
Semua orang jelas langsung heboh melihat Eva mendadak mencium Dong Sheng, mengira ini caranya Dong Sheng dan Eva untuk go public tentang hubungan mereka.
Jelas ini merusak rencananya Gao Quan yang kesal banget dengan perubahan situasi dadakan ini. Mereka melakukan itu cuma untuk mengalihkan perhatian publik dan menyembunyikan kecacatannya Dong Sheng.
Tapi semua orang bahkan sudah tidak peduli lagi dengan masalah indera pengecapnya Dong Sheng. Sebodo amat biarpun dia tidak punya indera pengecap, yang penting kan makanan dari perusahaannya dia enak. Mereka bahkan berharap kedua orang itu untuk menikah saja sekarang juga dan hidup happily ever after.
Eva akhirnya melepaskan diri dan membisiki Dong Sheng tentang bumbu-bumbu itu. Tapi yang tak disangkanya, Dong Sheng mengaku bahwa dia sebenarnya sudah tahu. Malah dia sudah tahu sejak awal waktu dia sedang bersiap dengan cara meneliti tiap-tiap bumbu satu per satu.
Para model itu sontak protes saking irinya, mereka berdua ngapain sih? Bikin orang cemburu saja. Masa mereka semua harus ada di sini hanya untuk menyaksikan mereka berdua pamer kemesraan mereka?
Saking cemburunya, bahkan sepakat mau minum semua cuka yang ada (asam bisa diartikan cemburu). Dong Sheng santai memberitahu mereka bahwa cuka di botol itu bukan untuk dikonsumsi.
"Aku curiga ada yang salah dengan bumbu-bumbunya, terutama menyangkut keamanan kualitasnya. Bisakah tim produksi membawa mereka untuk diperiksa? Terkait masalah keamanan pangan, bahkan detil terkecil pun tidak boleh diabaikan."
Gao Quan langsung diserang para wartawan pasca kejadian itu. Jelas mereka sekarang tidak memercayainya dan menuduhnya memfitnah Dong Sheng. Malah sekarang produk dari perusahaannya Gao Quan yang diragukan keamanannya.
Gao Quan jelas kesal dan bersumpah akan balas dendam, dia tidak akan melepaskan mereka. Sekretarisnya dengan takut-takut bertanya apakah mereka akan tetap melanjutkan rencana mereka untuk membuktikan Dong Sheng kehilangan indera pengecapnya?
"Apa kau pikir ada orang yang memedulikan masalah itu sekarang?" Geram Gao Quan. "Aku tak percaya perusahaan besar seperti perusahaan Qing tak punya cela. Bahkan sekalipun mereka tak punya cela, aku akan membuat mereka bercela!"
Video ciuman itu sontak viral. Eva jadi malu dan kesal, dia tidak mau berpartisipasi dalam acara itu lagi.
Xiao Nan geli mendengarnya. "Kalau kau tidak bersikap bak harimau lapar yang menerkam mangsanya, bagaimana mungkin mereka memiliki informasi itu? Nona Eva, seharusnya kau bersikap lebih bermartabat."
"Xiao Nan, apa kau menertawakanku juga? Aku... aku cuma... ingin menolong dia yang diperlakukan tak adil. Aku tak punya niatan lainnya."
"Benarkah? Tapi netizen tidak berpikir demikian. Sejak siaran itu, komentar di internet sangat positif. Yi Sheng couple, kau dan Ruan Dong Sheng, ranking pertama dalam daftar teratas pasangan."
Bahkan ada satu komentar yang berkata bahwa mereka pasti akan segera melahirkan seorang putra. Eva tak percaya mendengarnya, image-nya tuh gadis keren yang fashionable. Komentar semacam itu merusak image-nya.
"Image tercipta untuk rusak. Jika tidak, untuk apa diciptakan?"
"Xiao Nan, bagaimana bisa kau berkata seperti itu?"
"Hari ini ada sekitar 16 perusahaan periklanan yang datang menemuiku. Beberapa bahkan ada yang menginginkan Ruan Dong Sheng beriklan bersamamu. Bayaran iklanmu sekarang naik 3 kali lipat loh."
Makanya, sebaiknya Eva sekarang pulang dan berdiskusi sama Dong Sheng tentang pembagian bayaran mereka. Eva curiga, waktu di rumah sakit, jelas-jelas dia melihat Xiao Nan dan Dong Sheng main isyarat mata. Sejak kapan mereka berdua saling bekerja sama di belakangnya.
Xiao Nan menyangkal. Dia hanya mengkhawatirkan Eva yang selama bertahun-tahun hanya mencintai satu orang. Kalau kali ini dia melewatkan kesempatan, takutnya dia akan jomblo sampai mati. Dia hanya yang terbaik untuk Eva.
Eva stres. Kalau dia pulang sekarang, Dong Sheng mungkin akan menganggapnya tak bisa menolak cinta. Mau di taruh di mana mukanya? Ah! Mending dia beralasan kerja saja. Cepat atur perjalanan bisnis untuknya yang panjang dan sejauh mungkin.
Tidak masalah, kebetulan banget Eva memang punya pekerjaan di luar negeri. Sekarang pulanglah dan bersiap-siap, dia akan menunggu Eva di bandara.
Eva pulang sambil mengendap-endap lalu buru-buru mengambil kopernya dan mengepak barang-barangnya secepat mungkin. Berniat mau pergi dengan cara mengendap-endap lagi, tapi Dong Sheng ternyata sudah ada di depan dan menunggunya.
"Kau baru saja pulang tapi mau pergi lagi?" Sapa Dong Sheng.
Canggung, Eva mengaku bahwa dia harus melakukan perjalanan bisnis. Dong Sheng tidak perlu mengantarkannya, dadah! Tapi Dong Sheng dengan cepat menariknya kembali. Eva sudah melakukan sesuatu semacam itu padanya, tapi sekarang dia mau kabur?
"Apa maksudmu... dengan hal semacam itu?" Eva gugup.
"Apa lagi? Itu adalah sesuatu hal yang hanya bisa dilakukan oleh sepasang kekasih."
Canggung, Eva beralasan kalau dia hanya takut ketidakmampuan Dong Sheng dalam mengecap rasa akan ketahuan. Kalau sampai itu terjadi, maka saham perusahaan Qing akan turun dan bangkrut. Kalau itu sampai terjadi, maka image-nya sebagai model perwakilan mereka akan ikut hancur juga.
"Kalau begitu, lalu kenapa kau berusaha menyembunyikan diri dariku?"
Eva menyangkal, dia tidak menyembunyikan diri dari Dong Sheng kok. Dia hanya harus pergi ke Eropa untuk ambil bagian dalam fashion week. Banyak brand yang ingin bekerja sama dengannya loh. Dia sibuk banget.
"Benarkah? Brand yang mana?"
"Err... Chanel atau Dior? Aku... biar kupikirkan dulu."
"Dua brand yang sangat kompetitif itu, mengundangmu secara bersamaan. Hebat sekali kau."
Canggung, Eva pura-pura memeriksa ponselnya dan memutuskan brand-nya adalah Chanel. Tapi kemudian Dong Sheng malah menelepon perwakilan Chanel di China untuk menanyakan apakah benar mereka mengontrak Eva sebagai model.
"Apa? Siapa itu Eva? Oh, tidak apa-apa. Kapan-kapan kau akan kutraktir. Terima kasih, yah."
Eva kesal. Nggak perlu juga kali terang-terangan menunjukkan kalau Dong Sheng mengetahui kebohongannya. Hormati dia dikit dong.
Yang tak disangkanya, Dong Sheng malah dengan santainya mengaku bahwa sebenarnya dia tidak punya nomor telepon perwakilan Chanel itu. Eva sontak kesal menaboknya, dasar pembohong!
"Bukankah kau duluan yang berbohong padaku?"
"Aku bohong apa padamu?"
"Jelas-jelas kau menyukaiku. Tapi kenapa kau tidak mau mengakuinya?"
Eva sontak lebay berlutut di sofa dan mengakui kesalahannya. Dia janji akan belajar dari pengalamannya dan tidak akan lagi menggoda Dong Sheng. Tapi beneran deh, dia harus kerja dan mengejar pesawat.
"Kumohon, lepaskanlah aku."
"Kau tidak perlu belajar dari pengalamanmu. Aku ingin kau terus berusaha belajar. Pergilah, semoga kau beruntung. Aku akan menunggumu di rumah." Dong Sheng mendadak melepaskannya.
Eva sampai bingung. Dia beneran bisa pergi sekarang? Saking tak percayanya, dia terus menerus menatap ke belakang. Tapi Dong Sheng benar-benar membiarkannya pergi.
Eva pun kabur secepatnya. Tapi dia benar-benar merasa aneh. Biasanya Dong Sheng tidak akan melepaskannya semudah ini. Xiao Nan benar-benar heran mendengar Eva memikirkan Dong Sheng terus. Sudah sejauh mana sebenarnya Dong Sheng membuatnya terobsesi?
Tiba-tiba seorang pramugari mendatangi mereka dan memberitahu bahwa kursi mereka sudah di-upgrade ke First class. Aneh, bagaimana bisa mereka mendadak mendapat keberuntungan ini? Rasanya ada yang tidak beres.
"Tuan Xiao, Nyonya Ruan. Silahkan ikuti saja untuk menunggu di ruang tunggu First class untuk check-in." Ujar si pramugari.
Eva bingung, "kau panggil aku apa barusan?"
"Nyonya Ruan, suami anda - Ruan Dong Sheng adalah klien black card kami. Dialah yang meng-upgrade kursi kalian."
Pfft! Eva berusaha menjelaskan kalau dia bukan istrinya Dong Sheng. Tapi bahkan sebelum dia sempat mengucap apapun, Xiao Nan langsung saja menyela dan menyeret Eva pergi ke First class bersamanya.
Eva masih ngambek setibanya di Thailand. Dia sudah tahu kalau Dong Sheng tidak akan melepaskannya semudah itu. Ternyata dia sudah membuat rencananya sendiri sejak lama. Apa Xiao Nan tidak bisa melihat plotnya Dong Sheng ini?
"Aku tidak bisa melihat plotnya, tapi aku bisa meraskan hatinya. Tidak usah terlalu dipikirin lah."
Tepat saat itu juga, tiba-tiba mereka elihat sekumpulan fans-nya Eva sudah menunggu di depan. Eva tercengang, mengira Xiao Nan menyewa para fans-nya itu untuk datang kemari, apa Xiao nan punya uang sebanyak itu?
Xiao Nan menyangkal. Tapi Eva tidak mendengarnya dan langsung saja keluar untuk menyapa para fans-nya dan menerima hadiah-hadiah mereka. Yang tak disangkanya, para fans itu tiba-tiba memanggilnya sebagai 'Nyonya Ruan' dan mengaku bahwa mereka disuruh sama Dong Sheng untuk memberikan bunga ini untuk Eva. Pfft! Eva jelas kesal dan langsung memberikan isyarat mata pada Xiao Nan.
Xiao Nan langsung menjauh dari kerumuman dan menelepon Dong Sheng untuk memprotesnya dan menyuruhnya untuk menyingkirkan kerumunan fans itu. Dia cuma setuju untuk membiarkan Dong Sheng menyambut mereka di bandara dan bukannya membiarkan Dong Sheng menyatakan kedaulatannya terhadap Eva.
"Apa yang kau lakukan ini mungkin akan membuat para fans mengira kalau kalian berdua akan menikah."
"Baguslah. Aku punya waktu untuk menikah sekarang."
"Ruan Dong Sheng, tolong pakai EQ-mu untuk memikirkan apa artinya 'Haste makes waste' (Sesuatu yang dilakukan terburu-buru, tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik). Apa kau tidak takut perbuatanmu ini akan menakuti Eva dan pada akhirnya dia akan kabur darimu?"
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan mendedikasikan semua cintaku ke dalam pekerjaanku. Dan manajer Luo juga harus ikut bekerja keras bersamaku."
Dia bahkan mengancam akan memindahtugaskan Yi Ren ke cabang perusahaan mereka di Eropa. Kebetulan posisi wakil presiden di sana lagi kosong. Yi Ren pasti akan sangat senang mendapat promosi dan kenaikan gaji. Dan ancamannya sukses membuat Xiao Nan mengalah. Katakan saja apa yang harus dia lakukan.
"Bantu aku menasehatinya untuk cepat pulang."
"Baik. Serahkan saja padaku." Tapi begitu menutup teleponnya, Xiao Nan langsung menggerutu kesal. Tunggu sampai dia mendapatkan hati Yi Ren, dan lihat saja apa yang akan dia lakukan pada Dong Sheng!
Keesokan harinya, Xiao nan mendatangi kamarnya Eva. Tapi Eva malah membuka pintunya dengan sangat hati-hati sambil celingukan kanan-kiri. Dan begitu yakin keadaan aman, dia langsung menyeret Xiao Nan ke dalam sambil menggerutui Dong Sheng.
Asal Xiao nan tahu saja, Dong Sheng sedari tadi pagi mengganggunya setengah mati. Pagi-pagi dia memesankan sarapan untuknya, lalu mengirim stylist dan MUA untuknya. Dia sungguh tidak mengerti apa maunya Dong Sheng, mau jadi sugar daddy atau apa?
Xiao Nan setuju kalau apa yang dilakukan Dong Sheng ini menunjukkan EQ-nya buruk, tapi maklumi aja lah. Tapi, sejak Dong Sheng mengetahui identitas aslinya, Eva selalu pura-pura bodoh.
Dong Sheng tidak ingin memaksanya, makanya Dong Sheng terima saja semua alasan tidak masuk akalnya Eva. Tapi tidak mungkin dia akan bisa selamanya pura-pura bodoh.
"Aku tahu, tapi aku belum siap. Butuh waktu sepuluh tahun bagiku untuk berubah dari Zhen Yuan Yuan ke Eva. Kalau sekarang kau menyuruhku untuk mengakui bahwa aku adalah si gadis gemuk yang dulu, aku tidak bisa."
"Aku mengerti. Tapi kau harus mencoba menjadi Yuan Yuan dan menghadapinya. Yang itu artinya kau menghadapi dirimu sendiri."
Setibanya di depan pintu rumahnya, Eva mendadak mencium bau kue-kue yang sangat enak. Tiba-tiba pintu terbuka dan Dong Sheng langsung menyambutnya dengan pelukan hangat.
"Selamat datang di rumah. Ayo masuk."
Eva benar-benar canggung berhadapan dengannya. Tapi alangkah kagetnya dia saat melihat meja makan sudah penuh dengan berbagai macam kue-kue.
"Aku membuat semuanya untukmu."
Eva heran, apa Dong Sheng sudah mendapatkan kembali indera perasa manisnya? Dong Sheng membenarkannya. Eva penasaran, kok bisa begitu?
"Karena ciumanmu Ciumanmu membuatku merasa kau peduli padaku dan menyukaiku. Tapi kau harus mencoba menjadi Yuan Yuan dan menghadapinya, menghadapi dirimu sendiri."
Eva canggung mendengarnya dan . "Ruan Dong Sheng, aku tidak tahu bagaimana harus memberitamu. Aku tahu ini tidak adil bagimu..."
Dong Sheng sontak menariknya ke dalam pelukannya. "Kalau kau belum siap, jangan memaksakan diri."
Terharu, Eva pun membalas pelukannya.
Keesokan harinya, Dong Sheng menyajikan makanan-makanan manis buatannya untuk Paman Gu. Paman Gu senang, sepertinya hubungan Dong Sheng berkembang dengan baik. Sudah sampai sejauh mana?
"Paman Gu, aku menemui paman untuk review makanan dan bukannya nggosip."
Baiklah, baiklah. Mari membicarakan makanan. Jadi apakah Dong Sheng sudah mendapatkan kembali indera perasa manisnya? Begitu dia memakannya, rasanya seperti terjatuh ke dalam setoples madu. Bahkan wajah Dong Sheng tampak sangat manis hari ini. Tapi, apa wanita itu benar-benar bisa menyembuhkan penyakitnya Dong Sheng yang selama ini tak pernah menunjukkan tanda-tanda perbaikan?
"Mungkin metode pengobatanku yang tidak cocok. Aku baru menyadari bahwa aku kehilangan indera perasaku karena masalah psikologis. Mungkin karena muncul lagi sehingga bisa mengisi lubang di dalam hatiku. Makanya aku bisa sembuh tanpa pengobatan."
Masuk akal. Tapi... Paman Gu masih penasaran. Bagaimana caranya Dong Sheng sembuh dengan sangat baik? Kasih tahu detilnya dong. Pfft! Dong Sheng jelas canggung dan ragu. Paman Gu mengerti, lupakan saja lah.
Saat mereka keluar bersama, kebetulan Asisten Ni baru datang untuk mengambil barang-barangnya. Paman Gu agak heran melihatnya, dia merasa familier dengan Asisten Ni, tapi di mana yah dia pernah melihat Asisten Ni? Siapa sih anak itu?
"Dia sekretarisku. Namanya Ni Hao."
Eva dan Xiao Nan baru saja keluar saat mereka melihat sebuah mobil sedan di depan. Katanya mobil itu sudah menunggu di situ sejak satu jam yang lalu, orang di dalam mobil itu ingin bertemu dengan Eva.
Tepat saat itu juga, si supir keluar menemuinya dan memberitahunya bahwa bosnya - Presiden Wu, meminta Eva untuk masuk mobil sebentar. Eva tidak kenal siapa itu Presiden Wu, maka Presiden Wu pun keluar dari mobil dan menampakkan dirinya yang ternyata Ibunya Dong Sheng.
Eva tegang melihatnya. Tapi terpaksalah akhirnya dia menurut dan membiarkan Nyonya Wu membawanya pergi. Nyonya Wu menatapnya dengan sengit, Eva tegang tapi dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa sekarang dia adalah Eva, seorang super model yang dikagumi banyak orang. Dia bukan Yuan Yuan, si gadis gendut yang dulu.
Dengan pikiran itu, Eva pun memberanikan diri menyapa Nyonya Wu. Tapi bahkan sebelum dia sempat memperkenalkan dirinya, Nyonya Wu langsung menyelanya dengan
sengit.
"Hah? Saya..."
"Kenapa? Tidak bisa jawab? Kau bahkan tidak tahu kenapa kau menyukai putraku, berani sekali kau menciumnya di depan publik?! Wanita tidak tahu malu sepertimu ingin menjadi menantu keluarga Ruan?! Keluarkan dia dari mobil!"
Eva shock... sebelum kemudian khayalannya itu buyar. Pfft!
Nyatanya Nyonya Wu masih menunggu jawabannya dengan sabar. Tersadar dari lamunannya, Eva akhirnya menjawab dia menyukai Dong Sheng karena... dia tampan, sopan dan sangat berbakat. Tapi Nyonya Wu tak memercayai alasan itu, katakan saja sejujurnya.
"Saya suka dia... karena dia kompeten dalam pekerjaan pekerjaannya."
"Kau menyukainya karena dia kompeten dalam pekerjaannya? Mendengarmu menyukai putraku karena dia punya banyak uang, aku merasa lega sekarang."
Hah?! Eva bingung mendengar ucapannya jadi dipelintir seperti itu.
Pada saat yang bersamaan, Asisten Ni baru saja mendapat kabar dari bodyguard-nya Eva bahwa Eva tadi dijemput mobil mewah dengan pelat nomor 99955.
Dong Sheng langsung tahu kalau itu mobil ibunya. Asisten Ni cemas, Nyonya Wu mendadak menjemput Eva... jangan-jangan beliau mau memisahkan mereka? Mendengar itu, Dong Sheng langsung memerintahkannya untuk menyuruh Yi Ren pergi menyelidikinya.
Nyonya Wu membawa Eva ke restoran mewah dan memesankan berbagai macam menu mewah untuknya. Tapi tetap saja Eva tidak bisa sembarangan makan dan akhirnya beralasan bahwaa dia sedang diet ketat karena sebentar lagi World Angel fashion week akan segera dimulai.
"Kau terlalu kurus. Bagaimana kau bisa melahirkan anak nantinya?"
Pfft! Eva sampai tersedak mendengarnya. Masalah itu terlalu dini untuk dibicarakan. Tapi tidak bagi Nyonya Wu. Selama ini putranya tak pernah membiarkan wanita mana pun dekat dengannya dalam jarak 2 meter.
"Sedangkan kau, kau bukan hanya menciumnya di acara reality show, tapi dia juga tidak mendorongmu. Jika aku ingin dia menikah dan punya anak, maka kau satu-satunya pilihan."
Canggung, Eva beralasan bahwa mereka melakukan karena disuruh sama acara itu saja. Mereka kan tanda tangan kontrak, jadi mereka hanya mengikuti aturan-aturannya.
"Kontrak? Kalau begitu, mari kita tanda tangani kontrak. Aku menemuimu hari ini, pertama-tama untuk memastikan perasaanmu terhadap putraku. Kedua adalah untuk membahas kesepakatan denganmu."
"Kesepakatan apa?"
"Aku bisa membantumu mendapatkan hati putraku sepenuhnya dan mengadakan pernikahan akbar. Jika dalam waktu 3 tahun kau bisa melahirkan seorang putra, aku akan memberimu 10% saham perusahaan Wu Tong. Jika kau bisa melahirkan dua anak dalam waktu tiga tahun, aku akan memberimu saham 30%. Kau tidak akan rugi."
Eva tak percaya mendengarnya. "Presiden Wu, apa anda menggunakan uang untuk memikat saya?"
"Ini adalah hadiah pertemuanku untukmu. Wutong adalah perusahaan besar, tentu saja butuh pewaris untuk mengelolanya. Anakku selalu menolak permintaanku yang mengharuskannya untuk bekerja di perusahaan Wutong."
Jika Eva bisa membujuknya untuk bekerja di perusahaan Wutong sebelum pernikahan mereka, Nyonya Wu akan memberinya tambahan 10 persen lagi.
Tanpa mereka ketahuai, Yi Ren baru datang untuk memata-matai mereka. Tapi tiba-tiba Xiao Nan ikutan muncul dan duduk di sisinya. Ngapain Xiao Nan di sini?
"Aku datang kemari bukan untukmu, tapi untuk melindungi Eva."
Tapi ujung-ujungnya dia malah menghalangi pandangan Yi Ren dari kedua wanita itu dan menggodai Yi Ren tentang penyakitnya. Yi Ren emosi dan hampir saja berteriak, untung saja dia berhasil menahan diri.
Dia benar-benar gregetan sama Xiao Nan. Apa dia bahkan tidak malu membicarakan itu? Gara-gara Xiao Nan, semua orang di perusahaan jadi tahu tentang penyakitnya. Bahkan ada yang mengunjunginya di rumah sakit setiap hari, sehingga terpaksa dia harus keluar dari rumah sakit lebih cepat.
Xiao Nan santai meyakinkannya bahwa Yi Ren cuma terlalu stres jadi idola di kantor. Punya penyakit itu wajar, tidak perlu malu.
"Karena bukan kau yang mengalaminya." Geram Yi Ren.
Baiklah. Begini saja, sebagai gantinya, Xiao Nan akan memberitahunya sebuah rahasia kecil. Dengan begitu, mereka impas. Yi Ren langsung penasaran dengan antusias, rahasia apa?
Maka Xiao Nan langsung mengambil tangan Yi Ren lalu meletakkannya di dadanya. Coba rasakan, bukankah dadanya terasa berbeda dari pria lainnya? Yi Ren sontak menarik tangannya dengan risih, mana dia tahu, jangan pegang-pegang!
"Aku dulu pernah menderita hiperplasia pay~ra. Makanya daku lebih besar daripada kebanyakan pria."
Yi Ren tak percaya mendengarnya. Dasar orang gila, seenaknya aja mengatakan hal semacam ini sama dia. Tepat saat itu juga, mereka melihat Nyonya Wu dan Eva berjalan keluar. Yi Ren pun cepat-cepat beranjak bangkit mau membuntuti mereka dan memperingatkan Xiao Nan untuk tidak membuntutinya.
Malam harinya, Dong Sheng menyajikan wine khusus yang dia buat untuk Eva, tanpa gula dan tanpa alkohol, jadi Eva tidak perlu khawatir untuk meminumnya.
"Mari bersulang, semoga kau sukses dalam kompetisi mendatang."
Eva berterima kasih karena Dong Sheng selalu membuatkan makanan enak untuknya. Tapi mulai sekarnag, dia tidak perlu melakukan hal-hal seperti ini lagi.
Eva ebralasan bahwa kompetisi ini sangat penting baginya. Dia ingin menunjukkan yang terbaik dalam pertunjukkan itu. Karena itulah, dia ingin rutin berolahraga dan mengontrol konsumsi kalorinya. Makanya dia tidak boleh makan terus menerus.
Dong Sheng tidak setuju. Diet tidak baik unuk kesehatannya. Dia lihat berat badan Eva tak pernah bertambah berkat makan masakannya. Eva menyangkal, siapa bilang dia tidak gemuk kalau makan masakannya Dong Sheng? Dia jadi lebih gemuk sedikit kok, Dong Sheng saja yang tidak pernah menyadarinya.
Pokoknya tidak boleh ada kesalahan apapun dalam acara besar itu nanti, makanya dia harus diet dan rajin berolahraga. Dong Sheng tetap tidak setuju, dia bisa menyesuaikan jumlah kalori yang perlu Eva konsumsi berdasarkan kondisi fisiknya dan tidak akan membuatnya jadi gemuk.
"Jangan khawatir, aku punya rencana untuk tubuhku." Eva ngotot.
Baiklah, Dong Sheng akhirnya mengalah dengan kecewa. "Aku hanya merasa aku kehilangan kesenanganku."
"Apa kau suka memasak sebanyak itu?"
"Iya."
"Jadi, jika kau tidak bisa memasak untukku, kau bisa memasak untuk orang lain. Misalnya... misalnya... ibumu. Apa dia pernah mencicipi masakanmu."
"Kudengar kalian berdua bertemu."
Ternyata Dong Sheng tahu? Yah sudah kalau begitu, Eva memutuskan terus terang mengaku bahwa ibunya Dong Sheng menawarinya uang sangat banyak untuk membujuk Dong Sheng. Sikapnya itu jelas menunjukkan kalau Dong Sheng sangat penting baginya.
"Itu memang sesuai dengan gaya kerjanya," komentar Dong Sheng.
"Ini pertama kalinya kau menyebut ibumu di hadapanku. Apa hubungan di antara kalian berdua agak... jauh?"
"Tidak semua hubungan ibu-anak dekat. Aku merasa bahkan saat dua orang hidup bersama, dibutuhkan sebuah takdir. Mungkin takdir kami tidak cukup dalam."
Jangan bicara begitu. Bagaimanapun, ibunya sekarang adalah satu-satunya keluarganya. Biarpun ada kesalahpahaman di antara mereka berdua, tapi tak ada konflik ibu dan anak yang tak bisa diselesaikan.
"Tidak ada kesalahpahaman di antara kami. Kita bicarakan hal lain saja."
"Apakah karir yang ingin dia wariskan padamu, berbeda dari yang kau inginkan?"
"Bukan cuma itu. di masa lalu, terjadi beberapa hal yang tidak kau ketahui."
"Berarti memang ada kesalahpahaman di antara kalian berdua."
"Hubungan kami sangat rumit, sama sekali tidak sesederhana yang kau pikir."
"Walaupun aku menolak tawaran uangnya, tapi aku benar-benar berharap tidak akan ada lagi kesalahpahaman di antara kalian berdua."
"Kau tidak mengerti hubungan kami, makanya kau tidak tahu kenapa kami begitu jauh satu sama lain."
"Kalau begitu beri tahu aku."
"Aku tidak mau. Itu bukan urusanmu. Jangan pedulikan itu lagi."
Eva mulai kesal mendengarnya. Baiklah, dia tidak akan ikut campur dalam urusannya Dong Sheng lagi. Dan Dong sheng jug tidak perlu lagi memasak untuknya.
Usai berolahraga keesokan harinya, Xiao Nan heran karena Dong Sheng belum datang-datang juga untuk membawakan makan siangnya Eva. Eva mendadak emosi mendengar nama Dong Sheng.
"Dia tidak akan datang membawakan makanan ke sini!"
"Apa kalian bertengkar lagi?"
Sebenarnya Dong Sheng sudah selesai masak. Tapi berhubung sekarang Eva menolak makan masakannya, jadilah sekarang Asisten Ni yang harus jadi korban dipaksa menghabiskan semua jatahnya Eva itu seorang diri, tak peduli biarpun Asisten Ni sebenarnya sudah sangat kenyang.
Yi Ren sampai geli melihatnya, apa yang terjadi. Asisten ni langsung mewek meminta Yi Ren untuk membantunya. Sepertinya hubungan presiden mereka dan Eva menunjukkan tanda-tanda akhir. Tiba-tiba saja Dong Sheng berhenti mengirim makanan ada Eva, tapi malah memaksanya untuk memakan semuanya.
Tepat saat itu juga, mereka melihat Xiao Nan datang untuk mencari Dong Sheng. Mereka langsung semangat menguping percakapan kedua pria itu.
Xiao Nan memberitahu Dong Shenga bahwa belakangan ini, Eva mulai kembali menyiksa dirinya sendiri 24 jam. Seharian dia cuma minum air putih dan setengah poting mentimun. Dia bahkan berlari 8 kilometer setiap hari. Xiao Nan benar-benar cemas, kalau Eva terus begini, mungkin tubuhnya tidak akan bisa bertahan lagi.
"Pasangan ini, yang pria memperlakukan si wanita dengan buruk, dan yang wanita menyiksa dirinya sendiri. Mereka memanng cocok." Komentar Asisten Ni.
"Sst! Jangan keras-keras, nanti ketahuan."
Yah memang sudah ketahuan dan Dong Sheng langsung memanggil mereka saat itu juga. Dia lalu memerintakan mereka untuk pergi ke organisasi World Angel dan bilang pada mereka bahwa perusahaan Qing akan menyediakan makanan setiap hari untuk para model.
"Ide bagus, Ruan Dong Sheng, Kenapa aku tidak pernah kepikiran ide itu?"
Tapi tanpa mereka ketahui, ada seorang mata-mata yang memberitahukan masalah ini Gao Quan. Gao Quan senang, ini kesempatan baru bagi mereka untuk balas dendam pada Dong Sheng.
Keesokan harinya, semua model sangat menikmati semua katering yang dikirimkan perusahaan Qing. Hanya Eva seorang yang masih ngotot tak mau ikut makan, tak peduli biarpun Dong Sheng mengirim makanan khusus untuknya seorang. Dia sudah janji tidak akan memakan masakannya, malu dong kalau dia memakannya sekarang.
"Nona Eva tersayang, lihatlah. Semua orang di sini memakan hidangan yang disediakan perusahaan Qing. Demi memberimu muka, Ruan Dong Sheng bahkan tak ragu ngasih sponsor makanan untuk semua orang di sini. Jadi kau, turunkanlah (harga dirimu) dan jangan bersikap tidak masuk akal."
Eva akhirnya luluh juga mendengarnya. Tapi bahkan sebelum dia sempat menyentuh makanannya, para model lainnya mendadak muntah-muntah. Hah? salah satu model langsung menyuruh yang lain untuk berhenti makan, ada yang salah dengan makanannya.
Tak butuh waktu lama, keracunan makanan itu langsung jadi headline di berita TV. Korban sebanyak 50 orang, dan 3 di antaranya dalam kondisi kritis.
Dong Sheng cs langsung rapat darurat gara-gara itu. Dia yakin tak mungkin ada yang salah dengan makanan buatan perusahaan mereka. Tapi bagaimanapun, mereka tetap harus melakukan penyelidikan internal lalu memberi berbagai instruksi apa-apa saja yang harus mereka lakukan.
Eva galau luar biasa sekarang. Sudah 3 hari dia belum bertemu Dong Sheng, apa sebenarnya yang terjadi? Dia tidak bisa masuk ke perusahaan mereka sekarang dan tidak punya kabar apapun, dia benar-benar cemas.
Xiao Nan yakin Dong Sheng sengaja tidak pulang demi melindungi Eva karena saat ini semua mata sedang tertuju padanya. Sekarang ini, Dong Sheng pasti sedang memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini dengan cepat.
Jadi lebih baik jangan mengganggunya. Perusahaan besar seperti perusahaan Qing tidak mungkin runtuh semudah itu. Xiao Nan malah lebih mencemaskan Eva sekarang.
"Aku? Kenapa?"
Sekretarisnya Jason melapor bahwa para model yang keracunan makanan, sekarang sudah mulai membaik. Tapi masalah ini membuat acara mereka jadi terpaksa ditunda.
Jason kesal, benar-benar mengira kalau ini salahnya Dong Sheng. Dia sungguh tak menyangka kalau Dong sheng tidak bertanggung jawab seperti itu.
Menurut Sekretaris, masalah paling penting saat ini adalah tentang Eva, mengingat dia adalah perwakilan perusahaan Qing sekaligus bintang baru mereka yang paling penting. Takutnya hubungan Eva dengan perusahaan Qing akan memengaruhi mereka dan membuat netizen melampiaskan amarah pada mereka.
"Kau benar. Sepertinya kita harus mengambil langkah-langkah pencegahan."
Sementara itu, Dong Sheng mendapati orang-orang melempari kantor mereka dengan bata. Yi Ren benar-benar heran, mereka sudah mengecek semua makanan dan truk pengiriman, tapi tak menemukan ada yang salah.
Eva juga makan makanan yang sama waktu itu, tapi dia tidak kenapa-kenapa. Karena itulah, Yi Ren menduga ada seseorang yang mencurangi mereka setelah makanan-makanan itu dikirim melalui pintu belakang.
Parahnya lagi, gara-gara para pelanggan mereka protes, beberapa toko mereka terpaksa harus tutup. Lalu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya?
Menurut Dong Sheng, hal paling penting yang harus mereka lakukan sekarang adalah menyelidiki kebenarannya dan membuktikan mereka tidak bersalah.