Love The Way You Are

Love The Way You Are
episode 12



Dong Sheng cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit dan dokter menyuruh mereka untuk segera menghubungi keluarga pasien. Maka Xiao Nan pun menyuruh Tao Tao untuk menghubungi mamanya karena Tao Tao dan mamanya kan keluarganya Dong Sheng.


Tapi yang tidak mereka sangka, Tao Tao dengan polosnya mengaku bahwa dia bukan putrinya Dong Sheng, jadi apa bisa dia disebut sebagai keluarganya Dong Sheng? Yuan Yuan kaget, kalau Tao Tao bukan putrinya Dong Sheng, lalu kenapa dia memanggil Dong Sheng sebagai papa?


"Mama yang menyuruhku untuk memanggilnya seperti itu."


"Lalu siapa papamu yang sebenarnya?"


"Mana aku tahu, dasar om jahat! Kalau sampai terjadi sesuatu pada papaku, aku tidak akan punya papa lagi!" Tangis Tao Tao.


Yuan Yuan buru-buru menenangkannya dan meyakinkan Tao Tao kalau papanya pasti akan baik-baik saja dan meminta Tao Tao untuk memaafkan Om Xiao Nan. Tapi Tao Tao terus menatap Xiao Nan dengan kesal. Canggung, Xiao Nan langsung menghindar dengan alasan mau mengurus administrasinya Dong Sheng.


Eva datang tak lama kemudian dan langsung mengajak Tao Tao pulang. Yuan Yuan berusaha memintanya untuk bicara dengannya, tapi Rebecca seperti biasanya, menolak dengan ketus.


"Jangan pikir bahwa kau membantuku, aku akan bilang terima kasih."


"Aku tidak membicarakan masalah itu, aku ingin membicarakan masalah Tao Tao. Aku tahu Ruan Dong Sheng bukan ayahnya."


"Jadi tadi kau membantuku karena kau ingin mengancamku seperti ini?"


"Kau berpikir berlebihan. Aku hanya merasa Tao Tao sangat menyedihkan. Dia terlalu muda untuk tinggal di asrama sekolah. Dia tidak bisa hidup bersama ibunya. Dia bahkan dianggap sebagai alat untuk dimanfaatkan. Apa kau bahkan tidak malu?"


"Tutup mulutmu! Kaulah yang memaksaku melakukan itu. Jangan pikir kau bisa berdiri lebih tinggi dan menyalahkanku. Lihatlah dirimu sendiri. Berdoalah dan uruslah dirimu sendiri." Sinis Rebecca lalu pergi.


Rebecca menurunkan Tao Tao di sekolah asramanya, tapi Tao Tao tiba-tiba menangis. Bukannya menenangkannya, Rebecca malah tambah kesal membentaknya, bahkan menurunkannya dengan paksa yang terang saja membuat Tao Tao jadi semakin sedih.


"Mama, aku tidak mau kembali ke sekolah. Aku mau pulang sama mama. Aku ingin tinggal bersama mama."


"Kenapa kau jadi semakin tidak pengertian? Apa kau tahu berapa banyak masalah yang kau akibatkan hari ini? Kau sangat tidak patuh, Tao Tao!"


"Aku tidak mau mengerti. Aku tidak mau patuh. Aku hanya menginginkan mama. Kenapa mama tidak mau mengaku sebagai mamaku? Kenapa mama tidak membutuhkanku? Aku mau pulang."


Hati Rebecca akhrinya melunak dan mengaku bahwa sebenarnya dia tidak punya keberanian. "Jangan salahkan mama, yah?"


"Aku tidak menyalahkan mama, aku cuma sangat merindukan mama. Hari ini ulang tahunnya Tao Tao."


Tao Tao lalu mengambil sebuah buku gambar dan menghadiahkannya untuk Rebecca. Gambar mereka bertiga sebagai satu keluarga lengkap. "Mama, jangan kembalikan aku ke sekolah lagi, yah?"


Rebecca luluh seketika. "Baiklah, mama setuju."


Bahkan setelah Yuan Yuan berubah jadi Eva lagi, Dong Sheng masih saja belum sadarkan diri. Padahal menurut dokter dia cuma gegar otak ringan dan tidak ada komplikasi apapun.


Yuan Yuan sontak mencengkeram bajunya Xiao Nan dengan kesal. "Kenapa juga kau memukulnya?! Sekarang dia jadi koma."


"Aku tidak melakukan apapun. Aku cuma menyentuhnya ringan. Mana kutahu kalau dia ternyata selemah itu."


"Kalau sampai terjadi sesuatu padanya, akan kubunuh kau!" Kesal Eva. Tak ada seorang pun dari mereka yang sadar bahwa Dong Sheng sebenarnya sudah sadar tapi dia tetap pura-pura tak sadarkan diri dan diam-diam tersenyum geli mendengar perdebatan mereka.


Setelah dokter pergi, Eva mengancam Dong Sheng untuk segera bangun. Kalau Dong Sheng koma terus, dia tidak akan merawat Dong Sheng. Dia akan mencari cowok lain yang tampan dan kaya dan menikahinya.


"Makanya, kau harus cepat sembuh untukku. Kau dengar aku, nggak?"


Tapi Dong Sheng tetap saja sengaja pura-pura masih koma. Tepat saat itu juga, Rebecca datang datang lagi dan langsung keheranan menatap Eva yang sudah balik langsing lagi.


"Aneh sekali. Kalau aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku mungkin takkan percaya ada penyakit aneh semacam ini di dunia ini."


"Kau memanggilku kemari hanya untuk memujiku dengan kata-kata ajaib itu? Rebecca, kau melanggar perjanjian kita lagi dan lagi. Jadi aku juga tidak perlu menaatinya lagi. Kalau kau ingin mengumbar rahasiaku, maka aku akan bermain denganmu sampai akhir. Seperti yang kau bilang, asalkan aku tidak berubah jadi gendut di hadapan orang lain, maka mereka tidak akan memercayai kata-katamu."


Yang tak disangkanya, Rebecca sekarang sudah berubah sikap dan meyakinkan kalau dia tidak akan membeberkan rahasianya. Eva bingung, lalu untuk apa dia datang kemari?


"Maaf, Eva. Aku berbohong padamu." Ucap Rebecca.


Dia mengaku bahwa Tao Tao memang bukan putrinya Dong Sheng, melainkan teman baiknya Dong Sheng. Hah? Bukankah Rebecca menyukai Dong Sheng? Lalu bagaimana bisa dia malah punya anak dengan sahabatnya Dong Sheng?


"Karena waktu itu harga diriku sangat tinggi. Aku tidak bisa menerima bahwa cintaku tak berharga bagi Ruan Dong Sheng."


Dia mengaku bahwa Tao Tao memang bukan putrinya Dong Sheng, melainkan teman baiknya Dong Sheng. Hah? Bukankah Rebecca menyukai Dong Sheng? Lalu bagaimana bisa dia malah punya anak dengan sahabatnya Dong Sheng?


"Karena waktu itu harga diriku sangat tinggi. Aku tidak bisa menerima bahwa cintaku tak berharga bagi Ruan Dong Sheng."


Dia tahu sahabatnya Dong Sheng menyukainya. Makanya untuk menarik perhatian Dong Sheng, dia sengaja mengencani sahabatnya. Tapi sekarang sahabatnya Dong Sheng itu sudah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.


Dia dan Dong Sheng mengalami kecelakaan itu bersama-sama. Dia terluka parah untuk menyelamatkan Dong Sheng dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.


Rebecca mengandung Tao Tao waktu itu, dan sahabatnya Dong Sheng berkata bahwa hal yang paling dia sesalkan di dunia ini adalah tidak bisa melihat bayi mereka lahir. Sebelum meninggal, dia meminta Dong Sheng untuk menjaganya.


"Dia benar-benar pria yang baik, tapi aku tidak menghargainya. Aku tidak pantas untuknya."


Tiba-tiba dia membungkuk dalam-dalam pada Eva dan setulus hati meminta maaf padanya. Eva sampai bingung sendiri menghadapi permintaan maaf seformal itu.


Xiao Nan kagum juga mendengar cerita Eva tentang Rebecca tadi. Masih hidup untuk menyaksikan Rebecca meminta maaf seperti itu, benar-benar berharga.


Eva benar-benar menyesal pernah menyalahkan Dong Sheng. "Maaf, aku pernah salah menuduhmu. Kau harus cepat pulih. Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu."


Eva langsung menyandarkan kepalanya di dada Dong Sheng, tapi malah mendapati satu apel di sana sudah tergigit. Eva langsung kesal melabrak Xiao Nan, tega sekali Xiao Nan mencuri apelnya Dong Sheng dan cuma menggigitnya separuh lagi!


Xiao Nan tidak terima, bukan dia kok yang makan. Eva tak percaya, jelas bukan Eva yang memakannya, terus kalau bukan Xiao Nan, masa... Dong Sheng? Curiga, Eva langsung mendekatkan wajahnya ke Dong Sheng, berniat mau mengendus bau apel di mulutnya... Saat tiba-tiba saja Dong Sheng bergerak memeluknya lalu menguncinya di ranjang.


Kaget, Eva langsung kesal menaboknya. "Brengsek! Kau sudah bangun tapi pura-pura mati!"


"Augh! Kau memukulku keras banget, apa kau mau jadi janda?"


Dong Sheng lalu mengusir Xiao Nan dengan alasan meminta Xiao Nan untuk memberitahu Yi Ren bahwa dia sudah bangun. Xiao Nan yang sedari tadi sudah canggung sendiri jadi obat nyamuk di antara mereka, dengan senang hati beranjak pergi. Tapi ingat yah, mereka harus tahan diri, soalnya dinding rumah sakit ini tipis. Pfft!


"Sejak kapan kau menyuap Xiao Nan?" Heran Eva.


"Kau bilang ada banyak hal yang mau kau katakan padaku. Katakanlah, aku akan mendengarkanmu."


Canggung, Eva mau melarikan diri. Tapi Dong Sheng dengan cepat menangkapnya dan menariknya kembali. Mereka menyakitinya dan mau kabur, apa Eva tidak merasa ini kelewatan?


"Xiao Nan yang memukulmu, kau cari saja dia."


"Siapa ya yang menggunakan seluruh kekuatannya untuk melimpahiku dengan segala macam cacian dan makian? Sekarang aku terluka, bagaimana kau akan mengompensasiku?"


"Aku tidak punya uang, aku cuma punya nyawaku."


"Aku tidak butuh uangmu ataupun nyawamu. Aku... membutuhkanmu." Bisik mesra Dong Sheng.


"Kau mau apa? Aku tidak akan menjual tubuhku."


Maka Dong Sheng pun menjawabnya dengan mendekat untuk menciumnya. Eva pun langsung merem. Tapi Dong Sheng malah cuma menggodanya, maksudnya tuh dia cuma ingin Eva merawatnya sampai dia keluar dari rumah sakit.


Eva sontak mendorongnya dengan kesal. Bayarannya mahal, tahu! Sangat-sangat mahal, jadi dia tidak ada waktu untuk dihabiskan bersama Dong Sheng.


Dong Sheng sontak menariknya mendekat lagi, ada satu cara kompensasi lainnya. Kali ini dia serius mendekat untuk menciumnya... Tepat saat perawat mendadak muncul (Pfft!), Eva dan dan Dong Sheng sontak saling menjauh dengan canggung. Dong Sheng kesal banget.


Di luar, Xiao Nan kebetulan bertemu dengan Yi Ren yang baru datang untuk menjenguk Dong Sheng. Xiao Nan langsung sok manja meminta Yi Ren untuk memberinya kesempatan lain seperti Dong Sheng dan Eva yang sekarang sudah berbaikan.


Tapi Yi Ren tetap bersikap terlalu formal padanya seolah mereka tidak akrab dan mengingatkan Xiao Nan untuk tidak menggodanya di depan publik.


"Jadi kalau berdua saja tidak apa-apa?" Goda Xiao Nan.


Tepat saat itu juga, Tao Tao datang lagi sambil menyapa Xiao Nan sebagai OM dengan riang. Xiao Nan tidak terima dipanggil Om, panggil Kakak, dasar iblis kecil.


Tao Tao langsung kesal melabrak Xiao Nan dengan gaya sok dewasanya. "Kau memukul ayah angkatku sampai pingsan, aku belum buat perhitungan denganmu. Kau bahkan memanggilku iblis kecil. Om, kau keterlaluan."


Err... Tao Tao sekarang memanggil Dong Sheng sebagai ayah angkat? Sejak kapan Dong Sheng jadi ayah angkatnya? Tao Tao mengaku bahwa mamanya menyuruhnya untuk memanggil Dong Sheng sebagai ayah angkat mulai sekarang biar ayah angkatnya bisa berkencan.


"Tak kusangka ternyata mamamu bisa sadar diri juga," gumam Xiao Nan. "Iblis kecil, kuberitahu kau. Ayah angkatmu sudah bangun sekarang. Kau ingin buat perhitungan denganku. Awas kau!"


Yi Ren sontak menegurnya untuk bersikap lebih lembut dengan anaknya sendiri. Tao Tao mengoreksi, siapa bilang om ini ayahnya. Mamanya sama sekali tidak menyukai om ini.


"Kakak, mamaku bilang bahwa om ini datang menemui mamaku gara-gara ibu angkatku."


"Ibu angkatmu... adalah Eva?"


"Karena ayah angkatku sangat menyukainya, jadi tentu saja dia adalah ibu angkatku. Kakak, tadi kau marah seperti itu, apa kau marah pada paman tua ini?"


Yi Ren canggung menyangkal. Xiao Nan mendadak kesal, Tao Tao panggil dia apa barusan? Paman tua? Kenapa Tao Tao memanggil Yi Ren sebagai kakak, sedangkan dia malah paman tua? Panggil kakak!


"Aku akan terus memanggilmu paman tua. Paman tua! Paman tua!"


Xiao Nan sontak gregetan mengejarnya sampai saat Tao Tao bersembunyi di belakangnya Yi Ren. Malas menghadapi situasi ini, Yi Ren mau masuk menjenguk Dong Sheng saja, tapi Xiao Nan melarangnya masuk, Dong Sheng dan Eva sedang membicarakan hubungan mereka, jadi sebaiknya Yi Ren jangan mengganggu.


"Sudah waktunya makan siang. Ayo kutraktir."


"Aku mau makan hot pot." Celetuk Tao Tao.


"Kalau begitu, mintalah pada kakak ini untuk makan hot pot bersama-sama. Lebih banyak orang, lebih asyik."


Tao Tao dengan gaya imutnya mengajak Yi Ren untuk makan bersama mereka, dan Yi Ren langsung setuju.


Di rumah sakit, Eva berniat mau mengupas apel, tapi dia bahkan tidak bisa mengupas dengan benar. Dong Sheng geli melihatnya, dasar bodoh, apel tidak dikupas seperti itu.


"Kalau kau tahu cara mengupasnya, lakukan saja sendiri, kenapa juga kau merepotkanku? Aku tidak pernah mengupas apel sebelumnya."


Maka Dong Sheng langsung menarik Eva ke dalam pelukannya untuk mengajarinya cara mengupas apel yang baik dan benar. Tapi tentu saja cara itu malah membuat Eva jadi gugup sendiri.


"Apel harus dikupas seperti ini. Kalau kau tidak belajar mengupas apel mulai dari sekarang, lalu siapa yang akan mengupas apel untukku saat aku menua nanti?"


Tegang, Eva langsung menjauh sambil protes. Sepertinya Dong Sheng baik-baik saja sekarang. Dia tidak mau datang lagi besok.


Dong Sheng sontak berakting sakit kepala dan sukses membuat Eva khawatir. Dia mau panggil dokter, tapi Dong Sheng sontak mencegahnya dan meminta Eva untuk memijatnya saja.


Eva mulai kesal sekarang. "Apa dadamu terasa sangat sakit seperti ditusuk jarum?"


"Betul! Betul! Bagaimana kau bisa tahu?"


Eva sontak meninju dadanya dengan kesal. "Kurasa kau kena kanker pay~ra! Biar kupanggilkan dokter spesial pay~ra untukmu!"


Dong Sheng jadi tambah gemas padanya dan sontak menariknya ke dalam pelukannya. "Tolong! Ada orang yang mau membunuh suaminya!"


Di kantor, para pegawai memperhatikan Yi Ren berjalan dengan aneh gara-gara wasirnya yang sedang kumat. Pfft! Dia bahkan tidak bisa duduk dan akhirnya memutuskan untuk mencoba bekerja sambil berdiri.


Tepat saat itu juga, Xiao Nan meneleponnya. Dia cemas kalau-kalau hot pot yang mereka makan kemarin terlalu pedas. Dia sudah melakukan penyelidikan tentang penyakitnya Yi Ren, dia rasa penyakitnya Yi Ren itu tidak bisa diabaikan lebih lama lagi.


Akan terlalu terlambat jika dia tidak bisa tidur atau duduk dan harus terus-menerus ke dokter setiap kali itu kumat. Kaget mendengar ucapan Xiao Nan itu, Yi Ren sontak cemas mengira Xiao Nan sedang memata-matainya di luar, padahal Xiao Nan lagi ada di kantornya.


Mumpung bosnya Yi Ren sedang tidak ada di kantor sekarang, sebaiknya Yi Ren ambil cuti saja selama beberapa hari untuk melakukan operasi. Dia pasti akan keluar dari rumah sakit bersamaan dengan Dong Sheng. Dia akan membantu Yi Ren menanganinya, jangan khawatir.


Di rumah sakit, Asisten Ni sedang melaporkan perkembangan perusahaan pada Dong Sheng. Tapi Dong Sheng penasaran, di mana Yi Ren? Asisten Ni melapor bahwa Yi Ren mengambil cuti beberapa hari, katanya mau liburan.


Dong Sheng heran mendengarnya, tumben-tumbennya Yi Ren cuti, buat liburan lagi. Telepon Yi Ren, dia mau tanya langsung pada Yi Ren.


Tapi tepat saat itu juga, mereka melihat Xiao Nan membawa masuk Yi Ren yang berbaring telungkup di ranjang pasien, kayaknya mereka salah masuk kamar. Yi Ren yang belum melihat Dong Sheng, santai saja mengangkat teleponnya dan berbohong kalau dia lagi liburan.


"Manajer Luo, aku ada di sini."


Yi Ren sontak menjerit heboh sambil menutupi dirinya dalam selimut. Asisten Ni cemas, dia kenapa? Sakit? Xiao Nan berbohong kalau Yi Ren kena usus buntu gara-gara terlalu berdedikasi dalam pekerjaannya. Dia tidak mau semua orang cemas, makanya dia berbohong kalau dia lagi liburan.


"Tapi kalau kau kena usus buntu, kenapa kau berbaring seperti ini?" Heran Dong Sheng.


"Dia suka seperti ini, nggak boleh?"


Dong Sheng langsung memperhatikan Yi Ren secara menyeluruh dan langsung paham lalu bertepuk tangan untuknya. Yi Ren memang pantas menjadi teladan bagi semua pegawai di perusahaan.


Karena itulah, Dong Sheng menyuruh Asisten Ni untuk mengumumkan pada para pegawai untuk menjenguk Yi Ren di rumah sakit, suruh mereka membawa angpao dan mendoakan semoga Yi Ren cepat sembuh. Malu, Yi Ren sontak mengubur dirinya di dalam selimut dengan heboh.


Sekretarisnya Gao Quan melapor bahwa Dong Sheng sudah mulai pulih dan Eva selalu menjaganya di rumah sakit. Kecuali siaran langsung yang mendadak mati lampu waktu itu, mereka tidak terkena efek negatif apapun.


Dan anehnya, sejak hari itu, Rebecca sama sekali tidak bisa dihubungi. Gao Quan kesal, Rebecca pasti sudah mengkhianati mereka. Kalau begitu, karena biasanya Rebecca suka main rahasia-rahasiaan, sudah saatnya mereka menyorotnya. Ini juga bisa jadi peringatan pada Dong Sheng dan Eva bahwa mempermainkannya tidak akan berakhir dengan baik.


Tak lama setelah itu, para wartawan mendadak datang menyerbu Rebecca yang saat itu baru keluar bersama Tao Tao dan membombardirnya dengan sejuta pertanyaan tentang Tao Tao.


Siapa ayahnya? Apakah benar Ruan Dong Sheng ayah anak ini? Dan bagaimana dengan statusnya yang katanya selama ini masih single, apakah sekarang dia akan mengakui status perkawinannya? Dan bagaimana dengan kabar yang katanya dia bisa membuat Eva tidak layak berpartisipasi dalam World Angel tour? Katanya dia orang ketiga dalam hubungan cinta Dong Sheng dan Eva


Tao Tao ketakutan menghadapi semua orang itu. Kesal, Rebecca pun mengumumkan bahwa dia tidak akan berpartisipasi dalam World Angel tour. Dia bahkan mengumumkan pengunduran dirinya secara permanen dari industri fashion.


"Eva adalah teman baikku. Ruan Dong Sheng adalah teman baikku. Aku tidak akan mengizinkan siapapun menyebar rumor buruk tentang hubungan kami. Dan tentang ayah anak ini, aku sudah menikah, tapi itu adalah privasiku, jadi aku tidak bisa menjawab. Jika ada siapapun yang masih menyebar rumor, aku akan menuntutnya secara hukum!"


Eva yang menonton siaran langsung itu, sekarang berubah terkagum-kagum pada Rebecca. Rebecca keren banget, Eva jadi nge-fans sama dia. Dong Sheng heran, Eva sudah lupa saat Rebecca menyakitinya?


"Kenapa kau pendendam sekali? Lagipula, dia sangat tergila-gila padamu. Bagaimana bisa kau sekejam itu?"


"Kau benar. Sepertinya aku harus menghiburnya dan anaknya." Goda Dong Sheng dan sontak mendapat pelototan kejam dari Eva.


Sudah setengah bulan Dong Sheng di rumah sakit padahal dia sudah hampir sembuh. Asisten Ni menawarkan diri untuk mengurus administrasi biar Dong Sheng bisa keluar dari rumah sakit.


"Tidak perlu!" Tolak Dong Sheng.


"Pak Presiden, apa anda tahu bahwa Jason Wang telah mengumumkan daftar partisipan World Angel tour? Nona Eva berada dalam posisi terdepan. Selain itu, Rebecca juga mengumumkan pengunduran dirinya dari catwalk. Jadi (Eva) pasti akan jadi sorotan."


"Maksudmu apa?"


"Maksud saya, dia pasti menerima banyak tawaran pekerjaan sekarang. Mungkin dia tidak akan punya banyak waktu untuk mengurus anda."


Tidak mungkin. Dong Sheng sangat yakin dan percaya diri kalau Eva tidak akan mungkin mencampakkannya. Eva bukan jenis orang yang mengejar ketenaran.


Tapi tepat saat itu juga, Eva mendadak muncul sambil heboh bicara di telepon, sepertinya dia baru saja mendapatkan tawaran pekerjaan yang bayarannya tinggi. Dia lalu tanya apakah Dong Sheng sudah bisa keluar dari rumah sakit sekarang?


Dong Sheng langsung berakting lemah dan mengklaim kalau dia masih harus diperiksa lagi. Senyum Eva sontak menghilang, sadar betul kalau Dong Sheng cuma sedang akting.


"Presiden Ruan, jika kau sengaja tidak mau keluar dari rumah sakit, maka maaf, aku tidak bisa menemanimu lagi. Sekarang adalah saatnya karirku meroket. Bagaimana bisa aku menyia-nyiakan waktuku di rumah sakit?"


"Sia-sia?"


"He-eh. Aku adalah wanita karir sejati. Aku baru saja menerima undangan sebuah reality show 'Dapur Super Model'. Besok aku harus bersiap-siap bersama grup syuting. Jika tidak ada masalah, maka mulai bulan depan, aku akan jadi anggota tetap. Kusarankan padamu untuk balik saja bekerja dan fokus pada hal-hal yang lebih serius. Kau pria sejati, jadi kau harus mengutamakan karir dulu. Dadah!" Ujar Eva lalu pergi.


Dong Sheng tak percaya mendengarnya. "Dia barusan... mencampakkanku demi uang dan ketenaran?"


"Saya rasa tidak se-ekstrem itu. Tapi jika anda terus berbaring di sini, saya tidak bisa jamin."


"Urus administrasiku untuk keluar dari rumah sakit."


Setibanya kembali ke kantor, dia langsung memerintahkan asisten Ni untuk mencari cara agar mereka bisa menjadi sponsor acara reality show terbarunya Eva itu. Tapi Asisten Ni memberitahu bahwa sponsor untuk acara itu sudah ditentukan sejak lama.


Tepat saat itu juga, Yi Ren juga baru kembali dari rumah sakit. Dong Sheng langsung minta pendapatnya tentang acara reality show itu. Apa yang bisa dia lakukan agar dia bisa terlibat dalam acara itu jika dia tidak bisa berinvestasi atau mendanai acara itu?


"Presiden Ruan, pernahkah anda memikirkan tentang berinvestasi secara diam-diam?"


Eva dan timnya baru saja memasuki hotel saat tiba-tiba saja dia melihat ibunya Dong Sheng dari arah sebaliknya. Dia sontak panik menyeret mereka bersembunyi bersamanya.


Tepat saat itu juga, mereka melihat Dong Sheng cs baru saja tiba di sana. Dong Sheng melewati ibunya begitu saja, tapi Ibu langsung menghentikannya dan mengonfrontasinya di hadapan semua orang. Apa Dong Sheng sekarang bahkan tidak tahu bagaimana cara menyapa ibunya sendiri?


"Demi menghindari kontroversi yang tidak penting, aku memilih untuk tidak memulai percakapan dengan Ibu."


Ibu sinis, kalau Dong Sheng tidak mau bicara lagi dengannya, lalu kenapa Dong Sheng mendekati departemen bisnisnya? Ibu dengar kalau Dong Sheng mau berinvestasi secara diam-diam dan membayari biaya gedung untuk digunakan para kru. Apa Dong Sheng sekarang tidak ingin melanjutkan restorannya dan ganti haluan berinvestasi di bisnis entertainment?


"Jika aku bisa memilih, sudah pasti aku tidak ingin punya hubungan apapun dengan Ibu dan perusahaan Ibu. Anggap saja aku pelanggan biasa."


"Kudengar belakangan ini kau terlibat dengan seorang model miskin. Bukankah kau melakukan semua ini demi dia."


"Presiden Wu, namanya adalah Eva. Dia adalah pemenang dari Cina dalam kontes World Angel. Dia juga supermodel pertama dalam sejarah World Angel yang berpartisipasi dalam World Angel tour. Dia sama sekali bukan model miskin seperti yang Ibu sebut."


"Sihir apa yang dia miliki sampai kau berani bicara seperti itu pada ibumu?"


"Dia memang punya sihir. Tapi aku selalu bicara seperti ini pada anda, Presiden Wu. Seharusnya anda sudah terbiasa. Saya permisi dulu."


Eva jadi semakin jatuh cinta sama Dong Sheng. Ibu sebenarnya senang, putranya akhirnya jatuh cinta. Ia pun langsung memerintahkan sekretarisnya untuk menyelidiki segala informasi tentang Eva.


Sekretarisnya Gao Quan menyerahkan laporan medisnya Dong Sheng. Dia berhasil mendapat informasi bahwa Dong Sheng ternyata tidak memiliki indera pengecap. Dia meyakinkan Gao Quan bahwa informasi ini valid, Dong Sheng pernah mencoba mengobati kecacatannya itu di sebuah rumah sakit di Amerika 3 tahun yang lalu.


Gao Quan senang dan langsung punya ide licik. Belakangan ini, Dong Sheng sangat berhasrat untuk berpartisipasi dalam sebuah acara reality show masak. Mereka juga harus ikut bersenang-senang.


Xiao Nan kebetulan bertemu Yi Ren di lobi hotel dan langsung protes karena Yi Ren tidak mengabarinya saat Yi Ren keluar dari rumah sakit, padahal dia sudah menyiapkan pesta untuk Yi Ren loh. AI juga kangen sama Yi Ren. Bagaimana kalau dia mengatur ulang pestanya ke hari lain.


Yi Ren kesal. Memangnya apa yang perlu dirayakan? Xiao Nan ngotot ada. Pertama, merayakan keberhasilan operasinya Yi Ren. Jadi sekarang Yi Ren sudah bisa duduk nyaman. Kedua...


Tapi belum sempat dia bicara, Yi Ren sontak menginjak kakinya kuat-kuat. "Presiden Xiao, kuperingatkan kau. Jangan lagi muncul di hadapanku. Jika tidak, entah apa yang akan kulakukan padamu!" Kesal Yi Ren lalu pergi.


"Tuh cewek. Kukira dia cuma robot yang pintar. Ternyata cewek tangguh. Tapi aku suka~~~"


Ide liciknya Gao Quan ternyata berpartisipasi dalam acara itu juga sebagai komentator, sementara Dong Sheng ikut dalam acara itu sebagai chef. Eva bahagia melihatnya ada di sana. Dan terang saja mereka langsung jadi sorotan utama.


Bahkan salah satu komentator mendadak heboh banget dan terang-terangan menyatakan bahwa dia adalah fans beratnya Yi Sheng couple.


"Kenapa kau ikut acara ini," bisik Eva.


"Kalau aku tidak datang, kau akan makan apa bulan ini? Sayur mayur?"


"Jadi, kau datang untuk aku?"


Eva malu dan mengingatkan Dong Sheng mereka sekarang sedang siaran langsung, segala gerak-gerik mereka akan jadi sorotan. Tentu saja Dong Sheng tahu itu, tapi dia malah akan sangat senang jika semua orang melihatnya. Dengan begitu, Eva tidak akan bisa lari lagi.


Tiba-tiba ada seorang model yang mendekati Dong Sheng dan mencoba mengajaknya kenalan, tapi Dong Sheng langsung cuek mengabaikannya. Para model lain juga berusaha mengajaknya kenalan, maka Eva langsung maju di tengah-tengah mereka dan dengan senang hati menggantikan Dong Sheng menyalami para wanita itu dengan alasan tangannya Dong Sheng bau amis habis pegang ikan.


Pun begitu, Dong Sheng tetap menyapa ketiga wanita itu dengan ramah. Dan bahkan sekalipun dia menolak kenalan sama mereka, tapi dia mengingat nama-nama mereka dengan baik.


Terang saja ketiga wanita itu senang dan dengan sengaja menghalang-halangi Eva untuk mendekati Dong Sheng saat Dong Sheng mulai memasak.


Sementara itu di dalam studio, beberapa komentator memuji-muji pilihan bahan-bahan yang digunakan Dong Sheng dalam masakannya yang sangat bagus bagi para model yang menjalani diet ketat.


Tapi saat mereka mulai membicarakan tentang rasa, Gao Quan langsung ikut nimbrung membocorkan rahasianya Dong Sheng yang sebenarnya tidak punya indera perasa. Dia bahkan menunjukkan bukti rekam medisnya Dong Sheng, dan terang saja informasinya itu langsung membuat netizen geger.


Yi Ren panik berusaha meminta staf TV untuk menghentikan acaranya, tapi tidak bisa, soalnya ini siaran langsung. Yi Ren terus ngotot berusaha menuntut mereka, tapi protesnya sama sekali tak didengar hingga Xiao Nan harus cepat-cepat menyeretnya menjauh.


"Tenanglah sedikit, sekarang ini Eva dan Ruan Dong Sheng belum mengetahuinya. Yang harus kita lakukan sekarang adalah berpencar dan memberitahu mereka, lalu memikirkan langkah selanjutnya."


Maka Yi Ren pun langsung menghubungi Asisten Ni yang saat itu tengah menemani Dong Sheng di lapangan. Asisten Ni juga cemas, semua orang di sini tampak tengah menantikan apa yang akan terjadi.


Dia cemas kalau-kalau orang-orang sudah menyiapkan jebakan. Haruskah mereka menyuruh Dong Sheng untuk mengundurkan diri? Tapi Yi Ren tidak setuju, kalau Dong Sheng mengundurkan diri dari acara ini, itu sama saja mengonfirmasikan tuduhannya Gao Quan.


Lebih baik jika Dong Sheng memanfaatkan kesempatan ini untuk membuktikan pada semua orang bahwa indera pengecapnya baik-baik saja, sekaligus membungkam Gao Quan.


Dia yakin Dong Sheng bisa karena Dong Sheng selalu punya cara dengan memanfaatkan peralatan dan perlengkapan dapur untuk membedakan rasa tiap-tiap rempah-rempah.


Maka kemudian, Asisten Ni melambai-lambaikan tangannya dengan heboh untuk menarik perhatian Eva dan secara diam-diam memberinya isyarat tentang indera pengecapnya Dong Sheng yang sudah ketahuan sama Gao Quan.


Eva cemas seketika. Apalagi saat melihat beberapa botol bumbu yang ada, sama sekali tidak dilengkapi dengan label-label. Parahnya lagi, perusahaannya Gao Quan-lah yang menyediakan semua bumbu dan peralatan masak itu.


Dan jelas mereka sengaja menempatkan dua bumbu yang warnanya sama, di dua botol yang bentuknya sama persis. Dong Sheng pasti akan kesulitan membedakan yang nama cuka dan yang mana kecap asin.


Eva panik mau mendekatinya dan memberitahunya, tapi para model itu terus menerus menghalanginya. Eva sontak pura-pura batuk untuk menarik perhatian Dong Sheng dan memberinya isyarat mata, tapi Dong Sheng malah nggak nyambung dan menyuruhnya istirahat saja kalau matanya ada masalah.


Eva tambah panik saat dua model mendadak mengambil masing-masing dua botol cuka dan kecap asin itu... hingga akhirnya dia nekat mendekat lalu mencium Dong Sheng.