Love Letter

Love Letter
Keputusan yang sulit



Xiau yu benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, sudah dua hari dia tidak pergi bekerja dan tidak mengabari atasannya dan dia berharap bosnya tidak akan memecatnya karena dia sangat butuh pekerjaan itu.


Bagaimanapun, dia harus mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.


Xiau yu menatap langit-langit kamar yang ditempatinya, kamar yang besar dan mewah bagaikan kamar seorang putri tapi dia merasa jika dia tidak cocok berada disana.


Dia hanya seorang gadis sederhana dari desa, bisa tinggal dirumah semewah itu tidak pernah terbayang olehnya. Tiba-tiba terlintas dari benaknya, kenapa Michael memilih dirinya?


Tidak mungkin hanya karena surat itu tiba-tiba Michael mengancam dirinya?


Tidak mungkin juga Michael kekurangan wanita sehingga Michael memilih gadis desa seperti dirinya?


Pasti ada alasan dibalik semua ini.?, tidak mungkin seorang Michael Smith sembarangan mencari seorang wanita untuk menjadi istri dan ibu dari anaknya.


Kini Xiau yu mulai curiga, mungkin Michael Smith hanya memanfaatkannya dengan mengancamnya melalui surat cinta yang diterimanya.


Tapi sungguh dia tidak mengerti, jika memang Michael memanfaatkannya, untuk apa?


Selagi Xiau yu berkelut dengan pikiran-pikirannya, seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya perlahan.


"Nona muda, barang-barang anda sudah datang." kata pelayan itu.


Xiau yu segera bangkit dari ranjang saat mendengar itu, dia segera membuka pintu untuk pelayan itu.


Benar saja, barang-barangnya dibawa masuk kedalam kamarnya oleh para pelayan. Barangnya memang tidak banyak karena dia tidak punya barang berharap apapun selama ini.


Kehidupannya memang sederhana, dia juga tidak punya uang untuk membeli barang berharga.


Xiau Yu memperhatikan para pelayan membawa masuk barang-barang dan tampak kebingungan, kenapa semua barang-barangnya dibawa semua?


Xiau Yu segera berjalan keluar, untuk menghampiri Ron yang sedang berdiri diluar sana.


"Tuan Ron, kenapa semua barang saya dibawa kesini?" tanyanya.


"Nona Xiau, semua ini perintah tuan muda karena mulai sekarang nona akan tinggal disini untuk seterusnya. Jadi nona tidak perlu lagi kembali kerumah kontrakan nona." jelas Ron.


"Kenapa kalian tidak bertanya padaku dan memutuskan seenaknya?" tanyanya kesal.


"Nona, sudah saya katakan, nona tidak punya pilihan karena nona sudah menandatangani surat persetujuan untuk menikah dengan tuan muda."


"Omong kosong! Kalian menjebakku dan kalian orang kaya hanya suka menindas kami orang kecil."


"Mohon maaf nona, saya hanya seorang pelayan dan hanya menjalani perintah. Jika nona keberatan tidak masalah, nona hanya perlu membayar konsenkuensinya."


Xiau yu mengepalkan tangannya sedangkan benci dan amarah menjadi satu didalam hatinya.


"kalian menindas yang lemah dengan uang!" teriaknya marah.


"Saya minta maaf nona." kata Ron sambil berlalu pergi.


Xiau yu begitu merasa kesal terhadap Michael Smith yang telah menjebaknya, kini yang harus dia lakukan adalah menanyakan keadaan ibunya.


Jika ternyata ibunya baik-baik saja maka Xiau yu siap mengganti konsenkuensi dua milyar itu dan membayar ganti rugi mobil Michael yang telah dirusak olehnya.


Walaupun dia tidak tahu harus mencari dimana uang sebanyak itu bahkan jika dia harus menggantinya dengan bekerja seumur hidup atau menjadi pelayan Michael, dia tidak keberatan. Setidaknya dia tidak perlu menikahi pria itu dan melahirkan anaknya.


Xiau yu segera mengacak barang-barangnya dan yang terpikir pertama kali adalah ponselnya, Xiau yu sudah sangat ingin tahu bagaimana keadaan ibunya dan dia harap ibunya baik-baik saja.


Xiau yu menyalakan layar ponselnya dan gadis itu sangat kaget saat melihat ayahnya menghubunginya puluhan kali, tangan Xiau yu mulai bergetar dan rasa takut tiba-tiba muncul dibenaknya.


"Jangan-jangan ibu benar-benar sedang sakit." gumamnya.


Tidak ingin berlama-lama, Xiau Yu segera menghubungi ayahnya karena dia sudah sangat ingin mengetahui keadaan ibunya.


"Ayah, apa kau baik-baik saja?" tanyanya cemas.


"Xiau yu, akhirnya kau menghubungi ayah. Ayah sangat khawatir sekali."


"Maaf ayah, ponselku ketinggalan dirumah teman." dustanya.


"Baguslah jika kamu baik-baik saja, ayah sangat lega mendengarnya tapi nak?"


"Ada apa ayah?" tanya Xiau yu penasaran dan sungguh dia takut mendengar ucapan ayahnya lebih lanjut.


"Ibumu sedang sakit dan sekarang ada dirumah sakit." kata Ayahnya lagi.


Air mata Xiau Yu langsung jatuh dari kedua matanya, jadi Ron tidak membohonginya dan benar ibunya sedang sakit? Sepertinya dia tidak punya pilihan karena ayah dan ibunya adalah segalanya baginya.


"Bagaimana keadaan ibu, ayah?" tanyanya sambil menangis.


Ayahnya hanya menarik nafasnya dengan berat sebelum menjawab pertanyaannya.


"Nak, ibumu sakit kanker rahim dan harus segera di operasi. Jika tidak ibumu tidak bisa ditolong lagi." jawab ayahnya dan sungguh hati Xiau Yu sangat pilu mendengar ucapan ayahnya.


Jika ibunya harus di operasi mereka tidak punya biaya sedangkan dia tahu, operasi memerlukan biaya yang banyak dan pada saat itu, tawaran Michael terngiang dibenaknya.


"Haruskah dia menerima tawaran Michael?" Xiau yu menelan ludahnya.


"Bagaimana sekarang ayah?" tanyanya, Xiau yu berharap ayahnya bisa memberinya jalan keluar yang lain.


"Ayah tidak tahu nak." jawab ayahnya.


Suara ayahnya terdengar parau dan mungkin saat ini ayahnya mulai menangis.


"Ayah hanya bisa membawa ibumu pulang. Kau tahu kita tidak punya banyak uang untuk melakukan operasi bukan? Bahkan biaya rumah sakit saat inipun rasanya ayah sudah tidak sanggup lagi untuk membayarnya."


Hati Xiau yu benar-benar tidak tahan mendengar ucapan ayahnya dan tanpa terasa air matanya mulai mengalir, kenapa hal seperti ini harus menimpa mereka?


"Ibu ada di mana ayah?"


"Saat ini masih dirumah sakit tapi mungkin besok, ayah akan membawa ibumu pulang."


"Jangan ayah, aku akan mencari jalan keluar untuk operasi ibu jadi jangan bawa ibu pulang dan ayah tidak perlu khawatir." katanya mencoba menghibur ayahnya.


"Memangnya kamu akan dapat uang dari mana nak?" tanya ayahnya penasaran.


"Ayah tenang saja, aku bisa meminjam uang dengan atasanku." dustanya


"Maaf menyulitkanmu nak"


"Jangan khawatirkan aku ayah, secepatnya aku akan membawa ibu untuk operasi."


Ayahnya bernafas lega, setidaknya istrinya bisa diselamatkan.


"Terima kasih nak, kau memang anak yang berbakti. Ayah berdoa semoga hidupmu selalu bahagia." kata ayahnya.


"Terima kasih ayah." kata Xiau yu pula.


Setelah selesai berbicara dengan ayahnya, kini Xiau yu tampak termenung, jika dia ingin ibunya selamat maka dia harus menyetujui permintaan Michael karena pria itu, bisa menjamin ibunya dan setidaknya ibunya bisa cepat dibawa operasi.


Tapi, apakah dia harus menjual dirinya kepada Michael? Xiau yu menggelengkan kepalanya karena dia sudah mengambil keputusan.


"Tidak, demi ibu aku akan melakukan apapun!" tekadnya.


Kini dia tidak punya pilihan lain dan hanya perlu menunggu Michael Smith kembali dan menyetujui permintaannya.