
Tidak terasa, sudah dua bulan Xiau yu kembali kepada Micahel dan selama itu, Michael bersungguh-sungguh menunjukan cintanya kepada Xiau yu
Michael bahkan mengajak Xiau yu kembali kekampung halaman istrinya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
Tentu saja orang tua Xiau yu sangat bahagia mengetahui bahwa Xiau yu telah menikah, walaupun awalnya mereka sedikit kaget ketika Xiau yu dan Michael tiba-tiba datang, belum lagi mereka melihat kondisi Xiau yu yang telah hamil.
Tapi ketika Michael menjelaskan kepada kedua orang tua Xiau yu akhirnya mereka mengerti dan memberikan persetujuannya.
Xiau yu sangat senang karena Michael benar-benar tulus terhadap dirinya, walaupun dia belum mengatakan cintanya kepada Michael tapi dia merasa pria itu mengerti dengan perasaannya.
Siang itu Xiau yu sedang duduk di ruang tamu untuk menonton televisi,dia menyandarkan tubuhnya dan meluruskan kakinya di atas sofa. Perutnya yang membesar benar-benar membuat pingangnya pegal.
Seharian dia hanya berdiam diri dirumah, Michael sedang tidak ada dirumah karena ada rapat penting. Biasanya suaminya akan kembali untuk makan siang dan menemani Xiau yu jika tidak ada hal yang penting.
Xiau yu menulis sesuatu di selembar kertas dengan tampang yang serius, terkadang dia berpikir sejenak dan terkadang tersipu malu saat melihat tulisannya sendiri.
Para pelayan di perintahkan Michael untuk siap siaga karena dia kawatir jika istrinya itu tiba-tiba menginginkan sesuatu.
Saat Xiau yu sedang serius membaca tulisannya tiba-tiba Jesica muncul didepan pintu pagar. Tentu saja para penjaga mencegah wanita itu karena Michael telah memerintahkan kepada mereka untuk menghalangi Jesica masuk kedalam rumahnya lagi.
Jesica tidak terima dan marah kepada para penjaga Michael, akhirnya terjadilah keributan kecil diluar pagar rumah.
Saat mendengar keributan diluar, Xiau yu segera melangkah keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Seorang pelayan dengan sigap menemani Xiau yu dan mengikuti Xiau yu dari belakang.
"Ada apa?" tanya Xiau yu kepada salah satu penjaga yang berjaga didepan pintu.
"Tidak apa-apa nyonya, anda tidak perlu khawatir." jawab penjaga itu.
Xiau yu mengangguk dan segera kembali tapi sebelum Xiau yu masuk kedalam tanpa sengaja Jesica melihat sosok Xiau yu.
Jesica begitu kaget saat melihat Xiau yu yang sedang hamil, tidak ingin berdebat lagi dengan para penjaga itu Jesica segera melangkah pergi.
Saat itu yang dia pikirkan adalah dia harus bertemu dengan Alex dan mengatakan semua yang dilihatnya.
Saat Jesica tiba disebuah apartemen, dia segera memarkirkan mobilnya dan melangkah dengan cepat. Jesica segera menaiki lift untuk menuju kesebuah kamar dimana Alex berada.
Begitu tiba dilantai yang dia tuju, Jesica segera mendorong pintu apartemen itu dengan kencang dan segera melangkah dengan cepat dan didalam sana, Alex sedang sibuk berkutat dengan komputernya.
"Alex, aku baru saja dari rumah Michael." katanya.
"Lalu?" tanya Alex pula.
"Aku melihat istri Michael dan dia sedang mengandung."
Alex segara menghentikan gerakan tangannya dari keyboard komputer dan menatap Jesica dengan tajam.
"Apa kau yakin dan tidak salah lihat?" tanyanya.
"Aku yakin sekali, Michael pasti menyembunyikan wanita itu supaya kita tidak tahu tentang kehamilannya."
Alex mengepalkan tangannya, pantas saja Michael tidak gentar melawannya, ternyata keponakannya telah menyimpan kartu As untuk menang darinya.
"Jika begitu kita harus menjalankan plan B." Kata Alex.
"Apa itu?" tanya Jesica.
"Ini tugasmu, kau harus membawa wanita itu keluar dari pengawasan Michael agar aku bisa menangkapnya."
"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah kita menangkapnya?'' tanya Jesica
Alex menatap selingkuhannya itu dengan sebuah seringgai jahat menghiasi wajahnya.
"Tapi tidak mudah untuk membawanya keluar dari penjagaan Michael."
"Kau tenang saja, aku ada umpan yang sangat bagus dan besok aku akan kembali ke Australia untuk menangkap umpan itu. Tunggu beberapa hari lagi, maka kita akan menang. Bukan saja membunuh wanita itu, tapi aku juga akan melenyapkan keponakanku." ucap Alex.
"Hei, apa kau akan berbaik hati melepaskan ibunya?" tanya Jesica.
"Umpan sudah pasti harus kita lenyapkan dan aku akan membunuh ibu dan istrinya didepan Michael sehingga dia merasakan penderitaan yang teramat sangat dan tidak mau hidup lagi! Dan pada saat itu, dia akan memohon padaku untuk segera membunuhnya."
"Maka dengan begitu,aku akan mendapatkan semua kekayaan yang ditinggalkan oleh kakakku untuk anak ke**rat itu! Jika saja ayah kami berlaku adil, maka aku tidak akan melakukan ini." kata Alex marah.
Dia merasa ayahnya tidak adil dalam membagi harta warisan dan lebih berpihak kepada kakaknya tapi sesungguhnya ayahnya sudah sangat adil. Usaha yang dipegang oleh Michael maju pesat sedangkan usahanya jalan ditempat. Dia mengira harta yang didapat oleh kakaknya lebih banyak darinya, walaupun harta keluarga Smith selalu jatuh kepada anak tertua, tapi tidak ada yang tahu, sebelum meninggal ayahnya sudah membagi rata hartanya kepada kedua Putranya tapi kecurigaan Alex meracuni pikirannya.
Jesica langsung menghampiri Alex dan memeluk lelaki itu dari belakang.
"Tenang saja, aku pasti akan membantumu tapi jangan lupa dengan bagianku" katanya.
"Jika rencana kita berhasil, aku akan menambahkan lima persen untuk bagianmu."
"Benarkah?"
"Tentu saja!"
"Pegang ucapanmu, aku akan menjalankan tugasku dengan baik kali ini." kata Jesica sambil tersenyum jahat.
Jesica berharap mereka dapat menjalankan rencana mereka dengan baik karena sudah tidak mudah baginya untuk masuk kedalam rumah Michael.
Jika Alex memiliki umpan maka akan lebih mempermudah mereka membawa Xiau yu keluar dan menangkapnya untuk di jadikan tawanan.
Sebenar lagi dia akan merasakan hidup tanpa kekurangan setelah mereka menyingkirkan Michael. Saat itu Jesica telah menghayal jika dia akan berkeliling dunia dan menikmati barang-barang mewah yang dia inginkan.
Jika saja Michael tidak pindah dan mulai mengabaikan dirinya mungkin Jesica tidak akan bersekongkol dengan kekasih gelapnya itu.
Tinggal selangkah lagi untuk menyingkirkan Michael dan dia akan segera menikmati kekayaan keluarga Smith dan mereka pikir, rencana mereka pasti akan berhasil.
Sedangkan saat itu, Michael sudah menyelesaikan rapatnya dan kembali kerumah. Dia masuk kedalam rumahnya dengan cepat karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya.
Didalam dapur, Xiau Yu tampak sedang mengaduk sesuatu didalam panci sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.
Michael mendekati istrinya dengan senyum diwajahnya dan memeluknya dari belakang.
"Apa yang kau lakukan, sayang?"
"Michael, kenapa kau sudah kembali? Apa pekerjaanmu sudah selesai?"
"Tentu saja sayang, aku segera kembali setelah pekerjaanku selesai karena aku sangat merindukanmu."
Sebuah senyuman mengembang diwajah Xiau Yu, dia segera mematikan api kompor dan memutar tubuhnya, dia bahkan melingkarkan kedua tangannya keleher Michael.
"Kenapa kau rindu denganku, padahal kita setiap hari bertemu?!"
Michael mengusap wajah istrinya dengan senyum diwajahnya, entah kenapa semenjak hamil, Xiau Yu terlihat semakin cantik dan hal itu membuat rasa cintanya untuk Xiau Yu semakin besar.
"Itu karena aku sangat mencintaimu sayang."
Wajah Xiau Yu merona sedangkan Michael terkekeh, dia mencium pipi istrinya dengan lembut dan berbisik:
"I love you my wife."
Xiau Yu begitu bahagia mendengarnya dan Michael mencium bibirnya dengan mesra.
Xiau Yu berharap mereka selalu seperti ini tanpa ada gangguan tapi mereka tidak tahu, Alex dan Jesica sudah menyusun sebuah rencana jahat untuk mereka.