
Semua orang kaget dengan kejadian ini. Tao Tao dengan polosnya tanya apakah Ibu Angkat tidak mau menikah dengan Ayah Angkat? Mereka bergegas pulang, tapi Yuan Yuan tidak ada di sana. Nomornya juga tidak bisa dihubungi sama sekali.
"Pasti terjadi sesuatu sampai dia jadi seperti itu." Duga Dong Sheng.
Dan tepat saat itu juga, Paman Gu menelepon untuk menceritakan tentang Yuan Yuan. Ada sesuatu yang mungkin tidak Dong Sheng ketahuinya.
Yuan Yuan ternyata pergi ke pantai tempatnya liburan bersama Dong Sheng waktu itu dan menatap laut di hadapannya dengan sedih.
Xiao Nan dan Yi Ren menunggu di meja makan saat Dong Sheng keluar dari kamarnya. Mereka mengundangnya untuk sarapan bersama, tapi Dong Sheng tidak selera dan mau keluar saat itu juga untuk mencari Yuan Yuan.
"Aku mencoba meneleponnya sepanjang malam, kau mau mencarinya ke mana? Tidak ada kabar apapun tentangnya. Apa kau tahu dia mana sekarang? Ke mana kau mau mencarinya?" Protes Xiao Nan.
Dong Sheng tak peduli. Biarpun dia tidak tahu, tapi dia tetap harus mencari ke semua tempat yang mungkin didatanginya. Xiao Nan ngotot melarangnya, percuma melakukan hal-hal yang buang-buang tenaga seperti itu.
Yi Ren setuju, lebih baik mereka menunggu kabar dari Ni Hao yang sedang menyelidikinya, mereka pasti akan segera menemukannya. Lebih baik Dong Sheng sarapan dulu biar di punya tenaga lebih untuk mencari Yuan Yuan.
Xiao Nan meyakinkannya untuk tidak cemas. Dia tahu bagaimana Yuan Yuan. Dia pasti cuma ingin sendirian sekarang. Yuan Yuan pastai akan kembali setelah dia sudah tenang nanti.
Dong Sheng akhirnya mengalah. Ni Hao datang tak lama kemudian dan mengabarkan bahwa dia tidak bisa menemukan catatan imigrasinya Yuan Yuan sama sekali. Masalah ini membuat Dong Sheng jadi semakin tidak berselera makan bahkan sampai muntah-muntah.
Mereka mencoba mencari ke sekolah SMA, tapi Yuan Yuan juga tidak ada di sana. Dong Sheng terus berusaha mencari ke berbagai tempat yang mungkin didatangi Yuan Yuan, tapi tetap saja dia tidak bisa menemukan Yuan Yuan di mana-mana. Dong Sheng akhirnya terduduk di dermaga dengan frustasi.
Xiao Nan kasihan melihat Dong Sheng seperti itu. Dia berniat mau menelepon polisi saat Ni Hao tiba-tiba menelepon Xiao Nan dan mengabarkan bahwa dia sudah mengetahui keberadaan Yuan Yuan.
Tengah malam, Yuan Yuan kembali ke pantai itu, tampak jelas dia punya pikiran buruk. Apalagi menyadari Dong Sheng pasti sudah mengetahui segalanya sekarang, Dong Sheng pasti marah besar padanya sekarang.
Biarpun waktu itu dia masih terlalu kecil untuk mengetahui segalanya, tapi apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diubah. Karena itulah dia mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak mengharapkan apapun.
Frustasi, Yuan Yuan sontak teriak-teriak melampiaskan segala amarah dan frustasinya, tidak terima dengan segala penderitaan yang dilimpahkan hidup padanya.
"Ruan Dong Sheng, aku sangat merindukanmu. Ruan Dong Sheng, maafkan aku!".
Seketika itu pula, tiba-tiba Dong Sheng muncul memeluknya erat dari belakang. "Bukankah aku pernah bilang, ke mana pun kau pergi, aku pasti akan menemukanmu? Seumur hidup, kau tidak akan bisa lari lagi."
"Kenapa kau tetap menemukanku seperti ini? Apa kau tahu kalau ayahmu dan ayahnya Ni Hao mati dalam ledakan itu karena aku? Aku yang membuatmu kehilangan indera pengecapmu. Aku pendosa yang membuat sepatah hidupmu tidak bahagia."
"Tidak. Bukan kau. Paman Gu salah, itu tidak ada hubungannya denganmu."
Yuan Yuan bingung mendengarnya, apa maksudnya? Jelas -jelas dia yang membuka tabung gas yang pada akhirnya menyebabkan ledakan itu. Dong Sheng meyakinkan bahwa penyebabnya bukan itu.
"Yuan Yuan, kau harus percaya padaku. Kembalilah bersamaku, aku akan menjelaskan segalanya."
Keesokan harinya, Dong Sheng membawa Yuan Yuan menemui ibunya, berniat mau menjelaskan tentang ledakan itu pada Nyonya Wu, biar Nyonya Wu tidak terus menerus membuat masalah karena hal itu dan menghancurkan hubungannya dengan Yuan Yuan.
Dia sudah menyelidiki kasus ini dengan sejelas-jelasnya. Ayahnya Ni Hao bukan penyebab langsung tragedi itu dan Yuan Yuan pun tidak ada hubungannya. Yuan Yuan tidak mengerti. Kalau dia memang tidak ada hubungannya, lalu kenapa Paman Gu bilang seperti itu?
"Dia memang tidak sepenuhnya salah. Hanya saja dia tidak melihat segalanya."
Flashback.
Malam itu, Yuan Yuan datang ke restoran untuk minta makan. Dia bertemu Paman Gu di dapur waktu itu. Kaget melihatnya datang, Paman Gu pun membawanya keluar dan berusaha menyuruh Yuan Yuan minta makan sama orang tuanya saja. Tapi Yuan Yuan berkata kalau kedua orang tuanya sama-sama sedang shift malam.
Tepat saat itu juga, seorang wanita datang menjeput Paman Gu gara-gara Ibunya Paman Gu ikin ulah di pasar. Paman Gu pun mendudukkan Yuan Yuan di kursi dan memberitahu bahwa gurunya akan segera datang sebentar lagi, jadi dia menyuruh Yuan Yuan menunggu dengan patuh di sana dan jangan pergi ke dapur. Dia sendiri langsung pergi setelah itu.
Yuan Yuan pun menunggu di meja dengan patuh. Tak lama kemudian, Dong Sheng datang. Yuan Yuan langsung senang mengira Dong Sheng datang untuk memasak untuknya. Dia sudah lapar.
Maka Dong Sheng memutuskan untuk memasakkan sesuatu untuk Yuan Yuan lalu membawa Yuan Yuan ke dapur. Dan saat itulah Yuan Yuan langsung memutar-mutar tombol kompor.
Tapi Dong Sheng dengan cepat mencegahnya sambil memperingatkannya untuk tidak sembarangan dengan alat itu, berbahaya. Dia menyuruh Yuan Yuan diam dan menunggu. Yuan Yuan menurut dengan patuh, sementara dia mulai memasak untuk Yuan Yuan.
Flashback end.
Begitu cerita yang sebenarnya. Yuan Yuan pasti lupa karena waktu itu dia masih terlalu kecil. Nyonya Wu jadi bingung, jelas-jelas investasi polisi mengatakan bahwa ledakan itu terjadi karena katup gas dibuka orang. Kalau bukan Yuan Yuan yang membukanya, lalu siapa?
"Ayahku," ujar Dong Sheng. Hah?
Flashback.
Dong Sheng dan Yuan Yuan ketiduran setelah makan malam. Saat itulah Ayahnya Dong Sheng datang lalu mematikan semua lampu sehingga ia tidak mengetahui keberadaan kedua anak itu di salah satu ruangan.
Sepertinya saat itu Ayahnya Dong Sheng sedang depresi berat sehingga ia berniat mau bunuh diri dengan cara menghirup gas. Saat itulah Ayahnya Ni Hao datang untuk mencuri, hingga terjadilah insiden ledakan itu yang merenggut nyawa kedua ayah itu.
Flashback end.
Shock, Nyonya Wu menolak memercayainya. Bagaimana mungkin Ayah Dong Sheng tidak memikirkan keselamatan putranya sendiri. Dong Sheng menegaskan bahwa keberadaannya dan Yuan Yuan di sana saat itu, sama sekali tidak diketahui oleh Ayah. Seandainya Ayah tahu, segalanya pasti akan berbeda.
Nyonya Wu tetap bersikeras menolak memercayainya.Ayah Dong Sheng dalah orang yang harga dirinya sangat tinggi, dia bukan orang yang akan melakukan tindakan ekstrem semacam itu. Dari mana Dong Sheng mendapatkan informasi semacam itu?
"Aku tidak mendengarnya dari siapapun. Aku melihatnya sendiri di dalam buku hariannya."
Saat Dong Sheng di rumah sakit pasca insiden itu, Nyonya Wu ditelepon pihak bank yang menanyakan masalah utang pinjaman perusahaannya. Tepat saat Nyonya Wu keluar biar tidak mengganggu tidurnya Dong Sheng, Dong Sheng siuman.
Dia langsung penasaran dengan buku diary ayahnya yang ada di atas nakas dan langsung membacanya. Dan saat itulah dia membaca pesan yang Ayah bunuh diri yang Ayah tulis di sana.
Nyonya Wu shock mendengarnya. Kenapa Dong Sheng tidak pernah memberitahunya dan menanggung penderitaan itu sendirian selama lebih dari 20 tahun?
"Kenapa aku tidak memberitahumu? Karena pada saat itu perusahaanmu juga sepertinya mengalami masalah. Kau sibuk sepanjang hari sampai kau bahkan tidak bisa merawatku. Bagaimana bisa aku memberitahumu?"
"********! Bagaimana bisa dia memilih cara yang tidak bertanggung jawab hanya karena hutang itu."
Dong Sheng tidak terima hinaan Nyonya Wu. Nyonya Wu-lah orang yang paling tidak berhak bicara begitu tentang ayahnya. Jika saja Nyonya Wu tidak menolak membantu Ayah, maka Ayah pasti tidak akan jadi seperti itu.
Sehari sebelum kecelakaan, Ayah membawanya ke perusahaannya Nyonya Wu. Dia menunggu di luar, sementara Ayah masuk menemui Nyonya Wu sendirian. Tapi tak lama kemudian, Ayah keluar tanpa hasil apapun.
Nyonya Wu menyangkal, dia baru mengetahui hutang Ayah hanya setelah dia meninggal dunia. Dong Sheng tak percaya dan menuduh Nyonya Wu cuma membela diri. Sepenting itukah uang bagi Nyonya Wu sehingga dia rela mengorbankan keluarganya?
Dia menyembunyikan masalah ini dari Nyonya Wu karena dia tidak ingin Nyonya Wu menderita. Tapi sungguh dia tak pernah menyangka kalau dia terlalu mamandang tinggi kejujuran Nyonya Wu. Nyonya Wu terus berusaha membela diri tapi Dong Sheng tak percaya sedikitpun.
"Bagaimana bisa aku punya seorang ibu berhati batu sepertimu?" Rutuk Dong Sheng lalu pergi, tak peduli biarpun Nyonya Wu jadi sakit karena perdebatan mereka.
Yuan Yuan buru-buru mengejarnya dan memeluknya dari belakang. Dong Sheng mulai tenang berkat itu. Akhirnya dia mengungkapkan semua rahasia yang dipendamnya selama lebih dari 20 tahun.
Sebenarnya Nyonya Wu dulu tidak begitu. Dulu walaupun mereka tidak kaya, tapi mereka hidup bahagia. Tapi sejak Nyonya Wu membuka bisnis hotelnya, Dong Sheng tidak pernah lagi mendengar tawa Nyonya Wu di rumah.
Setiap hari rumahnya hanya diisi oleh perdebatan dan Nyonya Wu terus menerus menyarankan Ayah untuk melepaskan impiannya dan membantu bisnisnya saja. Malah sejak Ayah meninggal, hanya uanglah yang paling penting bagi Nyonya Wu. Bagi Nyonya Wu, karir Ayah sama sekali tidak berarti.
Akhirnya dia membeberkan segala rahasia yang selama ini dipendamnya, tapi kenapa dia tidak merasa tenang. Apakah dia salah?
"Tidak. Kau tidak salah. Menyimpan rahasia itu seorang diri selama 20 tahun sudah cukup sulit bagimu. Bisakah kau berjanji padaku untuk tidak menyakiti dirimu sendiri lagi? Apapun yang terjadi, aku akan selalu ada di sisimu."
"Kalau begitu, kau harus menyetujui sesuatu."
"Katakan saja. Aku bisa setuju dengan apapun."
"Jangan tinggalkan aku selamanya."
"Jangan menyesalinya."
"Kalau kau masih belum yakin juga, mari kita tanda tangani sebuah kontrak."
Dan yang Yuan Yuan maksud adalah menandatangani akta pernikahan mereka saat itu juga di kantor dukcapil. Akhirnya, mereka sekarang resmi suami dan istri.
Pulang dari dukcapil dengan membawa akta pernikahan mereka, Dong Sheng pun dengan antusias membawa istrinya ke kamar mereka. Dan yah begitulah, mari kita tinggalkan mereka yang sedang berbahagia. :)
Beberapa hari kemudian, mereka meresmikan pembukaan toko fashion barunya Yuan Yuan. Dalam pidatonya, Yuan Yuan mengucap terima kasih pada orang-orang yang banyak berjasa untuknya. Seperti Jason dan Xiao Nan yang selalu mendukungnya untuk mewujudkan impiannya.
Tak lupa dia mengucap terima kasih pada cinta sejatinya. Dan Yuan Yuan sekalian memanfaatkan saat itu untuk mengumumkan kejutan tentang mereka yang sekarang sudah resmi suami-istri. Dan mereka akan segera menggelar acara resepsi. Semua orang terkejut, termasuk Xiao Nan.
"Dulu aku bertanya-tanya pada diriku sendri, bagaimana aku harus menjalani hidup ini? Sekarang, aku bisa memberi jawaban pada gadis 16 tahun itu. Yaitu hidup bersama orang yang kucintai. Itulah hidup yang harus kujalani."
Mereka mengakhiri acara itu dengan penuh kebahagiaan. Tapi begitu mereka semua pulang, kedua oang itu duduk bersila di sofa bak dua anak kecil yang sedang dihukum sama orang tuanya.
Xiao Nan tidak terima. Bisa-bisanya dia tidak tahu apa-apa tentang pernikahan mereka berdua dan baru mengetahuinya bersama orang lain. Teganya mereka melakukan ini padanya?! Yi Ren juga kesal, seharusnya Dong Sheng kasih tahu dia dong.
Tapi Yuan Yuan dan Dong Sheng sama sekali tidak memedulikan mereka berdua dan saling menatap satu sama lain dengan penuh cinta seolah dunia milik berdua. Xiao Nan jadi tambah kesal melihat itu, bisa-bisanya mereka malah main mata dan pegangan tangan di depan matanya. Hormati dia dikit dong! Yi Ren setuju, mereka berdua sudah menyakiti perasaan Xiao Nan.
Yuan Yuan mengaku salah pada Xiao Nan dan Kakak Ipar karena tidak memberitahu mereka dulu sebelum mendaftarkan pernikahan mereka.
"Kakak ipar berdua, akulah yang salah tidak segera memberitahu kalian. Salahkan saja aku. Jangan salahkan Yuan Yuan."
Yi Ren canggung mendengar nama panggilannya dan langsung protes, menolak dipanggil seperti itu. Jangan bicara ngawur. Xiao Nan protes tidak terima, apanya yang ngawur? Mereka sudah benar memanggil Yi Ren sebagai kakak ipar.
"Kau yang ngawur! Aku tidak ngawur! Presiden Ruan, Eva, biar kuulangi. Aku bukan kakak ipar."
Yuan Yuan dan Dong Sheng sontak berpandangan penuh arti dan kompak menjawab. "Kau memang Kakak Ipar!"
Stres, Yi Ren buru-buru menggunakan pekerjaannya sebagai alasan untuk melarikan diri secepatnya. Xiao Nan pun langsung pergi mengejarnya.
Nyonya Wu termenung sedih menatap foto keluarganya saat mereka masih lengkap dulu. Tapi saat teringat tuduhan Dong Sheng, Nyonya Wu langsung berkendara dengan membabi buta sambil menangis. Dia benar-benar tidak bohong. Tiba-tiba ada mobil dari arah lain yang memotong jalannya dan jadilah kedua mobil itu bertabrakan.
Dong Sheng dan Yuan Yuan bergegas ke rumah sakit setelah mendapat kabar itu. Dokter memberitahu bahwa pasien masih dalam kondisi kritis. Dokter juga menyerahkan kalung liontin yang dibawa Nyonya Wu saat kecelakaan itu terjadi.
Dong Sheng termenung sedih menatap kalung itu. "Ini kalung yang diberikan Ayah pada ibuku. Ini tidak seberapa berharga. Aku tidak tahu kalau dia selalu menyimpannya."
Suster keluar tak lama kemudian, memberitahu bahwa pasien membutuhkan transfusi darah secepatnya. Masalahnya, bank darah sekarang sedang krisis golongan darah A. Siapa di antara mereka yang bisa transfusi darah?
Golongan darah Dong Sheng tidak sama, maka Yuan Yuan lah yang akhirnya mengajukan diri karena golongan darahnya sama. Tapi suster meragukan berat badannya yang kurus, beratnya minimal harus 50 kg baru dia bisa donor darah.
Yuan Yuan sontak lari mau menggemukkan badannya. Tapi Dong Sheng dan yang lain sontak mencegahnya, takut Yuan Yuan tidak bisa kembali kurus lagi. Dong Sheng tidak mau Yuan Yuan membahayakan dirinya. Dia bisa minta bantuan darah dari rumah sakit lain.
"Tidak ada waktu. Ibumu sedang sekarat di sana. Kalau kau tidak membiarkan aku melakukannya, kau akan menyesal seumur hidupmu."
Dia sama sekali tidak peduli bagaimana dengan tubuhnya hanya sekarang ini, dia tidak bisa melihat Ibunya Dong Sheng terbaring sekarat di sana dan tidak melakukan apapun.
"Aku tahu kalian masih saling menyayangi. Kalian berdua masih punya banyak hal untuk dikatakan pada satu sama lain. Masih banyak kesalahpahaman yang perlu diselesaikan."
Mereka berdua dulu terpisah satu sama lain selama sepuluh tahun hanya karena kesalahpahaman. Yuan Yuan tidak mau Dong Sheng dan ibunya terpisah karena kesalahpahaman juga. Terharu, Dong Sheng pun langsung memeluknya erat.
Setelah menggemukkan dirinya, Yuan Yuan akhirnya bisa mendonorkan darahnya. Dan setelah operasinya berhasil, Nyonya Min dan Yuan Yuan ditempatkan dalam satu kamar.
Menatap kalung liontin itu, Dong Sheng akhirnya mengembalikan kalung itu ke tangan Nyonya Min dan menggenggamnya erat. Dan sentuhan itu membuat Nyonya Wu tersadar.
Sekarang sikapnya mulai melunak pada Nyonya Wu walaupun masih agak canggung. Dia menyuruh Nyonya Wu istirahat saja. Tapi Nyonya Wu tidak mau dan ngotot untuk mengutarakan pikirannya.
Dulu dia pikir tak ada yang penting selain karir dan uang, tapi sekarang dia menyadari kalau dia telah kehilangan anggota keluarga yang begitu berharga. Tapi Dong Sheng meyakinkan Nyonya Wu bahwa dia tidak kehilangan keluarganya. Sekarang Dong Sheng menyadari kalau Nyonya Wu tidak pernah meninggalkannya dan ayahnya.
Nyonya Wu akui bahwa sebelum kecelakaan itu terjadi, Ayah memang menemuinya. Tapi bahkan sebelum Ayah sempat mengatakan apapun, seorang pegawai terburu-buru memanggil Nyonya Wu untuk memberitahukan masalah darurat terkait keuangan perusahaan mereka.
Gara-gara itu, Ayah jadi tak tega untuk mengutarakan masalahnya sendiri dan langsung pergi tanpa mengucap sepatah kata. Mungkin Ayah waktu itu juga tahu kalau Nyonya Wu berada dalam kondisi sulit, makanya Ayah tak ingin membebaninya.
"Sheng Sheng, kau harus percaya padaku."
"Aku memercayaimu... Ibu."
Nyonya Wu sontak menangis haru mendengar Dong Sheng memanggilnya Ibu. Yuan Yuan terbangun saat itu. Senang, Dong Sheng langsung menggenggam tangan kedua wanita dalam hidupnya itu.
Setelah sudah kurus kembali, Yuan Yuan spa bareng Yi Ren sambil membahas resepsi pernikahannya Yuan Yuan yang akan datang. Tapi Yuan Yuan mengeluh sebal karena sudah 3 hari dia belum bertemu Dong Sheng.
Yi Ren mengingatkan bahwa itulah aturannya, pengantin pria dan wanita dilarang bertemu satu minggu sebelum pernikahan. Masalahnya, sejak dipisahkan dari Dong Sheng, Yuan Yuan terpaksa harus diet. Dan sekarang dia sudah tidak tahan lagi, perutnya kelaparan.
"Pikirkanlah demi pernikahan, bersabarlah selama 2 hari lagi."
Yi Ren lalu minta dibawakan air. Yuan Yuan santai saja menikmati minumannya dengan mata tertutup... dan langsung terbelalak kaget menyadari itu bukan air putih, melainkan jus buah.
Gawat! Dia bisa jadi gemuk. Yi Ren buru-buru mengusir semua orang sebelum Yuan Yuan berubah. Yi Ren meyakinkan Yuan Yuan untuk tidak cemas. Nanti kalau Yuan Yuan berubah, mereka akan pergi lewat pintu belakang dan dia akan segera mencarikan baju ukuran jumbo untuk Yuan Yuan.
Yuan Yuan pun hendak beranjak bangkit. Tapi tunggu dulu... Aneh! Kenapa dia tidak jadi gemuk? Dia juga tidak merasakan ada perubahan aneh dalam tubuhnya yang biasanya dia rasakan sebelum berubah.
Bingung, Yi Ren langsung menyuruh Yuan Yuan minum jus buahnya lagi untuk percobaan. Padahal karbohidrat yang terkandung dalam jus itu melebihi batas loh. Tapi anehnya, Yuan Yuan benar-benar tidak berubah jadi gemuk lagi.
Yi Ren menduga mungkin ini karena Yuan Yuan mendonorkan darahnya untuk Ketua Wu waktu itu, dan itu mengubah tubuhnya Yuan Yuan. Ditambah lagi, beberapa hari ini Yuan Yuan belum makan, makanya dia sekarang sembuh?
Yuan Yuan tercengang. "Apakah aku sembuh? Aku sudah sembuh!"
Kedua wanita itu sontak saling berpelukan saking bahagianya. Yuan Yuan jadi menggila sejak itu dan memakan segala macam makanan yang selama ini tak bisa dimakannya, dan dia benar-benar tidak berubah jadi gemuk tak peduli sebanyak apapun yang dia makan.
Malam harinya, Dong Sheng mendadak muncul mengagetkan Yuan Yuan. Dia sudah mendengar kabar tentang Yuan Yuan yang katanya sudah sembuh, apa itu benar?
"Benar. Apa kau tiba-tiba merasa kau sudah tidak diperlukan lagi, makanya kau datang kemari secepatnya untuk mempertahankan kekuatanmu yang tersisa?"
"Betul. Tuan Ruan tidak bahagia sekarang. Jadi Nyonya Ruan, apa kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang?"
Yuan Yuan mengecup pipinya tapi Dong Sheng tidak puas dan minta lebih di bibir. Yuan Yuan langsung saja menyeretnya... keluar kamar, bersikeras mempertahankan tradisi tidak boleh bertemu sebelum pernikahan.
Tapi begitu Dong Sheng mengumumkan mau balik ke kamarnya, Yuan Yuan mendadak membuka pintu lagi, berniat mau protes karena Dong Sheng tidak mengucap selamat malam padanya. Tapi begitu pintu terbuka, Dong Sheng langsung mendorong Yuan Yuan ke dalam bersamanya.
Hari pernikahan pun tiba. Para tamu undangan mulai berdatangan satu per satu. Tapi si dalam, Yi Ren sedang kerepotan gara-gara gaun pengantin itu agak kekecilan di tubuh Yuan Yuan.
Ini pasti gara-gara Yuan Yuan makan terlalu rakus belakangan ini. Tidak seharusnya dia begitu biarpun sekarang dia sudah sembuh.
"Aku salah. Lalu apakah nantinya aku akan jadi gemuk kalau makan masakannya Ruan Dong Sheng? Kalau begini, mending sakit kayak dulu."
"Bicara apa kau. Langkah terakhir. Tarik napas!" Perintah Yi Ren lalu menarik korsetnya Yuan Yuan sampai dia sesak napas.
Acara pernikahan pun dimulai dengan pidato pembukaan dari Jason. Pengantin wanita memasuki altar dengan diantarkan sang ayah. Dong Sheng terpana melihat pengantinnya yang cantik, baik saat dia kurus maupun saat dia gemuk.
Ayah akhirnya menyerahkan putrinya pada Dong Sheng dan kedua pengntin pun mulai saling mengikrarkan janji setia sehidup semati pada satu sama lain. Dan setelah mereka dinyatakan sah sebagai suami dan istri, Dong Shen pun mencium pengantinnya, baik yang versi kurus maupun yang versi gendut.
~TAMAT~