadi ini mungkin pertemuan perkenalan. Dia menginginkan kita untuk bersaing di hadapannya. Benar-benar rencana yang jahat."
Di tempat lain, Jason Wang yang berpakaian necis nan modis baru datang dan langsung diserbu para wartawan. Tapi dia hanya melewati mereka begitu saja.
Yuan Yuan sendiri sedang gundah gulana gara-gara dia tidak bisa mendapatkan undangan ke pestanya Jason Wang. Namun... Pucuk dicinta ulam tiba... Tepat saat itu juga, Dong Sheng meneleponnya dan mengajaknya ke pestanya Jason Wang. Yuan Yuan yang awalnya berniat menolak, mendadak menerima ajakannya dengan antusias.
Tak lama kemudian, Xiao Nan mengantarkan Yuan Yuan ke rumahnya Dong Sheng tapi sambil mengomeli belahan bajunya yang menurutnya terlalu rendah, makeup-nya juga terlalu mencolok. Apa perlu semua itu? Jangan-jangan Yuan Yuan masih punya niat buruk yah (menggoda Dong Sheng)?
"Pria selalu jatuh cinta dengan apa yang mereka pandang, aku harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk merayunya biar aku bisa segera menyelesaikan balas dendamku."
"Semoga kau berhasil."
"Makasih."
Yuan Yuan pun pergi, Dong Sheng baru datang tak lama kemudian. Xiao Nan sontak menyembunyikan dirinya sebelum Dong Sheng bisa melihatnya.
Selama menunggu kedatangan Dong Sheng, Yuan Yuan melihat koleksi foto-fotonya Dong Sheng. Tampak jelas dia masih ada perasaan pada Dong Sheng.
"Tolong jangan menyentuh milik orang lain." Tegur Dong Sheng yang baru datang.
Yuan Yuan langsung mengembalikannya dengan canggung sambil diam-diam mengomeli dirinya sendiri untuk tidak tergoda oleh muka cakepnya Dong Sheng. Jangan lupa, Dong Sheng itu orang jahat.
Selama menunggu Dong Sheng bersiap-siap, dia melihat bibi pembantu menyiapkan jus sehat untuk Dong Sheng. Yuan Yuan langsung tergoda menatap segelas jus yang kayaknya enak itu. Apa ini makanan ajaib yang bisa menjaga kecantikan dan kesehatan?
Dia mencoba mencicipi sesendok... dan hampir saja mau muntah. Kenapa rasanya buruk banget? Apa Dong Sheng punya kecenderungan untuk menghukum dirinya sendiri? Kalau begitu, di akan membantu Dong Sheng.
Maka Yuan Yuan dengan sengaja mengerjai Dong Sheng dengan menambahkan berbagai macam bumbu ke dalam jus itu biar rasanya tambah nggak karuan. Tapi yang tak disangkanya, Dong Sheng enak-enak saja meminum jus itu seolah jus itu tak ada rasanya. Aneh, Yuan Yuan jelas heran. (Hmm, apa mungkin dia memang tidak punya indera perasa? Itukah penyakitnya Dong Sheng?)
Dalam perjalanan ke tempat acara, mereka melihat sebuah mobil mendahului mereka. Dong Sheng mengenalinya, itu mobilnya Gao Quan - presiden perusahaan Quan Shan. Dia sudah menduga orang itulah pesaing mereka.
"Sejak kita memasuki pasar domestik, dia menjadi musuh kita di mana-mana. Tak kusangka kali ini dia akan berkompetisi untuk memenangkan hak untuk menamai kontes dengan cara yang begitu mengesankan." Rutuk Asisten Ni kesal.
"Semakin banyak pesaing, jauh lebih menyenangkan." Santai Dong Sheng.
Gao Quan mencoba beramah tamah pada Dong Sheng, tapi Dong Sheng dingin tak menanggapi uluran tangannya dan hanya memerintahkan Asisten Ni untuk membawa Eva masuk duluan karena ada hal pribadi yang mau dia sampaikan pada Gao Quan.
Begitu aman berduaan saja, Dong Sheng dengan begitu yakinnya memberitahu Gao Quan bahwa Gao Quan tidak akan bisa memenangkan hak menamai kontes ini.
Gao Quan sinis mendengarnya. "Anda blak-blakan sekali, Presiden Ruan. Tapi aku mengingatkanmu bahwa pasar adalah dunia di mana anjing makan anjing. Peluru tidak memiliki mata. Siapa yang akan tertawa paling akhir, kita lihat saja nanti."
Gao Quan dan sekretarisnya ternyata sudah menyiapkan rencana licik untuk menjatuhkan Dong Sheng. Ternyata mereka sudah curiga kalau Dong Sheng tidak punya indera perasa. Karena itulah mereka menyuap koki acara itu untuk bekerja sama dengan mereka.
Koki itu akan memasukkan makanan beralkali ke mangkuk supnya Dong Sheng. Jika benar Dong Sheng tidak memiliki indera perasa, maka Dong Sheng tidak akan bisa merasakannya. Lalu dia akan bilang ke Jason Wang bahwa dia salah memasukkan bumbu. Maka saat itulah rahasianya Dong Sheng akan terbongkar.
Jason Wang datang tak lama kemudian dan acara makan malam itu pun dimulai. Para pelayan menyajikan sup untuk masing-masing tamu, sementara Jason Wang mulai menyapa Dong Sheng dengan ramah.
Gao Quan dengan cepat menyela untuk memuji-muji karya terbarunya Jason Wang yang dia pamerkan di acara Milan Fashion Week. Karyanya itu tidak terasa seperti dibuat oleh pria berusia 50 tahun.
Errr, sayangnya dia salah pilih kalimat. Alih-alih merasa tersanjung, Jason Wang malah merasa tersinggung. Memangnya apa salahnya dengan umur 50 tahun?
"Ada orang yang mati umur 30 tahun dan ada pula orang yang mati umur 50 tahun," celetuk Dong Sheng. Yuan Yuan sontak menendang kakinya dengan panik, takut kata-katanya itu semakin menyinggung Jason.
Tapi Dong Sheng dengan cepat menjelaskan maksudnya adalah mati secara mental, bukan secara fisik. "Seniman sejati dan pengusaha yang hanya peduli tentang keuntungan, memilikir pemikiran dan pola pikir yang berbeda."
Jason kagum mendengarnya. "Tak kusangka Presiden Ruan yang masih muda memiliki pemikiran yang bijaksana."
"Nona Eva yang mengatakan ini pada saya."
Yuan Yuan sontak cengengesan malu-malu. Saat itulah Jason akhirnya memperhatikan Yuan Yuan dan menyapanya yang jelas saja membuat Yuan Yuan bahagia.
Jason lalu mengajak semua orang untuk mulai makan. Sup ini adalah hidangan terbaik dari chef-nya. Dia harap Dong Sheng bisa memberikan ulasannya tentang sup ini.
Dong Sheng santai-santai saja, malah Yuan Yuan yang entah kenapa tampak cemas. Saat dia melihat Dong Sheng hendak menyendok supnya, dia pura-pura tak sengaja menjatuhkan garpunya yang berada di dekatnya Gao Quan.
Bersikap selayaknya gentleman, Gao Quan pun berbaik hati menunduk untuk mengambilkan garpu itu untuk Yuan Yuan. Setelah itu, Gao Quan dengan sengaja menunggu Dong Sheng meminum sup itu sebelum kemudian mencicipi supnya sendiri... dan sontak menyemburkannya. Hah?! Supnya tertukar?
Yuan Yuan pun pura-pura tak sengaja menyemburkan supnya ke arah Gao Quan. Aduh, maaf, maaf! Dia tidak sengaja. Tapi ada yang salah dengan sup ini, apa Gao Quan merasakannya?
Mendengar itu, Jason langsung memanggil chef-nya yang sesuai rencana, mengaku bahwa dia salah menambahkan alkali alih-alih garam.
"Seorang chef yang tidak bisa membedakan alkali dan garam, itu menyia-nyiakan kepercayaan Jason." Kritik Yuan Yuan.
Terang saja Jason langsung memecat si chef dan menyuruh Dong Sheng untuk segera mengantarkan Eva ke rumah sakit untuk diperiksa. Maka Dong Sheng pun bergegas pamit.
Baru setelah mereka aman di luar, Dong Sheng tanya sejak kapan Eva mengetahui rencana liciknya Gao Chuan.
Dalam flashback, ternyata Yuan Yuan tak sengaja menguping percakapan si chef dan sekretarisnya Gao Quan. Dari situlah Yuan Yuan baru sadar alasan Dong Sheng tidak merasakan bumbu-bumbu yang dia tambahkan ke jusnya.
Dan saat Gao Quan membantu mengambilkan garpunya, Yuan Yuan cepat-cepat menukar mangkoknya Dong Sheng dengan punyanya Gao Quan.
Tapi dia menegaskan alasannya melakukan itu bukan karena dia ingin membantu Dong Sheng, melainkan membantu dirinya sendiri. Jika Dong Sheng gagal memenangkan hak menamai kontes itu dan tidak bisa menyenangkan Jason Wang, maka Yuan Yuan juga tidak akan mendapatkan keuntungan apapun.
"Kalau begitu, seharusnya kau memberitahuku sejak awal."
"Kalau aku memberitahumu sejak awal, maka Gao Quan tidak akan mendapat tusukan di wajahnya."
KRIUK! Tiba-tiba terdengar perutnya Yuan Yuan menjerit minta dikasih makan. Malu, Yuan Yuan sontak menyalahkan Dong Sheng. Gara-gara Dong Sheng, dia jadi tidak bisa makan. Jadi seharusnya Dong Sheng memasak untuknya sekarang.
"Kenapa aku harus mendengarkanmu?"
"Karena aku mengetahui rahasia terbesarmu!"
Dong Sheng akhirnya menurutinya dan memasakkan steak untuknya. Selama dia sibuk memasak, Yuan Yuan sibuk sendiri menatapnya sambil merutukinya. Dasar cowok bodoh tidak tahu apa-apa. Tapi... karismanya masih sama.
"Aku sudah melakukan apa yang kau suruh. Jadi kuharap kau menepati janjimu untuk menjaga rahasiaku."
"Aku - Eva, apa yang telah kukatakan tidak bisa ditarik kembali."
Dong Sheng tiba-tiba mengambil tisu, cuma berniat mau membantu mengelap hidungnya Yuan Yuan yang belepotan nasi. Tapi Yuan Yuan sontak mundur.
Hal ini tiba-tiba membuat Dong Sheng teringat kenangan masa kecilnya sata dia makan bersama seorang gadis kecil. Sama seperti Eva, gadis kecil itu juga kalau makan suka belepotan sampai nasinya nempel ke hidung.
Tersadar dari kenangan itu, Dong Sheng akhirnya menyerahkan tisu itu ke Eva dan menyuruhnya untuk mengelap hidungnya sendiri.
"Oh, sejak aku masih kecil, setiap kali makan nasi, aku selalu ketempelan nasi di hidung seperti ini. Oh yah, kenapa kau kehilangan indera perasamu?"
"Aku mengalami suatu kejadian tak terduga waktu aku masih kecil. Sejak saat itu, aku kehilangan indera perasaku."
Mendengar itu, Eva tiba-tiba mencopot sepatunya dan berusaha menjulurkan kakinya ke arah Dong Sheng. Kayaknya dia mau berusaha menggoda Dong Sheng sambil terus mengajaknya ngobrol.
"Jadi karena itu kau mengubah makanan menjadi cair. Tapi makanan seperti itu tidak memiliki jiwa. Makanan itu untuk dinikmati dan bukannya untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan."
"Aku tahu itu. Aku telah berkecimpung di pasar makanan selama bertahun-tahun. Kebahagiaanku datang dari kepuasan pelangganku."
"Itu menjelaskan mengapa kau begitu peduli tentang perasaan pelangganmu terhadap masakanmu." Komentar Yuan Yuan sambil terus berusaha mengulurkan kakinya.
Tapi ujung-ujungnya dia malah hampir terjatuh dari kursinya. Pfft! Dong Sheng heran, dia kenapa? Canggung, Yuan Yuan langsung menegakkan posisi duduknya dan menyangkal, tidak ada apa-apa kok.
Yang tak disangkanya, Dong Sheng tiba-tiba minta maaf. Sebelumnya, dia merasa kalau Eva hanya ingin meningkatkan perekonomiannya sendiri. Tapi sekarang dia merasa Eva memahami seni kuliner lebih daripada yang dia kira.
"Itu, karena aku pernah bergabung dengan banyak program seni kuliner." Ujar Yuan Yuan bangga.
"Tidak juga. Apa kau tahu kenapa aku padamu sebelumnya? Karena apa yang kau katakan benar. Hidangan yang kubuat seperti dibuat oleh mesin. Aku hanya peduli pada presentasi, kuantitas. Perasaan yang kau sebutkan padaku adalah sebuah kemewahan bagiku. Mungkin aku tidak pantas memilikinya." Ujar Dong Sheng sedih.
Yuan Yuan prihatin juga melihatnya begitu. "Baiklah, melihatmu begitu menyedihkan seperti ini, aku akan menerima permintaan maafmu."
Mereka pun menyepakatinya dengan bersulang. Tapi sepertinya mereka terus menerus minum. Saat mereka kembali ke rumahnya Dong Sheng tak lama kemudian, mereka sama-sama sudah mabuk tapi Yuan Yuan ngotot mau terus minum dan menuntut diambilkan sebotol wine lagi.
Dong Sheng tidak mau, besok dia ada meeting soalnya. Dia mau mandi dan tidur saja. Tidak terima, Yuan Yuan langsung menarik Dong Sheng ke sisinya sambil terus membujuk Dong Sheng untuk terus minum bersamanya.
Dong Sheng tiba-tiba berguling ke atasnya dan setuju, dia akan minum segelas lagi biar Eva membebaskannya untuk tidur.
Tak lama kemudian, mereka sama-sama berbaring di ranjangnya Dong Sheng sambil saling menatap satu sama lain.
"Ruan Dong Sheng, apa kau tahu. Kau ********. Tapi kau ******** yang tampan."
"Aku tahu. Aku memang ********. Aku memang ********... yang menyakiti seseorang yang kusukai."
"Memangnya kau menyukai seseorang? Orang yang paling kau sukai cuma dirimu sendiri."
Dalam pikirannya yang berkabut, Dong Sheng tiba-tiba melihat sosok Yuan Yuan dalam diri Eva. Dan pemandangan itu kontan membuatnya sangat bahagia.
"Dasar bodoh. Orang yang kusukai adalah kau... Yuan Yuan, aku sangat merindukanmu." Aku Dong Sheng sebelum kemudian dia mendekat dan mencium Yuan Yuan.
(Kalau Dong Sheng menyukainya, kenapa Yuan Yuan ada dendam sama dia? Kayaknya ada kesalahpahaman di masa lalu).