
Media dan para fans-nya Eva sudah menunggu di lobi markasnya World Angel karena hari ini diadakan casting para model World Angel untuk acara World Angel tour, dan Eva adalah salah satu peserta yang sedang sedang menjalani proses casting.
Dengan rendah hati dia berkata pada media untuk menunggu hasil akhirnya nanti, tapi... dia sangat percaya diri dengan penampilannya hari ini. Para fans-nya sontak heboh mengeluh-eluhkannya.
Dia sama sekali tidak sadar Rebecca yang sedang menatapnya dengan penuh kebencian. Dalam flashback, ternyata dia sudah mengetahui rahasianya Eva.
Waktu itu dia mendatangi kantornya Dong Sheng. Kebetulan banget Dong Sheng sedang meeting, jadi dia bebas. Melihat ada brangkas di sana, Eva bisa dengan mudahnya membaca pikiran Dong Sheng dan menebak password brangkas itu adalah ultahnya Eva. Di situlah dia menemukan laporan hasil DNA Eva dan Yuan Yuan dan mengetahui kedua wanita itu sebenarnya satu orang yang sama.
Maka kemudian dia mendatangi ring tinju tempat biasanya Eva latihan dan menantang Eva bertanding tinju dengannya. Awalnya Eva mampu mengimbanginya, tapi Rebecca dengan liciknya mengaku bahwa dia mengetahui rahasianya Eva.
Itu sukses membuat pertahanan Eva jadi lemah dan Rebecca bisa mengalahkannya dengan mudah. Rebecca sudah mencari tahu dari dokter tentang sebuah penyakit langka bernama 'Manusia Balon', Tidak lebih dari 10 orang di dunia yang menderita penyakit itu.
"Aku masih hidup untuk melihat orang yang memiliki penyakit ini, bisa dibilang sebuah keberuntungan." Sinis Rebecca.
Eva sontak cemas mendengarnya, "kau mau apa?"
Rebecca penasaran, bagaimana reaksi Jason Wang jika dia tahu kalau Eva memiliki penyakit ini? World Angel bukanlah badan amal, mereka tidak akan lagi memedulikan seseorang yang kondisi kesehatannya tidak stabil.
Dan para penggemarnya Eva. Kalau mereka sampai tahu bahwa supermodel yang sangat mereka cintai ternyata adalah seorang gadis gemuk, mereka pasti akan menganggap Eva menipu cinta mereka. Eva benar-benar ketakutan sekarang. Katakan saja apa yang Rebecca inginkan untuk menjaga rahasianya ini?
"Gampang saja. Umumkan pengunduran dirimu dari World Angel dan dunia modeling."
"Melangkah ke panggung World Angel adalah impian hidupku. Aku tidak akan menyerah!"
"Aku tahu kau tidak akan menyerah semudah itu. Makanya aku memberimu pilihan lain. Kau bisa tetap di World Angel, aku juga bisa menjaga rahasiamu. Tapi, kau harus meninggalkan Ruan Dong Sheng."
"Apa hubungannya masalah ini dengan Ruan dong Sheng?"
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu. Kuberi kau waktu satu hari untuk memikirkannya. Setelah satu hari, jika kau belum punya jawaban, maka aku yang akan membuat keputusan untukmu." Ancam Rebecca lalu pergi.
Sementara itu, Dong Sheng kembali ke bekas restoran ayahnya dan duduk termenung di ayunan, memikirkan ucapan Eva tentang masa lalunya yang penuh penderitaan dan sangat ingin dia lupakan.
"Ayah, apa benar aku tidak memikirkan perasaannya? Apa benar aku terlalu memaksanya?"
Saat Eva menceritakan masalah ini padanya, Xiao Nan langsung heboh tanya bagaimana bisa Rebecca bisa mengetahui rahasianya? Kenapa Rebecca bisa tahu? Dia tidak terima Eva dibuli seperti ini, dia mau pergi melabrak Rebecca sekarang.
Tapi Eva langsung mencegahnya dan mengingatkannya untuk tidak semakin membuat masalah tambah runyam. Yang harus mereka lakukan sekarang adalah mencari cara untuk menjinakkan bom waktu yang sudah berdetak ini.
"Lalu apa yang akan kau pilih?"
"Entahlah. Menjadi Supermodel World Angel adalah impianku, dan Ruan Dong Sheng... Kalau kau, siapa yang akan kau pilih?"
"Yuan Yuan, sekarang ini kau cuma tinggal selangkah lagi untuk mencapai impianmu. Kalau kau menyerah sekarang, kau akan menyesalinya seumur hidupmu."
Tentu saja Eva tidak mau menyerah. Tapi... kalau dia melepaskan impiannya, maka dia harus melepaskan Dong Sheng. Mana yang harus dia pilih, itulah masalahnya.
Tapi tunggu dulu! Dia baru sadar, kenapa Rebecca menyuruhnya untuk melepaskan Dong Sheng? Jangan-jangan... Rebecca diam-diam menyukai Dong Sheng? Astaga! Rasanya seperti mendengar berita yang sangat menggemparkan.
Xiao Nan heran mendengarnya, penting banget yah mikirin masalah itu? Yang harus dia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya menjinakkan bom ini.
Sudah malam, Dong Sheng masih juga belum pulang. Eva kesal, apa Dong Sheng ingin dia minta maaf gara-gara masalah yang waktu itu? Eva berniat mau mengirim pesan permintaan maaf.
Tapi tunggu dulu! Ngapain juga dia yang minta maaf? Dong Sheng sendiri mengabaikannya sepanjang hari, dia salah apa? Dong Sheng minggat dari rumah dan menyalahkannya, gitu? Dia akan beri waktu 10 detik, kalau Dong Sheng masih juga belum muncul, maka dia akan memilih karirnya.
1-2-3-4-5-6-7-8-9- sembilan koma satu, sembilan koma dua, sembilan koma tiga... Dong Sheng masih juga belum muncul. Dasar! Habis sudah kesabaran Eva.
Cowok yang bahkan tidak mau memasak untukku, untuk apa lagi aku membutuhkannya?!"
Keesokan harinya, dia bertemu dengan Rebecca lagi di depan lift. Dia langsng menyudutkan Rebecca ke tembok dan memberinya jawaban saat itu juga. Dan dia memilih World Angel Tour.
"Maksudmu, kau ingin melupakan Ruan Dong Sheng?"
"Dia duluan yang mencampakkanku! Terima kasih, Rebecca. Kau membantuku melihat wajah asli seseorang dan kau membuatku semakin yakin akan impianku!" UJar Eva lalu pergi dengan muka kesal.
Rebecca sampai bingung dengan situasi ini. Niatnya mengancam Eva, tapi kok jadinya dia malah membantu Eva?
Dong Sheng sebenarnya baru pulang saat itu dan melihat pesan dari Eva yang bilang kalau dia pindah dan menyarankan sebaiknya mereka saling memperlakukan satu sama lain seperti orang asing. Dong Sheng sinis, apa Eva mau jadi biksuni?
Dia lalu pergi menemui Xiao Nan untuk menanyakan masalah kepindahan Eva itu. Apa Eva mau pindah gara-gara dia? Apa Eva pindah ke rumahnya Xiao Nan?
"Kepribadianmu membuat orang lain tidak suka. Tapi tidak sampai harus mendemarkasimu."
"Apa Eva ada masalah?"
"Belakangan ini Eva memang ada masalah pribadi yang harus dia tangani. Kau pulang saja dan tunggulah dengan patuh. Tunggulah sampai dia menyelesaikan masalahnya, dia pasti akan segera kembali."
Baiklah kalau Eva tidak mau memberitahukan apa masalahnya. Tapi Dong Sheng meminta Xiao Nan untuk menyampaikan pesannya pada Eva.
"Aku salah sebelumnya dan terlalu menekannya. Aku akan menghormati pilihannya nanti. Aku akan menunggunya."
Para anak buahnya sedang rapat saat Dong Sheng kembali. Yi Ren langsung melapor tentang kabar yang didengarnya dari bodyguard-nya Eva tentang Rebecca yang menemui Eva di boxing gym seminggu yang lalu.
Dong Sheng jadi cemas dan langsung pergi mencari Rebecca. Rebecca langsung kesal melihatnya datang, Eva pasti sudah membohonginya. Kalau Dong Sheng benar-benar mencampakkan Eva, Dong Sheng tidak mungkin datang kemari.
"Aku tahu kau membenciku. Apapun kebencianmu, marah saja padaku. Lepaskan Eva."
"Benar. Aku membencimu. Tapi apa kau pikir Eva benar-benar mencintaimu?"
"Apa maksudmu itu?"
"Kau ingin tahu kenapa dia tiba-tiba menghilang, bukan? Karena dia membuat kesepakatan denganku."
"Apa yang kau lakukan?"
Rebecca menolak mengatakan apapun, dia sudah janji akan membantu menjaga rahasianya Eva. Kalau Dong Sheng ingin menyalahkan, salahkan saja Eva yang lebih memilih karirnya dan mencampakkan Dong Sheng. Dia kira kalau Dong Sheng sangat penting bagi Eva. Tapi ternyata dia hanyalah bidak catur yang dimanfaatkan oleh Eva.
"Dia wanitaku. Wajar kalau aku dimanfaatkan olehnya. Bahkan sekalipun sekarang aku tidak penting baginya, aku akan membuatnya merasa aku penting cepat atau lambat. Dan juga, masalah ini adalah antara aku dan dia. Orang ketiga tidak perlu ikut campur."
"Ruan Dong Sheng! Menurutmu apa yang akan terjadi kalau dia sampai mengetahui tentang Tao Tao?!" Kesal Rebecca. (Hmm, siapa itu Tao Tao?)
"Dia tidak akan mengetahuinya." Tegas Dong Sheng lalu pergi.
Xiao Nan memberikan informasi tentang Dong Sheng dan Rebecca yang ternyata sudah lama saling mengenal karena mereka dulu kuliah di universitas yang sama. Bahkan menurut pengakuan temannya Xiao Nan yang dulu sekolah di Perancis, kisah Rebecca mengejar Dong Sheng itu sampai diberitakan mading.
Tapi, Rebecca itu kan wanita yang sangat cantik, Eva tak percaya kalau Dong Sheng tak punya perasaan sedikitpun. Tapi berdasarkan penyelidikannya Xiao Nan, Dong Sheng memang tidak punya perasaan apapun pada Rebecca dan menolak Rebecca berulang kali dengan kejam. Makanya wajar saja Rebecca sekarang membencinya.
Yuan Yuan senang mendengarnya. Kisah Dong Sheng menunggunya, benar-benar membuatnya merasa terharu.
"Jangan senang dulu. Kita masih belum apa rahasia terdalam Rebecca yang bisa mereka gunakan untuk menghentikannya."
Belum lagi Dong Sheng yang masih saja belum bisa diam. Tadi pagi-pagi sekali, Dong Sheng mencegatnya di depan kantor dan berkata bahwa dia tidak akan menekan Eva dan akan menunggu Eva, yah pokoknya kata-kata gombal semacam itulah.
Eva senang, "sepertinya dia mendengarkanku. Ternyata dia masih bisa diajari."
Dong Sheng baru selesai mandi dan hendak mengambil handuk saat tiba-tiba saja Eva mendadak muncul di hadapannya. Terang saja Dong Sheng panik menutupi dirinya. Eva tiba-tiba agresif menguncinya di tembok dan tanya kenapa Dong Sheng tidak datang menemuinya.
"Aku sudah janji untuk memberimu ruang dan tidak menekanmu." Canggung Dong Sheng.
"Dasar bodoh, kalau kau tidak datang menemuiku, aku akan merasa tertekan." Eva tiba-tiba mendekat sambil monyongin bibir. Dong Sheng langsung monyong juga... saat tiba-tiba saja dia tersadar dari khayalan liarnya itu. Pfft! Nyatanya tidak ada siapa-siapa di sana.
"Kenapa aku jadi seperti ini?"
Eva sedang melakukan syuting saat tiba-tiba saja dia mengendus-endus bau yang enak dan jelas saja perbuatannya itu mengganggu proses syuting sampai-sampai Xiao Nan harus bertindak menenangkan si sutradara. Heran dia, apa sih yang Eva lakukan?
"Aku mencium bau Ruan Dong Sheng."
"Baunya Ruan Dong Sheng?" Xiao Nan mencoba mengendusnya juga dan heran. "Kenapa Ruan Dong Sheng baunya katakan iga sapi?"
"Betul sekali, ini adalah bau iga sapi beku." Ujar Dong Sheng yang mendadak muncul bersama serombongan koki yang membawakan berbagai macam hidangan mewah untuk mereka.
Dia lalu memperkenalkan dirinya pada Sutradara dan mengaku bahwa hari ini dia datang untuk mengunjungi teman baiknya.
"Aku ingin melihat bagaimana dia bekerja. Aku khawatir dia tidak makan dengan benar. Makanya aku datang kemari," ujar Dong Sheng sembari menatap Eva.
Dia menyiapkan steak dan salmon untuk mereka semua. Selain itu, dia juga menyiapkan sebuah hidangan manis yang bernama 'Api Ajaib'. Dia lalu membakar penutup salah satu makan hingga terlihatlah hidangan mewah di dalamnya.
"'Api Ajaib' ini adalah makanan kreatif yang yang diperoleh selama memproses bahan-bahan. Termasuk almond, puding, dan mangga. Ini menghancurkan imajinasi makanan manusia yang umum. Makanan ini lezat sekaligus indah. Makanan ini kusiapkan untuk teman baikku. Kuharap dia bisa merasakan hatiku."
Eva membatin galau, "bukankah aku sudah bilang agar saling memperlakukan satu sama lain bak orang asing. Perangkap lembut ini, aku benar-benar tidak tahan."
Dong Sheng lalu membawa makanan itu ke arah Eva dan setengah menyodorkannya padanya sembari mengaku, "aku merindukanmu."
Eva terharu dan memutuskan untuk tak memedulikan Rebecca dan ancamannya lagi. Eva pun mengulurkan tangan untuk mengambil makanan itu... Saat tiba-tiba saja Dong Sheng mendadak ganti haluan menyodorkan makanan itu ke Xiao Nan sambil berkata... "Teman baik, apa kau merasa tersentuh?"
Eva sakit hati dan langsung pergi. Dia bahkan terus cemberut sepanjang jalan ke markas World Angel. Berusaha menghiburnya, Xiao Nan meyakinkan Eva bahwa Dong Sheng melakukan itu demi melindungi Eva dari mata orang-orang asing.
Eva sinis tak memercayainya. Yang dilakukan Dong Sheng tadi itu menipu. Baiklah, baiklah, sebaiknya tidak usah membicarakan masalah ini lagi. Dan berhentilah menunjukkan muka jutek kayak begitu, bagaimana bisa dia pergi menemui Jason Wang dengan muka seperti ini?
Jason pasti ingin bertemu Eva untuk mendiskusikan masalah panggung World Angel. Tersenyumlah dan tampilkan penampilan terbaiknya. Eva tahu itu. Jangan khawatir dan tunggu saja kabar baik darinya.
Tapi begitu masuk ke kantornya Jason, dia malah bertemu lagi dengan Rebecca. Jason sendiri sedang ke toilet. Terpaksalah Eva harus menghadapi Rebecca sendirian lagi.
"Eva, apa kau sudah lupa dengan perjanjian kita?" sinis Rebecca. Jelas dia sudah mengetahui tentang Dong Sheng yang mengantarkan makanan untuk Eva tadi.
"Aku memang setuju untuk mencampakkan Ruan Dong Sheng. Tapi aku tidak bisa jamin kalau Ruan Dong Sheng akan mencampakkanku."
"Apa kau mencandaiku? Itu karena kau belum sepenuhnya memutuskan hubungan dengannya, makanya dia tetap di sisimu."
"Aku sudah melakukan apa yang kau suruh. Tapi perasaan bukanlah sesuatu yang bisa aku kontrol. Kusarankan padamu, jangan meremehkanku hanya karena kau lebih besar dariku."
Rebecca sinis mendengarnya. Apa Eva lupa kalau dia memegang rahasia besarnya Eva? Menghancurkan Eva bisa dia lakukan dengan sangat mudah seperti membalikkan telapak tangannya.
Jason terkejut mendengarnya. Apa Eva baik-aik saja? Sebenarnya penampilan Eva waktu casting mendapat suara bulat daari para juri. Makanya dia memanggil Eva hari ini untuk mendiskusikan World Angel tour. Di saat penting seperti ini, dia tidak boleh sembrono.
Jika Eva sakit, maka masalah itu bukan cuma masalahnya Eva seorang, melainkan berhubungan dengan reputasinya World Angel. Rebecca, sebagai angel yang paling lama di sini, tahu betul keuntungan dan kerugian dari semua ini. Jadi kalau Eva ada masalah, sebaiknya dia jangan menyembunyikannya dari mereka.
Eva jelas kesal sama Rebecca. Apalagi Rebecca dengan sengaja mengungkit-ungkit tentang betapa bencinya Jason jika dia dibohongi atau jika ada sesuatu yang disembunyikan darinya. Eva tidak mungkin menyembunyikan apapun dari Jason, kan?
"Eva, kutanya kau sekali lagi. Apa tubuhmu baik-baik saja?" Tanya Jason.
Belum sempat Eva bicara, Rebecca dengan senang hati menawarkan diri untuk membantu Eva menjawab pertanyaan. Kesal, tapi terpaksalah Eva akhirnya memutuskan untuk mundur dari acara ini. Rebecca senang.
Eva sontak melampiaskan frustasinya dengan memukuli Xiao Nan pakai bantal. Impian seumur hidup, sekarang hancur berkeping-keping! STREEEEEESSS!
"Yuan Yuan, bersemangatlah. Kalau kau seperti ini, maka Rebecca akan semakin senang."
"Segalanya hancur. Jika aku tidak mengundurkan diri dari World Angel, aku takut akan terekspos."
"Asalkan Jason Wang belum mengumumkan hasilnya, kau belum resmi tereliminasi."
"Apa kau punya cara lain?"
"Dia kan cuma seorang wanita. Dan wanita itu harus ditenangkan."
Maka kemudian, Xiao Nan pergi menemui Rebecca. Mencoba bersikap sangat manis padanya dengan menawarinya tumpangan, sarapan. Tapi Rebecca tidak mudah dirayu dan menolak semua tawarannya.
Maka Xiao Nan mencoba cara yang lebih ekstrem, yaitu menawarinya kartu kredit. Ini adalah bunga yang paling indah di seluruh dunia, bunga uang. Rebecca boleh menghabiskannya. Kalau yang ini Rebecca suka, jadi dia akan menerimanya.
"Kalau kau menyukainya, bagaimana kalau kita ngobar sambil ngobrol?"
"Tidak usah."
"Rebecca, kau sudah menerima uangnya. Jangan seangkuh itulah."
Rebecca sinis, seperti inikah sikap Xiao Nan saat memohon pada orang lain? Dia tahu betul apa tujuan Xiao Nan. Dia tidak pernah kekurangan cowok cakep, jadi pria setengah baya seperti Xiao Nan tidak akan membuatnya tertarik. Uang ini akan dia terima, anggap saja sebagai ganti rugi mental dan waktunya.
Xiao Nan jelas tersinggung dikatain pria setengah baya dan langsung mencengkeram kasar tangan Rebecca. Tepat saat itu juga, mendadak muncul sekumpulan emak-emak yang menyelamatkan Rebecca dan mengira kalau Xiao Nan membuli Rebecca.
Maka Rebecca langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menghasut para emak-emak itu dengan memberitahu mereka bahwa Xiao Nan akan membayari apa saja yang mereka inginkan.
Terang saja para emak-emak itu langsung mengerubungi Xiao Nan, minta dikasih kartu kredit juga. Dan Rebecca akhirnya bisa melarikan diri.
Asisten Ni melapor bahwa Eva mengembalikan semua makanan yang mereka kirim padanya. Dia juga menitip pesan pada Dong Sheng untuk tidak mengirimkannya apa-apa.
Yi Ren juga melapor tentang keanehan casting World Angel Tour itu. Reputasinya Eva cukup tinggi waktu casting, tapi anehnya Jason Wang menolak mengumumkan daftar pemenangnya. Selain itu, sikapnya terhadap Eva juga agak aneh.
Dong Sheng menyuruhnya untuk menyelidiki masalah ini lebih jauh, tapi menurut Asisten Ni sebaiknya Dong Sheng pergi sendiri dan menunjukkan perhatiannya pada Eva.
"Kau pikir aku tidak mau? Tapi aku takut perhatianku hanya akan semakin membebaninya dan mengganggunya."
"Presiden Ruan, ada kalanya ketertarikan bukan masalah besar atau tidaknya. Wanita biasanya lebih tertarik dengan ketulusan hati. Saya harap anda mempertimbangkan saran saya."
Malam harinya, Yi Ren selesai mengerjakan pekerjaannya tepat waktu dan langsung memutuskan untuk tidur sesuai jadwal. Tapi terlebih dulu dia mengecek ponselnya untuk melihat-lihat update-an kucingnya Xiao Nan yang biasanya dikirim rutin sama Xiao Nan.
Tapi anehnya, hari ini Xiao Nan belum mengiriminya update apapun. Apa mungkin Xiao nan sibuk? Dia terus menunggu dan menunggu. Tapi bahkan sampai dia terbangun jam 3 subuh, dia masih juga belum mendapat update apapun dari Xiao Nan.
Gara-gara itu, Yi Ren jadi telat bangun keesokan harinya sampai-sampai dia harus dandan di dalam taksi. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba saja dia melihat Xiao Nan lewat.
Kesal, dia langsung menyuruh pak supir untuk membuntuti Xiao Nan. Tapi dia malah melihat Xiao Nan pergi menemui Rebecca. Yi Ren heran, kenapa mereka bisa bersama?
Pak Supir geli mendengarnya, jelas-jelas pria itu berselingkuh. APA?! Yi Ren sontak cemburu dan langsung keluar mau melabrak Xiao Nan. Tapi melihat Rebecca kontan membuat Yi Ren berubah sikap menjadi formal seperti biasanya.
Dia mengklaim kalau dia cuma kebetulan lewat dalam perjalanan ke kantor dan kebetulan melihat Xiao Nan dan Rebecca di sini sedang flirting di tengah jalan. Di cuma penasran apakah mungkin mereka butuh bantuan.
Xiao Nan panik menyangkal. Dan kenapa Yi Ren lewat di sini? Kantornya kan berada di rah sebaliknya? Yi Ren juga penasaran, bukankah Xiao Nan juga mau ngantor? Lalu kenapa dia datang kemari?
Menyadari apa hubungan kedua orang itu, Rebecca dengan sengaja menggamit tangan Xiao Nan dan mengklaim bahwa Xiao Nan datang kemari untuk mengantarannya ke tempat kerja. Mereka cuma sedang bercanda kok tadi. Yi Ren pasti salah paham.
Yi Ren shock melihat pemandangan itu. "Sepertinya Presiden Xiao sibuk belakangan ini. Kalau begitu, aku takkan mengganggumu lagi."
Xiao Nan panik mau menjelaskan, tapi Rebecca dengan cepat mencegahnya dan diam-diam mengancam akan membeberkan rahasianya Eva kalau Xiao Nan tidak ikut dengannya. Terpaksalah Xiao Nan menurutinya dan pergi meninggalkan Yi Ren.
Dia lalu membawa Xiao Nan ke sebuah toko bunga. Xiao Nan protes tak senang dengan yang dilakukan Rebecca tadi, kenapa Rebecca melakukan itu?
"Aku membantumu. Seharusnya kau berterima kasih padaku."
"Membantuku? Aku malah merasa kau mencelakaiku."
"Kau pikir rasa cinta itu manis? Tidak! Rasanya asam. Manis membuat orang tenggelam tanpa dia sadari. Tapi stimulasi rasa asam jauh lebih besar daripada manis. Kalau kau tidak membuatnya cemburu, bagaimana dia bisa tahu kalau dia mencintaimu?"
Xiao Nan sinis. Mengikat cinta hanya perlu sedikit sentuhan lembut. Semua itu sudah pernah dia mainkan waktu masih remaja. Sekarang dia hanya mengikuti hatinya. Karena itulah dia dicintai orang lain.
"Jadi Preside Xiao, apa kau sudah menemukan cinta sejatimu?"
Xiao Nan tidak percaya cinta sejati. Cinta baginya adalah mengikuti hati, itulah cinta yang sebenarnya. Jika sebaiknya, maka itu namanya hasrat. Mengejar wanita pintar seperti Luo Yi Ren, maka yang harus dia lakukan adalah membuat Yi Ren melihat bahwa dia benar-benar tulus.
Rebecca malas mendengarkannya, dia tidak ada waktu untuk mempelajari teori cinta bersama Xiao Nan. Kalau Xiao Nan bahagia, yah sudah.
Pemilik toko datang memberikan pesanan bunganya Rebecca. Rebecca pun pamit tapi terlebih dulu dia mengembalikan kartu kreditnya Xiao Nan. Merek tidak punya hutang apapun dan lebih baik hubungan permusuhan mereka jelas. Masalah antara dirinya dengan Eva tidak bisa diselesaikan semudah ini, jadi jangan datang mencarinya lagi.
Tak lama setelah Rebecca pergi, si pemilik toko mendadak muncul lagi gara-gara lupa menyerahkan pesanan Rebecca yang lain, yang berupa sebuah boneka. Mengira Xiao Nan adalah temannya Rebecca, si pemilik toko akhirnya memutuskan untuk menitipkan boneka itu ke Xiao Nan.
Eva sontak menghentikan sesi olahraganya saat mendengar berita menghebohkan dari Xiao Nan... Rebecca ternyata memiliki seorang putri. What? Yang benar? Apa berita itu akurat?
"Sangat akurat. Aku dengar dari orang-orang di sekolah asrama. Nama anak itu Lin Tao Tao, mengikuti nama keluarga Rebecca. Dan dia berusia 6 tahun, tahun ini."
Rebecca selalu menempatkan anak itu di asrama dan berbohong pada dunia kalau dia masih single, belum menikah apalagi punya anak. Mungkin dia takut anak ini akan mengganggu karirnya.
"Lalu siapa ayah anak itu?"
"Menurut pengakuan mereka, katanya dia pria misterius. Dia biasanya mengunjungi Tao Tao tiap 3-5 hari sekali. Tapi setiap kali dia datang, dia selalu sangat hati-hati. Hanya sedikit orang yang pernah melihatnya."
"Kalau dia ayah kandung anak itu, dia nggak bertanggung jawab banget sampai tidak mengakui anaknya sendiri!"
"Tidak usah peduli siapa ayah anak itu, yang penting kita tahu ibunya adalah Rebecca, kita akan selamat."
Tapi Eva tidak mau. Anak itu tidak salah apa-apa, Eva tidak tega memanfaatkannya untuk mengancam Rebecca. Anak itu disembunyikan selama bertahun-tahun pasti karena Rebecca tidak mau mengeksposnya ke media. Kasihan dia kalau dijadikan alat balas dendam.
"Memangnya kau tidak perlu dikasihani? Apa kita pantas dibuli sama Rebecca? KIta terkekang gara-gara dia dan tidak bisa balas dendam."
Eva bersikeras, dia akan memikirkan solusi lain untuk menyelesaikan masalahnya dengan Rebecca. Pokoknya mereka tidak boleh mengambil keuntungan dari anak itu, titik!
Rebecca sebenarnya sudah tahu tentang Xiao Nan yang sudah mencari informasi tentang Tao Tao dan menduga kalau mereka pasti mau memanfaatkan Tao Tao untuk mengancamnya.
"Kalau begitu, aku akan memberimu kejutan besar." Sinis Rebecca.
Eva sedang jalan-jalan sendirian dengan gelisah memikirkan masalah ini saat peruntnya mendadak keroncongan. Eva jadi kangen Dong Sheng dan masakannya. Baru dipikirin, tiba-tiba Asisten Ni muncul.
Tak lama kemudian, Eva masuk ke sebuah yatch di mana Dong Sheng sudah menunggunya. Dong Sheng menggenggam tangannya saat tiba-tiba saja perutnya menjerit lagi dengan sangat keras. Dong Sheng geli mendengarnya.
Eva kesal. Sejak dia pindah, dia belum pernah lagi makan penuh. Dia juga tidak berani menerima makanan yang Dong Sheng kirim, takut Rebecca mengetahuinya. Kalau terus begini, dia bakalan mati kelaparan.
"Kau bisa tenang di sini, apapun yang kau lakukan tidak akan ada yang mengetahuinya (karena mereka berada di tengah laut)."
"Sungguh?"
"Takkan ada yang bisa melihat kita di sini. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi."
"Jadi itu artinya, aku juga tidak bisa melarikan diri?"
"Betul. Hari ini adalah milik kita berdua."
Mengalihkan perhatiannya ke meja, Eva langsung antusias melihat banyaknya makanan yang sudah Dong Sheng siapkan untuknya. Eva langsung memakannya dengan bahagia. Dia benar-benar merindukan rasa ini.
Dong Sheng penasaran, belakangan ini Eva bersembunyi darinya gara-gara Rebecca? Dia sudah bertemu dengan Rebecca, memangnya Rebecca mengetahui rahasianya Eva yang mana? Katakan saja padanya, siapa tahu dia bisa bantu.
Tapi Eva menolak memberitahu apapun. Bukan rahasia lagi namanya kalau diberitahukan pada semua orang. Lagipula, Dong Sheng juga merahasiakan fakta kalau dia dan Rebecca sudah lama saling mengenal.
"Aku tidak memberitahu masalah itu, karena aku merasa itu tidak penting. Tapi kalau kau ingin mengetahui kebenarannya, aku bisa memberitahumu segalanya."
Dia mengakui kalau dia dan Rebecca saling mengenal sejak mereka kuliah. Rebecca selalu mengejarnya, tapi dia tidak pernah menyukai Rebecca.
"Selain itu, apa ada yang lainnya?"
"Aku bersumpah tak ada apapun selain ini. Kenapa? Kau cemburu?"
Eva menyangkal. "Aku kan baru makan, ngapain makan cuka (asam bisa diartikan cemburu)? Aku mau pulang saja."
"Tunggu dulu. Aku punya kejutan untukmu."
Dia lalu membawa Eva ke dokter di mana seorang violinis tengah memainkan musik romantis untuk mereka. Dia lalu menyuruh Eva untuk menutup mata. Eva pun langsung menutup mata sambil monyongin bibir, padahal maksudnya Dong Sheng bukan itu.
Dia menghitung sampai 5 sebelum kemudian menyuruh Eva membuka mata untuk melihat mercusuar yang menyala menyinari seluruh sekitarnya. "Kau sama seperti mercusuar itu. Mandiri dan ajaib. Membuat orang-orang di sekitarmu merasa terang. Berilah aku kesempatan, biarkan aku menjadi cahayamu, melindungimu, menerangimu dalam kegelapan."
Dia akhirnya mencium Eva. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dong Sheng ingin mengabaikannya, tapi Eva menyuruhnya untuk mengangkatnya, siapa tahu penting.
Dong Sheng akhirnya mengangkat teleponnya Sepertinya memang penting. Begitu mematikan teleponnya, Dong Sheng terpaksa harus mengakhiri kencan mereka ini. Dia mengaku Asisten Ni yang menelepon, katanya ada urusan penting yang harus dia selesai. Dia bahkan langsung pergi duluan.
Saat Eva dalam perjalanan pulang, Rebecca tiba-tiba meneleponnya dan dengan liciknya memberitahu Eva untuk datang ke sekolah putrinya sekarang juga kalau Eva penasaran tentang siapa ayah putrinya.
Tak lama kemudian, Eva pun datang ke sekolah itu... dan betapa shock-nya dia melihat Tao Tao sedang bicara pada Dong Sheng dan memanggilnya 'Papa' (OMG! Dia papanya Tao Tao?), dan Rebecca menatapnya dengan senyum licik penuh kemenangan.