Love Letter

Love Letter
Keberadaan Xiau yu



Beberapa hari kemudian tampak berapa orang berada didesa itu, mereka bagaikan agen dan diam saja tapi sesekali, mereka terlihat berbicara dari ear phone yang mereka pakai.


Para penduduk desa melihat orang-orang itu dengan heran, tapi tidak ada yang berani mendekati mereka.


pada saat itu, orang pria yang sedang melihat situasi, menghampiri seorang pria tua yang sedang bekerja dikebun dan menanyakan sesuatu pada orang orang tua itu.


"Permisi tuan, apa anda pernah melihat wanita ini?" tanyanya sambil menunjukkan foto Xiau yu kepada pria tua itu.


"Oh ini nona Xiau, dia ada dirumah bibi Feng." jawab Pria tua itu sambil menunjukkan rumah bibi Feng.


"Terima kasih." jawab pria itu dan dia segera melangkah pergi dan dia juga terlihat sedang menghubungi seseorang.


"Bos, sudah ketemu." lapornya.


Tentu orang yang dia hubungi adalah Ron, setelah mengecek semua bus, akhirnya Ron mendapati nomor bus yang ditumpangi oleh Xiau yu dan akhirnya Ron tau bahwa Xiau yu berhenti disebuah desa tak jauh dari kota itu.


Untuk memastikan apakah Xiau yu berada disana, Ron terlebih dahulu mengutus beberapa orang untuk mengecek keberadaan istri tuannya.


Setelah menerima laporan dari anak buahnya dan menerima sebuah foto diponselnya, Ron sangat yakin jika istri tuannya benar-benar ada disana.


Ron ingin segera melaporkan hal itu kepada Michael dan dia yakin Michael pasti senang saat mendengar berita ini, tapi saat ini Michael sedang berbicara dengan pamannya jadi Ron hanya bisa mengabari tuannya lewat sebuah pesan.


Saat ini Michael didatangi oleh pamannya Alex Smith, pamannya begitu marah kepada Michael karena telah mengirimkan foto-foto kebersamaan dengan Jesica kepada istrinya di Australia.


Hal itu membuat istrinya sangat marah bahkan terjadi pertengkaran hebat antara dirinya dan istrinya.


"Michael, berani sekali kau mengikutiku dengan diam-diam!" kata pamannya marah sambil menggebrak meja dengan kencang.


Michael memainkan ponselnya dan dia tidak perduli dengan amarah pamannya.


"Michael, aku berbicara padamu, apa kau tuli?!" teriak pamannya marah.


Michael meletakkan ponselnya diatas meja dan menatap pamannya dengan tajam.


"Uncle ,aku tidak meminta orang untuk mengikutimu, aku hanya meminta mereka mengikuti Jesica tapi siapa sangka hasil yang kudapatkan diluar dugaan!" ucap Michael dengan sinis.


"Kau ba**ngan kecil!" maki pamannya.


"Aku hanya memberikan hadiah kecil untuk bibi, apa aku salah?" tanyanya dengan seringgai diwajahnya.


"Michael, aku tidak menyangka kau selicik ini! Tunggu saja, aku ingin lihat apa kau bisa memenuhi persyaratan dariku!"


Saat itu tiba-tiba ponsel Michael berbunyi, dengan cepat Michael segera mengambil ponselnya dan melihat pesan dari pelayan pribadinya.


Michael tersenyum senang karena pesan itu menunjukan foto seorang wanita sedang berjongkok mencabuti sayur disebuah kebun.


Michael tersenyum dan meletakkan kembali ponselnya sedangkan Alex melihat keponakannya dengan heran.


"Kita lihat saja paman, apa kau bisa menang?" ucapnya dan dia segera bangkit berdiri.


"Aku ada urusan penting jadi paman bisa pergi bukan?"


Alex mengepalkan tangannya, marah!


"Ba**ngan, sepertinya rencanaku gagal, tunggu dan lihatlah nanti." ucapnya dalam hati.


Tentu saja kali ini dia akan menyusun rencananya dengan matang sehingga Michael tidak curiga.


Setelah sepeninggalan pamannya, Michael segera berjalan dengan cepat kepintu rumahnya, disana Ron sudah menunggunya dan menunduk dengan hormat saat melihat kedatangannya.


"Keluarkan mobil." perintahnya kepada Ron.


Ron segera mengangguk dan membukakan pintu untuk Michael dan tidak lama kemudian, sebuah mobil berhenti didepannya.


Michael tidak ingin menunggu lagi karena sudah tiga bulan dia tidak melihat istrinya dan sekarang, begitu dia tahu keberadaan Xiau yu tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakan waktu dan menundanya lebih lama lagi.


Dia akan segera menemui Xiau Yu dan mengajaknya pulang bersamanya.


"Tuan, sepertinya keadaan nyonya berbeda." ucap Ron saat mereka sudah berada didalam mobil hendak menuju kedesa dimana tempat Xiau yu berada.


"Apa maksudmu?"


Ron segera membuka ponselnya dan menunjukkan bebebrapa foto yang baru saja dikirim oleh anak buahnya.


Mata Michael melotot saat melihat Xiau yu sedang memegangi perutnya yang terlihat membesar, tadi dia hanya sekilas melihat foto Xiau yu dan tidak begitu memperhatikannya.


"Apa dia hamil?" tanyanya tidak percaya.


"Sepertinya begitu tuan."


Michael benar-benar senang, ternyata Xiau Yu sedang hamil? Ini adalah kabar baik untuknya. Tidak saja dapat menemukan istrinya tapi istrinya sedang hamil anaknya.


"Perintahkan orangmu untuk berjaga-jaga disana sampai kita sampai." perintah Michael karena dia tidak mau terjadi sesuatu dengan istri juga calon anaknya.


"Sudah tuan, orang-orangku sudah disana sedari tadi." jelas Ron.


Michael mengangguk dan dia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Xiau yu, istrinya sedang hamil dan sepertinya hal baik sedang berpihak padanya.


"Kita lihat saja paman, apa yang bisa kau lakukan untuk melawanku!" ucapnya dalam hati.


Sedangkan saat itu Xiau yu merasa lelah karena membantu bibi Feng memanen sayuran dikebun. Dia segera menghentikan pekerjaannya karena matahari yang begitu terik.


Xiau yu segera kembali kerumah bibi Feng dan terduduk di depan teras rumah itu, pinggangnya terasa pegal karena sedari tadi karena dia terlalu lama berjongkok untuk memotong sayuran yang siap dipanen.


Xiau yu menatap kebun bibi Feng yang terhampar luas,bmungkin tidak lama lagi dia harus meninggalkan desa itu karena dia telah berkata kepada penduduk desa jika dia akan segera pergi.


Dia melihat beberapa pria sedang berdiri tidak jauh dari rumah bibi Feng dan Xiau yu tidak menaruh curiga sama sekali karean daerah disana masih sangat asri, biasanya ada saja orang yang datang untuk bersantai dan melihat-lihat sayuran yang ditanam oleh penduduk desa. Tempat itu tidak begitu jauh dan hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja dari kota untuk sampai ke desa itu.


Xiau yu mengelus perutnya dengan lembut dan memandangi langit biru.


"Bagaimana keadaan Michael dan Jesica sekarang?" tanyanya dalam hati.


Tiga bulan sudah dia meninggalkan Michael dan mungkin saja pria itu langsung menikahi Jesica saat dia sudah tidak ada apalagi Jesica sedang mengandung anaknya.


Dia berharap Michael dan Jesica dapat hidup bahagia saat ini tapi entah mengapa didalam hati kecilnya, dia sangat ingin tahu keadaan Michael. Apa yang pria itu lakukan? Apa sudah makan? Apa Michael perduli dengannya? Atau tidak sama sekali!


Xiau yu menarik nafasnya dengan berat sedangkan tangannya terus mengelus perutnya, entah mengapa muncul rasa bersalah dalam hatinya karena telah merahasiakan kehamilannya dari Michael.


Haruskah dia menghubungi Michael dan mengatakan kehamilannya?