
Malam itu Xiau yu menunggu kepulangan Michael di ruang tamu, dia melakukan hal itu karena dia ingin berbicara dengan Michael saat itu juga.
Setelah mengambil keputusan, Xiau Yu menunggu Michael tapi Michael belum juga pulang bahkan sampai saat ini.
Xiau menekuk lututnya dan melihat jam didinding, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi kenapa Michael belum juga kembali?
Suasana begitu sepi karena para pelayan sudah beristirahat dikamar mereka masing-masing.
Xiau yu menanti kepulangan Michael dengan gelisah dan tampak cemas, dia bukan mencemaskan pria itu tapi dia mencemaskan keadaan ibunya dan dia berharap, Michael tidak berubah pikiran.
Beberapa menit kemudian, matanya sudah terasa berat. Xiau Yu mengucek matanya dan memandangi jam didinding kembali.
Dia merebahkan dirinya diatas sofa, mungkin sebentar lagi Michael kembali dan dia berharap demikian tapi tanpa dia sadari jika dia mulai tertidur disana. Dia bahkan tidak menyadari jika Michael telah kembali saat tengah malam.
Michael membuka jasnya dan melemparkannya keatas sofa, dia berjalan mendekati sofa dan hendak duduk disana tapi Michael mengurungkan niatnya saat melihat seseorang sedang tidur diatas sofa.
Dia segera mendekati Xiau Yu dan berdiri didepan Xiau Yu sambil memandangi wajah cantik gadis itu.
"Kenapa dia tidur disini?" gumamnya.
Michael berjongkok dan segera mengangkat tubuh Xiau yu, dia membawanya tubuh gadis itu masuk kedalam kamarnya. Saat sudah berada didalam sana, Michael meletakkan tubuh gadis itu dengan hati-hati di atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Xiau yu.
Setelah itu, Michael hendak beranjak meninggal kan Xiau yu tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh gadis itu.
"Kak Michael, jangan tinggalkan aku."
Michael memutar tubunya dan menatap kearah Xiau Yu tapi gadis itu tampak sedang tidur dengan nyenyak.
Dia jadi bertanya, siapa yang dimaksud oleh Xiau Yu? Michael mana yang ada didalam igauan gadis itu?
Michael mengusap wajahnya dengan kasar, untuk apa dia perduli?
Dia ingin melepaskan pegangan tangan Xiau Yu tapi gadis itu memegangnya dengan erat, Michael menghembuskan nafasnya dengan berat dan duduk disisi ranjang.
Dia diam saja sambil memperhatikan wajah cantik Xiau Yu, dengan satu tangannya, Michael melonggarkan dasinya dan merebahkan diri disamping Xiau Yu.
Michael melingkarkan tangannya kepinggang Xiau Yu dan memeluknya sedangkan matanya yang tajam, masih menatap wajah cantik Xiau Yu. Dia pikir dia hanya ingin seperti itu sebentar saja tapi tanpa dia sadari, dia mulai tertidur disamping Xiau Yu.
Saat pagi telah tiba Xiau yu merasakan sebuah tangan kekar sedang memeluk dirinya. Xiau Yu membuka matanya perlahan dan memutar tubuhnya.
Xiau Yu sangat kaget saat melihat Michael sedang tidur disisinya sambil memeluk dirinya, wajahnya langsung memerah dan tanpa sadar, Xiau Yu berteriak.
Seorang pelayan yang kebetulan ada didepan pintu langsung menerobos masuk saat mendengar teriakan Xiau yu, dia kira terjadi sesuatu didalam sana.
"Nona, ada apa?" tanyanya khawatir.
Tapi saat melihat Xiau yu terduduk diatas ranjang dengan wajah yang memerah dan melihat tuannya di atas ranjang pelayan itu segera minta maaf dan undur diri.
Xiau yu menarik selimut dan menutupi dirinya, entah kenapa dia merasa malu padahal dia masih memakai bajunya.
"Kenapa kau tidur disini?"
Michael duduk diatas ranjang dan merapikan rambutnya.
"Ini rumahku jadi terserah aku mau tidur dimana dan lagi pula, bukankah sebentar lagi kita akan tidur bersama?"
"Ka..Kau!" wajah Xiau yu semakin memerah.
Michael tersenyum dan segera bangkit berdiri.
"Lagi pula semalam kau yang menarikku jadi jangan menyalahkan aku!" setelah berkata demikian, Michael segera keluar dari kamar itu.
"Seharusnya aku tertidur disofa, tapi kenapa sekarang ada didalam kamar? Apa Michael yang membawaku?"
"Oh, tidak! Apa aku benar-benar menariknya semalam dan mengajaknya tidur bersamaku?" wajah Xiau Yu kembali merah padam.
Dia menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya, dia sungguh tidak percaya jika sudah melakukan hal seperti itu.
"Apa yang sudah aku lakukan?" gumamnya.
Xiau yu merapikan rambutnya dan segera bangkit berdiri, lebih baik dia segera mandi karena dia ingin berbicara dengan Michael.
Setelah selesai dia berjalan dengan cepat untuk turun kebawah dan segera menuju ruang makan, disana Michael sedang duduk dimeja makan sambil memperhatikan ponselnya.
"Anu..boleh kita bicara serius berdua?" tanyanya.
Michael meletakkan ponselnya dan memerintah
kan semua pelayan untuk pergi.
"Apa kamu sudah setuju?"tanyanya.
Xiau yu menarik nafasnya dengan berat, dia hanya mampu mengangguk karena dia tidak punya pilihan lain.
"Bagus, kau mengambil keputusan yang bijak." ucap Michael dengan seringgai menghiasi wajahnya.
"Tapi, setelah aku melahirkan anakmu, bagaimana denganku?" tanyanya.
"Terserah, kau boleh tinggal disini sesuka hatimu untuk menjadi pengasuh atau kau bisa pergi dari sini." jawab Michael dengan dingin.
Xiau yu menggenggam tangannya dengan erat, apa pria ini tidak punya perasaan? Dia sungguh tidak ingin melakukan hal ini tapi dia tidak punya pilihan.
Lagi pula, dia harus segera menerimanya demi nyawa ibunya, jika dia tidak memutuskan dengan cepat maka nyawa ibunya mungkin tidak bisa diselamatkan.
"Baiklah, aku setuju." ucap Xiau Yu dan dia tampak menunduk.
"Jika begitu kita akan menikah seminggu lagi dan ingat ini adalah pernikahan rahasia. Aku tidak ingin ada orang lain tahu sampai kau melahirkan anak untukku!"kata Michael.
Xiau yu kembali mengangguk menyetujui persyaratan Michael, lagi pula dia tidak punya hak untuk menolak.
"Kapan kau mau membawa ibuku dioperasi?" tanyanya.
Michael menatapnya sekilas dan menyeruput kopinya.
"Kau tidak perlu khawatir karena sudah dilakukan." jawabnya.
Xiau yu bernafas dengan lega, untunglah ibunya sudah dibawa operasi walaupun dia tidak tahu, kenapa Michael melakukannya tanpa mendengar apa dia setuju atau tidak untuk menikah dengannya tapi setidaknya dia bisa tenang sekarang.
"Terima kasih dan bisa kau kembalikan suratku?" pintanya.
"Tidak!" jawab Michael singkat.
"Tapi untuk apa kau menyimpan surat itu?" tanya Xiau yu heran.
"Jika kau berani macam-macam sebelum kontrak kita selesai maka aku tidak akan ragu untuk mengcopi suratmu dan mengirimkannya pada semua pria yang bernama Michael! Aku juga menghancurkan pria yang kamu maksud dalam surat itu!" ancamnya.
Xiau yu menelan ludahnya, kenapa dia harus diancam hanya karena surat yang dia tulis untuk teman yang disukainya?
Michael Smith pasti tidak bercanda dan dia merasa jika Michael akan benar-benar membuktikan perkataannya jika dia berani melakukan kesalahan sebelum melahirkan anak untuk pria itu.
Lebih baik dia tidak membuat kesalahan supaya sahabatnya tidak mengalami kesulitan dan kini Xiau yu merasa, nasibnya ada ditangan Michael Smith.