
Saat pagi, Xiau yu terbangun dan dia hanya sendirian diatas ranjang, Xiau menggerakkan kakinya dan masih merasakan nyeri disela pahanya.
Xiau yu mencoba duduk diatas tempat tidur dan merapikan rambutnya yang berantakan.
Kejadian semalam kembali terngiang dan tanpa terasa air matanya mulai mengalir, dengan perlahan Xiau Yu beringsut kesisi ranjang dan pada saat itu, dia melihat bercak darah diatas ranjang.
Xiau Yu mengusap air matanya dan melihat sekeliling kamar itu, kemana Michael? Apa dia sedang mandi?
Tapi sepertinya tidak karena tidak terdengar suara air dari dalam kamar mandi dan sepertinya Michael sudah bangun sedari tadi tapi untuk apa dia perduli?
Dengan pelan, Xiau Yu bangkit berdiri dan melangkah menuju kamar mandi.
Lebih baik dia mandi saja dari pada bersedih karena apa yang telah terjadi tidak akan bisa kembali lagi.
Dia berdiri didepan cermin dan melihat tanda merah yang terdapat ditubuhnya dan pada saat itu, air matanya kembali mengalir. Walaupun dia berusaha tegar tapi tetap saja, dia merasa jijik dengan tubuhnya.
Xiau yu berjalan kearah shower dan menyalakan airnya, setelah itu dia berdiri dibawahnya dan terus mengusap tubuhnya untuk membersihkan sisa-sisa yang disentuh oleh Michael.
Xiau yu menangis terisak dibawah guyuran air dan memeluk dirinya, rasanya dia benar-benar jijik dengan dirinya sendiri.
Apakah ini harga yang pantas dibayarnya untuk kesembuhan ibunya? Entah mengapa rasanya sangat tidak adil untuknya.
Tapi walau begitu dia harus memerankan perannya selama satu tahun dan kejadian semalam akan terulang kembali karena dia harus mengandung anak Michael.
Sepertinya, dia harus menikmatinya supaya penyesalan tidak menghantuinya dan lagi pula, mau tidak mau dia memang harus melayani Michael dan tidak bisa menolak.
Xiau Yu tersenyum dengan getir, rasanya dia sangat ingin menertawakan nasibnya yang benar-benar menyedihkan.
Xiau Yu memejamkan matanya dan menarik nafasnya, sebaiknya dia bergeges karena hari ini dia harus bersandiwara kembali dihadapan ibu Michael. Jika sampai dia mengecewakan pria itu, dia takut Michael akan melakukan sesuatu pada kedua orang tuanya
Dia segera keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya dan setelah selesai, Xiau Yu keluar dari kamar dan turun kebawah.
Sedangkan Dimeja makan tampak Michael sedang sarapan dengan ibunya sambil membicarakan sesuatu dengan serius.
"Aku dengar kabar pamanmu belum kembali ke Australia." kata Ellen Smith sambil menyeruput teh hangatnya.
"Mungkin paman sedang ketempat lain, mom." jawab Michael.
"Michael, kau terlalu naif! Apa kau lupa siapa pamanmu?" tanya ibunya sambil menatap putranya
Michael memandang ibunya yang begitu serius dan tampak berpikir.
"Jadi menurut mommy?"tanyanya.
"Michael, aku curiga pamanmu sedang merencanakan sesuatu."
Ellen meletakkan gelasnya dan segera memegang tangan putranya.
"Michael, berjanjilah pada mommy jika kau akan menjaga Xiau yu dengan baik." pinta ibunya.
"Mommy tidak perlu khawatir karena aku akan menjaganya dengan baik." jawabnya.
"Mommy takut Michael, mommy takut pamanmu merencanakan sesuatu dan akan melukai Xiau yu jadi jangan sampai kau membiarkannya sendiri."
"Tenang saja mom, aku berjanji pasti akan menjaganya dengan baik." kata Michel sambil mengusap lembut tangan ibunya.
Ellen mengangguk dan tersenyum, dia percaya putranya pasti bisa menjaga istrinya.
"Satu hal lagi Michael, kau sudah menikah jadi mommy harap kau tidak berhubungan dengan wanita lain!"
Michael hanya diam, selama ini dia belum pernah membawa Jesica untuk bertemu dengan ibunya karena dia belum begitu yakin akan menjalin hubungan serius dengan Jesica.
"Mommy tahu wanita itu, minggu lalu dia datang kesini dan mengaku sebagai tunanganmu bukan?" tanyanya.
"Mommy tahu dari mana?" tanya Michael dan entah mengapa dia jadi curiga jika Xiau yu yang menceritakan hal itu kepada ibunya.
"Kau tidak perlu mencurigai istrimu!" ucap ibunya karena dia tahu apa yang dipikirkan oleh putranya.
"Apa kau pikir mommy tidak punya telinga untuk mendengar gosip para pelayan yang mengatakan wanita itu datang bersamamu dan menampar Xiau yu?" kata ibunya lagi.
Michael melotot ke arah pelayan yang berdiri tidak jauh darinya.
"Jangan salahkan pelayanmu, Michael! Mereka hanya bergosip dan jika kau tidak ingin menjadi bahan gosip mereka maka berperilakulah yang baik." nasehat ibunya.
"Maaf mom, pagi itu Jesica tiba-tiba datang padahal aku sudah tidak berhubungan dengannya sejak aku pindah kemari" jelasnya.
"Baguslah jadi Michael, dengarkan nasehat mommy baik-baik! Xiau yu wanita baik dan tidak mudah untuk menemukan wanita baik sepertinya jadi jagalah dia baik-baik."
Michael mengangguk mendengar nasehat dari ibunya, memang baginya tidak sulit menemukan seorang wanita yang mau tidur dengannya.
Tapi yang dikatakan oleh ibunya memang benar, Xiau yu memang wanita baik-baik bahkan wanita itu masih suci saat dia tidur dengannya.
Michael mengangkat gelas kopinya dan pada saat itu matanya melihat Xiau yu melangkah ke arah mereka, entah mengapa istrinya tampak malu-malu saat bertatapan mata dengannya.
Michael kembali meletakkan gelasnya diatas meja dan segera bangkit berdiri untuk menghampiri istrinya.
"Pagi sayang." Michael mengecup bibir Xiau yu sejenak.
Xiau yu hanya mematung ditempatnya karena dia belum terbiasa dengan sikap Michael. Jika tidak ada ibu Michael saat ini mungkin sudah dia tendang pria itu.
"Selamat pagi mom." sapa Xiau yu kepada ibu mertuanya.
"Pagi sayang, bagaimana semalam?" goda Ellen.
Wajah Xiau yu langsung merah padam karena ibu mertuanya bertanya seperti itu sedangkan Ellen hanya terkekeh melihat menantunya.
Michael memandangi istrinya dan entah mengapa dia merasa Xiau Yu tampak manis, selama ini wanita yang dia kenal tidak pernah bertingkah seperti itu dan entah mengapa dia merasa Xiau Yu sedikit menggemaskan.
"Maaf sayang, mommy hanya menggodamu saja." ucap Ellen karena menantunya hanya menunduk saja dengan wajah yang merona.
Michael segera merangkul pinggang Xiau Yu dan membawanya kemeja makan, dia juga menarik sebuah kursi untuk istrinya bahkan mengambilkan makanan untuk istrinya juga.
Xiau Yu diam saja karena dia tahu, Michael melakukan hal seperti itu karena ada ibunya disana.
"Bagaimana sayang, apa anak ini berbuat kasar padamu semalam?" tanya ibu Michael.
Xiau yu menggeleng dan menundukkan kepalanya, dia benar-benar malu saat ini.
"Hentikan mom, kau membuatnya malu." kata Michael.
Ellen tertawa karena dia memang wanita yang homuris dan dia hanya ingin menggoda menantunya saja.
"Baiklah sayang, maafkan mommy. Aku hanya menggodamu saja tapi nak, mommy harap kamu bisa cepat hamil."
"Tenang saja mom, aku akan berusaha setiap malam." jawab Michael.
Xiau yu sangat kaget mendengarnya, setiap malam? Sungguh siksaan yang menakjubkan!
"Aku juga berharap begitu supaya sandiwara ini cepat selesai." katanya dalam hati karena dia sudah tidak sabar semuanya cepat berakhir agar dia bisa pergi dari rumah itu secepatnya dan memulai hidup baru.