
Pagi itu Xiau yu terbangun karena mendengar suara ketukan pintu kamar yang ditempatinya.
"Jam berapa sekarang?"
Xiau yu langsung bangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang saat melihat matahari sudah bersinar terang.
"Sialan, aku lupa kabur!" katanya dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya.
"Nona Xiau, apa anda sudah bangun?" seorang pelayan masuk kedalam kamar dan membawakan baju bersih untuknya.
"Ya, ada apa?"
"Tuan sudah menunggu untuk sarapan."
"Baiklah, nanti aku ke bawah"
"Apa perlu bantuan nona?" tanya pelayan itu lagi.
"Tidak, tidak perlu! Terima kasih".
Xiau yu bangkit berdiri dan berjalan dengan hati-hati menuju kamar mandi sedangkan pelayan itu keluar dari kamarnya.
"Hari ini aku harus menanyakan maksud dari Michael Smith kenapa menyekapku dirumahnya." gumamnya.
Setelah selesai mandi Xiau yu segera menuju kebawah, kakinya sudah tidak begitu sakit lagi karena obat yang diberikan pelayan semalam. Setidaknya hari ini dia sudah bisa berjalan sendiri tanpa dibantu oleh pelayan.
"Pagi." Sapa Xiau yu sewaktu dia sudah tiba diruang makan.
Michael hanya melihat sekilas gadis itu dan kembali menyeruput kopi hitamnya.
"Huh, pria sombong!" dengus Xiau yu dalam hati.
Pada saat itu para pelayan segera menyediakan makanan di atas meja.
Xiau yu makan dalam diam tapi sesekali dia melirik kearah Michael, sungguh dia sangat ingin bertanya kepada Michael, kenapa membawanya kesana?
"Anu, aku mau pulang." Xiau yu memberanikan diri membuka suaranya.
Michael melirik kearah Xiau yu sejenak dan kembali meminum kopinya.
"Tidak perlu pulang, ini rumahmu sekarang." jawabnya.
"Hah?" Xia Yu benar-benar tidak mengerti maksud Michael.
"Apa maksudnya?" tanyanya.
Michael mengangkat tangannya dan pada saat itu, seorang pria berjalan mendekati mereka, pria itu adalah pelayan pribadi Michael dan pria itulah yang telah meminta Xiau yu menandatangi sebuah kertas.
Pelayan itu menunduk hormat kearah mereka.
"Selamat pagi nona Xiau, saya pengurus pribadi tuan dan nama saya Ron." katanya sopan.
Xiau yu melihat Ron dan menganggukan kepalanya
"Baiklah tuan Ron, bisakah aku pulang sekarang?" tanyanya.
Ron membuka sebuah map yang telah dia bawa sedari tadi dan membaca isi yang ada didalam map itu.
"Tidak bisa nona, nona Xiau telah menandatangi persetujuan untuk menikah dengan tuan dan melahirkan anak untuk tuan." katanya.
Mata Xiau yu terbelalak kaget, lelucon apa yang sedang pria itu katakan?
Xiau yu menggebrak meja makan dengan kencang dan segera bangkit berdiri.
"Tidak mungkin, apa aku sudah gila mau menikah dengan pria sombong ini?" katanya marah sambil menunjuk ke arah Michael.
Para pelayan yang mendengar gemetar ketakutan, baru kali ini ada orang yang berani melawan tuannya dan mengatakan tuan mereka sombong. Para pelayan itu berpikir, apa gadis itu sudah gila?
Mata Michael berkilat marah, beraninya Xiau Yu melawannya?!
"Jaga ucapanmu!" ucapnya dengan dingin.
Seumur hidupnya belum pernah ada yang berani menghinanya apalagi didepan para pelayannya, tapi gadis ini sungguh berani?!
"Jika nona tidak bersedia tidak masalah tapi nona harus membayar konsenkuensinya." kata Ron lagi.
"Apa itu?" tanya Xiau yu cepat.
"Nona Xiau bisa membatalkannya dengan syarat, nona harus mengganti rugi sebesar dua juta dolar, ditambah kerusakan mobil yang disebabkan oleh nona, tuan minta diganti yang baru"
Xiau yu tercengang mendengarnya dan kembali terduduk dikursinya.
"Apa mereka gila? Orang kaya gila! Uang dua juta dolar mau dapat dari mana?!" pikirnya.
"Hei, kau sedang bercanda bukan?" tanyanya kepada Michael.
"Apa aku sedang bercanda?" Michael balik bertanya.
"Sialan, kau yang menculikku tapi sekarang kau juga yang mengancamku. Aku akan melaporkan hal ini kepolisi!"
"Silahkan jika nona ingin melaporkan hal ini kepolisi." kata Ron sambil mengambil sesuatu dari map.
Dia mengeluarkan amplop surat milik Xiau yu dan kartu identitas Xiau yu sedangkan Xiau Yu menelan ludahnya dengan kasar.
"Apa lagi sekarang?" tanyanya dalam hati.
"Ini kartu identitas nona dan ini surat yang nona tulis, jika nona berani melapor pada polisi kami punya bukti kuat bahwa nona dengan sukarela menandatangi persetujuan untuk menikah dengan tuan dan nona juga menuliskan surat cinta untuk tuan. Kartu identitas ini adalah bukti nona Xiau sangat setuju untuk menikah dengan tuan." kata pelayan itu sambil menunjukkan surat yang ditandatangani oleh Xiau yu dan surat itu terjepit dengan rapi bersama kartu identitasnya.
"Kalian menjebakku!" Xiau yu tampak terduduk lesu dan menyesal dalam hati, kenapa dia begitu bodoh menandatangani sesuatu dengan sembarangan?
"Kalian semua gila!" teriaknya sambil menangis.
Melihat itu, para pelayan merasa iba tapi mereka hanya pelayan yang tidak bisa berbuat apa-apa.
"Dan lagi nona Xiau?" lanjut Ron.
"Saya sudah menyelidiki latar belakang nona, nona Xiau besar disebuah desa dan saat ini orang tua nona sedang berada didesa. Apa nona tau?"
Xiau yu hanya mampu menggelang dan memaki dalam hati:
"Orang kaya sialan!"
"Saat ini ibu nona sedang sakit keras, sepertinya beliau harus segera dioperasi" kata Ron lagi.
Xiau yu terperanjat kaget saat mendengar perkataan Ron, apa pria itu tidak sedang menipunya?
"Apa? Ibuku sakit?" tanyanya dengan cepat.
"Benar, jika nona bersedia menikah dengan tuan tanpa perlawanan dan melahirkan anak untuk tuan maka kami akan membawa ibu nona kerumah sakit pribadi keluarga Smith, ibu anda akan dirawat dengan baik disana."kata Ron panjang lebar.
Xiau yu kembali terduduk lesu sedangkan air matanya terus mengalir, jika memang benar ibunya sedang sakit, lalu apa yang harus dia lakukan?
"Kau boleh memikirkannya dan aku memberimu waktu sampai besok." Kata Michael dan dia segera bangkit berdiri.
"Tapi ingat, jangan coba-coba kabur!" katanya lagi sebelum dia melangkah pergi.
"Siapkan mobil!" perintahnya.
Michael segera berlalu pergi meninggalkan Xiau Yu yang masih menangis disana.
Xiau yu mengusap air matanya yang terus mengalir, saat ini yang sangat dia khwatirkan adalah keadaan ibunya.
"Tidak, aku harus tahu kondisi ibu terlebih dahulu." katanya dalam hati.
Xiau yu bangkit berdiri dan segera berlari mengejar Michael yang sudah berada diluar. Walaupun bengkak dikakinya sudah pulih tapi rasa sakit itu masih ada tapi Xiau yu tidak menghiraukannya lagi.
"Tuan Michael tunggu!"
Michael menoleh kebelakang dan melihat Xiau yu berlari ke arahnya.
"Wanita bodoh, apa kau ingin kakimu bengkak lagi!"
"Aku hanya ingin berbicara denganmu."
Tiba-tiba Michael mengangkat tubuhnya dan membawanya.
"Apa yang kau lakukan?" wajah Xiau yu langsung merona karena malu.
Michael hanya diam saja dan segera membawa Xiau yu menuju kamarnya dan meletakkan tubuh Xiau yu dengan hati-hati diatas ranjang.
"Mau bicara apa?" tanyanya.
"Boleh aku pulang untuk mengambil ponselku, aku ingin menghubungi ibuku."
Michael hanya menatap Xiau yu sejenak.
"Ron akan membereskan semua barangmu nanti, kau tidak perlu kemana-mana."
Setelah berkata demikian, Michael segera berjalan kearah pintu dan keluar dari kamar itu.
Xiau yu benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, dia segera membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan sejuta pikiran. Apa dia harus menikah dengan Michael? Lalu bagaimana dengan ibunya??
"Oh, sialan! Kenapa aku harus menghadapi situasi seperti ini?"
Xiau yu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, air matanya kembali mengalir membasahi kedua pipinya. Seandainya ibunya benar-benar sakit, Apa yang harus dia lakukan?