Love The Way You Are

Love The Way You Are
episode 11



Eva berjalan linglung di tengah jalan memikirkan semua ucapan Dong Sheng padanya. Saat Dong Sheng bilang bahwa hanya dia satu-satunya yang disukai Dong Sheng, juga saat Dong Sheng berkata bahwa dia tidak pernah menyukai Rebecca. Tapi nyatanya sekarang lain.


Saking tenggelamnya dalam lamunan, dia tidak segera minggir saat ada sebuah mobil yang terus menerus mengklaksonnya. Si pemilik mobil jadi kesal sama dia dan berpikir kalau Eva mau menipunya (pura-pura ditabrak biar dapat uang).


Eva sontak terbakar emosi. "Kau bilang siapa yang menipu? Kaulah yang menipuku! Cowokku... punya anak bersama wanita lain tanpa sepengatahuanku. Apa tidak berhak untuk bersedih atau marah? Pria seperti kalian selalu berkata satu hal tapi melakukan hal lain. Kau pikir kau bisa membuliku semudah itu? Panggil saja polisi untuk menahanku kalau kau bisa!"


Dan si pemilik mobil benar-benar memanggil polisi untuknya. Wkwkwk! Jadilah Eva ditahan di kantor polisi. Untungnya si pemilik mobil mengasihaninya karena mengira dia dicampakkan kekasihnya, jadi dia tidak dituntut. Eva cuma disuruh tanda tangan dan boleh pergi setelah itu.


"Pak Polisi, tentang itu... Bisakah anda menjaga rahasia saya?"


"Maksudmu tentang masalah dicampakkan atau masalah dibawa ke kantor polisi?"


Eva malu banget mendengarnya. Baiklah, Pak Polisi mengerti kok. Dia meyakinkan privasi-nya Eva terjaga secara hukum. Xiao Nan datang tak lama kemudian dengan cemas.


Eva sontak menangis dalam pelukannya. "Ruan Dong Sheng itu brengsek! Dia sudah jadi ayah tapi masih merayuku. Dia bedebah yang membuat dewa dan manusia naik darah! Dia bilang kalau menjaga integritasnya hanya untukku dan mencintaiku sejak awal. Semua itu bohong!"


Xiao Nan kaget, dia bilang apa barusan? Dong Sheng sudah jadi ayah? Yakin? Apa Eva melihatnya sendiri? Apa sebenarnya yang terjadi? Siapa ibu anaknya?


"Si penyihir tua yang terus berusaha memakanku. Rebecca!"


"Rebecca?"


Keesokan harinya, dia malah mendapati Rebecca sedang menunggunya. Dia akui bahwa Dong Sheng memang hanya mencintai Eva seorang. Tapi waktu itu dia masih muda dan dia pikir kalau dia bisa mengalahkan Eva. Makanya suatu hari saat Dong Sheng mabuk, terjadilah kecelakaan itu.


Dia menglaim Dong Sheng merendahkannya saat tahu dia hamil dan tidak pernah mau bertanggung jawab terhadapnya maupun anak mereka. Dong Sheng menyuruhnya untuk melupakan segalanya, seolah tak pernah terjadi apapun. Eva heran, jika memang Dong Sheng sebrengsek itu, lalu kenapa Rebecca melahirkan anaknya?


"Karena aku mencintainya. Aku sangat mencintainya. Saat kau menghilang selama bertahun-tahun, aku berpikir bahwa mungkin jika dia tidak menemukanmu, dia akan menerimaku, orang yang selalu ada di sisinya."


Dan karena ayahnya Tao Tao tidak mau menerima anaknya, makanya dia tidak bisa berhenti dari pekerjaannya. Mkaanya dia menempatkan Tao Tao di sekolah asrama. Maaf, dia membuat Eva menyaksikan mereka sebagai keluarga malam itu. Tapi dia melakukannya karena takut. Sudah bertahun-tahun Dong Sheng tak pernah memandangnya. Dia rela menjadi orang jahat demi putrinya.


"Rebecca, hari ini adalah hari terakhir aku bicara tentang Ruan Dong Sheng. Mulai sekarang. Aku tidak punya hubunga apapun dengan Ruan Dong Sheng. Kau bisa melanjutkan mimpimu untuk menjadi satu keluarga bersamanya."


Rebecca senang. Tapi... dia memohon pada Eva untuk merahasiakan masalah ini dari Dong Sheng. Dong Sheng sangat membencinya. Kalau Dong Sheng tahu Eva menyerah karena Tao Tao, dia takut Dong Sheng tidak akan pernah menerima Tao Tao. Eva setuju lalu pergi dengan sedih.


Hujan mengguyur deras saat Dong Sheng baru saja selesai memasak untuk dia kirim ke Eva. Tapi saat dia mencoba menghubunginya, malah tidak diangkat.


Bahkan saat dia dalam perjalanan, dia malah melihat Eva berjalan seorang diri di tengah derasnya hujan. Terang saja dia jadi cemas dan langsung keluar memayungi Eva dan berniat mengajaknya masuk mobil, tapi Eva menolak.


"Tinggalkan aku. Kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi."


"Apa maksudmu?"


"Ruan Dong Sheng, aku tidak akan memberimu kesempatan untuk menyakitiku lagi. Mulai hari ini, kita tidak punya hubungan apapun lagi."


Dong Sheng benar-benar tidak mengerti apa maksudnya, bukankah mereka masih baik-baik saja kemarin? Memangnya apa yang terjadi sampai Eva tiba-tiba jadi seperti ini?


Tapi alih-alih membicarakan apa masalah mereka, Eva mengklaim tidak ada apa-apa. Dia hanya lelah dan sangat ingin putus dengan Dong Sheng. Bukankah Dong Sheng bilang akan menghormati keputusannya? Inilah keputusannya.


Dong Sheng jelas tak mau menyerah begitu saja dan terus menuntut penjelasan. Bukankah Eva bilang kalau Eva menyukainya? Bukankah Eva menyuruhnya untuk menunggunya? Bukankah Eva bilang kalau dia akan menangani segalanya dulu dan setelah itu Eva akan kembali padanya?


"Kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku. Katakan apa itu, kau bisa memberiku segalanya."


Tapi Eva tetap bersikeras menyangkal dan beralasan kalau dia cuma sudah lelah dan muak, dia tidak mau bermain dengan Dong Sheng lagi. Apa Dong Sheng masih belum mengerti juga?


"Aku mendekatimu hanya karena aku ingin balas dendam padamu. Aku ingin membuatmu jatuh cinta padaku lalu setelah itu aku akan mencampakkanmu. Tujuanku sudah tercapai. Segalanya sudah berakhir."


"Aku tidak percaya."


"Terserah. Tidak ada hubungannya denganku," Eva pun pergi meninggalkannya.


Eva jadi termenung sedih gara-gara itu. Bahkan Dong Sheng pun sampai tidak masuk kerja keesokan harinya dan membuat kedua pegawainya jadi khawatir.


Makanya mereka pergi mengunjunginya. Dong Sheng mengklaim kalau dia baik-baik saja, padahal mukanya pucat dan tiba-tiba saja dia oleng. Kedua pegawainya jadi semakin cemas karenanya.


Setelah membaringkan Dong Sheng, mereka langsung mendiskusikan masalah bos mereka itu. Sepertinya masalah kali ini sangat serius dan membuat Dong Sheng sangat menderita. Yi Ren penasaran, apa sih yang mereka perdebatkan kemarin?


"Aku tidak berani menguping. Hujan sangat deras waktu Dao Mingsi dan Shan Cai putus. Mereka bertengkar hebat, aku bakalan jadi umpan meriam kalau aku ikut campur."


"Ini pertama kalinya Presiden Ruan patah hati. Jadi wajar dia belum bisa menerimanya sekarang."


Asisten Ni heran, apakah cinta bertepuk sebelah ini yang bahkan belum resmi ini bisa disebut sebut sebagai cinta? Asisten Ni rasa, Eva memang tidak pernah mencintai bos mereka.


"Hentikah. Sekarang saja sudah presiden kita sudah cukup menderita, jangan lukai dia lebih dalam lagi."


"Kak Yi Ren, menurutku lebih baik membuat Presiden menghadapi kenyataan daripada berbohong padanya terus."


Presiden mereka itu orang yang langka loh. Dia tidak pernah mencintai siapapun karena dia tidak bisa melupakan cinta pertamanya. Begitu pun dalam pertemanan, presiden mereka tak punya teman dekat lain selain mereka berdua.


Cinta benar-benar iblis yang bisa mengungkapkan kebobrokan kepribadian seseorang. Eva pasti sudah tidak tahan lagi menyembunyikan kepribadiannya yang sebenarnya.


Yi Ren tiba-tiba kepikiran untuk menemui Eva dan mencari jawaban atas segalanya. Mereka sama sekali tidak sadar kalau Dong Sheng sebenarnya menguping segalanya dan jadi semakin sedih karenanya.


Flashback.


Dulu saat mereka masih sekolah, Dong Sheng jadi sasaran buli anak-anak lain yang iri dan tak suka padanya karena dia selalu menjadi juara satu. Merkea bahkan mengatainya anak aneh hanya karena dia selalu menyendiri, tak punya teman, tidak pernah makan nasi, gampang sakit-sakitan dan mungkin sebentar lagi akan mati.


Dong Sheng diam saja. Tapi Yuan Yuan yang menyaksikan kejadian itu, langsung maju menghadapi para pembuli itu dan membela Dong Sheng. Para pembuli itu jadi kesal dan hampir saja mau menyerangnya.


Dong Sheng hampir mau menyelamatkannya. Tapi Xiao Nan dan kawan-kawannya mendadak muncul dan menyelamatkannya duluan. Dari situlah dia mengetahui betapa sayangnya Xiao Nan pada Yuan Yuan.


Dan saat itu pulalah Dong Sheng mulai jatuh cinta pada Yuan Yuan. Dia diam saja saat Yuan Yuan dadah-dadah padanya, padahal sebenarnya diam-diam dia bahagia.


Flashback end.


Kenangan itu benar-benar membuat Dong Sheng jadi semakin sedih. "Aku memang tidak pantas untuknya."


Yi Ren baru saja tiba di depan gedung apartemennya Xiao Nan dan kebetulan bertemu dengan Xiao Nan yang hendak keluar. Seperti biasanya, Xiao Nan berniat mau menggodai Yi Ren.


Tapi Yi Ren dengan formal menegaskan bahwa hari ini dia datang khusus untuk menemui Eva. Ada yang perlu dia katakan pada Eva.


"Eva sedang kerja. Kau bisa mengatakannya padaku. Bagaimana kalau kita mendiskusikannya sambil ngopi?"


"Kurasa tidak perlu," Yi Ren mau pergi.


Xiao Nan sigap menghadangnya dan berusaha meyakinkan bahwa dia dan Rebecca tidak ada hubungan apa-apa. Tapi Yi Ren tidak mau dengar penjelasan apapun, dia tidak tertarik sedikitpun.


Xiao Nan senang. "Kau... cemburu."


"Aku cemburu? Presiden Xiao, anda kepedean sekali. Aku datang kemari untuk membicarakan tentang pekerjaan. Jadi tolong bersikap profesional-lah dan jangan menyimpang."


"Kau tidak perlu malu untuk mengakuinya. Aku tahu aku sangat menarik. Tidak perlu malu untuk mencintaiku. Kalau kau mengakuinya, aku akan memberimu pelukan hangat. Sini~~~"


Yi Ren sontak kesal mendorongnya. "Jika kau masih belum bisa memisahkan antara kepentingan publik dan pribadi seperti ini, aku akan pergi ke Persatuan Wanita dan menuduhmu melakukan pelecehan."


Wah! Xiao Nan tidak terima. Kenapa dia dituduh melakukan pelecehan? Jangan fitnah!


"Kalau kau tak percaya, coba saja." Tantang Yi Ren.


Baiklah. Kalau Yi Ren tidak mau membicarakan masalah pribadi, mari bicara bisnis. Perusahaan mereka ingin membatalkan kontrak dengan perusahaan Qing.


"Pembatalan kontrak? Jelas-jelas Nona Eva-lah yang menyakiti Presiden Ruan kami. Dan kalian berani membatalkan kontrak mendahuluia kami?!"


"Manajer Luo, tolong diluruskan. Siapa yang menyakiti siapa duluan? ******** tetaplah ********. Dia malah menyalahkan Eva?"


"Kau lucu sekali. Kau seut presiden kami ********? Memang sih, Presiden Ruan kami tidak seperti beberapa orang yang suka main tarik-ulur dan menggodai wanita di mana-mana dan mengira dia menguasai seluruh dunia ini."


Xiao Nan kesal. Tidak seharusnya dia bicara dengan wanita karena mereka benar-benar tidak masuk akal. Si ******** Ruan Dong Sheng itu adalah contoh buruk bagi para pegawai di perusahaan mereka. Kesal, Yi Ren mau menendang kakinya Xiao Nan. Tapi Xiao Nan sigap menghindar.


"Aku sudah memperkirakannya. Kau taidak akan bisa menikah kalau kau terus bersikap sekejam ini."


"Aku bisa menikah atau tidak itu bukan urusanmu!" Yi Ren sontak menaboki Xiao Nan lalu pergi dengan kesal.


Tapi sebenarnya dia sangat cemas karena hal ini dan langsung membicarakannya dengan Asisten Ni sesampainya di kantor. Yi Ren benar-benar tidak tahu bagaimana harus mengutarakannya pada bos mereka. Takutnya dia malah akan jadi semakin menderita.


Hmm, tapi sepertinya tidak perlu juga karena Dong Sheng ternyata mendengarkan percakapan mereka dan tanpa semangat menyuruh Yi Ren untuk membatalkan kontraknya saja. Jika memang itu yang Eva inginkan, Dong Sheng akan menghormati keputusannya.


Tapi beberapa hari kemudian, Dong Sheng mendapat kabar dari Yi Ren bahwa ternyata Eva sendiri yang mengundurkan diri dari World Angel fashion week dengan alasan kesehatan.


Informasi itu aneh bagi Dong Sheng dan seketika itu pula dia mendadak bersemangat lagi seolah memiliki harapan baru dan langsung memerintahkan Yi Ren untuk membatalkan pembatalan kontraknya Eva.


Dia lalu pergi menemui Eva. Eva kesaal, ngapain Dong Sheng di sini? waktu itu kan dia sudah mengatakan segalanya dengan jelas. Minggir!


"kalau kau ingin aku lenyap, aku bisa. Tapi bayi-bayimu tidak bisa."


"Bayi-bayi?"


Tak lama kemudian, mereka kembali pulang ke apartemen mereka dan betapa shock-nya Eva melihat bayi-bayinya alian tas-tas dan sepatu-sepatu kesayangannya berserakan di ruang tamu. Apa yang Dong Sheng lakukan pada bayi-bayinya?!


"Aku baru tahu kalau pipa airmu bocor. Tapi aku sudah panggil orang untuk memperbaikinya." Santai Dong Sheng sampai meminum kopinya.


Tapi Eva sontak heboh dan langsung merebut mug-nya. "Mug ini milikku!"


"Memangnya kenapa? Kita kan sudah pernah ciuman."


"Aaargh! Bicara apa kau?! Tunggu sampai aku mendapatkan apartemen yang bagus. Aku pasti akan segera pindah dan membereskan masalah uang denganmu."


Tapi Dong Sheng mengklaim kalau dia tidak punya uang. Bisnisnya sedang tidak baik belakangan ini dan ada masalah keuangan juga. Ditambah lagi Eva ingin membatalkan kontrak, jadi dia harus menemukan perwakilan yang baru. Makanya dia tidak punya uang tersisa sekarang.


"Aku tidak punya uang. Tapi aku bisa membayarmu dengan diriku. Mau?"


"Nggak! Manusia adalah makhluk yang paling tidak bisa dipercaya. Uang jauh lebih baik."


"Masih ada satu jalan keluar. Jangan batalkan kontrak kita. Aku akan menambahkan satu klausa lagi. Sebagai perwakilan, kau akan mendapatkan kenaikan gaji 20%, bagaimana?"


"Katanya kau kekurangan uang? Kuberitahu kau, aku pasti akan membatalkan kontrak ini."


Dong Sheng tidak perlu mengganti bayi-bayinya ini, dia akan membelinya lagi kalau dia punya uang. Eva mau pergi, tapi Dong Sheng tiba-tiba saja mengungkit masalah pengunduran diri Eva dari World Angel fashion week. Memangnya Eva punya uang dengan kapasitasnya yang sekarang?


Bukankah impian seumur hidup Eva adalah menjadi bagian dari World Angel fashion week? Dia sudah mencurahkan begitu banyak tenaga, bahkan sampai pindah rumah dan meninggalkannya, tidak makan masakannya dan latihan begitu keras. Dan sekarang Eva memilih menyerah hanya karena masalah kesehatan?


"Kau bisa menggunakan alasan ini untuk menipu Jason. Tapi kau tidak akan bisa membohongiku. Katakan padaku, apa sebenarnya yang terjadi?"


"Aku hanya sudah tidak tertarik lagi, tidak ada alasan lain."


"Tidak mungkin. Aku tidak percaya kau melepaskanku dan melepaskan impian seumur hidupmu secara bersamaan."


"Tapi itulah kebenarannya, aku tidak bohong." Bohong Eva lalu pergi.


Sekretarisnya Jason menyerahkan laporan nama-nama model yang akan ikut acara interview di TV besok. Tapi dia bingung saat membaca nama Eva, katanya dia sedang sakit?


"Aku yang menaruh namanya dalam daftar." Ujar Rebecca.


Entah apa tujuannya kali ini. Pada Jason, dia beralasan bahwa Eva adalah tunas yang bagus. Dan bukankah Jason sangat menyukainya? Tidak bisa mengikuti World Angel fashion week karena masalah kesehatan pasti membuat Eva sangat sedih. Makanya dia memasukkan namanya dalam daftar akan membuatnya merasa lebih baik. Jason setuju.


Berita itu dengan cepat sampai ke telinga Dong Sheng dan membuatnya jadi cemas, apalagi saat mendengar Rebecca juga akan ada di sana.


Eva lagi bingung memilih baju mana yang harus dia pakai di acara wawancara TV itu. Di mencoba meminta pendapat Xiao Nan, tapi Xiao Nan malah asyik main bersama kucingnya dan asal saja ngasih pendapat tanpa melihat baju-bajunya.


Eva jelas kesal sama dia dan langsung melemparkan karung makanan kucing itu padanya.


"Apa yang kau lakukan? Kau menakut-nakuti AI." Protes Xiao Nan.


"AI? Jangan bilang kalau itu nama kucingnya."


"Memang itu namanya, AI. Lihatlah, dia mirip Luo Yi Ren, Artificial Intelligence (Kecerdasan buatan)."


"Xiao Nan, kau gagal mendapatkannya, makanya sekarang kau menyukai kucing, begitu? AI? Kedengarannya terlalu fiksional sekaligus dreamy. AI... bukankah artinya cinta (Bahasa Mandarin)? Xiao Nan, kau benar-benar jatuh cinta rupanya."


Xiao Nan sok jaim menyangkal. Dia bukan orang yang tidak punya kontrol terhadap hal-hal semacam itu. dia hanya menyukai binatang kecil. Itu saja. Dan masalah baju-bajunya Eva, terserah dia mau pilih yang mana. Semua bajunya bagus-bagus kok.


"Tidak bisa. Cintaku tidak berjalan dengan benar, jadi karirku harus berjalan dengan benar. Tidak mudah bagi Jason untuk mengubah pikirannya, jadi aku harus menangkap kesempatan ini."


Tapi Xiao Nan dengar kalau ini bukan idenya Jason. Rebecca-lah yang menulis nama Eva dalam daftar. Xiao Nan jadi khawatir, mungkin Rebecca sedang menggali lubang jebakan untuknya.


Eva tak peduli, dia tetap harus pergi tak peduli apapun rencana Rebecca. Kalau dia tidak mengikuti acara interview ini, takutnya akan semakin sulit baginya untuk menghadiri World Angel fashion week.


Saat Eva baru tiba di depan gedung stasiun TV keesokan harinya, dia malah mendapati Dong Sheng juga ada di sana menunggunya. Eva langsung kesal melabraknya, beberapa kali Dong Sheng selalu membuat-buat berbagai alasan untuk mengulur pembatalan kontrak mereka. Apa Dong Sheng tidak merasa kalau dia kekanak-kanakan?


Dong Sheng membela diri, semua itu takdir dan bukannya salahnya. Saat mereka naik lift, Dong Sheng dengan sengaja memencet tombol 8 bersmaan dengan Eva. Eva sinis, ini juga takdir?


"Tidak. Aku datang kemari karenamu."


"Demi apa? Memata-mataiku?"


"Jika kau tidak maua memberitahuku tentang apa yang sebenarnya terjadi padamu, maka aku harus berada di sisimu untuk melindungimu. Siapa tahu ada seseorang yang ingin menyakitimu."


Eva canggung mendengarnya. Tapi dia bisa melindungi dirinya sendiri kok. Kalau Dong Sheng punya banyak waktu luas, lebih aik dia mengurus keluarganya saja.


"Keluarga? Aku di sini bersama keluargaku. Iya kan?" Ucap Dong Sheng penuh arti.


Xiao Nan baru saja tiba di sana saat tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil yang datang mencari mamanya, tapi pak satpam langsung mengusirnya. Xiao Nan mengenali anak itu, dia Tao Tao, putrinya Rebecca.


Dia langsung menarik Tao Tao dan menuntut kenapa dia bisa ada di sini? Apa dia tidak tahu kalau berkeliaran sendirian itu berbahaya untuk anak kecil?


"Om, aku tidak mengenalmu." Ujar Tao Tao dengan gaya sok dewasanya.


"Kau bicara padaku?"


"Kalau bukan sama om, terus sama siapa? Udara?"


"Hei, anak kecil. Jangan kelewatan. Aku masih muda dan romantis, panggil aku kakak."


"Tapi guruku bilang hanya pria tampan yang pantas disebut sebagai kakak." (Pfft!)


Xiao Nan kesal. Dia memang benar-benar putrinya Rebecca, biang onar. Dia tidak mau memedulikan Tao Tao lagi, tapi tiba-tiba saja Tao Tao punya ide bagus biar bisa masuk.


Dia langsung memeluk Xiao Nan sambil memanggilnya, "PAPA~~~ kenapa papa kejam sekali? Apa papa sudah tidak membutuhkanku lagi?"


Xiao Nan shock, "siapa papamu? Kenapa anak kecil sepertimu bisa mendadak berubah jahat seperti ini?"


"Papa, teganya papa melakukan ini padaku? Biarpun papa tidak butuh mama, tapi tidak seharusnya papa meninggalkan Tao Tao. Aku putrimu."


Aktingnya sukses membuat semua orang, termasuk pak satpam menatapnya kesal seolah dia ayah yang tidak bertanggung jawab. Xiao Nan jelas canggung menghadapi situasi ini dan cepat-cepat membisiki Tao Tao untuk berhenti karena lagi ada banyak wartawan di sini.


"Jadi apa kau akan membawaku masuk?" Tuntut Tao Tao.


Xiao Nan ngalah deh, dan Tao Tao langsung menghadiahinya dengan kecupan di pipi. Setelah bebrapa lama, Tao Tao minta diturunkan sesampainya di dalam. Tapi Xiao Nan menolak melepaskannya, maka Tao Tao langsung menggigit lehernya dengan ganas sehingga terpaksa Xiao Nan menurunkannya, dan Tao Tao langsung melarikan diri.


Rebecca benar-benar sudah menyiapkan rencana licik untuk Eva. Dia meminta bantuan Sekretarisnya Gao Quan untuk memberinya bubuk kalori untuk membuat Eva jadi gemuk di depan kamera. Tapi dia sengaja merahasiakan tentang penyakitnya Eva dan apa rencananya pakai bubuk kalori itu.


Dong Sheng memang terus mengawasi saat semua orang sedang bersiap-siap, tapi tiba-tiba ada beberapa staf yang menghalangi pandangannya dan Rebecca memanfaatkan saat itu untuk menabur bubuk kalorinya di gelas minumnya Eva.


Acara wawancara itupun dimulai dengan membahas dit sehat ala model, dan Eva lah yang pertama kali diminta untuk mengungkapkan diet sehatnya, terutama mengingat dia adalah perwakilan perusahaan makanan sehat.


Eva pun mulai memberikan tips-tips diet sehat, lalu meminum air putihnya tanpa curiga apapun. Tapi beberapa detik kemudian, dia langsung merasakan keanehan dalam tubuhnya.


Dia mulai kesakitan dan membuat semua orang kebingungan. Dia berusaha melarikan diri, tapi Rebecca dengan cepat menghadangnya dan mengingatkannya bahwa sekarang mereka sedang melakukan siaran langsung.


Dong Sheng cemas menyadari apa yang tengah terjadi pada Eva dan langsung diam-diam memutus listrik. Kesempatan, Eva langsung beranjak pergi. Rebecca berusaha menghentikannya, tapi Eva langsung menampiknya sampai dia terjatuh.


Eva berusaha lari secepatnya ke toilet tanpa sadar kalau dia melewati Tao Tao. Tao Tao langsung mengejarnya, berniat mau menanyai Eva.


Dia berubah membesar sesampainya di toilet dan lega, mengira dirinya aman dan tidak ada yang seorang pun yang melihatnya. Tapi dia tidak sadar kalau Tao Tao sebenarnya ada di belakangnya dan tercengang melihat wanita langsing yang dia kejar tadi, sekarang berubah jadi gemuk.


Yuan Yuan menemukan setelan baju di ruang ganti cleaning service dan ukurannya sesuai. Dia langsung saja memakai itu. Tapi saat dia keluar, dia malah menemukan Tao Tao yang menatapnya dengan ketakutan dan langsung berteriak...


"Mama! Ada monster!" Teriak Tao Tao sebelum kemudian melarikan diri mencari mamanya.


Panik, Yuan Yuan berusaha mengejarnya, tapi malah terhalang kedatangan Xiao Nan yang kaget melihatnya berubah membesar lagi. Ada apa dengannya?


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Anak kecil itu melihatku berubah jadi gemuk."


"Tao Tao? Gawat! Dia datang mencari Rebecca!"


Listrik akhirnya kembali menyala dan syuting pun hendak dilanjutkan. Rebecca menggerutu kesal, kenapa listriknya mati pada saat sepenting itu. Dia santai saja menggerutu dengan lantang, dan baru sadar sedetik kemudian kalau Dong Sheng masih ada di sana dan menatapnya dengan curiga.


Syuting akhirnya dilanjutkan. Rebecca diminta memutar lotere saat tiba-tiba saja Tao Tao muncul dan langsung lari kepadanya sambil berteriak. "Mama! Ada monster yang mengejarku! Dia berubah jadi gendut!"


Terang saja semua orang jadi penasaran, anak siapa ini? Anaknya Rebecca? Rebecca panik menyangkal dan berusaha mendorong Tao Tao. Tapi Tao Tao tidak mengerti dan terus memeganginya.


Yuan Yuan prihatin dan langsung saja menarik Tao Tao, mengklaim Tao Tao sebagai anaknya dan beralasan kalau anaknya ini suka memanggil sembarang wanita cantik sebagai mamanya.


Tak ada seorang pun yang mengenalinya, malah dia dikira petugas cleaning service dan langsung diomeli salah satu staf. Yuan Yuan meminta maaf lalu bergegas membawa Tao Tao pergi.


Yuan Yuan mendudukkan Tao Tao di lobi dan berniat meninggalkannya sebentar, mau memanggilkan papanya Tao Tao untuk menjemputnya. Tapi Tao Tao malah menangis. Yuan Yuan panik melihat tangisannya, kenapa Tao Tao menangis? Dia kan tidak memukul Tao Tao?


"Kakak monster, aku tidak akan lari-lari lagi. Jangan makan aku." (Wkwkwk!)


Bingung, Yuan Yuan akhirnya beralasan pada Tao Tao bahwa dia sama seperti superhero yang bisa berubah jadi raksasa hijau itu. Dia juga bisa berubah seperti itu dan bukannya monster. Bisakah Tao Tao menjaga rahasianya? Tao Tao setuju.


Dong Sheng menemukan mereka saat itu dan Tao Tao langsung lari ke dalam pelukannya sambil memanggilnya papa.


Eva patah hati. "Kau dan putrimu sebaiknya menjauh dariku sejauh mungkin."


Tapi anehnya, Dong Sheng benar-benar tidak mengerti apa maksudnya. "Kau bilang apa?"


"Darah dan dagingmu ada di sini. Teganya kau membiarkannya bersekolah sendirian tanpa memedulikannya. Bagaimana bisa seorang anak kecil harus menanggung dosa yang kau lakukan? Kumohon padamu, bertanggung jawablah sebagai seorang ayah!"


Dong Sheng tercengang mendengarnya. "Yuan Yuan, kau salah paham. Dia bukan putriku." (Hah?)


Tao Tao sontak mengucap kalimat yang sama seperti yang dia katakan pada Xiao Nan. "Papa, apa kau sudah tidak membutuhkanku lagi?"


Jelas saja Yuan Yua jadi semakin kesal sama Dong Sheng. Teganya Dong Sheng mengucap sesuatu seburuk itu pada seorang anak kecil sepertinya? Keterlaluan!


Panik, Dong Sheng mau mengejarnya dan menjelaskan. Tapi Xiao Nan mendadak muncul bawa tabung pemadam kebakaran dan DUK! Menghantamkannya ke kepala Dong Sheng. Dong Sheng langsung pingsan seketika.


Yuan Yuan shock. "Xiao Nan, apa kau sudah gila?!"


"Dia membuntutimu terus."


"Tapi kenapa kau memukulnya?!"


Tao Tao sontak menangis melihat papanya pingsan dan langsung memukuli Xiao Nan. "Om jahat! Kenapa kau memukul papaku?!"