Love Letter

Love Letter
pertikaian.



Saat tiba dialamat yang diberikan oleh Jesica, Xiau yu melihat tempat itu hanya sebuah gudang tua yang tidak terpakai lagi. Dia segera berjalan melewati beberapa peti kemas yang sudah usang dan mendekati arah pintu.


Xiau yu memegang tali tasnya dengan erat, dia berharap bisa berbicara dengan Jesica sehingga wanita itu mau melepaskan ibu mertuanya.


Tanpa menunggu Xiau yu mendorong pintu gudang itu perlahan dan tampak Jesica juga beberapa orang pria dengan tampang menyeramkan berdiri disana.


Jesica berpaling saat Xiau yu masuk kedalam tempat itu, dia menatap Xiau Yu dengan seringgai menghiasi wajahnya dan dia juga menghampiri Xiau yu.


"Bagus, akhirnya kau datang!" Jesica berdiri didepan Xiau Yu dengan angkuh.


"Mana ibu mertuaku?" tanya Xiau yu pada Jesica.


"Jangan terburu-buru, pesta belum dimulai." jawab Jesica.


"Apa maksudmu?" Xiau Yu benar-benar tidak mengerti.


Jesica segera memerintahkan seorang pria untuk menangkap Xiau yu sedangkan Xiau yu berusaha memberontak untuk melepaskan diri dan berteriak.


"Apa maksudnya ini, Jesica? Kau bilang akan melepaskan ibu mertuaku jika aku kemari lalu kenapa kau menangkapku?"


Jesica tertawa terbahak-bahak, dia menertawai kebohongan Xiau Yu yang percaya dengan ucapannya dengan mudah.


"Kau sungguh naif nona Xiau, aku hanya menipumu dan kau percaya?" Jesica kembali tertawa sedangkan Xiau yu merutuki kebodohannya. Seharusnya dia tidak percaya dengan Jesica dan seharusnya dia mengatakan hal ini pada Michael dan tidak datang sendiri.


Jesica menjentikkan jarinya dan pada saat itu, pria yang berada dibelakang Xiau yu langsung memukul tengkuk Xiau yu sehingga membuat wanita itu tidak sadarkan diri.


Xiau yu dibawa kedalam sebuah ruangan lain sedangkan tangan dan kakinya diikat dengan tali supaya dia tidak bisa melarikan diri.


Saat melihat Jesica membawa Xiau yu, Ellen langsung memeluk menantunya. Dia sangat Khawatir dengan keadaan Xiay yu karena kondisinya yang sedang hamil.


"Nak Jesica, kenapa kau juga menangkap menantuku?" tanyanya.


Jesica melihat Ellen dengan seringgai jahat menghiasi wajahnya.


"Bukan hanya menantumu tapi sebentar lagi kami juga akan membawa putramu! Pada saat itu, kami akan menghabisi kalian semua disini!" jawab Jesica.


"Tolong jangan sakiti menantu dan cucuku, sebagai gantinya kau bisa membunuhku." pinta Ellen.


"Sebaiknya nikmati waktu yang kau punya karena sebentar lagi kau yang akan kami bunuh terlebih dahulu!"


Jesica segera memutar langkahnya dan menutup pintu ruangan itu dengan rapat, dia juga memerintahkan seorang anak buah untuk berjaga didepan pintu supaya sandera tidak melarikan diri.


Tidak lama kemudian, Xiau yu mendengar seseorang memanggil namanya dan dia berusaha mengerjakan matanya untuk melihat orang yang memanggilnya.


"Xiau yu, Xiau yu, nak sadarlah." Ellen berusaha memanggil-manggil menantunya.


Xiau yu membuka matanya dan berusaha bangun tapi dia tidak bisa karena tangan dan kakinya terikat.


Saat mata Xiau yu terbuka Ellen begitu senang, setidaknya menantunya itu sudah sadar.


"Nak, apa kau baik-baik saja?" tanya nya


Xiau yu memandangi ibu mertuanya yang tampak baik-baik saja dan dia sangat merasa lega.


"Mom, dimana kita dan bagaimana keadaanmu?" tanyanya.


"Aku baik-baik saja sayang, untunglah Jesica tidak menyakitimu"


"Mom, maafkan aku yang begitu bodoh masuk kedalam perangkap Jesica."


"Aku tidak menyalahkanmu sayang."


"Mom, bagaimana sekarang?" Xiau Yu mulai merasa takut.


"Tenang saja sayang, Michael akan segera datang untuk menolong kita jadi percayalah kepadanya." Ellen mencoba menghibur menantunya.


Sedangkan saat itu Michael sangat marah pada semua pelayan dan penjaga dirumahnya karena lagi-lagi mereka membiarkan istrinya pergi tanpa pengawasan.


Dia menunggu hingga sore tapi Xiau yu belum juga kembali dan Michael semakin cemas, dia jadi takut, takut terjadi sesuatu dengan istri dan calon anaknya.


"Tuan, sudah saya temukan lokasi nyonya." kata Ron dengan cepat.


Setelah menerima perintah Michael, pria itu segera bertindak untuk melacak nomor ponsel Xiau yu.


Setelah mengetahui lokasi Istrinya yang tidak begitu jauh dari sana Ron segera bergegas dan memberi tahukan kepada Michael.


"Bawa beberapa orang untuk mengikuti kita." perintah Michael.


Tanpa menunggu lagi, Michael segera bergegas menuju ketempat dimana istrinya berada. Dia tidak menyangka pamannya benar-benar sudah keterlaluan dan Michael akan memberikan pelajaran pada pria itu.


Setelah tiba disebuah gudang tua, Michael melangkah dengan cepat dan memerintahkan Ron untuk bersiap diluar dengan orang-orang yang dia bawa.


Michael segera mendorong pintu gudang itu dan tampak pamannya dan Jesica sudah menunggunya disana, sepertinya mereka sudah tahu bahwa dia akan datang.


"Wah, lihat siapa yang datang?" ucap pamannya.


Michael menatap pria itu dengan tajam dan penuh kebencian.


"Uncle, lepaskan ibu dan istriku! Mereka tidak ada hubungannya dengan permasalahan kita." pintanya.


"Tentu saja ada dan hari ini, kau akan melihat mayat mereka didepan matamu." jawab pamannya.


Michael menggertakkan giginya, marah!!


"Jangan berani menyentuh mereka atau uncle akan merasakan akibatnya!" ancamnya.


Jesica segera berjalan kearah Michael dan memutari tubuh mantan kekasihnya dan menatapnya dengan tatapan penuh selidik.


"Honey, jangan khawatir! Aku bisa menggantikan istrimu yang mati." ucapnya sambil tersenyum mengejek


"Kau menjijikkan Jesica dan segera lepaskan mereka!!" teriak Michael dengan penuh emosi.


Alex tertawa terbahak-bahak dan segera mengangkat tangannya, pada saat itu para anak buahnya masuk kedalam ruangan itu sambil menyeret Ellen dan Xiau yu keluar.


Saat sudah diluar sana, Xiau yu dan Ellen begitu ketakutan tapi Michael sangat lega karena ibu dan istrinya baik-baik saja.


"Uncle, apa yang kau inginkan?" tanyanya.


"Gampang saja, jika kau ingin mereka selamat berikan semua kekayaan yang ditinggalkan oleh kakakku padaku." jawab pamannya.


"Jangan Michael, itu semua milik ayahmu jadi jangan kau berikan!" teriak Ellen.


"Diam kau!" bentak Alex sambil menodongkan pistol kearah Ellen.


"Berhenti uncle, jangan pernah kau berani melukai ibuku!"


"Oh..bagaimana jika istri dan anakmu terlebih dahulu yang aku bunuh?" tanyanya.


Pistol yang mengarah kearah Ellen langsung Alex arahkan kearah Xiau yu, Xiau yu menelan ludahnya dengan kasar saat melihat benda itu.


Air matanya mulai mengalir karena dia takut paman Michael menembakkan benda itu kearahnya, jangan sampai anaknya mati.


"Uncle, jangan coba-coba!" kata Michael lagi sedangkan matanya memancarkan api kemarahan.


"Benarkah? Aku tambah ingin membunuhnya agar kau tahu akibatnya."


Tanpa basa basi, Alex segera menekan pelatuk pistol itu dan pada saat itu juga, peluru didalam pistol langsung keluar dan mengarah tepat kearah Xiau yu.


Michael berteriak dan berlari kearah Xiau yu untuk menghentikan peluru itu sedangkan Xiau yu hanya bisa menatap peluru yang mengarah tepat kearahnya, mungkin ini adalah ajalnya.