Love Letter

Love Letter
Bertemu kembali



Setelah memakan waktu beberapa jam akhirnya Michael tiba di desa itu. Micahel melihat sekitar desa iyu dimana hanya ada kebun sayur yang terbentang luas dengan asri.


Saat dia tiba matahari sudah terbenam, para penduduk desa sudah tidak terlihat, hanya tampak beberapa orang yang ditugaskan oleh Ron untuk menjaga Xiau yu dari kejauhan.


Michael segera turun dari mobilnya dan berjalan dengan cepat menghampiri para bawahnyanya.


Para pria itu menunduk hormat saat melihat Ron dan Michael berjalan mendekati mereka.


"Taun, nyonya ada dirumah itu." kata salah seorang pria yang di tugaskan Ron dan menunjuk sebuah rumah yang tidak jauh dari sana.


Michael menatap rumah kecil yang barusan ditunjuk oleh bawahannya dan tidak ingin membuang waktu, dia segera melangkah mendekati rumah itu, rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya.


Saat tiba didepan pintu rumah yang dimaksud, Ron segera mengetuk pintu rumah itu perlahan.


Didalam rumah Xiau yu sedang beristirahat karena dia benar-benar lelah. Bibi Feng memintanya untuk segera pergi tidur karena khawatir akan kandungan Xiau yu. Saat itu bibi Feng sedang membawanya kekamar dengan hati-hati dan membantu Xiau yu membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


"Wanita malang, lihat kakimu yang membengkak" kata Bibi Feng sambil memijit kaki Xiau yu.


Xiau yu melihat kakinya dan tersenyum.


"Tidak apa-apa bi, hanya bengkak biasa."


"Haiz...kau ini, sudah aku katakan untuk tidak memaksakan diri." kata bibi Feng lagi.


Wanita paruh baya itu segera bangkit berdiri untuk mengambil minyak dan bermaksud menggosok kaki Xiau yu.


Tapi saat dia melangkah keluar terdengar suara ketukan dari arah pintu rumahnya, bibi Feng mengurungkan niatnya dan berjalan kearah pintu.


"Siapa yang datang jam segini?" tanyanya.


Bibi Feng segera membuka pintu rumahnya dan tampak seorang pria asing berwajah tampan sedang berdiri didepan rumahnya bersama dengan beberapa orang pria dibelaknagnya.


Bibi Feng menelan ludahnya dengan kasar, bukankah orang-orang yang berdiri dibelakang pria tampan itu adalah pria yang sedari pagi berada didekat rumahnya?


"Tuan-tuan, ada urusan apa mendatangi rumah saya?" Bibi Feng berusaha sopan walaupun sesungguhnya dia merasa sedikit takut.


"Apa istriku ada didalam?" tanya Michael tanpa basa basi.


Bibi Feng menatap Michael dengan bingung.


"Maksud anda apa tuan?" bibi Feng benar-benar tidak mengerti.


"Nyonya, apa Xiau yu ada didalam?" tanya Michael lagi.


Bibi Feng langsung mengerti dengan maksud pria tampan itu.


"Apa anda suami Xiau yu yang berselingkuh itu?" tanya bibi Feng kesal.


Michael tidak mengerti dengan pertanyaan wanita itu, setahunya dia tidak berselingkuh dan kenapa wanita paruh baya itu malah bertanya demikian? Apa Xiau yu menjelek-jelekkan dirinya di desa ini?


"Apa maksud nyonya?" tanya Ron yang sedari tadi berdiri di samping Michael.


"Pria ini telah berselingkuh dan menelantarkan istrinya yang sedang hamil muda!!" kata bibi Feng sambil menunjuk ke arah Michael.


"Nyonya, saya rasa ada sedikit kesalah pahaman disini. Bisa saya bertemu dengan istri saya dan membicarakan ini baik-baik?" kata Michael.


"Tidak, kau berandal, untuk apa kau menemuinya lagi!!" bibi Feng tampak marah.


Ron sangat marah mendengar ucapan bibi Feng, belum pernah ada yang berani menghina tuannya, apa wanita paruh baya itu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?


"Nyonya, sebaiknya jaga perkataan anda!!" kata Ron kesal.


Sedangkan didalam kamar, Xiau yu dapat mendengar keributan diluar, dia segera bangkit berdiri dan melangkah keluar kamar. Rumah bibi Feng sangat kecil dan lagi pula, jarak antara kamar dan pintu masuk tidaklah jauh sehingga dia dapat mendengar keributan diluar sana.


Xiau yu membuka pintu kamar dan melihat bibi Feng sedang bertengkar dengan beberapa orang didepan pintu.


"Bibi, ada apa?" tanyanya sambil mendekati bibi Feng.


Bibi Feng segera memutar tubuhnya dan pada saat itu, Xiau yu langsung diam ditempatnya saat melihat Ron dan Michael sedang berdiri disana.


"Xiau yu, kenapa kamu bangun?Bukankah sudah aku katakan kau harus beristirahat?" bibi Feng segera mendekatinya.


Xiau yu terlihat sangat pucat saat melihat Michael melangkah mengikuti bibi Feng untuk menghampirinya sedangkan bibi Feng melihatnya dengan khawatir.


Xiau yu menatap Michael yang sudah berdiri dihadapannya dan dia tidak tahu harus berbuat apa. Untuk apa Michael datang kesana?


Tanpa basa basi, Michael segera menarik tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat, rasa rindu selama tiga bulan yang dia pendam benar-benar dapat terobati saat istrinya sudah berada didalam pelukannya.


Xiau yu hanya diam ditempatnya tanpa berani membalas pelukan Michael.


"Ayo pulang kerumah denganku." ajak Michael.


Xiau yu mendorong tubuh Michael dengan sekuat tenaga, yiga bulan dia melarikan diri tapi sia-sia dan sekarang Michael memintanya untuk kembali.


"Tidak, aku tidak mau menjadi pengganggu diantara kau dan Jesica."


Michael menatap istrinya dengan heran.


"Ada apa dengan Jesica?" tanyanya.


"Bukankah Jesica sedang mengandung anakmu?"


"Kau salah paham, Jesica hanya menipuku." Michael memegangi tangan istrinya sedangkan Xiau yu tidak percaya mendengar perkataan Michael


"Kau bohong, kenapa Jesica harus melakukan itu?" katanya tidak percaya.


"Ceritanya panjang, akan aku ceritakan nanti tapi percayalah dan kembalilah padaku." pinta Michael.


Xiau yu menatap bibi Feng yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka. Bibi Feng mendekati Xiau Yu dan mengelus punggungnya dengan lembut.


"Kembalilah dengan suamimu, jangan sampai menyesal." katanya.


Xiau yu segera menarik tangannya dari genggaman tangan Michael dan memeluk bibi Feng.


"Maaf telah merepotkan bibi selama ini dan terima kasih telah mau menampungku."


Xiau yu menangis dipundak wanita itu, bagaimanapun dia sangat berhutang budi pada bibi Feng yang telah banyak membantunya.


"Jangan begitu, kau bisa datang lagi kapan-kapan. Aku akan membantumu membereskan barang-barangmu." kata Bibi Feng.


"Terima kasih bibi."


Bibi Feng tersenyum dan melepaskan pelukan mereka, dia juga mengusap wajah Xiau Yu dan berkata:


"Jagalah kandunganmu baik-baik." setelah berkata demikian wanita itu langsung masuk kedalam kamar untuk merapikan barang-barang milik Xiau yu.


Michael melihat perut istrinya, sedari tadi Xiau Yu terus mengelus perutnya dan rasanya dia sangat ingin menyentuh perut istrinya.


Tidak berapa lama bibi Feng keluar membawa barang-barang milik Xiau yu dan memberikannya kepada wanita itu.


Michael segera memerintahkan Ron untuk mengambil semua barang-barang milik istrinya.


"Pergilah dan jaga kesehatanmu." kata Bibi Feng.


Xiau yu menyeka air matanya yang mulai menetes, sebelum Ron membawa barangnya pergi Xiau yu segera mengambil tas tangannya. Dari dalam tas itu Xiau yu mengeluarkan sebuah atm dan kartu tabungan dan segera memberikan kedua benda itu untuk bibi Feng.


"Bibi, terima kasih sudah membantuku dan ini, aku harap bibi mau menerimanya."


"Jangan Xiau yu, kau bisa gunakan ini untuk keperluan bayimu nanti." tolak bibi Feng.


Xiau Yu menggeleng, memang rencananya uang itu ingin dia gunakan untuk persalinannya nanti, tapi memberikan uang itu untuk bibi Feng lebih tepat saat ini.


"Terimalah bi, aku memaksa." katanya.


Dengan berat hati Bibi Feng menerimanya dan Xiau yu menyebutkan beberapa angka untuk bibi Feng.


"Sampaikan rasa terima kasihku untuk para penduduk desa bibi." kata Xiau yu saat dirinya sudah melangkah keluar rumah.


Bibi Feng tersenyum dan mengangguk dan segera melambaikan tangannya.


Michael memeluk pinggang istrinya dan membawanya menuju ke mobil mereka tapi sebelum itu, Michael memerintahkan Ron untuk memberikan sesuatu untuk wanita paruh baya itu sebagai tanda terima kasih karena telah menjaga Xiau yu.


Hari sudah sangat gelap saat Xiau yu meninggalkan desa itu, Xiau yu membuang pandangannya dan melihat kearah kebun yang mulai tidak terluhat karena gelap.


Xiau yu memejamkan matanya sejenak, akhirnya dia kembali pada pria itu, setelah anaknya lahir apa Michael akan benar-benar menendangnya?