Love The Way You Are

Love The Way You Are
episode 7



Dong Sheng memberitahu kedua pegawainya bahwa dia mau pindah rumah lagi. Jelas saja mereka kaget, belum juga genap sebulan Dong Sheng pindah dan sekarang dia mau pindah lagi?


Dong Sheng beralasan rumahnya yang sekarang sempit dan kurang nyaman, jadi dia mau balik ke vilanya. Yi Ren dan Asisten Ni jelas tak percaya dengan alasan itu dan dengan hati-hati bertanya apakah Dong Sheng punya masalah dengan lingkungan di sana. Jika Dong Sheng tidak bisa menyelesaikannya, biarkan mereka berdua membantu mengatasi masalah itu untuknya.


Dong Sheng menolak, dia cuma tidak ingin lagi tinggal di sana. Yi Ren mengingatkan bahwa kontrak mereka dengan Eva belum benar-benar batal, jadi hubungan cinta antara dia dan Eva masih harus dilanjutkan.


Para penggemar mereka sudah tahu kalau Dong Sheng tinggal di sebelah apartemennya Eva. Jika Dong Sheng pindah, maka pasti akan terjadi efek buruk pada perusahaan mereka.


"Aku akan bertanggung jawab atas segala kerugian." Tegas Dong Sheng.


"Pak, Kerugian ini bukan berarti uang."


"Benar. Pak Presiden, tolong pertimbangkan baik-baik. Kita baru saja menerima banyak komentar positif berkat hubungan anda dengan Nona Eva. Apa yang anda lakukan ini bisa memperlambat proses kita memasuki pasar domestik."


Tapi Dong Sheng tetap keras kepala dan menegaskan bahwa dia membuka restoran dan bukannya perusahaan entertainment. Jadi mereka harus fokus untuk menarik perhatian orang-orang pada makanan dan pelayanan mereka, dan bukannya fokus pada kehidupan pribadinya. Dia tidak mau mendengar apapun lagi, ikuti saja perintahnya.


Baiklah kalau ini keputusan Dong Sheng, tapi Yi Ren minta diberi waktu untuk menangani masalah ini, kira-kira... satu bulan. Tapi Dong Sheng hanya mau memberinya waktu setengah bulan. Baiklah, Yi Ren setuju.


Asisten Ni sungguh tidak mengerti kenapa Yi Ren malah membiarkan bos mereka untuk pindah? Kalau bos pindah lagi, dia akan kembali ke kehidupannya yang sepi.


Apa boleh buat, Asisten Ni lihat sendiri betapa keras kepalanya bos mereka tadi. Kalau mereka terus memaksanya, pasti akan terjadi efek negatif. Yang bisa mereka lakukan sekarang adalah berusaha mengulur waktu, siapa tahu bos mereka akan berubah pikiran.


Asisten Ni benar-benar heran, Eva membuat bos mereka sangat marah sampai dia mau pindah. Apa mungkin mereka sudah salah sejak awal? Apa mungkin orang yang dia sukai adalah... (Siapa? Eva?)


Sementara itu, Eva yang sedang patah hati, sedang menggila minum air mineral sampai puluhan botol seolah itu adalah minuman keras yang memabukkan. Asistennya sampai cemas, tapi saat dia menelepon Xiao Nan, Xiao Nan menyuruhnya untuk membiarkannya saja.


Lama-lama dia jadi histeris menyadari kegilaannya. "Sandy, apa kau terlihat seperti ini saat putus?"


"Tidak. Aku tidak putus, aku cuma seorang janda." (Pfft!)


"Benar juga. Demi apa hanya aku seorang yang sengsara, sementara dia masih tertawa di atas penderitaan orang lain? Bukankah itu artinya keluargaku bersedih, sementara musuhku senang? Sandy, apa yang harus kulakukan?"


Gampang, Xiao Nan tadi memberinya kartu kredit. Eva boleh beli apa saja yang dia mau sampai dia bahagia kembali.


"Bailah! Ayo pergi shopping, biar si brengsek Ruan Dong Sheng itu tahu bahwa akulah yang tercantik!"


Jadilah Eva shopping gila-gilaan di mall. Tapi saat masuk lift, dia malah tak sengaja bertemu dengan Dong Sheng lagi. Maka Eva dengan sengaja menyebar semua tas-tas shopping-nya ke seluruh lift biar Dong Sheng tidak ada tempat untuk naik lift itu bersamanya.


Tapi Dong Sheng menolak menyerah. Asisten Ni sigap menyingkirkan tas-tas shopping itu untuk memberi tempat buat Dong Sheng. Kesal karena dirinya jadi berada di belakangnya Dong Sheng, Eva sontak menyikutnya biar bisa berdiri sejajar dengan Dong Sheng.


"Nona Eva, kita membeli sebanyak ini. Bagaimana kalau tidak ada tempat untuk meletakkannya?" Tanya Sandy memulai sindirannya.


"Kalau yang lama tidak pergi, yang baru tidak bisa datang. Buang saja yang lama!" Nyinyir Eva.


"Semua barang-barang itu adalah barang-barang baru edisi tahun lalu, apa tidak sayang dibuang?"


"Mana mungkin barang-barang edisi tahun lalu cocok denganku tahun ini? Dalam hidup, manusia tidak boleh menyesal. Membuang hal-hal yang sudah tidak bernilai itu artinya kau bisa menyimpan hal-hal yang berharga."


"Biar kau tidak punya perasaan tersisa, yah?"


"Demi apa juga dipertahankan. lagipula semua itu adalah hal-hal yang bisa sangat mempengaruhi mood-ku, membuatku merasa kesal dan mencegah kecantikanku. Tidak dibuang? Apa harus disimpan buat tahun baru?"


Sakit hati, Dong Sheng sontak membanting semua barang-barangnya Eva sambil sinis mendoakan semoga Eva dan cinta barunya bahagia dan putus dengan bahagia. Eva jadi tersulut emosi juga, tapi dia berusaha keras menahan diri demi harga dirinya. Bagaimana? Apa dia berhasil membuat Dong Sheng marah tadi?


"Kalau ada orang yang menyentuhnya, dia pasti akan meledak."


"Hahaha! Aku lebih bahagia saat aku tahu dia tidak bahagia!"


Mood Dong Sheng jadi semakin memburuk gara-gara itu. Dia bahkan menolak datang ke acara pembukaan restoran barunya dengan alasan sangat sibuk.


Yi Ren menyerahkan kontrak baru untuk pembatalan kerja sama dengan Eva. Tapi karena kerja sama mereka sudah terlanjur berjalan beberapa lama, jadi sesuai hukum, uang mereka tidak bisa dikembalikan sepenuhnya.


"Aku berubah pikiran." Ujar Dong Sheng.


"Berubah pikiran? Mereka tidak perlu mengembalikan uang lagi?"


"Jika kita tidak bisa mendapatkan uang kita kembali, maka jangan biarkan mereka mendapatkan keuntungan dari itu."


Baiklah. Yi Ren lalu menyerahkan undangan pesta anniversary World Angel yang akan dilangsungkan minggu depan. Semua anggota World Angel akan datang dan Eva akan menjadi partner-nya Dong Sheng dalam acara kali ini. Apa Dong Sheng mau datang?


Dong Sheng tampak jelas tertarik. "Jika kontrak itu masih berlaku, lakukan saja semaumu."


"Baik."


Eva antusias banget saat Xiao Nan menyerahkan undangan pesta World Angel itu. ini acara mewah yang selama ini dia impikan. Dia beneran diundang?


Tentu saja, Eva kan salah satu dari 3 top model di negara ini. Bagaimana kalau mereka merayakannya dengan membuka sebotol campagne? Usul Xiao Nan.


Eva menolak, 100ml campagne mengandung 70 kalori. Mulai sekarang, dia harus mengontrol kebiasaan makannya dengan lebih serius dan rutin berolahraga dengan ketat. Pokoknya kali ini dia harus bersinar terang lebih daripada siapapun.


Sandy datang tak lama kemudian dan melapor bahwa Yi Ren barusan menelepon untuk mengundang Eva datang ke red carpet bersama Dong Sheng di pesta World Angel nanti.


Eva sinis, "kontraknya kan sudah dibatalkan. Kenapa juga aku harus pergi bersamanya?"


"Tapi saya belum menerima penyelesaian pembatalan kontrak itu. Saya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi."


"Yah sudah kalau memang harus datang berpasangan. Anggap saja aku jalan bersama seekor anjing. Bodo amat."


"Kau beneran tidak keberatan?"


"Dia kan cuma seorang pria. Aku sudah lama tidak peduli padanya."


Maka dimulailah kegiatan rutin Eva berolahraga dan diet ketat demi mempercantik dirinya.


"Aku mengorbankan segalanya demi menurunkan berat badanku. Mungkin kau pernah mengalaminya. Aku pernah tersiksa oleh cinta dengan banyak bekas luka. Kau mungkin pernah mengalaminya. Dulu aku berpikir bahwa kebahagiaan ada di depan mataku. Mungkin kau perna memimpikannya. Aku berusaha berlari secepat mungkin di jalan hidup yang sepi ini agar aku tak terkalahkan."


Xiao Nan gelisah memikirkan pertengkaran terakhirnya dengan Yi Ren waktu itu. Ujung-ujungnya dia jadi terpancing emosi lagi. Siapa juga yang peduli Yi Ren memahaminya atau tidak, Yi Ren sendiri robot yang tak punya perasaan emosional dan selalu memihak musuh.


"Kau ingin memutuskan kontrak denganku segampang itu? Jangan mimpi!"


Dia lalu mengirim pesan ke Yi Ren, tapi malah mendapati dirinya sudah diblokir sama Yi Ren. Pfft! Xiao Nan shock, dia diblokir sama cewek kecerdasan buatan itu!


Hari acara pun tiba, Dong Sheng sudah menunggu tapi Eva masih juga belum keluar-keluar. Lama-lama dia tidak sabaran, sampai kapan dia harus menunggu? Yi Ren meyakinkan kalau Eva sekarang hampir selesai dandan, biar dia cek.


"Tidak perlu, biar kucek sendiri." Ujar Dong Sheng.


Baru juga dia keluar dari mobil, dia mendapati Eva berjalan melewatinya... tampak begitu cantik dan memesona hingga membuatnya begitu terpana. Tapi pesona Eva mendadak buyar saat perutnya tiba-tiba mengkhianatinya dengan berbunyi nyaring minta makan.


"Kau belum makan?"


"Itu bukan sesuatu yang perlu kau khawatirkan, bukan?" Sinis Eva.


"Kalau kau jatuh pingsan di acara sepenting pesta hari ini, itu bisa memengaruhi image perusahaan kita."


"Jangan khawatir, Tuan Ruan. Diet ketat adalah keahlianku."


"Masa? Menurutku pakaianmu hari ini lebih kecil daripada biasanya. Hanya demi bisa lebih menonjol, kau mengorbankan kenyamananmu dan kesehatanmu, apa itu layak?"


Panik mendengar perdebatan mereka, Yi Ren buru-buru menyela dan memuji-muji kecantikan Eva hari ini. Eva berusaha keras membuat persiapan hebat agar tampak paling cantik dalam acara ini, ini juga demi mewakili image baik perusahaan mereka.


"Kita tidak perlu hal itu," sinis Dong Sheng. Jangankan Eva, bahkan Yi Ren pun kesal mendengar kekeraskepalaan Dong Sheng itu.


Rebecca langsung jadi sorotan begitu dia tiba di red carpet. Tapi begitu Eva dan Dong Sheng tiba, sontak perhatian semua reporter teralih pada mereka dan Rebecca terabaikan begitu saja. Rebecca kesal.


Para reporter itu heboh meminta mereka mendekat, maka Eva pun mendekat ke Dong Sheng. Tapi Dong Sheng malah diam saja, terpaksalah Eva yang harus berinisiatif menggandeng tangan Dong Sheng. Para reporter itu jadi makin heboh memuji-muji tentang betapa serasinya mereka.


Begitu aman dari kamera para reporter, Eva akhirnya melepaskan tangannya. Dong Sheng jangan salah paham, dia hanya berakting untuk bersenang-senang.


"Tidak masalah. Setelah mengenalmu, aku tidak tahu kapan kau berakting dan kapan kau menjadi dirimu sendiri." Sindir Dong Sheng.


Eva sakit hati. "Aku pernah menyukaimu, itu benar. Aku benar-benar menyesal sampai sekarang karena aku pernah begitu berani menyatakannya padamu. Tapi aku tahu, sekarang itu sudah tidak berarti lagi. Ruan Dong Sheng, tak peduli apapun yang kau pikirkan dulu, siapapun yang dulu kau cintai, aku tidak peduli lagi."


Jangan khawatir, Eva akan berakting dengan baik hari ini. Dia tidak akan mempermalukan Dong Sheng. Dia akan melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik sampai kontrak mereka resmi berakhir. Semoga Dong Sheng juga melakukan hal sama.


Eva langsung berjalan pergi, tapi tiba-tiba saja dia oleng. Lapar membuatnya pusing. Dong Sheng benar-benar khawatir padanya. Tapi Eva dengan penuh harga diri menolak perhatian Dong Sheng dan mengklaim dirinya baik-baik saja lalu masuk duluan dengan kepala terangkat tinggi-tinggi.


Yi Ren datang saat itu, dia barusan diberitahu sama stylist-nya Eva bahwa Eva belum makan apapun selama beberapa hari hanya supaya dia pas dengan gaun yang dipakainya hari ini. Yi Ren cemas kalau-kalau Eva pingsan nanti.


Cemas, Dong Sheng langsung masuk dapur dan memasak sendiri untuk Eva dengan diawasi kedua pegawai setianya yang bisa melihat dengan jelas kalau Dong Sheng benar-benar menyukai Eva terlepas dari sikap dinginnya pada Eva, hanya saja Dong Sheng tidak mau mengakui perasaannya.


Setelah selesai, Yi Ren berniat menitipkan kotak makan siang itu pada Xiao Nan. Tapi ujung-ujungnya dia malah ribut berdebat sama Xiao Nan tentang masalah kontrak mereka.


Yi Ren memberitahu bahwa Dong Sheng sudah setuju untuk melanjutkan kontrak  mereka, jadi tolong hapus videonya. Tapi yang tak disangkanya, Xiao Nan ternyata sudah menghapus videonya. Yi Ren puas.


Tapi Xiao Nan berusaha membujuknya untuk manambahkan akun medsosnya, Yi Ren tetap bersikeras menolak dengan alasan daftar temannya sudah penuh. Dia tidak perlu menambahkan orang-orang yang 'tidak penting'. Xiao Nan tersinggung, tidak penting dia bilang? Seperti inikah sikap profesionalnya Yi Ren?


"Presiden Xiao, saya seperti robot yang berangkat kerja jam 9 pagi dan pulang jam 5 sore. Satu-satunya yang saya tahu hanyalah mematuhi bos saya. Saya tidak punya pikiran emosional. Lagipula anda bisa menghubungi Asisten Ni, jadi saya rasa kita tidak perlu bicara apapun lagi."


Masa bodo. Dia to the point menyerahkan kotak makan itu, ini dimasak sendiri oleh Dong Sheng khusus untuk Eva. Tolong berikan ini padanya. Tapi Xiao Nan malah menolak membantu dan langsung pergi dengan cuek.


Terpaksalah Yi Ren akhirnya menitipkan makanan itu ke seorang pelayan dan memintanya untuk memberikan ini pada Eva. Dia langsung pergi setelah itu, sama sekali tidak menyadari Rebecca sebenarnya mengupingnya sedari tadi. Cemburu, Rebecca dengan liciknya menjegal kaki si pelayan sehingga makanan itu terjatuh dan berhamburan ke lantai.


Tak lama kemudian, pelayan tadi datang ke ruang tunggunya Eva dengan membawakan sekotak makanan, jelas dia sudah menggantinya dengan makanan lain. Tapi dia tidak berani bilang yang sebenarnya dan akhirnya mengklaim bahwa itu dari Dong Sheng. Eva mempercayainya dan langsung memakannya dengan bahagia.


Acara dibuka tak lama kemudian dengan pidato sambutan dari Dong Sheng. Eva baru datang di tengah acara pidato itu dan langsung memuji Xiao Nan, mengira Xiao Nan lah yang meyakinkan Dong Sheng untuk memasakkan makanan untuknya.


Acara selanjutnya adalah pidato dari Eva. Tapi bahkan sebelum dia sempat mengucap apapun, tiba-tiba saja dia merasa pusing dan pandangannya tiba-tiba mengabur.


Panik menyadari ada yang aneh dalam dirinya, Eva sontak melesat pergi dari sana dan lari secepat mungkin. Xiao Nan cepat-cepat menenangkan Jason dan beralasan kalau Eva mungkin makan makanan yang tidak sehat, sedangkan Dong Sheng lebih mencemaskannya dan langsung lari mengejarnya.


Eva terus berlari dan berlari sementara tubuhnya mulai semakin membesar. Dia sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dalam kepanikannya, Yuan Yuan asal saja masuk ke toilet cowok dan BRUK! Tak sengaja menubruk seorang pria gemuk dengan cukup keras sampai pria itu kejedot lantai dan pingsan.


Yuan Yuan sontak cemas berusaha membangunkannya. Tapi... tiba-tiba dia melihat baju pria itu yang pasti pas seukuran tubuhnya.


Tak lama kemudian, Yuan Yuan keluar dengan memakai baju pria itu, mengira dirinya aman dan santai saja melewati Dong Sheng. Tapi ternyata Dong Sheng tetap mengenalinya dan langsung menarik lepas topinya sehingga terbukalah samarannya.


Yuan Yuan sontak panik melarikan diri secepat mungkin hingga dia tak sengaja menubruk Rebecca dengan kuat sampai Rebecca terjatuh. Jelas saja Rebecca kesal. Parahnya lagi, Dong Sheng bukannya berhenti untuk membantunya, malah cuma menitipkan topi itu ke Rebecca lalu pergi meninggalkannya demi mengejar Yuan Yuan.


Yuan Yuan terus berlari sampai ke tepi rooftop dan mengancam Dong Sheng untuk tidak mendekat atau dia akan melompat. Dong Sheng jelas ketakutan dan meyakinkan Yuan Yuan kalau dia tidak mendekat.


"Yuan Yuan, akhirnya aku menemukanmu. Aku berusaha mencarimu selama bertahun-tahun. Mendekatlah kemari, yah?"


"Kau mencariku? Kenapa kau mencariku?"


"Aku ingin meminta maaf."


Yuan Yuan sinis mendengarnya, "tidak perlu. Kau tidak perlu meminta maaf padaku."


"Aku tahu kau tidak akan memaafkanku. Tapi aku benar-benar ingin kau tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tahun itu. Aku ingin menebus penderitaan yang kau alami waktu itu."


"Ruan Dong Sheng! Kau tidak perlu menebusnya karena kau tidak akan pernah bisa menebus segala hal yang kualami selama beberapa tahun ini! Kumohon, pergilah! Aku tidak mau melihatmu!"


Dong Sheng sontak panik melihat Yuan Yuan terus mundur dan berusaha memintanya untuk tenang. "Yuan Yuan, kau adalah Eva kan? Kau ingin menghindariku hari ini, tapi bagaimana dengan selanjutnya? Kenapa kita tidak memperjelaskan segalanya hari ini?!"


"Tidak. Aku bukan Eva, kau salah."


"Kalau kau bukan Eva, lalu kau siapa? Kenapa kau tidak mau mengakuinya?"


"Kenapa kau memaksaku?! Apa kau sangat membenciku? Apa kau tidak ingin melihat aku yang jelek berdiri di hadapanmu sebesar itu?!"


"Aku tidak pernah membencimu. Satu-satunya orang yang disukai dan dicari-cari oleh Ruan Dong Sheng hanya kau seorang. Kau dengar itu, Zhen Yuan Yuan?"


Yuan Yuan tak percaya, "kau menipuku. Kalau kau benar-benar menyukaiku, lalu kenapa kau memberikan surat itu pada kepala sekolah? Kenapa kau mempermalukanku di hadapan semua murid di sekolah? Kenapa kau menginjak-injak harga diriku?!"


Dong Sheng malah cuma diam, dan reaksinya itu membuat Yuan Yuan jadi semakin sinis dan sedih. Dia bahkan terus mundur hingga membuat Dong Sheng semakin panik dan mau juga mengakui apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Ini sama sekali tidak seperti yang Yuan Yuan pikirkan.


Flashback.


Suatu hari, Ibunya Dong Sheng menemukan surat itu, tapi kemudian hanya amplopnya saja yang dia kembalikan ke Dong Sheng.


Hubungan mereka jelas menunjukkan Ibunya Dong Sheng adalah seorang ibu yang suka menekan dan ikut campur dalam kehidupan pribadi anaknya.


Dia sengaja mengambil suratnya untuk menyingkirkan gadis-gadis yang dia pikir cuma mikirin pacaran agar tidak mengganggu fokus sekolahnya Dong Sheng.


Dong Sheng jadi cemas, "apa yang ibu lakukan padanya?"


Ibu menolak memberitahu, Dong Sheng jadi semakin cemas dan langsung keluar mencari Yuan Yuan ke rumahnya tanpa mempedulikan hujan yang mengguyur deras. Tapi dia langsung dibanting keluar sama Xiao Nan sampai dia pingsan.


Xiao Nan jadi cemas dan bergegas menggendong Dong Sheng ke rumah sakit. Dia tersadar saat mereka tiba di rumah sakit dan saat itulah dia melihat Yuan Yuan dalam keadaan tak sadarkan diri karena pneumonia cukup parah sampai dia harus dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar. Tapi Dong Sheng sendiri terlalu lemah hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Flashback end.


Dong Sheng mengaku bahwa setelah dia sembuh, dia langsung kembali ke sekolah mencari Yuan Yuan, tapi malah mendapati Yuan Yuan sudah pindah sekolah dan pindah rumah.


"Apa yang kau katakan itu benar?"


"Aku mengatakan yang sebenarnya."


"Lalu bagaimana dengan Xiao Nan?"


"Itu adalah kesalahpahaman. Kau tanya saja pada Xiao Nan kalau kau tidak percaya padaku. Aku sudah menjelaskannya padanya."


Tapi Yuan Yuan ngotot tak mempercayainya, Dong Sheng bohong padanya. "Aku tidak akan mempercayaimu. Bagaimana mungkin kau menyukaiku?"


"Kalau kau tidak percaya padaku, biar kubuktikan padamu."


Dong Sheng sontak mendekat dan mencium Yuan Yuan... hingga mereka jadi oleng dan terjatuh dari gedung itu. OMG!


Tapi untunglah para petugas pemadam kebakaran datang sedari tadi dan sudah menyiapkan kasur angin di bawah. Tapi tentu saja jatuhnya mereka membuat semua orang shock, Yi Ren bahkan sampai pingsan dalam pelukan Xiao Nan.


Rebecca yang menyaksikan kejadian itu dari rooftop pun sempat kaget, tapi lega seketika begitu melihat mereka terjatuh di kasur angin.


Saat Yuan Yuan tersadar, dia mendapati dirinya di rumah sakit dan langsung mencemaskan Dong Sheng. Di mana Dong Sheng? Bagaimana keadaannya? Xiao Nan meyakinkannya untuk istirahat dulu saja, biar dia panggilkan dokter untuk mengecek keadaan Yuan Yuan. Tapi Yuan Yuan tidak bisa tenang dan langsung keluar mencari Dong Sheng.


Di luar, Xiao Nan tak sengaja bertemu Yi Ren yang juga dirawat di sana. Xiao Nan tidak tahan untuk tidak menggodanya. Tapi Yi Ren hanya menanggapinya dengan dingin, jangan ganggu, dia mau mencari bosnya, jadi tidak ada waktu untuk ngobrol sama Xiao Nan.


"Jangan khawatir. Bosmu beruntung. Dia pasti akan baik-baik saja."


Asal Yi Ren tahu saja, dialah yang membawa Yi Ren ke rumah sakit waktu Yi Ren pingsan. Jadi bukankah seharusnya Yi Ren berterima kasih padanya?


"Terima kasih, puas?"


"Seperti ini caramu berterima kasih? Aku sangat baik padamu, tapi kau malah cuek. Bagaimana bisa ada wanita semacam dirimu di dunia ini?"


"Tuan Xiao. Saya orang semacam apa itu bukan urusan anda. Dan lagi, aku baik-baik saja sekarang. Aku tidak butuh perhatianmu."


Dia langsung mengabaikan Xiao Nan untuk mengecek ponselnya, tapi Xiao Nan dengan cepat merebut ponselnya dan langsung kaget mendapati apa yang ada di sana dan jadi semakin getol menggodai Yi Ren.


Tes medisnya Yi Ren menunjukkan kalau dia mengalami penyakit serius loh. Dia harus berhati-hati... karena ternyata Yi Ren menderita wasir. Pfft! Ini pasti banget, hati-hati loh.


Malu, Yi Ren sontak berusaha merebut ponselnya dengan kesal. "Xiao Nan, kuberitahu kau. Kalau kau mengungkapkan itu ke orang lain, akan kubunuh kau!"


"Tenang, tenang. Akan kukembalikan ponselmu kalau kau sudah tidak marah lagi." Goda Xiao Nan.


Yuan Yuan mendapati Dong Sheng masih belum siuman. Dia benar-benar merasa bersalah karena pernah salah paham pada Dong Sheng. "Kau harus baik-baik saja."


Tapi saat dia hendak keluar tak lama kemudian, dia melihat ibunya Dong Sheng yang berjalan ke sana. Yuan Yuan sontak panik menyembunyikan dirinya di dalam toilet.


Ibu berusaha membangunkan Dong Sheng dan saat itulah Dong Sheng akhirnya sadar. Ibu langsung khawatir menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sampai dia terjatuh dari rooftop. Tapi Dong Sheng dingin menanggapinya, Ibu tidak perlu mengkhawatirkannya.


"Tidak perlu khawatir? Kau hampir mati, apa kau ingin jadi seperti ayahmu?"


"Jangan libatkan Ayah. Kalau Ibu datang kemari hanya untuk mengomeliku, lebih baik Ibu pergi saja sekarang."


"Kenapa kau tidak mengerti kekhawatiranku? Kenapa kau selalu mengikuti jejak ayahmu? Kenapa kau melepaskan karir yang kubangun dengan susah payah hanya demi membuka restoran seperti ayahmu? Bagaimana kalau orang lain tahu kalau kau tidak punya indera perasa? Bagaimana kalau kau belajar manajemen denganku saja mumpung belum ada orang yang curiga?"


"Ibu selalu saja arogan dan suka memaksakan keinginan Ibu pada orang lain. Aku sudah bilang, karirku bukan urusan Ibu. Ibu tidak perlu membujukku."


"Kenapa ini bukan urusanku? Aku hanya punya satu putra. Kenapa kau selalu berlawanan arah denganku?"


Apa mungkin Dong Sheng masih marah padanya karena masalah surat cinta waktu itu? Kalau bukan karena dia menyingkirkan gadis gendut itu, apa mungkin Dong Sheng akan memiliki kehidupannya yang sekarang? Dia melakukan itu demi Dong Sheng.


Dong Sheng boleh salah paham padanya sekarang, tapi nanti Dong Sheng pasti akan berterima kasih padanya. Bahkan sekalipun waktu bisa berputar kembali, dia tidak akan membiarkan gadis gendut itu memengaruhi hidup Dong Sheng.


"KELUAR!" Dong Sheng benar-benar tidak tahan lagi mendengarnya.


"Ruan Dong Sheng, dengarkan aku baik-baik. Bagi keluarga seperti kita, cinta itu sama sekali tidak penting."


Yuan Yuan diam-diam menangis mendengar semua itu, menyadari Dong Sheng benar-benar tidak bersalah. Tapi tetap saja dia tidak berani keluar menghadapi Dong Sheng.


Begitu Ibu pergi, Dong Sheng langsung keluar mencari Yuan Yuan, tapi malah mendapati kamarnya kosong. Dong Sheng jadi sedih, kenapa Yuan Yuan masih ingin menghindarinya?


"Apa kau membenciku sebesar itu?"


Asisten Ni datang saat itu membawakan obat untuknya. Dong Sheng santai saja mengunya obat itu dan mendadak mengernyit menyadari ada yang aneh. Penasaran, dia langsung keluar dan memakan sembarang obat yang bisa dia temukan, dan langsung bahagia. Asisten Ni dan Yi Ren cemas melihat sikapnya ini, mengira Dong Sheng mau bunuh diri.


"Ini pahit!" Seru Dong Sheng. OMG! Indera perasanya sudah kembali? "Asisten Ni, Manager Luo, indera perasaku sudah kembali!" Dia sontak memeluk mereka saking senangnya.


Dengan masih mengenakan baju rumahnya, Yuan Yuan berjalan linglung di luar tanpa mempedulikan pandangan orang-orang di sekitarnya.


Sepuluh tahun lamanya, tapi dia masih belum bisa menghadapi kejelekannya, belum bisa menerima hinaan ibunya Dong Sheng, dan belum bisa mengatasi perbedaan antara dirinya dengan Dong Sheng.


"Itu bukan salahnya, tapi dia masih menghukum dirinya sendiri. Lalu bagaimana denganku? Aku yang selalu menenggelamkan diriku ke masa lalu dan tak pernah bisa melupakannya."