
Dokter memberitahu Dong Sheng bahwa menurut laporan hasil check-up kesehatannya, tidak ada yang salah dalam sistem sarafnya Dong Sheng. Jadi, Dokter menyimpulkan bahwa hilangnya indera perasa Dong Sheng pasti disebabkan oleh gangguan mental.
Ada beberapa orang yang mengalami masalah yang sama yang disebabkan oleh gangguan emosional, biasanya itu bukan hanya memengaruhi indera perasa, tapi juga indera penciuman.
"Kalau begitu, kenapa salah satu indera perasa saya mendadak muncul kembali?"
"Kau tiba-tiba bisa merasakan rasa pahit, mungkin karena salah satu emosimu yang paling dalam sudah sembuh. Apakah belakangan ini kau mengalami sesuatu yang memicu emosimu?"
Dong Sheng tiba-tiba teringat akan ciumannya dengan Yuan Yuan malam itu dan langsung tahu pasti ciuman Yuan Yuan itulah yang membuat indera perasa pahitnya kembali.
Oh yah, dia punya dua sample darahnya Yuan Yuan dan Eva yang dia dapatkan dari pemeriksaan kesehatan di rumah sakit dan meminta bantuan Dokter untuk membantunya untuk tes DNA kedua sample darah itu, siapa tahu kedua darah itu adalah milik orang yang sama.
Tak lama kemudian, Dong Sheng menerima hasil tes DNA itu dan mendapati hasilnya 99,9% sama. Dong Sheng senang.
Yuan Yuan yang sudah berubah kembali menjadi Eva, baru bangun tidur dan langsung mengecek dirinya dan teringat kembali ucapan Ibunya Dong Sheng di rumah sakit waktu itu.
Ingatan itu membuatnya jadi sedih lagi, tapi dengan cepat dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia sekarang adalah Eva dan bukan lagi si gadis gendut. Dong Sheng tidak mungkin mengenalinya. Jadi jangan khawatir.
Xiao Nan datang tak lama kemudian dan meyakinkannya kalau dia masih cantik. Tapi tetap saja Eva tak bisa tenang, entah kapan dia akan jadi gemuk lagi dan ditertawakan banyak orang.
"Eva, jangan berpikir yang tidak-tidak. Masalah yang sebelumnya adalah kesalahanku. Akulah yang kurang memperhatikan asupan makananmu. Aku janji masalah seperti ini takkan pernah terjadi lagi."
Tidak usah pedulikan pendapat orang lain. Ingatlah, Eva adalah supermodel paling cantik selama-lamanya. Bangkitkanlah kepercayaan dirinya lagi dan kembali menjadi model.
Benar juga. Semangat Eva mendadak bangkit kembali. Yuan Yuan hanya sementara... Tidak! Dia adalah masa lalu. Sekarang, dia adalah gadis paling cantik di dunia ini.
Bagus sekali! Eva harus menjaga sikap seperti ini selama 100 tahun ke depan. Kalau sudah tidak ada apa-apa lagi, Xiao Nan pergi yah.
Tapi Eva menolak melepaskannya begitu saja. Seperti inikah sikap Xiao Nan saat menawarkan permintaan maaf? Bahkan sekalipun dia meaafkan Xiao Nan, tapi bagaimana dengan Jason? Bahkan membayangkannya saja dia takut, sekarang ini Jason pasti sangat ingin menggorengnya.
Jangan khawatir, tadi pagi Xiao Nan sudah mengirim berita ke media yang mengatakan bahwa Eva sakit parah. Dan Jason sama sekali tidak mencurigainya, malah tadi Jason mengirim pesan menanyakan keadaan Eva.
"Sungguh? Syukurlah! Tapi... kenapa aku masih merasakan suatu perasaan tidak enak seolah udara bertekanan rendah akan segera datang?... OH! Ruan Dong Sheng!"
Sekarang Dong Sheng kan tahu kalau dia adalah Yuan Yuan. Lalu setelah hari itu, Dong Sheng tiba-tiba menghilang dan tidak pernah mencarinya ataupun mencari Xiao Nan. Apa Xiao Nan tidak merasa situasi ini agak menyeramkan?
Xiao Nan santai-santai saja. Memangnya kenapa kalau Dong Sheng tahu? Memangnya Dong Sheng punya bukti yang bisa membuktikan bahwa Eva adalah Yuan Yuan? Jika iya, maka Dong Sheng pasti sudah datang kemari untuk menanyainya.
Baru juga diomongin, ponselnya Xiao Nan mendadak berbunyi dari Dong Sheng. Eva langsung panik, bagaimana ini? Dia tidak mau bertemu Dong Sheng! Xiao Nan meyakinkannya untuk tidak khawatir, dia kan sudah kurus lagi, apa yang perlu mereka takutkan? Pokoknya ikuti saja rencana sebelumnya, jangan mengaku biarpun mereka harus mati.
Xiao Nan pun mengangkat teleponnya. Tapi yang tak mereka sangka, Dong Sheng tiba-tiba membahas tentang berita Eva yang katanya di rawat di rumah sakit kota dan menyatakan mau datang menjenguk Eva sekarang juga.
Gawat! Bagaimana ini?! Eva sudah menduga si licik Ruan Dong Sheng itu tidak akan melepaskannya semudah itu. Ini namanya tenang sebelum badai. Apa yang harus dia lakukan sekarang?!
"Tenang! Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengalahkannya dalam game-nya sendiri dan melawan setiap aksinya."
Maka Xiao Nan pun bergegas ke rumah sakit kota, mencari satu kamar kosong untuk melakukan aksi mereka, lalu menyuruh Eva pakai piyama rumah sakit. Pfft! Ini rencana Xiao Nan untuk melawan aksinya Dong Sheng dan mengalahkan Dong Sheng dalam game-nya sendiri?
"Terus harus gimana? Kita harus menciptakan drama ini dan berakting sampai akhir."
"Tapi kamar ini ada pasiennya."
"Sekarang sedang tidak ada. Cepetan ganti bajumu dan aku akan menangani sisanya."
Terpaksalah Eva bergegas memakai piyama itu, tapi tanpa menghapus makeup dan segala aksesorisnya lalu berbaring di ranjang pasien yang bau itu.
Begitu segalanya sudah siap, Xiao Nan pun keluar untuk menyambut kedatangan Dong Sheng. Tapi yang tak disangkanya, Dong Sheng langsung mengunci pintu biar dia tidak bisa mengganggu mereka.
Eva pun pura-pura terbatuk-batuk dan lemah tak berdaya. Maaf tiba-tiba dia sakit, semoga ini tidak akan memengaruhi perusahaan mereka *Uhuk-uhuk*.
"Jangan khawatir, Presiden Xiao sudah menyelesaikan semua masalah."
"Dia menyelesaikan semua masalah, tapi kontrak kita belum berakhir. Tidak bisa menyelesaikan tugas ini, aku merasa buruk tentang diriku sendiri. Uhuk-uhuk!"
"Kau tidak perlu memikirkannya. Tapi, kali ini apa penyakitmu? Sepertinya cukup serius."
Mikir bentar... Cuma sakit perut aku kok. Karena ingin tampil sempurna di acara itu, dia tidak makan apa-apa. Lalu tiba-tiba dia memakan semua yang Dong Sheng bawakan untuknya sehingga perutnya sakit gara-gara kebanyakan makan dan minum, lalu Xiao Nan membawanya ke rumah sakit.
Tapi Dong Sheng tiba-tiba membaca papan informasinya, kenapa di sini disebutkan bahwa Eva sakit prostatitis bakteri? Eva sontak berakting dramatis dan mengklaim bahwa itu adalah penyakit pribadinya.
Dia tidak ingin memberitahu siapapun, tapi Dong Sheng sudah mengetahuinya. Orang-orang tuh banyak yang salah paham mengira menyakit ini hanya diderita oleh pria. Padahal sebenarnya wanita juga bisa mengalaminya. Dia jujur loh.
"Baiklah... Nona Wang Tie Zhu."
"Apa?"
Dong Sheng pun menunjukkan nama yang tertera di papan informasi pasien itu adalah Wang Tie Zhu (Pfft!). Apa itu nama asli Eva? Tapi... sebaiknya Eva berhenti membodohinya. Dia sudah tahu.
Eva tegang. "Kau... tahu apa?"
Dong Sheng pun menunjukkan hasil tes DNA antara Eva dan Yuan Yuan, hasilnya 99,9% sama. Karena mereka berdua memiliki DNA yang hampir identik, jadi wajar jika dia berpikir bahwa mereka berdua adalah satu orang yang sama. Atau Eva punya penjelasan lain?
Eva bingung harus bagaimana. Sekarang dia mengerti kenapa Dong Sheng diam saja selama beberapa hari ini. Ternyata dia berniat menggunakan trik besarnya ini padanya. Gawat! Dia harus berakting bagaimana sekarang? Dia mau melarikan diri saja dengan alasan sakit perutnya kumat. Tapi Dong Sheng sigap menghadangnya.
"Kalau kau tidak ingat, aku akan membantumu mengingat kejadian di rooftop waktu itu." Goda Dong Sheng lalu mendekatkan dirinya untuk mencium Eva.
Eva sontak mendorongnya dengan dramatis. "Jangan, Kakak Ipar!" (Wkwkwk!)
"Kakak ipar?"
"Kakak ipar, biarpun aku pernah punya perasaan terhadapmu, tapi kita tidak boleh melakukan tindakan tidak bermoral ini."
"Apa maksudmu?"
Awalnya, Eva berjanji pada kakaknya bahwa dia akan membantu kakaknya merahasiakan rahasia ini selama-lamanya. Tapi berhubung Dong Sheng sudah tahu, jadi dia tidak bisa menyembunyikannya lagi.
"Sebenarnya, Yuan Yuan yang selalu kau cari-cari itu... adalah saudara kembarku, makanya DNA kami sama." (Wkwkwk!)
Dong Sheng sontak memutar matanya dengan malas. Dia mengklaim bahwa dia dan Xiao Nan merahasiakan ini karena kakaknya sebenarnya sekarang telah menjadi biksuni. (Pfft! Kemarin nikah, sekarang jadi biksuni)
Yuan Yuan yang Dong Sheng temui di rooftop waktu itu sebenarnya datang untuk menghadiri acara itu untuknya, untuk menyaksikan momen impiannya menjadi kenyataan.
Lalu tak disangka, tiba-tiba dia sakit dan membuat Yuan Yuan sangat khawatir. Dan pada akhirnya dia malah bertemu Dong Sheng.
"Begitu? Lalu dia ada di vihara mana?"
"Maaf aku tidak bisa memberitahumu. Kuharap kau bisa menghormati keputusan kakakku. Jangan mencarinya, jangan ganggu waktunya di vihara. Kasihan sekali dia."
"Baiklah. Jika dia telah menjadi biksuni, maka aku akan menghormati keputusannya dan tidak akan mengganggunya lagi."
"Sungguh, Presiden Ruan? Terima kasih atas pengertianmu. Kau sangat baik." Ujar Eva sambil menggenggam tangan Dong Sheng.
Tapi Dong Sheng langsung balas menggenggam erat tangannya dan berkata. "Tidak usah berterima kasih. Ini juga mengurangi kekhawatiranku. Nona Wang Tie Zhu, akhirnya aku bisa menerima cintamu." (Wkwkwk! Mereka memang pasangan yang cocok banget)
Eva mendadak panik lagi sekarang dan berusaha melepaskan tangannya, tapi Dong Sheng semakin mempereratnya lalu memerangkap Eva ke tembok. Eva tidak usah khawatir. Dia dan Yuan Yuan belum menikah. Jadi secara logika dan hukum, dia bukan kakak iparnya Eva.
"Aku yakin jika kakakmu tahu, dia akan memberikan restunya untuk kita." Goda Dong Sheng.
Eva sontak melepaskan diri dengan dramatis seolah ini adalah hubungan terlarang. "Tidak! Aku tidak mau berpasangan denganmu. Tuhan tidak akan memihak kita. Aku tidak bisa!"
Dia langsung lari dengan dramatisnya dan buru-buru menyeret Xiao Nan melarikan diri bersamanya sambil menceritakan kejadian barusan. Berhubung dia sudah berbohong sampai sejauh ini, maka dia harus melanjutkan kebohongannya ini.
Kembali ke kantor, Dong Sheng memulangkan para anak buahnya lebih cepat. Bahkan saat Asisten Ni mencoba membujuknya untuk menaikkan gajinya, dia langsung setuju untuk menaikkan gajinya 50%.
Tapi, dia juga memberikan tugas tambahan untuk Asisten Ni. Mulai sekarang, dia harus membuntuti Eva. Jika Eva melakukan sesuatu yang mencurigakan, segera lapor ke dia. Jika dia bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik, dia akan menaikkan gajinya Asisten Ni sebesar 50% lagi. Woah! Dobel dong?
Yang tidak mereka ketahui, Rebecca juga membayar orang untuk membuntuti Eva setiap saat. Dia curiga sama Eva karena setelah Yuan Yuan menubruknya waktu itu, dia melihat seorang pria keluar dari toilet dalam keadaan setengah telanjang mencari-cari seorang gadis gemuk sambil membawa bajunya Eva. Karena itulah dia bergegas ke rooftop dan meyaksikan Dong Sheng mencium si gadis gemuk.
"Gadis gemuk dan Eva... sungguh menarik." Gumamnya.
Asisten Ni pun mulai melaksanakan tugasnya dengan memakai samaran... dan langsung ketahuan dengan cepat. Wkwkwk! Eva bahkan dengan santainya masuk ke dalam mobilnya untuk menawarinya makanan dan minuman.
Asisten Ni pasti capek yah membuntutinya sepanjang hari sejak kemarin. Dia sungguh bersimpati karena Asisten Ni harus bekerja pada bos semacam Dong Sheng.
"Saya... saya memakai penyamaran terbaik saya, bagaimana anda bisa tahu?"
"Kau mengendarai mobilnya Ruan Dong Sheng. Apa ini tidak terlalu mewah?" Santai Eva. Wkwkwk! Asisten Ni langsung menabok kepalanya sendiri menyadari kebodohannya.
Eva tidak akan mengganggunya lagi deh, dia makan saja sarapannya yah. Asisten Ni panik memintanya untuk merahasiakan masalah ini dari bosnya. Jika tidak, dia akan kehilangan 50% gajinya. Oke, Eva setuju. Eva pun pergi tanpa menyadari ada orang lain yang tengah membuntutinya dan diam-diam memotretinya.
Xiao Nan sedang galau gara-gara Yi Ren yang masih memblokirnya. Sandy datang tak lama kemudian, Xiao Nan langsung tanya. Jika seorang wanita memblokir nomor seorang pria di chat dan menolak permintaan add friend-nya, bagaimana pendapat Sandy tentang masalah itu dari sudut pandang seorang wanita?
"Cowok itu pasti sangat jelek." (Pfft!)
Xiao Nan tersinggung. "Dia tidak jelek sedikitpun!"
"Kalau begitu, dia pasti seorang buaya darat."
Hadeh! Xiao Nan stres. Balik kerja sana! Aman sendirian, Xiao Nan langsung mengecek dirinya di kamera. Dia jelek? Buaya darat? Luo Yi Ren ini tidak tahu apa-apa!
Tak lama kemudian, Yi Ren mendapat kiriman makanan yang disertai pesan manis dari Xiao Nan yang menyuruhnya untuk berdiri dan bergerak, jangan cuma duduk diam saja di tempat. Makanlah makanan yang sehat dan bergizi biar dia cepat pulih.
Kesal dan tersinggung, Yi Ren langsung memberikan makanan itu pada rekannya sambil berpesan bahwa jika lain kali ada orang yang mengirim makanan lagi, tolak saja.
Tepat saat itu juga, datang seorang kurir mencari Yi Ren. Dia membawakan kiriman obat-obatan untuknya, dan dengan lantang memberitahu bahwa obat-obatan yang dibawanya adalah obat wasir. Wkwkwk!
Para pegawai langsung heboh menertawainya diam-diam. Malu, Yi Ren mengklaim kalau dia salah kirim obat lalu membuang semua obat itu ke tong sampah.
Tak lama kemudian, Xiao Nan akhirnya ditelepon juga sama Yi Ren dan langsung menggodanya dengan rayuan gombal. Sungguh tak disangka kalau Yi Ren bakalan meneleponnya duluan. Dicintai oleh Yi Ren seperti ini, dia jadi merasa takut. Yi Ren berusaha tetap tenang seperti biasanya dan tanya apa sebenarnya yang Xiao Nan inginkan.
"Aku membelikanmu makanan, apa kau sudah memakannya? Apa obat yang kubeli untukmu efektif? Lihatlah, aku memperlakukanmu dengan sangat baik. Apa kau merasa tersentuh olehku? Kalau kau ingin membalas kebaikanku, bagaimana kalau kau menambahkan akun wechat-ku?"
"Presiden Xiao, saya benar-benar sangat berterima kasih. Saya sarankan agar orang kaya raya dan gabut seperti anda, sebaiknya mengurus anak-anak terlantar saja. Saya tidak butuh kebaikan anda, terima kasih."
Yi Ren langsung menutup teleponnya lalu memblokirnya. Xiao Nan sudah senang saja bisa membuat Yi Ren marah. Tapi saat dia berusaha menelepon balik, dia malah mendapati dirinya diblokir. Yi Ren memblokirnya di semua saluran sekarang?
"Kau berbohong satu kali, jadi kau perlu 100 kebohongan untuk menutupi satu kebohongan itu. Kalau dia terus menggunakan cara ini, lama-lama kita akan kecapekan sendiri. Kapan kau akan menjelaskan segalanya padanya?"
"Menjelaskan? Aku sama sekali tidak berniat menjelaskan apapun padanya. Kenapa juga aku harus menjelaskannya? Apa aku harus bilang bahwa aku adalah Zhen Yuan Yuan si gadis gendut itu dan kelebihan asupan kalori bisa mengungkap jati diriku yang sebenarnya. Jika aku bilang begitu, apa mungkin dia akan memercayaiku? Lagipula, aku belum mempersiapkan diriku untuk menemuinya sebagai Zhen Yuan Yuan.
"Tapi kebenaran tetaplah kebenaran. Sekarang ini aku sedang berbohong. Sampai saat itu, segalanya akan tetap sama." Ujar Xiao Nan sambil ketawa-ketiwi sendiri menatap ponselnya.
Heran dan penasaran, Eva langsung merebut ponselnya dan mendapati Xiao Nan ternyata sedang stalking akun medsosnya Yi Ren. Sejak kapan Xiao Nan jadi stalker?
Xiao Nan menyangkal dan beralasan bahwa dia melakukan itu hanya demi mengenal musuh mereka. Kenali musuhmu dan kenali dirimu sendiri, maka kau akan memenangkan ratusan pertempuran dan tak terkalahkan.
Eva tak percaya. Jujur aja deh. Kali ini hati Xiao Nan pasti telah terketuk oleh Yi Ren, kan? Ayo ngaku, Xiao Nan suka sama Yi Ren, kan? Xiao Nan sok jaim menyangkal. Si cewek yang hobi blokir orang itu, selalu saja menantang kesabarannya lagi dan lagi. Kalau kali ini dia kalah dari cewek itu, bagaimana bisa dia bertahan dalam cinta?
"Wah! Tak disangka. Kau yang punya sejarah panjang dalam percintaan, ternyata bisa gagal juga. Sudah waktunya sih," ejek Eva.
Xiao Nan tersinggung, dia tak mungkin bisa terkalahkan. Dia cuma main-main saja sama Yi Ren. Kalau dia serius mau mengejar Yi Ren, maka Yi Ren pasti sudah menyerah padanya sekarang.
"Pede amat. Baiklah, mari kita bertaruh. Bagaimana kalau kau tidak bisa memenangkannya?"
Xiao Nan setuju. Dia pasti bisa, kenapa juga tidak bisa? Kalau dia gagal, maka Eva akan jadi kakaknya dan dia akan jadi adiknya Eva. Deal!
Suatu hari, Dong Sheng mendapati Xiao Nan sedang mengintai kantor mereka. Heran, dia langsung memanggil Asisten Ni untuk menanyainya tentang kedatangan Xiao Nan itu. Apa Xiao Nan datang kemari mencarinya?
Asisten Ni rasa tidak. Dia dengar dari satpam kalau Xiao Nan datang mencari Yi Ren, tapi Yi Ren tidak mau menemuinya. Malah sejauh yang dia tahu, setiap kali datang kemari, Xiao Nan selalu mencari Yi Ren dengan membawa makanan atau obat-obatan. Intinya kedatangan Xiao Nan kemari tidak pernah ada hubungannya dengan pekerjaan.
"Lalu untuk apa dia datang mencari Manajer Luo?" Tanya Dong Sheng masih belum nyambung juga.
Maka Asisten Ni pun menjawabnya dengan menunjukkan finger heart. Pfft! Dong Sheng sontak bergidik ngeri menyadari maksudnya.
Malam harinya, Eva pulang dengan dikuntit oleh Asisten Ni. Tapi Asisten Ni tak bisa melanjutkan lebih jauh lagi karena mendadak terhalang oleh satpam yang melarangnya parkir di sana.
Gara-gara itu, tidak ada satpam yang menjaga pintu, si penguntitnya Eva pun dengan mudahnya masuk ke dalam gedung apartemen itu.
Begitu masuk rumah, Eva langsung masuk ke kamar mandi tanpa menyadari si penguntit yang menyelinap masuk ke rumahnya dengan mudah. Dia memotret koleksi sepatunya Eva lalu masuk ke kamarnya Eva untuk memotreti baju-bajunya.
Saat itulah Eva melihatnya dan langsung panik, apalagi dia tidak bawa ponselnya. Akhirnya dia nekat keluar dan berusaha lari secepat mungkin, tapi si penguntit dengan cepat menangkapnya.
Eva berusaha memberontak hingga berhasil terlepas darinya dan meraih ponselnya. Tapi pria itu berhasil menangkapnya dengan cepat dan langsung menarik kakinya.
Tapi untung saja dia sempat menghubungi nomornya Dong Sheng dan langsung teriak-teriak minta tolong. Dong Sheng sendiri baru tiba di depan gedung saat Eva meneleponnya.
Panik mendengar jeritannya, Dong Sheng langsung naik lewat tangga darurat. Dia berusaha lari secepatnya, sementara Eva tengah sekarat dicekik kuat-kuat oleh pria itu.
Untung saja Dong Sheng cepat datang dan langsung menendang pria itu. Pria itu langsung menghantam kepala Dong Sheng pakai lampu meja lalu kabur secepatnya.
Tak lama kemudian, mereka melaporkan insiden ini ke kantor polisi. Dari CCTV di sekitar gedung, mereka melihat ada satu orang yang menurut polisi mencurigakan karena orang itu terlihat mengintai di depan gedung apartemen mereka.
Bahkan menurut keterangan satpam apartemen, orang itu selalu menguntit Eva selama beberapa hari ini. Dan tepat saat itu juga, Asisten Ni baru datang... terlihat sama persis dengan orang mencurigakan yang dicurigai pak polisi. Pfft! Terang saja pak polisi mengira Asisten Ni-lah pelakunya.
Eva jadi kesal sama Dong Sheng. Kasihan sekali Asisten Ni sekarang harus diinvestigasi. Apa sih sebenarnya tujuan Dong Sheng menyuruh Asisten Ni membuntutinya?
"Kenapa? Kau yang paling tahu apa alasannya."
"Aku... Mana aku tahu? Oh, aku tahu. Kakak ipar, kita mungkin punya perasaan pada satu sama lain, tapi janganlah merusak pedoman moral. Jangan bertindak sembarangan satu detik yang pada akhirnya hanya akan menghancurkan reputasi seumur hidup. Aku pergi duluan yah, dadah!"
Dong Sheng sontak menjerit heboh pura-pura kepalanya sakit lagi, dan sukses membuat Eva balik saking cemasnya. Tadi kepalanya tidak sakit, kenapa sekarang sakit lagi? Eva mau menggendongnya ke rumah sakit saja. Dong Sheng sontak memanfaatkan kesempatan untuk memeluk Eva dan menolak pergi ke rumah sakit, dia benci rumah sakit.
Eva akhirnya membawa Dong Sheng pulang lalu membantu mengobati luka kepalanya, sementara Dong Sheng terus menatapnya dengan penuh cinta sampai membuat Eva jadi gugup dan malu. Jangan menatapnya terus.
"Karena kau sangat cantik."
"Tidak bisa. Entah apa yang kau rencanakan."
Maka Eva langsung mengambil syal lalu menggunakannya untuk menutupi mata Dong Sheng. Pfft! Dong Sheng geli, ternyata Eva suka main beginian yah? Tidak masalah. Apapun yang ingin Eva mainkan, dia bersedia bekerja sama.
"Dasar sesat! Apa sih yang kau pikirkan?!"
"Maksudku main petak umpet, memangnya apa yang kau pikirkan? (Pfft!) Jangan-jangan kau pikir aku sedang membicarakan permainan yang itu yah?"
Malu, Eva sontak menyangkal, dia tidak memikirkan apapun kok. Dia cepat-cepat menyelesaikan pengobatannya lalu menyuruh Dong Sheng pergi sekarang juga.
Dong Sheng menolak diusir begitu saja. "Kau belum mengompensasi kerugian fisikku dan kau ingin aku pergi?"
"Kenapa aku harus mengganti kerugian fisikmu?"
Dong Sheng sontak menariknya mendekat dan mengingatkan Eva akan keterlibatannya dengan Eva sebanyak dua kali. Yang pertama adalah waktu Eva membawanya terjun dari rooftop bersamanya, dan yang kedua dia terluka gara-gara menyelamatkan Eva tadi.
"Aku menyelamatkanmu dua kali. Di zaman dulu, kau harus menggunakan tubuhmu untuk membalas jasaku, tahu tidak?"
Eva sontak menjauh dengan gugup, jangan membodohinya. Yang pertama waktu itu kan kakaknya. Jadi yang pertama tidak ada hubungannya dengan dia.
"Kalau itu karena kakakmu, maka kau harus harus membayar hutang kakakmu padaku. Cepatlah tidur, akan kupikirkan kompensasi yang sempurna. Kita... punya masa depan yang panjang." Dong Sheng menepuk sayang kepalanya sebelum akhirnya balik ke rumahnya sendiri.
Eva sontak kesal sama dirinya sendiri, "apa dia dibodohi sama Dong Sheng lagi?! Iish!"
Keesokan harinya, Eva terbangun gara-gara kedatangan induk semangnya yang mengabarkan sebuah kabar baik... Eva harus keluar dari rumah ini! Hah?! Itu kabar baik?
Aduh, maaf, maaf! Dia lagi senang banget soalnya. Yah, setidaknya baginya ini adalah kabar baik. Asal Eva tahu saja, ekonomi belakangan ini terlihat suram dan biaya penyewaan rumah menurun drastis.
Lalu tiba-tiba dia dapat penawaran yang sangat tinggi, dua kali harga pasar malah. Dia tidak mungkin menolaknya. Kalau dia tolak, belum tentu dia akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. Karena itulah, Eva harus keluar dari sini dalam waktu satu minggu.
"Satu minggu? Bagaimana bisa saya menemukan rumah baru dalam waktu satu minggu?"
"Aduh, Nona Eva. Anda kan sering muncul di TV, aku yakin kau bisa menemukan jalan."
"Induk semang, saya sangat mencintai rumah ini. Apa anda tidak punya rekomendasi lain?"
"Bagaimana kalau kau cari saja tuan rumah baru rumah ini. Sepertinya dia membeli rumah ini bukan untuk ditinggali. Kau coba saja tanya apakah dia bersedia menyewakan rumah ini padamu atau tidak."
"Tuan rumah? Siapa?"
Maka Eva pun pergi menemui si tuan rumah baru, yang tak lain tak bukan adalah Dong Sheng dan menegaskan kalau dia tidak akan pindah. Rumahnya yang sekarang memiliki geomansi yang baik dan konstruksi yang koheren. Sejak dia pindah ke sana, keberuntungannya meningkat tajam. Tidak akan ada yang bisa menghentikannya. Pokoknya dia tidak mau pindah, silah Dong Sheng atur dirinya sendiri.
Dong Sheng geli mendengarnya. Baiklah, dia tidak akan memaksa Eva kalau dia tidak ingin pindah. Dia bahkan tidak akan menarik uang sewa dari Eva.
Senyum Eva sirna seketika, menyadari ada yang tidak beres di sini. Tidak mungkin ada keberuntungan yang begitu mendadak seperti ini. Katakan saja apa syarat yang Dong Sheng inginkan.
"Sepertinya, semakin lama kau semakin mengenalku. Aturanku sederhana saja. Kau harus mengizinkanku untuk tinggal bersamamu. Itu adalah cara terbaik yang bisa kau gunakan untuk mengompensasiku."
"Apa? Selamat tinggal!"
Dong Sheng sontak menghadangnya, sikap Eva ini jelas menunjukkan kalau Eva menyembunyikan sesuatu darinya. Terprovokasi, Eva menyangkal tuduhannya dan akhirnya setuju untuk tinggal bersama. Tapi, mereka harus menandatangani kesepakatan sebagai teman serumah.
Dong Sheng setuju dan langsung mendekat. "Kau boleh melakukan apapun yang kau inginkan. Aku... bisa... memuaskanmu."
Xiao Nan tidak setuju saat Eva menceritakan masalah ini padanya. Bagaimana bisa Eva malah membiarkan serigala masuk ke dalam tempat perlindungannya?
Eva meyakinkannya untuk tenang saja. Dia juga tahu apa rencana Dong Sheng. Berhubung sekarang Asisten Ni sudah ketahuan, jadi Dong Sheng berniat melakukannya sendiri. Membuntutinya dan mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya.
Dong Sheng mencurigainya, jika dia berusaha menghindari Dong Sheng, maka kecurigaan Dong Sheng akan terbukti. Karena itulah, Eva akan membuat Dong Sheng mengalami sesuatu yang seolah ada di depannya tapi sebenarnya masih sangat jauh.
Dong Sheng kan belum mengetahui rahasianya yang bisa berubah jadi gemuk. Jika Dong Sheng pindah ke rumahnya dan memasak untuknya setiap hari, maka dia tidak akan berubah jadi gemuk dan Dong Sheng tidak akan mengetahui kelemahannya.
"Dia sebenarnya menyerang dirinya sendiri. Dia terlalu bangga dengan kepintarannya."
Xiao Nan tetap tidak setuju. Itu terlalu berbahaya. Kalau orang tuanya Eva sampai tahu, bagaimana dia harus menjelaskannya pada mereka? Sebagai pria, Xiao Nan tahu betul apa yang dipikirkan pria. Semakin banyak yang dia dapatkan, semakin banyak yang dia inginkan. Pokoknya Xiao Nan tidak setuju dan mau pergi menemui Dong Sheng.
Tapi Eva meyakinkannya untuk tidak cemas. Dia sudah menyiapkan sebuah hadiah kejutan untuk Dong Sheng. Jangan merusak kejutannya.
Dan kejutan yang dimaksudnya adalah tumpukan sampah menggunung yang sengaja dia tempatkan di kamar yang akan Dong Sheng tinggali. Yi Ren tercengang melihat semua itu, Dong Sheng yakin mau tinggal di tempat ini?
Dong Sheng santai saja menyuruh Yi Ren untuk memanggil cleaning service untuk membersihkan tempat ini.
Sementara itu, Rebecca kembali ke tempat acara pesta yang kemarin, mengklaim dirinya kehilangan kalung berlian di tempat ini pada waktu itu. Dan karenanya, dia ingin mengecek rekaman CCTV mereka. Si resepsionis mempercayainya tanpa curiga sedikitpun dan dengan senang hati menyetujui permintaannya.
Saat Xiao Nan tiba di rumahnya Eva, dia mendapati para petugas kebersihan tengah sibuk membersihkan rumah Eva dan mengeluarkan barang-barangnya.
Xiao Nan kesal dan langsung blak-blakan mengusir Dong Sheng. Dia tidak setuju mereka tinggal bersama. Dia managernya Eva, dialah yang berhak membuat keputusan dan dia tidak mau mendiskusikan masalah ini. Pokoknya Dong Sheng harus keluar.
"Aku bisa mengatur kencan antara kau dan Luo Yi Ren," ujar Dong Sheng tiba-tiba.
Xiao Nan sok jaim menyangkal adanya hubungan apapun antara dirinya dengan Yi Ren. Lagipula apa Dong Sheng pikir dia tidak akan bisa sendiri mengajak Yi Ren kencan?
"Hari senin, minggu depan. Hari kerja, jadi akan lebih sedikit orang di semua tempat. Bagaimana kalau taman hiburan? Menurut analisis, jumlah pengunjung taman hiburan pada hari senin adalah yang paling sedikit."
Informasi itu jelas menarik perhatian Xiao Nan. Tapi kencan di taman hiburan itu apa tidak terlalu kuno? Lagian mana mungkin Luo Yi Ren menyukai taman hiburan.
"Waktu kami membuat rencana untuk kegiatan team-building, dia pernah menyebutkannya. Kurasa dia menyukai itu. Bagaimana?"
Jelas-jelas dia tertarik, tapi tetap saja sok jaim. Apa sebenarnya tujuan Dong Sheng? Jujur saja.
"Xiao Nan, aku serius terhadap Eva. Kau boleh menyelidikiku, tapi kau harus memberiku kesempatan. Aku pindah serumah dengannya kali ini karena aku ingin dekat dengannya biar bisa melindunginya. Aku tidak punya pikiran lain."
"Baiklah. Kuberi kau kesempatan. Jangan merusaknya. Kalau kau benar-benar menyukai Eva, maka kau harus mengejarnya dengan serius. Jangan berpikir untuk mengambil jalan pintas apalagi punya pikiran amoral. Aku akan mengawasimu."
"Jangan khawatir, tidak masalah."
Xiao Nan lalu membantu membawakan barang-barangnya Dong Sheng ke kamarnya, lalu mengibas-ngibas kain penutup barang, tapi malah membuat mata Dong Sheng kelilipan.
"Dasar lemah. Apa matamu kemasukan debu? Sini biar aku tiup matamu."
Dong Sheng menolak, tapi Xiao Nan terus ngotot dan jadilah mereka otot-ototan... tepat saat Yi Ren mendadak muncul dan langsung shock melihat mulut Xiao Nan monyong ke arah Dong Sheng. Wkwkwk!!!