Love Letter

Love Letter
Michael Guan



Selama tangannya sakit Xiau yu sangat merasa bosan dirumah, sudah dua hari berlalu dan sekarang Xiau yu merasa tangannya sudah pulih.


Hari ini hari libur dan Xiau yu hanya duduk malas disebuah gazebo yang ada ditaman belakang sambil memainkan ponselnya.


Selagi dia memencet game diponselnya tiba-tiba ada yang menghubunginya, mata Xiau yu berbinar melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan dengan cepat Xiau yu menjawab telephone yang masuk dengan penuh semangat.


"Halo kak." sapanya dengan ceria.


"Xiau yu, kenapa tidak ada kabar darimu beberapa hari ini?" tanya seorang pria disebrang sana.


Ternyata yang menghubunginya adalah Michael Guan yang disukainya.


"Maaf kak, aku sedang cuti karena sakit." dustanya.


"Kau sakit apa, sekarang aku akan kerumahmu untuk menjengukmu?" kata Michael.


"Jangan kak,aku sudah tidak apa-apa, lagi pula aku sudah pindah." dustanya lagi.


"Oh begitu." Michael terdengar kecewa, padahal mereka sudah lama tidak bertemu dan dia juga sudah rindu dengan Xiau Yu.


"Maaf kak."


"Tidak apa-apa, begini saja, jika kau tidak sibuk bagaimana jika kita bertemu?"


Xiau yu sangat senang mendengarnya, ini kesempatan untuknya bertemu dengan sahabatnya dan lagi pula, dia sudah sangat bosan dirumah.


"Boleh kak, kita mau bertemu dimana?" tanyanya dengan penuh semangat.


"Nanti aku kabari alamatnya." jawab Michael.


"Baiklah, jika begitu aku akan segera bersiap-siap." ucapnya dan sungguh dia sudah tidak sabar.


"Oke." jawab Michael dan setelah itu, mereka mengakhiri pembicaraan mereka.


Xiau Yu masih duduk disana menunggu pesan dari sahabatnya dan tidak lama kemudian, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya dimana sebuah alamat tertera disana.


Xiau Yu membaca pesan itu dengan senyum diwajahnya dan setelah itu, dia segera bangkit berdiri.


Dengan perasaan gembira, Xiau yu segera berlari kecil masuk kedalam rumah. Dia sangat senang Michael mengajaknya untuk bertemu dan lagi pula, sudah lama dia tidak bertemu dengan pria itu dan rasanya dia sangat rindu.


Dia berlari menaiki anak tangga sambil bernyanyi dan pada saat itu, suaminya keluar dari ruangannya bekerja. Dia tidak sengaja melihat Xiau yu yang menaiki anak tangga dan terlihat begitu gembira.


Michael segera menaiki anak tangga untuk mengikuti Xiau yu yang sudah masuk kedalam kamar mereka.


Didalam sana, Xiau yu berdiri didepan lemari untuk memilih-milih pakaiannya. Dia enggan menggunakan pakaian yang dibelikan oleh Michael jadi dia mengambil pakaian lamanya dan segera memakainya.


Saat dia telah selesai memakai bajunya dan hendak merapikan rambutnya tampak Michael masuk kedalam kamar mereka, Michael menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala tapi Xiau yu tidak memperdulikan pria itu.


Xiau yu mengenakan tanktop dan dipadukan dengan celana jeans pendek, dia lebih nyaman memakai pakaian seperti itu karena itu adalah gayanya.


"Mau kemana?" tanya Michael padanya.


Xiau yu memalingkan wajahnya dan melihat suaminya sejenak dan setelah itu, dia kembali merapikan rambutnya.


"Aku mau pergi" jawabnya.


Michael mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang sedangkan Xiau Yu diam saja.


"Dengan siapa?" tanyanya sambil mencium leher Xiau Yu.


Xiau memejamkan matanya, menahan geli dilehernya karena Michael terus mencium lehernya tanpa henti.


"Dengan teman." jawabnya dengan suara yang mulai sedikit berat.


"Jangan pakai baju seperti ini, aku tidak suka!" tangan Michael sudah merayap turun dan membuka kancing celana yang dipakai oleh Xiau yu.


Xiau yu menahan tangan Michael saat tangan suaminya sudah menurunkan resleting celananya.


"Jangan Michael, temanku sudah menunggu " pintanya.


"Ya, tapi ganti celana dan bajumu! Aku tidak suka kau memakai pakaian terbuka seperti ini dan aku tidak mau pria-pria yang ada diluar sana memperhatikan kakimu!".


Xiau Yu mengangguk dan pada saat itu, Michael memutar tubuhnya Sehingga mereka berdiri berhadapan.


Michael mengangkat dagu istrinya dan tersenyum dengan lembut, dia juga mencium pipi istrinya dan mendekatkan bibir mereka.


"Jangan terlalu lama dan segeralah kembali." bisiknya dan pada saat itu Michael mencium bibir istrinya.


Semula Xiau Yu diam saja tapi tidak lama kemudian, dia mulai membalas ciuman Michael dan melingkarkan kedua tangannya keleher Michael.


Mereka berciuman begitu lama sampai kehabisan nafas, Michael mengusap wajah Xiau Yu dan mencium pipinya kembali.


Xiau yu mengangguk, seharusnya Michael tidak perlu memperdulikannya tapi entah kenapa akhir-akhir ini pria itu bersikap begitu lembut.


Michael keluar dari kamar sedangkan Xiau Yu mengganti pakaiannya. Setelah selesai, Xiau Yu menyambar tasnya dan segera keluar dari kamar.


Saat dia menuruni anak tangga, tampak Michael sedang duduk diruang tamu sambil memainkan ponselnya.


"Hm, aku pergi dulu." ucapnya.


"Tunggu!!" Michael segera bangkit berdiri dan menghampiri Xiau yu.


"Ini untukmu, kau bisa menggunakannya sesuka hatimu." Michael memberikan sebuah credit card kepada Xiau yu.


Xiau yu hanya melihat kartu yang diberikan oleh Michael tanpa menerimanya.


"Aku tidak butuh ini Michael." tolaknya.


Michael meraih tangan Xiau yu dan meletakkan kartu itu diatas telapak tangannya.


"Ambillah, selama menjadi istriku kau adalah tanggung jawabku."


Xiau yu hanya memandangi kartu ditangannya, dia benar-benar tidak butuh uang pria itu.


"Baiklah, akan aku simpan kartumu baik-baik."


Xiau yu memasukkan kartu itu kedalam tasnya dan segera membalikkan tubuhnya, dia segera melangkah keluar tanpa menoleh melihat kearah Michael lagi.


"Biarkan supir mengantarmu." ucap Michael.


Xiau yu menghentikan langkahnya dan berkata:


"Tidak perlu tuan Smith, aku bisa naik taxi."


Setelah berkata demikian, Xiau yu segera keluar, dia tidak ingin berlama-lama karena tidak mau membuat sahabatnya menunggunya.


Michael memandang kepergian Xiau yu dan segera menghubungi pengurus pribadinya.


"Utus seseorang untuk mengikuti Xiau yu!" perintahnya.


Xiau yu tidak tahu jika Michael sudah mengutus seorang mata-mata untuk mengikutinya dan hari ini, dia akan kesebuah restoran dimana dia akan bertemu dengan Michael Guan.


Saat tiba Xiau yu melihat Michael sudah menunggunya, Xiau yu menghentikan langkahnya dan menatap wajah pria yang dia sukai sejak lama.


Jika Michael tahu keadaannya saat ini apakah pria itu mau menerimanya?


Xiau yu menggeleng pelan dan kembali menghampiri Michael, apapun yang terjadi jangan sampai Michael tahu apa yang sedang terjadi dengannya saat ini karena dia yakin, Michael pasti akan membencinya dan jijik dengannya.


"Kak Michael, maaf menunggu." sapanya.


Michael mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Xiau yu yang berjalan ke arahnya.


"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai." jawabnya pula.


"Bagaimana kabar kakak?"


"Aku baik, kau terlihat tambah cantik dan dewasa." puji Michael.


Xiau yu tersipu malu dan segera duduk di depan Michael.


"Bagaimana pekerjaan kakak?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Pekerjaanku baik, aku baru saja diangkat menjadi manajer oleh atasanku Michael Smith."


Xiau yu sangat kaget mendengarnya dan wajahnya sedikit pucat saat mendengar nama suaminya.


"Apa kakak bekerja di perusahaan Smith?"


Michael mengangguk dan melihat wajah Xiau Yu yang berubah.


"Ada apa?" tanyanya.


"Tidak apa-apa kak." jawabnya sambil tersenyum terpaksa.


Kini Xiau yu jadi tahu kenapa surat yang dia tulis bisa berada ditangan Michael Smith, pasti seseorang telah salah memberikan surat itu.


Sementara itu Michael Smith sedang menggenggam ponselnya dengan erat, dia sangat marah karena mata-mata yang dia utus baru saja mengirimkan beberapa foto untuknya dimana foto itu menunjukan istrinya sedang bersama dengan pria lain.


"Baj*ngan kecil, tidak aku sangka kau berselingkuh dibelakangku! Tunggu kau kembali dan kau akan merasakan akibatnya!" geramnya dengan api kemarahan meluap dihatinya.