Love The Way You Are

Love The Way You Are
episode 16



Dong Sheng dan para karyawannya sedang serius meeting saat Yuan Yuan mengirim pesan keranjang belanjanya yang dipenuhi beberapa gaun yang ingin dibelinya. Dia bingung harus pilih yang mana warna apa dan meminta dong Sheng untuk membantunya memilih.


Maka Dong Sheng langsung menunda rapat lalu mengirim keranjang belanjanya Yuan Yuan itu ke mereka dan menyuruh mereka untuk voting. Banyak yang pilih merah, tapi Dong Sheng lebih suka yang hitam.


Ah, sudahlah. Daripada pusing, Dong Sheng akhirnya memutuskan untuk menyuruh Yi Ren untuk mengosongkan keranjang belanjanya Eva dan beli semua gaun itu. Wow! Yang lain sontak iri sama Eva.


Rapat baru mau dilanjut lagi saat Yuan Yuan mengirm pesan lagi. Kali ini voicemail. Dong Sheng santai saja memutarnya di sana saat itu juga.


"Sayang, kapan kau pulang? Aku sudah tak sabar menunggumu ngasih aku makan."


Pfft! Dong Sheng malu dan buru-buru mematikannya lalu mengakhiri rapat saat itu juga dan mengumumkan bahwa dia akan mengambil cuti tahunan. Kalau ada masalah, mereka beritahu Asisten Ni saja.


"Presiden Ruan, apa anda benar-benar akan cuti?" Tanya Yi Ren heran.


"Manajer Luo, setelah rapat ini selesai, kau juga harus beristirahat dengan baik dan habiskan waktumu untuk cinta."


Berkat itu, Yi Ren akhirnya pulang kerja lebih cepat. Tapi berhubung dia tidak pernah pulang sore, sekarang dia bingung ke mana dia harus mencari hiburan.


Dia kepikiran untuk menelepon Xiao Nan, tapi akhirnya dia ragu dan mengurungkan niatnya. Tapi saat dia hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba saja kepalanya pusing... lalu pingsan di tengah jalan.


Setibanya di rumah, Dong Sheng bingung karena sandal rumahnya mendadak menghilang dan ganti sandal panda. Yuan Yuan mendadak muncul menyambutnya dan menyuruhnya untuk memakai sandal panda itu, dia juga pakai loh. Jadi ini sandal couple.


Bukan cuma sandal, Yuan Yuan juga sudah mengganti berbagai barang lainnya menjadi barang-barang couple: celemek couple, mug couple, sikat gigi couple, pokoknya semua-muanya deh dia ganti jadi couple-couple-an. Barang-barangnya Dong Sheng yang sebelumnya sudah dia simpan di dalam box.


Mereka kan sekarang saling mencintai satu sama lain, jadia mereka harus menggunakan barang-barang couple. Dong Sheng cuma bisa tercengang.


Tak lama kemudian, Yuan Yuan mendapat notifikasi keranjang belanjanya sudah terbeli semua. Aneh! Hapenya sudah gila kayaknya, keranjang belanjanya kosong dengan sendirinya.


"Aku yang melakukannya."


"Kenapa kau mengosongkan keranjang belanjaku?"


"Karena kita saling jatuh cinta." Goda Dong Sheng. Dia mengaku kalau dia mengambil cuti panjang dari perusahaan, dia ingin fokus pada cinta.


"Tidak ada yang mengambil cuti demi cinta. Kau berlebihan."


"Kita saling merindukan selama sepuluh tahun. Tentu saja kita harus menebusnya. Aku sudah tidak sabar lagi."


Tapi tiba-tiba momen mereka terganggu gara-gara telepon dari Xiao Nan yang cemas karena tidak bisa menghubungi Yi Ren sama sekali.


Yi Ren sendiri baru keluar dari rumah sakit sambil menangis sampai akhirnya dia tidak kuat lagi dan terjatuh. Secara bersamaan, ada beberapa dokter yang lewat dan membicarakan pasien bernama Luo Yi Ren... yang menderita leukemia. OMG! Yi Ren leukemia?


Saat akhirnya dia sudah tenang, Yi Ren kembali ke kantor dan melihat beberapa pekerja wanita yang sedang selfie sambil ketawa-ketiwi dengan bahagia. Sebuah pemandangan yang sekarang membuatnya jadi iri.


"Sepertinya aku tak pernah tersenyum sebahagia itu, aku tak pernah memberontak ataupun membantah atau menjadi diriku sendiri dengan serius walaupun cuma satu hari. Jika aku mati dengan cara seperti ini, hidupku akan penuh dengan penyesalan." Pikir Yi Ren.


Maka saat seorang rekannya memanggilnya untuk rapat, Yi Ren mendadak mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri lalu pergi dengan senyum bahagia.


Dia lalu pergi ke bianglala di taman hiburan. Tempat yang waktu kecil begitu ingin dia naiki, tapi orang tuanya tak pernah membolehkannya dan memaksanya untuk les karena mereka ingin Yi Ren nantinya masuk universitas ternama dan menjadi teladan masyarakat.


Sekarang, Yi Ren akhirnya bisa menaiki bianglala itu terus menerus sampai malam tiba. tapi setelah sepuluh putaran, seorang petugas berusaha mengusirnya karena mereka harus pulang.


Tapi Xiao Nan mendadak muncul saat itu juga dan menyatakan kalau dia juga mau naik bianglala itu juga sambil menyuap si petugas. Yi Ren heran, kenapa Xiao Nan bisa ada di sini?


"Lupa yah? Saat kita ke taman hiburan waktu itu, aku sudah tahu bahwa bianglala ini pasti memiliki makna spesial bagimu. Hari ini Ruan Dong Sheng bilang bahwa kau ingin mengambil cuti, makanya aku mencarimu sepanjang hari. Makanya aku mencoba keberuntunganku dengan datang kemari. Ternyata kau memang benar-benar ada di sini."


Yi Ren mengaku bahwa dia sudah memutuskan untuk mengundurkan diri. Jadi percua kalau Xiao Nan datang kemari untuk urusan bisnis. Xiao Nan tidak perlu memberinya asehat, keputusannya sudah bulat.


Xiao Nan geli mendengarnya. "Itu kebahagiaan besar, kenapa juga aku menasehatimu?"


Yi Ren tak percaya mendengarnya. "Kau mendukungku?"


Tentu saja. Fakta Yi Ren diperintah sana-sini sama Dong Sheng membuatnya sangat kesal. Bekerja pada bos yang EQ-nya rendah seperti itu bisa mempersingkat masa hidupnya.


"Entah kenapa mendengarmu mengatakan itu membuatku sangat senang."


"Jangan bilang kalau aku tidak pernah mengomelinya?"


"Bagaimana bisa? Dia adalah bosku selama bertahun-tahun."


"Kau tidak pernah dengar yah? Berhenti kerja tanpa mengomeli bos itu sudah jadi ritual."


Dia bahkan mengajari Yi Ren cara memisuhi dan teriak-teriak sama Dong Sheng, dan sukses membuat Yi Ren tertawa bahagia. Tapi ujung-ujungnya dia jadi canggung saat menyadari tatapan intens Yi Ren padanya. Xiao Nan tadi bilang mencarinya seharian, memangnya ada urusan apa?


Xiao Nan mulai gugup ingin menyatakan cintanya. "Aku... aku hanya ingin memberitahu, aku dulu memperlakukanmu dengan sangat buruk, kan? Tidak! Aku ingin memberitahumu..."


Yi Ren mendadak menyela. Bukankah Xiao Nan fobia ketinggian? Apa sekarang sudah sembuh sampai Xiao Nan berani naik wahana ini? Baru sadar kalau sekarang mereka sudah jauh di atas tanah, Xiao Nan mendadak mewek heboh.


Yuan Yuan memberitahu Dong Sheng bahwa Xiao Nan sudah menemukan Yi Ren, Don Sheng tidak perlu khawatir lagi. Dong Sheng lega, lalu apa Xiao Nan sudah mengetahui alasan Yi Ren mengundurkan diri?


Yuan Yuan meyakinkannya untuk memberi mereka waktu, nanti juga dia pasti akan mengetahui alasannya. Dong Sheng kan sudah ambil cuti, bagaimana kalau besok mereka jalan-jalan?


"Lalu apa kau punya rencana khusus?"


"Tentu saja. Indera pengecap asammu kan belum kembali sehingga kau belum bis menciptakan kembali Empat Rasa Kehidupan ayahmu, jadi misi kita besok adalah mendapatkan kembali indera rasa asammu."


Kalau itu gampang. Dong Sheng mau mendekat untuk menciumnya, tapi Yuan Yuan langsung mencegahnya. Dong Sheng tidak boleh sembarangan menciumnya, yang sebelum-sebelumnya saja gagal. Bagaimana kalau yang sekarang gagal lagi?


Dong Sheng tidak peduli, pokoknya dia mau mencium Yuan Yuan. Tapi Yuan Yuan ngotot menghentikannya dan menyuruhnya untuk patuh. Kesal, terpaksalah Dong Sheng menurut.


Keesokan harinya, Yuan Yuan mengajak Dong Sheng memakan segala macam makanan yang rasanya asam, tapi tetap saja tak ada satupun yang berhasil. Yuan Yuan bahkan memaksanya untuk minum segelas cuka, tapi yang Dong Sheng rasakan cuma rasa asam di giginya dan di perutnya, lidahnya tetap kelu.


Acara mereka mendadak tersela saat bel pintu berbunyi. Ternyata Yi Ren lah yang datang untuk mengundurkan diri secara resmi. Dong Sheng menolak menerima surat pengunduran dirinya. Dia hanya akan membiarkan Yi Ren ambil cuti digaji sampai dia siap kembali bekerja.


Tapi keputusan Yi Ren sudah bulat. "Masalah saya tidak bisa diselesaikan dengan hanya cuti. Keputusan saya sudah bulat. Saya harap anda bisa membiarkan saya pergi."


"Apa masalahmu? Katakan saja, aku bisa membantumu."


Yuan Yuan berpikir kalau Yi Ren pasti lelah dan menawarkan diri untuk menemani Yi Ren shopping dan makan bareng. Dong Sheng benar-benar penasaran, apa sebenarnya masalahnya Yi Ren, dia jadi membuat semua orang mengkhawatirkannya. Dia tidak seperti dirinya yang biasanya.


"Saya akan selalu sama seperti saya yang biasanya. Presiden Ruan... tidak... Ruan Dong Sheng, aku ingin memberitahumu. Sebenarnya aku selalu mengagumimu. Kau bisa mengabaikan pendapat orang lain, mengabaikan perasaan orang lain, kau bisa mencintai siapapun yang ingin kau cintai, bersikeras melakukan apa yang ingin kau lakukan dan mengabaikan tentangan keluargamu. Kau ingin tahu kenapa aku mengundurkan diri, bukan? Akan kuberitahu, karena aku tidak ingin lagi hidup seperti ini. Karena aku ingin menjadi diriku sendiri. Tidak bolehkah?"


Puas mengeluarkan unek-uneknya, Yi Ren pun pergi. Yuan Yuan panik mengejarnya dan berusaha membujuknya untuk tidak tersinggung akan kata-kata Dong Sheng tadi.


"Kalau aku menganggap serius ucapannya, aku pasti akan marah setengah mati."


Yuan Yuan lega mendengarnya. "Baiklah. Mengundurkan diri yah mengundurkan diri. Itu bukan masalah besar, aku akan mendukung apapun yang ingin kau lakukan."


"Terima kasih, Eva. Jika memutuskan untuk bersama Presiden Ruan, aku harus mengingatkanmu akan beberapa hal."


Dong Sheng sebenarnya tidak pandai berkomunikasi, makanya dia meminta Yuan Yuan untuk mengingatkan Dong Sheng agar dia berhati-hati. Takutnya Dong Sheng tidak bisa menahan mulutnya dan pada akhirnya menyinggung orang lain.


Hubungan Dong Sheng dengan ibunya tidak terlalu baik. Jadi saat sedang bersama Dong Sheng, sebaiknya Yuan Yuan jangan sebut-sebut ibunya. Jika tidak, itu bisa membuatnya marah dan mungkin bisa memengaruhi hubungan mereka.


Dia biasanya rutin mengunjungi makam ayahnya pada hari peringatan kematian ayahnya atau pada hari pembersihan makam. Jika pada saat-saat itu Dong Sheng kebetulan dinas di luar kota, maka Yuan Yuan harus menggantikannya mengunjungi makam ayahnya dengan membawakan bunga bellflower putih karena itu adalah bunga kesukaan ayahnya Dong Sheng.


Oke. Yuan Yuan akan mengingatnya. Tapi dia masih penasaran, kenapa Yi Ren mengundurkan diri. Tapi Yi Ren bersikeras menolak memberitahu apapun lalu pamit.


Yuan Yuan memberitahukan segala hal yang Yi Ren katakan tadi pada Dong Sheng. Heran dia, Yi Ren memintanya untuk mengurus DongS heng seolah dia pamitan untuk yang terakhir kalinya.


Apa Dong Sheng tidak merasa ada sesuatu yang aneh dengan fakta Yi Ren tiba-tiba mengundurkan diri seperti itu? Dia sama sekali tidak bisa memikirkan apa alasannya. Makanya dia menyuruh Xiao Nan untuk mencari tahu tentang apa sebenarnya yang terjadi pada Yi Ren.


Di satu sisi, jika bukan karena segala informasi yang Yi Ren katakan padanya tadi, dia mungkin tidak akan mengerti hobi-hobi dan batasan-batasannya Dong Sheng.


"Kau ingin tahu tentang apa? Tanya langsung saja padaku."


"Kalau begitu, mari kita bermain tanya-jawab kilat."


"Oke."


"Tuan Ruan Dong Sheng. Apa hobimu di luar pekerjaanmu?"


"Bersamamu, mancing dan berjemur."


"Jangan asal-asalan. Jawab dengan hati-hati. Lalu pernahkan kau ingin menangis dengan begitu putus asa di tengah malam?"


"Setelah kematian ayahku, aku tak pernah menangis."


"Maaf, tidak seharusnya aku mengungkitnya."


"Lalu apa yang paling kau benci?"


"Kotor, berantakan dan kekacauan."


"Apa kau takut akan sesuatu?"


Yang itu Dong Sheng ragu untuk menjawabnaya. Bolehkan dia tidak menjawab? Jelas tidak boleh! Baiklah, Dong Sheng pun mengaku bahwa dia takut sama hewan-hewan berparuh lancip. Seperti misalnya ayam. Ayam? Yuan Yuan mendadak punya ide licik.


Keesokan harinya saat Dong Sheng masih lelap tidur, tiba-tiba saja dia terbangun gara-gara mendengar suara kokok ayam. Parahnya lagi, benar-benar ada ayam hidup di atas kasurnya.


Dong Sheng sontak mundur ketakutan, lalu melempar bantal ke ayam itu dan kabur secepatnya ke Yuan Yuan sambil mengadu heboh, ada ayam di kamarnya.


Yuan Yuan santai mengakui kalau itu adalah perbuatannya. Dia sengaja memicu ketakutannya Dong Sheng, siapa tahu itu bisa memulihkan rasa asamnya. Dia bahkan sudah menyiapkan setengah potong lemon untuk uji coba. Ayo coba.


Dong Sheng nggak mau dan berniat kabur. Tapi Yuan Yuan berusaha mencegahnya dan jadilah mereka otot-ototan hingga tak sengaja membuat Dong Sheng terjatuh menimpa Yuan Yuan.


Jelas saja perubahan situasi ini membuat Dong Sheng mendadak nakal menggodanya. "Kalau kau ingin mencoba, mari kita coba berdua."


Dia langsung menjilat lemon itu dan mendekat untuk mencium Yuan Yuan. Tapi Yuan Yuan sigap memalngkan wajah dan jadilah ciuman Dong Sheng mendarat di pipinya... tepat saat Xiao Nan mendadak muncul dan langsung protes iri.


"Kalian kelewatan. Aku sudah cukup sedih, tega sekali kalian memperlakukan orang putus cinta seperti ini?!"


Tak lama kemudian, mereka bertiga berkumpul di meja makan untuk sarapan. Ayam yang tadi,  sekarang sudah almarhum jadi sup ayam. Xiao Nan curhat bahwa Yi Ren tidak membalas chat-nya ataupun mengangkat teleponnya.


Yuan Yuan prihatin akan kegagalannya. Tapi menurutnya, Xiao Nan nembak Yi Ren pada saat yang salah. Dia memilih waktu saat Yi Ren sedang dalam masa yang paling tidak nyaman.


"Maksudmu, bukan karena dia tidak menyukaiku tapi karena aku menyatakan cinta pada saat yang salah?"


Tapi Dong Sheng dengan cepat meruntuhkannya harapannya dengan berkomentar. "Apakah memberinya harapan palsu itu bagus?"


Yuan Yuan kesal. Dia cepat-cepat menyemangai Xiao Nan untuk pantang menyerah. Cob terapkan bab tiga dalam Teknik Mengejar Wanita ala Keluarga Xiao yaitu kurang ajar dan tidak masuk akal. Semakin sulit, maka dia harus semakin tekun dan gigih.


Di tempat lain, Yi Ren tampak baru saja selesai shopping gila-gilaan. Dia bahkan mengubah penampilannya pakai baju s~~si dan rambut palsu, benar-benar tampak menikmati hidupnya.


Di tengah jalan, dia melihat sebuah toko penitipan hewan yang hendak ditutup. Si pegawai toko mengaku bahwa bos mereka tidak bisa melanjutkan bisnis ini, makanya toko ini akan ditutup. Sedangkan untuk hewan-hewan yang ada di sana, mereka akan menanganinya sesuai aturan, yaitu dibunuh.


Mendengar itu, Yi Ren mendadak memutuskan mau menyumbang 10 ribu RMB untuk menyelamatkan hewan-hewan yang ada di sana. Si pegawai menolak karena menyumbang uang itu akan percuma saja.


Sebenarnya... ada satu cara lain. Mereka bisa membuat orang-orang mengadopsi hewan-hewan di sini sebelu toko ini tutup. Tapi masalahnya, mereka sudah berusaha mempromosikannya, tetap saja tak ada seorangpun yang tertarik.


"Kau bertemu dengan orang yang tepat. Biarkan aku membantu kalian menangani masalah itu."


Jadilah Yi Ren menjadi penasehat promosi mereka. Dia mendekorasi tempat itu, memberi perintah sana-sini, membuat promosi di internet... dan usahanya sukses dengan cepat. Orang-orang berbondong-bondong datang ke toko itu untuk mengadopsi hewan-hewan yang ada di sana.


Dan berkat itu pula Dong Sheng cs akhirnya menemukannya. Dan berkat kedatangan Yuan Yuan ke sana, para reporter pun berbondong-bondong datang ke sana juga untuk mewawancarai Yuan Yuan, apalagi Yuan Yuan juga menyumbang cukup besar ke toko itu.


Mereka juga berusaha mewawancarai Dong Sheng. Tapi Dong Sheng tak nyaman dan langsung melirik Yi Ren. Yi Ren hampir saja mau mengambil alih situasi, tapi dengan cepat dia ingat kalau dia sudah bukan pegawainya Dong Sheng lagi. Maka Yuan Yuan lah yang akhirnya mengambil alih situasi dan bicara mewakili Dong Sheng.


Yi Ren langsung memanfaatkan saat itu untuk kabur. Xiao Nan langsung mengejarnya, dia benar-benar cemas, ada apa sebenarnya dengan Yi Ren?


Dulu di mengira kalau Yi Ren menolaknya karena tidak menyukainya. Tapi setelah melihat Yi Ren hari ini, sepertinya msalahnya tidak sesederhana itu. Apa sebenarnya yang terjadi?


Yi Ren ngotot menyangkal. Dia menitip ucapan terima kasih untuk Eva dan Dong Sheng dan meminta Xiao Nan untuk tidak mengganggunya. Dia mengucap selamat tinggal lalu pergi.


Tak lama kemudian, Asisten Ni mendapat kabar bahwa Yi Ren memesan tiket penerbangan ke luar negeri. Dia langsung melaporkan masalah itu ke Dong Sheng dan Xiao Nan.


Dia juga heran, kenapa Yi Ren sekarang tiba-tiba jadi sangat berbeda dari sebelumnya. Mendengarnya itu, Dong Sheng bertanya-tanya, apakah selama ini, dia terlalu banyak menekan Asisten Ni? Jujur saja deh.


"Tentang itu... tidak masalah kok. Lagipula tidak ada pekerjaan yang santai. Saya rasa tidak mungkin Manaajer Luo membenci anda cuma karena masalah pekerjaan."


Tapi kemudian dia melihat Yuan Yuan dan mendadak kepikiran sesuatu dan langsung terang-terangan mengutarakannya. Sebelum ada Eva, hanya Yi Ren satu-satunya wanita yang dekat dengan Dong Sheng. Yi Ren lah yang paling memahami Dong Sheng. Makanya, Asisten Ni berpikir mungkin Yi Ren pergi karena patah hati. Dong Sheng yakin tidak dan memerintahkan Asisten Ni untuk tidak membicarakan masalah itu lagi.


Yuan Yuan sedih mendengar semua dugaan Asisten Ni itu. Ujung-ujungnya dia malah menggila berakting mengomeli dirinya sendiri, bahkan menuduh dirinya sendiri jadi orang ketiga di antara Yi Ren dan Dong Sheng.


Tapi tidak bisa! Hanya dia seorang yang boleh mengurus prianya. Dengan pikiran itu, Yuan Yuan berniat mau mengetuk pintu kamarnya Dong Sheng. Tapi tunggu dulu! Kalau dia mengetuk pintunya tengah malam begini, takutnya Dong Sheng bakalan berpikir kalau dia punya niat yang tidak-tidak sama dia. Tapi ah sudahlah, lanjut saja. Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi.


Belum juga dia sempat mengetuk pintu, Dong Sheng mendadak membuka pintunya dan mengundangnya masuk ke dalam. Yuan Yuan heran kenapa dia belum tidur, apa karena Yi Ren?


"Tidak. Karena ayamnya."


"Maaf, aku tidak tahu kalau itu akan sangat memengaruhimu."


"Sekarang kau malah membuatku semakin tidak bisa tidur, bagaimana kau akan mengompensasiku?"


"Kalau begitu, aku akan tidur denganmu."


Dong Sheng antusias mendengarnya... sampai saat dia menyadari yang dimaksud Yuan Yuan adalah meninabobokannya sambil nyanyi lagu nina bobo. Pfft! Yuan Yuan mengaku dulu ibunya selalu meninabobokannya dengan cara seperti ini waktu dia kecil.


"Sebaiknya kau kembali saja ke kamarmu. Aku tidak akan bisa tidur dalam situasi ini."


"Tidak bisa, aku harus menunggu sampai kau tertidur. Nina bobo oh nina bobo..."


"Ada yang mau kau beritahukan padaku, kan?"


Iya. Ini kan pertama kalinya dia jadi pacarnya Dong Sheng. Makanya jika dia melakukan kesalahan, Dong Sheng harus memberitahunya.


Dong Sheng heran kenapa dia berpikir seperti itu. Yuan Yuan berupaya keras membantunya mendapatkan kembali indera pengecapnya dan membantu Yi Ren seperti itu. Sudah cukup banyak yang dia lakukan.


"Tapi dibandingkan denganku, apa yang kulakukan belum cukup. Aku sudah banyak berpikir, segala hal yang Yi Ren lakukan untuk membantumu, aku yang akan mengurusnya mulai sekarang. Mulai dari makan, tidur hingga bepergian. Biarkan aku yang mengurusnya. Mulai sekarang, aku akan menjadi pacar yang bertanggung jawab."


Baiklah. Dong Sheng setuju dengan senang hati. Maka keesokan harinya, Yuan Yuan bangun lebih pagi, berniat mau membuatkan sarapan penuh cinta untuk kekasih tercinta.


Tapi masalahnya, dia bahan tidak tahu apa makanan kesukaan Dong Sheng. Parahnya lagi, saat berusaha membuat jus buah campur, airnya malah kebanyakan sampai tumpah-tumpah. Bahkan saat mau membuat telor ceplok, dia menamengi dirinya sendiri pakai kacamata dan sarung tangan dan heboh sendiri saat minyaknya muncrat.


Untung saja Dong Sheng muncul saat itu dan menghentikan segalanya. Kalau caranya seperti ini, mungkin petugas pemadam kebakaran harus datang kemari. Apa Yuan Yuan bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan buat dia?


"Iya. Aku kan sudah memberitahumu kemarin. Kupikir memasak tidak sesulit itu. Maaf, aku telah menggunakan sekitar 1 kg buah. Untungnya masih cukup untuk setengah gelas."


Dong Sheng dengan manisnya mengambil sisa jus buah yang tersisa dan meminumnya. Err, sepertinya sih tidak enak, tapi dia tetap bilang rasanya manis untuk menyenangkan Yuan Yuan.


Tapi baru beberapa detik, tiba-tiba dia merasa gatal-gatal... gara-gara Yuan Yuan mencampur buah persik dalam jus itu. Dong Sheng mengaku bahwa dia alergi buah persik sejak dia kecil.


Dia lalu meminta Yuan Yuan untuk membantunya mengoles salep obat. Tapi Yuan Yuan langsung gugup melihat tubuh Dong Sheng. Dong Sheng meyakinkannya untuk membantunya mengoles obatnya saja, maka dia akan baikan. Yuan Yuan tidak perlu menyalahkan diri sendiri.


Tapi tetap saja Yuan Yuan merasa bersalah. Dia terlalu ceroboh. Kemarin dia bilang kalau dia ingin menjadi pacar yang ideal, tapi sekarang dia malah menyebabkan alerginya Dong Sheng kumat.


"Kenapa aku begitu bodoh. Sama sekali tidak bisa apa-apa. Ruan Dong Sheng, kenapa kau masih memperlakukanku dengan sangat baik?"


"Bodoh. Aku akan membawamu ke suatu tempat, maka kau akan tahu nanti."


Dan tempat yang Dong Sheng maksud ternyata aula sekolah tempat Yuan Yuan dulu dipermalukan dan dipaksa untuk membacakan surat cintanya di hadapan banyak siswa.


"Kenapa kau membawaku ke sini?" Tanya Eva tegang berada di tempat yang penuh kenangan buruk itu.


Tanpa menjawabnya, Dong Sheng menggenggam tangannya lalu membawanya ke panggung. Kenangan itu seolah muncul kembali di hadapannya dan itu membuat Yuan Yuan makin gelisah dan mencoba kabur.


Tapi Dong Sheng dengan cepat mencegahnya. Dia tahu kejadian tahun itu selalu menyiksa Yuan Yuan.


"Tapi tahukah kau? Kejadian itu juga menyiksaku. Selama sepuluh tahun ini aku selalu berpikir bahwa jika aku berdiri di sini bersamamu waktu itu, menggenggam tanganmu dan melindungimu, tidak membiarkanmu menanggung penghinaan itu, apakah kau akan lebih bahagia sekarang?"


Yuan Yuan berkaca-kaca mendengarnya. "Kenapa kau tidak datang?"


"Karena ibuku mengunciku di rumah. Saat aku berhasil kabur dan berlari kemari, segalanya sudah berakhir."


Karena itulah selama bertahun-tahun ini, setiap kali dia tidak bisa tidur, dia selalu membayangkan Yuan Yuan berdiri di sini sendirian dan gemetaran. Bayangan itu selalu membuatnya mengingatkan dirinya sendiri bahwa semua ini adalah salahnya.


"Itu bukan salahmu. Kenapa kau menghukum dirimu sendiri?"


"Itu salahku. Kenapa aku tidak datang lebih awal? Kalau saja aku berlari ke sini lebih cepat, maka segalanya tidak akan jadi seperti itu. Kau tanya kenapa aku memperlakukanmu dengan sangat baik, kan? Karena sejak saat itu, aku selalu berkata pada diriku sendiri, asalkan aku bisa menemukanmu, aku tidak akan membiarkanmu berduka, aku tidak akan membiarkanmu khawatir lagi. Ini janjiku padamu. Yuan Yuan, maafkan aku. Bersediakah kau memaafkanku?"


Yuan Yuan memaafkannya. Dong Sheng pun langsung menciumnya mesra. Tiba-tiba mereka membayangkan masa lalu mereka yang berbeda, masa lalu yang sesuai dengan harapan Dong Sheng.


Mereka membayangkan sosok Dong Sheng remaja datang saat Yuan Yuan menangis di hadapan seluruh sekolah. Dia meminta maaf karena terlambat sebelum kemudian naik ke atas panggung, menggenggam tangan Yuan Yuan dan dengan lantang menyatakan cintanya pada Yuan Yuan yang sontak mendapat tepuk tangan meriah dari teman-teman mereka. Khayalan yang begitu indah dan membuat mereka begitu bahagia.


Tapi masalah belum selesai. Di penjara, Gao Quan dikunjungi oleh kroninya, si mata-mata misterius yang selalu rajin memberinya update tentang Dong Sheng.