
Sementara itu, Jesica pergi kesebuah hotel yang berada ditengah kota. Setelah memarkirkan mobilnya Jesica segera menuju kesebuah kamar yang ada disana.
Dia ingin menemui pacarnya untuk memberi kabar dan tentunya mereka harus menyusun rencana mereka lebih lanjut dan Alex Smith telah menunggu Jesica disana dan ingin mendengar kabar dari wanita itu.
"Maaf Alex, sepertinya aku sudah tidak bisa merayu keponakanmu." kata Jesica saat dia sudah berada didalam kamar.
Alex sedang berdiri didepan jendela yang ada dikamar itu dan memandangi kolam renang yang berada dibawah sana.
"Jangan cepat putus asa Jesica, masih banyak kesempatan untuk merayu keponakanku yang bodoh!" kata Alex sambil menggoyangkan gelas winenya.
Jesica duduk disisi ranjang dan mengeluarkan rokok dari dalam tasnya, kemudian Jasica menyalakan rokok itu, menghisap dan menghembuskan asap rokoknya.
"Bagaimana jika semua rencana kita gagal?" tanyanya.
"Jangan berputus asa Jesica, kita punya banyak cara dan kita punya akal! Kau carilah kesempatan untuk tidur dengan Michael dan kau harus hamil terlebih dahulu dari pada wanita itu."
Jesica mematikan rokoknya dan segera menghampiri Alex.
"Jika aku bisa tidur dengan Michael itupun tidak bisa langsung membuatku hamil." ucapnya sambil memeluk Alex dari belakang.
Alex menyuggingkan bibirnya dan meneguk Winenya dengan cepat.
"Kau tidak perlu khawatir Jesica karena sisanya, aku yang akan membantumu agar cepat hamil."
"Sayang, bagaimana jika nanti Michael tidak percaya jika aku mengandung anaknya?" tanya Jesica lagi sedangkan jari jemarinya sudah bermain dada Alex.
"Jika kita tidak bisa menjebak Michael, terpaksa kita main kasar." jawab Alex dengan seringgai diwajahnya.
Jesica melepaskan pelukannya dan bediri didepan Alex, dia memandang pria paruh baya yang tampak masih tampan dengan senyum diwajahnya
"Apa kau punya rencana cadangan?" tanyanya.
Alex memendangi Jesica dengan seringgai jahat menghiasi wajahnya.
"Aku akan menyewa pembunuh bayaran handal, kita culik dan bunuh istrinya."
Jesica dan Alex tersenyum puas dengan rencana-rencana jahat mereka, sepertinya Alex sudah tidak sabar untuk menyingkirkan Michael.
Sementara itu Mata-mata yang ditugaskan oleh Michael untuk memantau Jesica telah memberikan laporan kepada Michael, walaupun mata-mata itu telah mengikuti Jesica hingga dia melihat Jesica masuk kedalam kamar hotel tapi mata-mata itu belum bisa memastikan Jesica bertemu dengan siapa.
Michael telah memerintahkan anak buahnya kembali untuk terus mengikuti gerak-gerik Jesica. Entah mengapa dia jadi curiga dengan Jesica apalagi, kedatangan Jesica beberapa waktu lalu yang begitu tiba-tiba.
Pasalnya dia tidak pernah mengatakan pada Jesica jika dia akan menikah tapi wanita itu sudah mengetahui pernikahannya entah dari siapa.
Saat itu Michael tidak pergi kekantornya, pria itu hanya bekerja diruangannya dan dia enggan pergi meninggalkan Xiau yu sendiri dirumah, anggap saja dia sudah gila tapi sungguh dia ingin menjaga dan menemani istrinya saat ini.
Michael mematikan laptopnya saat pelayan pribadi mengetuk pintu ruangannya dan masuk kedalam.
"Tuan, nyonya muda sudah bangun dan sedang di ruang makan." kata pelayannya.
"Baiklah, aku akan segera kesana." jawab Michael singkat.
Tapi sebelum dia keluar dari pintu ruangan itu Michael teringat sesuatu.
"Ron, tingkatkan pengamanan dirumah dan utus seseorang untuk mengikuti kemanapun Xiau yu pergi secara diam-diam!" perintahnya.
Ron mengangguk, dia sudah lama bekerja sebagai pelayan pribadi Michael jadi Ron tahu betul apa yang dikhawatirkan oleh tuannya.
"Sial, susah sekali makan pakai tangan kiri!" umpat Xiau yu kesal.
Dia sudah sangat lapar karena pagi ini dia hanya makan sup yang dibuatnya saja.
Sangat tidak mudah beradaptasi menggunakan tangan kiri dan dengan susah payah, Xiau yu menyendok makanan yang berada diatas piring.
"Berikan padaku!" kata Michael tiba-tiba dari belakangnya.
Xiau yu menatap pria itu sejenak, kemudian dia meletakkan sendoknya di atas piring.
"Tidak perlu, aku sudah kenyang!"
Sebelum Xiau yu sempat berdiri, Michael sudah menahan bahunya. Dia segera menarik sebuah kursi dan duduk disamping istrinya.
"Biar aku suapi." Michael mengambil piring yang ada diatas meja.
Xiau yu hanya diam, dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Michael saat ini.
"Tuan Michael, kau tidak perlu menghabiskan waktumu yang berharga untuk mengurusiku!"
"Jangan panggil aku tuan, aku ini suamimu sekarang." terdengar nada tidak senang dari suaranya.
"Kau tidak lupakan Tuan Smith, kita hanya menikah diatas kontrak." kata Xiau yu dengan sinis.
Michael meletakkan piring diatas meja dengan kasar dan menatap Xiau Yu dengan tajam.
"Tentu aku tidak akan lupa dan sebelum kau melahirkan anak untukku jangan harap bisa lepas dariku."
Xiau yu tersenyum dengan sinis dan menatap Michael dengan tajam.
"Oleh karena itu, tolong jangan berbuat baik padaku yang bisa membuatku berharap dan salah paham!" ucap Xiau Yu dengan sinis.
"Baiklah, sepertinya kau tidak butuh bantuanku." Michael segera bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Xiau yu dengan amarah dihatinya.
Padahal hari ini dia sudah sengaja tidak pergi kekantor untuk menjaga dan merawat Xiau yu, tapi ternyata istrinya masih bersikap dingin padanya dan tidak butuh bantuannya.
Michael segera meminta Ron mengeluarkan mobil,mungkin wanita keras kepala itu tidak butuh dirinya.
Xiau yu menatap kepergian Michael dan diam saja menatap makanan yang ada diatas piring, lebih baik dia menolak perhatian Michael karena dia tidak ingin terlena dengan pria itu, dia takut jika nanti dia akan benar-benar jatuh cinta pada Michael
Xiau yu tahu, jika dia mencintai Michael Smith, pria itu tidak akan pernah membalas perasaannya. Bagaimanapun Michael sudah memiliki Jesica dan dia sangat sadar, jika dia hanya menjadi istri sementara.
Setelah dia melahirkan anak Michael, sudah dipastikan Jesica akan segera menggantikan posisinya.
Sebab Itu Xiau yu berusaha menolak perhatian dan perlakuan lembut pria itu dan dia merasa, Michael cukup menunjukkan sikap lembutnya saat diatas ranjang saja.
Lebih baik hubungan mereka seperti ini dari pada nanti dia sakit hati karena pria yang dia nikahi tidak mungkin memberikan cinta untuknya.
Xiau yu segera bangkit berdiri dan berjalan kearah kamarnya dengan air mata yang mulai mengalir dari kedua matanya.
Ini baru beberapa hari tapi dia sudah merasa lelah, rasanya dia ingin waktu cepat Berputar agar sandiwara yang dijalankan olehnya cepat selesai.
Xiau Yu mengusap perutnya yang masih rata, apakah benih yang sudah Michael tanam sudah mulai bertumbuh didalam rahimnya?
Jika dia hamil dan melahirkan anak Michael, apakah dia tega meninggalkan anaknya? Sepertinya ini akan menjadi problem baru yang harus benar-benar dia pikirkan.