Love The Way You Are

Love The Way You Are
episode 22



Berusaha menghindari wartawan yang mengejar mereka dengan gigih, Dong Sheng membawa Yuan Yuan bersembunyi di sebuah ruang ganti kosong. Yuan Yuan begitu ketakutan hingga dia mencengkeram erat lengan Dong Sheng dan menyandarkan kepala di bahunya, mencari ketenangan di sana.


"Jangan takut, aku ada di sini bersamamu. Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu."


Yuan Yuan hanya diam memikirkan bagaimana dulu dia selalu berusaha menghindari takdir. Dia selalu kalah oleh ketakutan dan kepengecutannya sehingga dia selalu berbohong dan mengarang-ngarang cerita.


"Tapi sekarang, aku tidak ingin dia ikut melarikan diri dari takdir bersamaku. Sekarang aku ingin semua orang tahu bahwa aku adalah Zhen Yuan Yuan, gadis gendut pemberani yang bisa menghadapi takdirnya sendiri."


Dengan tekad baru itu, dia menolak pergi saat Dong Sheng mengajaknya keluar. Dia harus menutup acara dan mengucap terima kasih.


Rebecca dan Jason masih bungkam tak peduli berapa banyak pertanyaan yang lontarkan pada mereka. Tiba-tiba lampu panggung redup dan Yuan Yuan keluar dalam kondisi tubuh gendutnya dengan ditemani Dong Sheng.


"Selamat malam, aku adalah supermodel Eva... sekaligus gadis gendut Zhen Yuan Yuan. Setulus hati aku meminta maaf karena selama ini aku merahasiakan kebenaran tentang kondisiku dari kalian. Aku minta maaf karena mengatakan ini dalam situasi seperti ini."


"Dulu, aku seorang gadis yang sangat pemalu, sering diejek, diolok-olok dan diremehkan orang. Aku berjuang melawan takdir. Aku berusaha yang terbaik agar sesuai dengan pandangan masyarakat. Dan pada akhirnya, aku menjadi supermodel Eva yang kalian kenal. Tapi aku harus membayarnya dengan mahal."


Dulu dia selalu bertanya-tanya pada dirinya, kenapa? Kenapa harus dia yang harus menderita kegemukan ini. kenapa harus dia yang menderita penyakit manusia balon ini. Tapi tak ada seorang pun yang bisa menjawabnya.


Hingga saat dia menjadi desainer dan mulai memikirkan arti dari kecantikan sejati. Pada akhirnya dia mengetahuinya, kecantikan sejati adalah kebebasan jiwa. Kekuatan dari dalam hati. Kekuatan dari dalam hati dan bukannya sesuatu yang kita kejar secara membabi buta menurut trend.


"Kupikir, jika aku bahkan tidak bisa menghadapi diriku yang sebenarnya, lalu bagaimana bisa aku meyakinkan orang lain untuk menyetujui konsep kecantikan di dalam desain-ku? Karena itulah, aku membuat acara dengan tema itu agar temanku (lirik Asisten Ni) bisa menyebarkan berita ini ke publik."


Yuan Yuan meminta maaf karena mengejutkan mereka semua. "Tapi kuharap temanku itu bisa seperti aku untuk menghadapi dan menerima dirinya sendiri. Dengan cara itulah kau bisa mendapatkan tempat yang lebih baik."


Semua model muncul lagi dan bersama Yuan Yuan, mereka membungkuk hormat pada pad para tamu undangan. Hanya Asisten Ni seorang yang tidak senang dengan hasil tak terduga ini.


Setelah acara itu usai, Xiao Nan berniat mau menelepon polisi saja. dia jelas tidak senang dengan fakta ada orang yang menguntit adiknya siang dan malam. Yi Ren setuju dengannya. Biarpun dia dan Asisten Ni rekan kerja lama, tapi apa yang dilakukan Asisten Ni sekarang ini benar-benar menakutkan.


Dong Sheng sebenarnya masih ragu, tapi saat Xiao Nan terus mendesak, dia akhirnya setuju untuk melaporkan masalah ini ke polisi dan meminta Yi Ren untuk mengumpulkan bukti-bukti.


Tapi malah Yuan Yuan sendiri yang tidak setuju. Polisi tidak akan bisa menyingkirkan kebencian yang ada di dalam hati Asisten Ni. Mungkin saja dia akan melakukan hal seperti ini lagi saat dia bebas nanti.


"Lalu harus bagaimana sekarang?"


"Kisah ini harus diakhri ditempat dia bermula." Ujar Dong Sheng.


Tepat saat itu juga, Yuan Yuan ditelepon Jason yang kontan membuatnya senang. Jason akhirnya menandatangani kontrak untuk menjadikannya sebagai desainer World Angel.


Dia menemui Jason setelah dia kembali kurus dan Jason menyambutnya dengan hangat. Eva sekarang sangat populer loh di internet, bagaimana rasanya jadi terkenal dalam semalam?


"Cuma dua kata, luar biasa! Sebenarnya fakta itu tidak terlalu membuatnya bahagia. Yang paling membuatku bahagia adalah menjadi desainer-nya World Angel. Kuharap kau akan banyak mengajariku."


Eva mengulurkan tangannya, tapi Jason malah tidak menyambutnya. Dia mengaku bahwa dia memanggil Yuan Yuan kemari bukan untuk membicarakan kontrak. Dia sudah memikirkannya, dia merasa Yuan Yuan tidak sesuai untuk Worl Angel. Yuan Yuan kaget mendengarnya, bukankah mereka sudah mendiskusikan masalah dan Jason akan tanda tangan kontrak?


"Tenang dulu. Dengarkan aku. World Angel adalah brand lama yang memiliki gaya tetap dan konsisten. Sedangkan gayamu sangat flexible, segar, unik. Aku tidak ingin bakatmu tersia-sia di tempat seperti World Angel. Aku tahu memiliki brand sendiri adalah impianmu. Kau memiliki segala yang kau butuhkan untuk mengembangkan brand-mu sendiri. Kenapa tidak kau lakukan sekarang saja?"


Yuan Yuan sontak antusias mendengarnya. "Maksudmu, aku harus membuat brand-ku sendiri? Apa aku bisa melakukannya?"


"Tentu saja."


Sejak menonton pidatonya Yuan Yuan waktu itu, Nyonya Wu sepertinya mulai berubah pikiran terhadap Yuan Yuan. Sekarang akhirnya dia mengerti kenapa putranya menentangnya habis-habisan hanya demi wanita itu.


"Si Eva ini benar-benar membuat keputusan yang berani."


Xiao Nan sungguh tak menyangka kalau Yuan Yuan justru akan jadi semakin terkenal setelah memublikasikan kondisinya. Kalau tahu begini, dia tidak akan menyembunyikan tentang penyakitnya Yuan Yuan selama bertahun-tahun. Bodoh sekali dia.


"Presiden Xiao, jangan terlalu kejam pada dirimu sendiri. Tidak semua orang... punya visi yang bagus." Sindir halus Sandy.


"Kau memujiku atau mengolokku?"


"Terserah apapun yang kau pikirkan." Cuek Sandy lalu pergi.


Yuan Yuan muncul saat itu sambil heboh memberitahu Xiao Nan bahwa mereka bisa jadi kaya raya bersama. Orang di hadapan Xiao Nan akan menjadi desainer kelas dunia - Zhen Yuan Yuan.


"Aku akan segera memiliki brand-ku sendiri. Dan brand-ku akan terkenal di seluruh dunia."


"Apa kau dan Jason saling bermusuhan lagi?"


"Apaan? Jason sendiri yang menyuruhku begitu. Oh, bosku~ temanku~ sobatku~~~ apa kau siap untuk menaklukkan dunia bersamaku?"


Xiao Nan antusias mendengarnya. "Jason sendiri yang bilang padamu. Apa yang bisa kukatakan? Kita lakukan saja seperti dulu!"


Dong Sheng ditelepon Yi Ren yang mengabarkan bahwa Asisten Ni tidak masuk kerja selama beberapa hari. Dia juga sudah tahu ada orang yang memata-matainya, jadi sebaiknya Dong Sheng berhati-hati.


Tepat saat itu juga, Sekretarisnya Nyonya Wu muncul untuk membawanya menemui Nyonya We. Dong Sheng tetap dingin seperti biasanya, mungkin mengira ibunya datang untuk cari masalah lagi.


Tapi Nyonya Wu datang untuk menyerahkan selembar cek pada Dong Sheng. Dia dengar kalau Eva mau membuat brand sendiri, dia ingin membantu sedikit.


"Aku sungguh tidak punya niatan buruk apapun, hanya saja pandanganku padanya berubah sekarang. Anggap saja ini investasiku untuknya."


"Aku tak bisa percaya ini. Kau berubah demi seseorang. Akan kusampaikan sendiri niat baikmu padanya. Tapi jika dia kekurangan uang, aku sendiri yang akan memberinya. Aku hanya khawatir, uangmu mungkin akan membuatnya tertekan. Jadi ini kau simpan saja."


Nyonya Wu agak kecewa. Tapi baiklah, bilang pada Yuan Yuan dia akan berusaha untuk membuat Yuan Yuan sebisanya kapanpun dia butuh bantuan.


"Ketua Wu. Terima kasih sudah menerima Yuan Yuan." Ucap Dong Sheng. Tapi dia masih canggung padanya dan langsung bergegas pergi.


Asisten Ni sedang berkutut dengan semua komputer di rumahnya saat Dong Sheng mendadak datang bertamu. Pertama kalinya dia datang ke rumah Asisten Ni ini, baru tahu dia kalau ternyata Asisten Ni seorang profesional dalam teknologi komputer. Sepertinya dia sudah menyia-nyiakan bakat seorang anak jenius.


"Apa sebenarnya tujuanmu datang kemari? Apa kau tidak menyalahkanku atas sesuatu?"


"Menyalahkanmu? Karena tidak masuk kerja?"


"Kau datang kemari cuma mau tanya kenapa aku tidak masuk kerja?"


Tentu saja tidak. Asisten Ni sudah bersamanya selama 6 tahun, tidak pernah sekalipun dia melihat Asisten Ni telat ngantor ataupun pulang lebih cepat. Dan dia juga tidak pernah melihat Asisten Ni berhenti kerja tanpa alasan.


"Makanya aku datang mengunjungimu hari ini. Kalau ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman atau jika kau merasa tertekan, katakan saja padaku."


"Tidak ada. Sebaiknya kau pergi kalau tidak ada hal lain yang perlu kau katakan."


Tentu saja masih ada. Aku ingin membantuku."


"Apa? Kenapa aku?"


"Karena aku percaya padamu. Bisakah kau melakukannya?"


Asisten Ni ngotot tak memercayainya dan menuduh Dong Sheng berbohong. Dong Sheng menegaskan bahwa kalung itu sudah hilang jauh sebelum ayahnya meninggal dunia. Dong Sheng bahkan masih ingat ada ukiran nama di dalam liontin itu.


Asisten Ni langsung mengecek liontin itu dan benar-benar mendapati nama Dong Sheng terukir di bagian bawahnya. Shock, Asisten Ni sontak melempar liontin itu dan dengan histeris menuduh Dong Sheng berbohong. Xiao Nan sampai harus bertindak untuk menjauhkan Asisten Ni dari Dong Sheng.


Tapi Dong Sheng tetap baik hati seperti biasanya dan meyakinkan Asisten Ni bahwa terlepas dari apapun yang dilakukannya, Ayahnya Asisten Ni tetaplah ayah yang baik dan menyayangi anaknya.


"Ayahku bukan pencuri! Ayahku bukan pencuri! Tidak mungkin!"


"Liang Liang, inilah kebenarannya. Tapi sekarang segalanya sudah berlalu. Nak, tidak seharusnya kita hidup dengan kebencian, kita harus hidup dengan cinta yang ada di dalam hati kita."


Paman Gu lalu menyatukan tangan Dong Sheng dan Asisten Ni dan mengingatkan bahwa mereka berdua adalah saudara.


"Kau juga punya aku." Ujar Yuan Yuan. "Jika kita semua berkumpul di sini, berarti ini takdir untuk mengakhiri semuanya. Ni Hao, lupakanlah masa lalu. Mari kita mulai dari awal."


Paman Gu setuju. Segalanya sudah berlalu dan dia harap takkan ada lagi yang akan mengungkit-ungkit masalah ini. Yuan Yuan juga banyak menderita. Paman Gu berharap Yuan Yuan dan Dong Sheng akan hidup bahagia bersama.


"Kita semua harus hidup dengan bahagia." Ujar Paman Gu. Asisten Ni akhirnya mulai bisa tenang walaupun masih sedih.


Keesokan harinya, Asisten Ni datang ke kantor untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya, dia sudah tidak bisa menemani Dong Sheng seperti dulu. Tapi Dong Sheng menolak menerimanya. Mereka berdua sama-sama korban dari insiden itu, jadi Asisten Ni tidak perlu merasa bersalah.


"Apa kau tidak membenci ayahku sama sekali?"


"Tidak. Ni Hao sepertinya restoran itu lebih membutuhkanmu daripada perusahaan. Jika kau memutuskan untuk berhenti, maka kau bisa mengurus restoran itu."


Yuan Yuan lega mendengar cerita Dong Sheng. Berarti sekarang bisa dibilang segalanya sudah selesai. Kalau begitu, sekarang Yuan Yuan bisa fokus sepenuhnya untuk mengembangkan brand-nya.


Tapi Dong Sheng tidak terima ditinggalkan begitu saja. Apa Yuan Yuan punya kebiasaan untuk mencampakkannya?


"Kapan aku pernah mencampakkanmu?"


"Waktu kita baru balik dari pulau, apa kau tidak akan mau bertanggung jawab untuk itu?"


"Aku kan waktu itu sibuk. Kau mengatakannya seolah aku ini wanita jahat."


"Memangnya tidak?" Dong sheng hampir saja menciumnya, tapi ponselnya Yuan Yuan tiba-tiba berbunyi. Dari Xiao Nan yang memberitahu kalau dia sudah menunggu di bawah.


Yuan Yuan langsung pamit ke Dong Sheng. Tapi Dong Sheng tak rela ditinggal begitu saja dan langsung pasang tampang melas sambil memohon padanya untuk menemaninya 5 menit saja.


Baiklah, Yuan Yuan kasihan juga melihatnya. Tapi begitu dia bilang setuju, Dong Sheng sontak membopongnya lalu membawanya masuk kamar. Biarin aja Xiao Nan menunggu.


Saat Yuan Yuan turun tak lama kemudian, Xiao Nan sontak protes karena dia sudah menunggu selama 2 jam. Pfft! Ngapain aja sih Yuan Yuan selama 2 jam sampai tidak bisa dihubungi sama sekali?


Yuan Yuan membela diri kalau dia tuh cewek. Cewek butuh banyak waktu untuk mempersiapkan diri sebelum keluar. Mandi, mengeringkan rambut, pakai masker, pakai lotion, krim ini dan itu. Belum lagi memilih baju, tas, sepatu, dan lain sebagainya. Udahlah, ayo pergi.


Bahkan setelah pulang tak lama kemudian, Yuan Yuan dan Xiao Nan masih terus sibuk membahas pekerjaan mereka sampai tidak memedulikan panggilan Dong Sheng yang menyuruh mereka makan.


Bahkan saat Dong Sheng berusaha mereka untuk istirahat, Yuan Yuan langsung membentaknya. Terpaksalah Dong Sheng mengalah dan masuk kamar.


Di kantor, Dong Sheng yang masih kesal gara-gara dirinya dicuekin kemarin, tiba-tiba penasaran menanyai Yi Ren tentang perkembangan hubungan Yi Ren dengan Xiao Nan.


Tapi tentu saja Yi Ren tak nyaman dan menolak memberitahu. Lagipula, dia yakin kalau dia tidak berkewajiban untuk melaporkan masalah itu pada Dong Sheng. Dong Sheng langsung heboh. Tentu saja wajib! Yi Ren harus lebih memperhatikan Xiao Nan. Jangan sampai dia terlalu giat bekerja sampai tidak ada waktu untuk cinta.


"Apa anda sedang menguliahi saya tentang cinta?"


"Aku mendiskusikannya denganmu. Karena... aku juga mengalami masalah itu belakangan ini."


Oh, Yi Ren mengerti. Ini tentang Eva dan Xiao Nan yang sedang merintis bisnis baru mereka. Mereka pasti sibuk banget sekarang. Kalau begitu... bagaimana kalau Xiao Nan disuruh tinggal saja di rumah mereka?


"Apa itu yang kau sebut membantu?" Protes Dong Sheng.


"Setahu saya, rumahnya Eva punya 2 kamar."


Ide bagus. Tak lama kemudian, Dong Sheng sudah sibuk mempersiapkan kamar untuknya dan Eva, bahkan pakai acara mempersiapkan buket bunga, pakai parfum dan berbagai macam jenis hidangan lezat untuk mereka.


Tapi Yuan Yuan dan Xiao Nan masih saja terus mendiskusikan bisnis mereka dan mengabaikan makanan yang dia siapkan. Dong Sheng kecewa. Maka kemudian dia buru-buru menyela mereka dan usul agar Xiao Nan menginap saja di rumah ini.


Mereka kan harus mendiskusikan masalah ini sampai larut malam dan bangun pagi-pagi sekali. Terlalu melelahkan kalau harus pindah-pindah tempat. Xiao Nan jelas heran mendengarnya. Apa Dong Sheng sekarang mulai memedulikan kakak iparnya ini?


"Pekerjaanmu penting, kesehatanmu juga penting. Yuan Yuan bagaimana menurutmu?"


Yuan Yuan setuju. Lagian besok kan mereka harus pergi ke pabrik. Jadi mending Xiao Nan menginap saja di sini malam ini.


Tak lama kemudian, Dong Sheng sudah antusias menunggu di kamarnya. Tapi yang tak disangkanya, bukannya Yuan Yuan yang datang, malah Xiao Nan. Wkwkwk!


Melihat buket bunganya, Xiao Nan langsung paham hal buruk apa yang mau Dong Sheng lakukan pada Yuan Yuan. Jangan harap Dong Sheng bisa melakukannya selama dia ada di sini. Awas saja kalau dia berani melakukan hal buruk sebelum menikah. Akan dia potong kaki Dong Sheng.


"Aku tidak peduli. Terserah kau mau tidur di sini atau di sofa."


Jelas Xiao Nan tidak mau tidur di sofa dan langsung mengambil tempat di sebelahnya Dong Sheng. Tapi tak sengaja kedua pria itu berguling menghadap satu sama lain dan sontak keduanya berjengit mundur menjauh dengan dua alasan yang berbeda.


Xiao Nan ke toilet. Dong Sheng beralasan mau ambil air, padahal sebenarnya dia pindah ke kamarnya Yuan Yuan. Yuan Yuan berusaha mengusirnya dengan panik, takut ketahuan Xiao Nan. Tapi Dong Sheng tak peduli, tega sekali Yuan Yuan menyuruhnya tidur dengan pria lain.


"Kau sendiri yang menyuruhnya menginap." Yuan Yuan akhirnya paham apa maunya Dong Sheng. "Lain kali terus terang saja dan jangan bermain trik semacam ini."


Dong Sheng langsung menariknya ke dalam pelukannya, tapi Yuan Yuan ngotot menolak dengan malu-malu. Kalau Xiao Nan tahu mereka sudah melakukan itu, maka ayahnya pasti akan tahu. Kalau ayahnya tahu, beliau pasti akan menghajar Dong Sheng sampai mati.


Dong Sheng tak peduli dan langsung menarik Yuan Yuan kembali ke pelukannya.


"Aku rela dipukuli."


"Ada sesuatu yang mungkin belum kau ketahui... ayahku adalah pelatih Muay Thai." (Pfft!)


Dong Sheng akhirnya balik ke kamarnya sendiri dan tidur bersama Xiao Nan. Tapi mereka diem-dieman dengan canggung. Xiao Nan ingin ngobrol, tapi sepertinya tak ada topik pembicaraan lain selain Yuan Yuan yang bisa mereka obrolin.


Yah udah, ngobrolin Yuan Yuan aja. Tapi ujung-ujungnya mereka malah perang pamer apa saja yang pernah mereka lakukan sama Yuan Yuan sampai Dong Sheng jadi kesal, dan tak ada satupun yang menyadari Yuan Yuan sedang merekam mereka dengan senyum geli.