
Pagi itu Xiau yu terbangun dengan kepala yang terasa berat karena dia menangis semalaman. Dia menangisi nasib yang menimpanya, dengan tampang berantakan, Xiau Yu bangun dari tidurnya dan duduk diranjang.
Walaupun dia menangis tapi nasibnya tidak bisa dirubah dan lagi pula ,dia sudah lelah menangis dan hanya bisa menerima nasibnya.
Sekarang setiap hari, dia harus melihat wajah Michael, orang yang dia benci dan dia harus bertahan sampai waktu perjanjian mereka selesai.
Xiau Yu merapikan rambutnya yang berantakan, dari pada meratapi nasib yang tidak bisa dia rubah lebih baik dia segera membersihkan diri dan turun kebawah.
Setelah selesai, Xiau Yu segera keluar dari kamarnya. Perutnya terasa lapar karena semalam dia tidak makan sama sekali.
Karena dia benci dan muak pada Michael membuatnya enggan turun kebawah dan lebih memilih mengurung diri didalam kamar.
Saat menuruni tangga para pelayan menunduk hormat padanya, Xiau yu sudah terbiasa karena dia sudah seminggu lebih disana.
Setibanya diruang makan Xiau yu melihat Michael sedang berbincang dengan seorang wanita paruh baya, tampak pria itu berbincang dengan santai dan terpancar kehangatan di wajahnya.
Michael mendongak dan melihat Xiau yu datang menghampirinya dan pada saat itu, Michael segera bangkit berdiri dan menghampiri Xiau yu.
"Baru bangun sayang?" tanyanya sedangkan tangannya sudah melingkar dipinggang Xiau Yu, tidak hanya itu, Michael juga mencium pipinya dengan mesra.
Xiau yu sangat kaget dan tubuhnya menjadi kaku, ada apa dengan pria ini?
"Bersikap baiklah didepan ibuku." bisik Michael ditelinganya.
Xiau yu mengangguk dan berusaha tersenyum manis.
"Pagi sayang." sapanya dengan terpaksa. Walaupun dia muak, tapi dia harus memerankan bagiannya dengan baik.
Ibu Michael bangkit berdiri dan menghampiri mereka berdua
"Jadi ini menantu mommy?" tanyanya dengan senyum diwajahnya.
Xiau yu mengangguk dan tersenyum pada ibu Michael yang tampak begitu ramah, sebenarnya didalam hatinya, dia merasa tidak tega membohongi wanita itu tapi dia juga tidak berdaya.
"Selamat pagi Mrs Smith." sapanya.
"Panggil aku mommy sayang karena sebentar lagi, kau akan menjadi menantuku." ucap Ellen Smith sambil tersenyum.
Xiau kembali mengangguk dan pada saat itu, Ellen memeluk Xiau yu dengan hangat.
Xiau yu membalas pelukan ibu Michael dan rasa bersalah semakin besar didalam hatinya.
Ellen mengajak Xiau Yu kemeja makan untuk sarapan bersama sedangkan Xiau Yu mengikuti ibu Michael dan duduk disampingnya.
"Siapa namamu sayang?" tanya ibu Michael.
"Namaku Xiau yu, mom." jawab Xiau yu pula.
"Nama yang bagus dan entah mengapa, aku jadi teringat dengan ayah Michael."
"Sudahlah mom, daddy sudah lama meninggal." kata Michael.
"Kau benar, jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Ellen Smith lagi.
Xiau yu langsung melihat ke arah Michael karena dia tidak bisa menjawab, dia memang setuju untuk menikah dengan Michael tapi dia tidak tahu kapan.
"Beberapa hari lagi mom, aku sedang mempersiapkan semuanya." jawab Michael.
Xiau yu begitu kaget, kenapa begitu cepat dan kenapa Michael tidak memberi tahunya?
"Mommy tidak perlu khawatir, setelah pernikahan ini aku jamin uncle tidak akan mengusik kita lagi." kata Michael.
Ellen mengangguk dan tersenyum, dia juga berharap adik iparnya tidak menggangu mereka
"Boleh mommy mengajak Xiau yu jalan-jalan hari ini?" tanyanya.
"Jika dia tidak keberatan." jawab Michael sambil melirik kearah Xiau Yu.
"Aku akan menemani mommy hari ini dab aku akan segera minta cuti." jawab Xiau Yu.
"Kenapa kau membiarkan calon istrimu berkerja, Michael?" tanya ibunya.
"Aku hanya bosan dirumah, mom. Jadi aku memilih untuk berkerja." jawab Xiau Yu dengan cepat.
"Mommy harap setelah kalian menikah nanti, kalian bisa cepat punya anak sehingga kalian tidak merasa kesepian dirumah." katanya
Ibu Michael tidak tahu jika Michael dan Xiau yu menikah diatas kontrak. Michael juga tidak mengatakan kepada ibunya jika dia sudah punya pacara. Jarena persyaratan pamannya sehingga memaksanya untuk menikahi gadis asia, jika tidak dia pasti sudah mengenalkan ibunya dengan Jesica.
"Apa kedua orang tuamu sudah tahu jika kamu sudah mau menikah sayang?" tanya ibu Michael lagi.
Xiau yu hampir tersedak makanan mendengar pertanyaan ibu Michael, dia tidak mengatakan hal ini kepada ayah dan ibunya karena Xiau yu tidak ingin jika orang tuanya tahu jika dia menjual dirinya untuk kesembuhan ibunya.
Xiau yu menunduk dan menggenggam tangannya, dia sedang memikirkan apa yang harus dia katakanan pada ibu Michael.
"Ibu Xiau yu sedang sakit mom, kami sudah mengabarinya dan sepertinya mereka tidak bisa hadir." jawab Michael.
"Ibumu sakit apa, sayang?" tanyanya dan dia tampak khawatir.
"Ibu terkena kanker rahim, tapi sekarang sudah baik-baik saja karena Michael sudah membawanya kerumah sakit untuk dioperasi." jelas Xiau yu.
"Baguslah jika begitu." Kata Ellen Smith lega.
Xiau yu sangat senang mendapati Ibu Michael sangat ramah dan baik tidak seperti anaknya yang menyebalkan, setidaknya jika ada Ellen disana dia tidak terlalu canggung menghadapi Michael.
Siang itu ibu Michael mengajak mereka berbelanja ke sebuah butik yang ada dikota itu. Tadinya Michael tidak mau pergi menemani ibunya, tapi karena ibunya memaksa sehingga Michael terpaksa mengikuti mereka.
Saat ini Xiau yu sedang mencoba pakaian yang dipilihkan oleh Ellen untuknya, gaun itu sangat sederhana dan cantik.
Gaun biru bertali satu dan panjangnya hanya di atas lutut, gaun itu sangat pas ditubuh Xiau Yu, dengan karakter Xiau Yu yang sedikit tomboy membuatnya tampak feminim menggunakan gaun itu.
Xiau Yu menelan ludahnya saat melihat dirinya di cermin, dia tidak terbiasa dengan gaun terbuka seperti itu dan jika bisa memilih dia lebih nyaman dengan pakaian biasa.
Tapi karena ini pilihan ibu Michael membuatnya tidak bisa menolak, Xiau yu segera membuka pintu ruang ganti dan berjalan keluar.
Tangan kanannya disilangkan di depan dadanya sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk menarik roknya agar turun kebawah, entah kenapa dia merasa malu menggunakan pakaian seperti itu.
Rambut pendeknya di biarkan tergerai begitu saja tapi gaun itu tetap memperlihatkan bahunya yang putih mulus.
Xiau yu melangkah menghampiri ibu Michael yang sedang berbicara dengan anaknya dengan ragu, Xiau yu ragu-ragu memanggil ibu Michael.
"Mom, ini?" wajah Xiau Yu sedikit merona.
"Wow, you look so beautiful honey." pujinya saat melihat penampilan Xiau Yu.
Wajah Xiau yu memerah, dia malu di puji oleh ibu Michael.
Sedangkan Michael menatapnya dalam diam, matanya tidak lepas dari Xiau yu. Dia tidak menyangka Xiau yu sangat cantik dengan gaun itu.