Love Letter

Love Letter
Peran yang sesungguhnya



Setelah mereka tiba dirumah, Xiau Yu merasa begitu lelah karena dia harus memakai gaun pernikahannya selama seharian.


Begitu masuk kedalam rumah, Michael mengantar ibunya untuk beristirahat sedangkan Xiau Yu berjalan menuju anak tangga.


Sebelum kembali kerumah, mereka mampir kesebuah restoran untuk makan. Michael benar-benar tidak perduli dengannya dan membiarkan Xiau Yu memakai gaun pengantinnya saat mereka makan.


Semua mata direstoran memperhatikan dirinya, dia sangat malu karena gaun pengantin yang dikenakannya. Seharusnya Michael langsung membawanya pulang tapi ternyata dia mengajak ibunya makan tanpa memikirkan dirinya.


Ellen sudah meminta Michael untuk membawa mereka langsung pulang karena dia kasihan dengan menantunya tapi Michael tidak perduli.


Xiau yu sangat kesal dengan sikap Michael yang seenaknya saja tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Xiau yu berjalan kearah kamar yang biasa dia tepati tapi seorang pelayan mencegatnya didepan pintu.


"Maaf nyonya, ini bukan kamar anda lagi." kata pelayan itu.


"Lalu aku harus tidur dimana?" tanya Xiau yu pula.


Pelayan itu segera menuntun Xiau yu kesebuah kamar dan pada saat itu, Xiau Yu menelan ludahnya dengan kasar.


"Mulai malam ini tuan memerintahkan nyonya tidur dikamarnya dan barang-barang nyonya sudah ada didalam." kata pelayan itu


Xiau Yu hanya bisa mengangguk, dia lupa jika dia sudah menjadi istri Michael dan sepertinya peran sesunggunya sebentar lagi akan dimulai


"Baiklah, terima kasih." katanya.


Xiau yu membuka pintu kamar itu dan masuk kedalamnya dan dia hanya diam ditempatnya saat melihat kamar Michael.


Tapi itu bukan jadi soal untuknya, mau semewah apapun? Atau sekaya apapun Michael Smith? Itu tidak berpengaruh baginya karena dia ada disana sampai satu tahun saja jadi dia akan menikmati waktu yang ada selama dia berada dirumah itu.


Xiau yu segera melangkah pelan dan memeriksa dengan datail kamar itu. tapi yang paling utama dia cari adalah kamar mandi, setelah kamar mandi dia mulai mencari lemari pakaian.


Dia sungguh tidak tahan lagi dengan gaun yang dia kenakan dan ingin segera mengganti gaun itu.


Setelah mendapatkan pakaiannya, Xiau yu segera masuk kedalam kamar mandi dan ingin membuka gaunnya.


Tapi tali-tali dibelakang gaun itu tidak bisa digapainya dan Xiau yu mulai mengumpat kesal. Karena memang sulit, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dan meminta seorang pelayan untuk membantunya.


Saat dia berjalan menghampiri pintu tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan tampak Michael masuk kedalam kamar.


Xiau diam saja dan menunduk, lebih baik dia segera mencari seorang pelayan untuk membantunya membuka gaun yang dia kenakan.


Tapi sebelum dia dapat melewati Michael, pria itu segera memegangi tangannya dan membuat langkahnya terhenti.


"Mau kemana?" tanya Michael.


Xiau yu menelan ludahnya dengan kasar, apa sekarang saatnya? Tapi jujur saja dia belum siap.


"Aku...aku ingin mencari pelayan." jawabnya dengan ragu.


"Untuk apa?" Michael melihat Xiau Yu yang tampak menunduk.


"Aku tidak bisa membuka gaunku jadi aku ingin meminta salah seorang pelayan untuk membantuku."


"Buka baju adalah keahlianku!" jawab Michael dan dia segera mengangkat tubuh Xiau yu sedangkan Xiau Yu kaget bukan kepalang.


"Lepaskan aku Michael!" pinta Xiau Yu sambil memberontak didalam gendongan Michael.


"Yakin ingin aku melepaskanmu?" tanya Michael pula.


"Tidak, jangan!" Xiau yu memeluk leher suaminya dengan erat karena jika Michael melepaskannya sekarang sudah dipastikan dia akan terjatuh kelantai.


Michael menyunggingkan bibirnya dan segera menurunkan tubuh Xiau yu disisi ranjang.


"Hm, tolong buka tali gaunku yang ada dibelakang." Xiau yu berkata dengan malu sambil memutar tubuhnya membelakangi Michael.


Tangan Michael segera meraih tali gaun yang dimaksud Xiau yu, dia mulai membukanya dengan perlahan dan setelah selesai dengan tali itu, tangan Michael mulai menurunkan resleting gaun istrinya.


Ditariknya resleting itu kebawah hingga memperlihatkan punggu Xiau yu yang putih mulus.


Michael menelan ludahnya dengan kasar dan pada saat itu, tangannya mulai meraba punggung halus milik Xiau Yu.


Xiau yu sangat kaget saat tangan Michael mengelus punggungnya, dia segera memutar tubuhnya dan melangkah mundur.


"Pria mesum!" bentaknya marah.


Michael tersenyum dan mendekati Xiau Yu, dia juga menangkap tangan Xiau yang sedang menahan gaunnya agar tidak jatuh dan menarik Xiau Yu kedalam pelukannya.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" Michael mendekatkan bibirnya sedangkan Xiau Yu berusaha mendorong tubuhnya.


"Ma..mau apa kau?" tanya Xiau yu dan dia tampak ketakutan.


"Menurutmu?" tanya Michael dan dia meraih pinggang Xiau Yu hingga tubuh mereka merapat.


"Ja..Jangan!" Xiau Yu masih berusaha mendorong tubuh Michael karena dia bener-benar takut dan dia juga belum siap.


Tanpa banyak bicara, Michael mengangkat tubuh Xiau Yu dan membawanya keatas ranjang sedangkan Xiau Yu berusaha memberontak apalagi saat Michael membuka bajunya, Xiau Yu mulai menangis.


"Jangan, tolong jangan seperti ini." pintanya sambil menangis.


"Menurutlah, ini tidak akan lama." bisik Michael ditelinganya.


"Tapi tolong beri aku waktu." pinta Xiau Yu dengan air mata yang terus mengalir.


Dia tahu cepat atau lambat pria itu akan melakukannya tapi dia belum siap untuk menyerahkan dirinya.


"Aku sudah tidak punya waktu lagi."


"Tapi?"


"Ssstt!"


Michael segera mencium bibir istrinya sedangkan Xiau yu hanya bisa menerima ciuman Michael sambil menangis.


Tangan Michael mulai meraba tubuhnya yang telanjang sedangkan lidahnya sudah bermain dimulut Xiau Yu.


Xiau yu hanya bisa menangis menerima perlakuan suaminya tapi Michael tidak perduli karena tujuannya harus membuat istrinya cepat hamil.


Bibir Michael mulai menyelusuri tubuhnya dan menikmati tubuhnya sedangkan Xiau Yu hanya bisa pasrah dan tanpa dia sadari sebuah erangan lolos dari bibirnya tak kala Michael memainkan lidahnya disana.


Michael tampak tersenyum dan tidak menghentikan aksinya dan pada saat dia membuka kedua kaki istrinya, Xiau Yu tampak gelisah karena ini yang pertama kali untuknya.


Michael menunduk dan mencium bibir Xiau Yu dan pada saat itu, dia langsung menghentakkan miliknya kedalam sana. Xiau Yu berteriak dan memeluk leher Michael dengan erat sedangkan air matanya terus mengalir.


Dengan pelan Michael mengerakkan tubuhnya dan mencium pipi Xiau Yu, dia juga mengusap air mata Xiau Yu yang terus mengalir.


Dalam sekejap mata, permainan mereka menjadi panas dan nafas mereka berdua sudah memburu.


Michael terus menggerakkan tubuhnya sedangkan Xiau Yu mencengkram lengan kokoh suaminya.


Michael semakin memacu tubuhnya dengan cepat dan pada saat mencapai puncaknya, mereka mengerang bersama-sama. Michael tampak puas sedangkan Xiau Yu memalingkan wajahnya dan mengatur nafasnya. Saat Michael merebahkan diri disisinya dan mencium dahinya, Xiau Yu hanya diam saja didalam pelukannya suaminya.


Walaupun dia harus menyerahkan dirinya kepada Michael tapi dia tidak menyesal karna ini adalah harga yang sepadan untuk menyembuhkan penyakit ibunya.