
Michael segera melepaskan pelukan jesika dan meninggalkan wanita itu begitu saja, dia segera melangkah dengan cepat menaiki akan tangga untuk menuju kamarnya karena dia ingin melihat apakah istrinya sudah bangun dari tidurnya?
Tidak biasanya istrinya bangun terlambat karena biasanya Xiau Yu sudah turun kebawah untuk berangkat bekerja.
Michael mendorong pintu kamarnya perlahan dan segera masuk kedalam tapi didalam sana dia tidak mendapati istrinya, Michael segera berjalan kearah kamar mandi karena dia mengira jika Xiau yu sedang mandi.
Tapi dia juga tidak mendapati Xiau yu didalam kamar mandi dan Michael segera berjalan keluar dari kamarnya.
Didalam hatinya mulai merasa tidak enak dan dia segera berjalan dengan cepat keruangan tempat biasa dia bekerja untuk melihat Cctv yang terpasang disetiap sudut rumahnya.
Michael menyalakan layar komputernya dan tampak kamera cctv menangkap sosok Xiau yu yang berdiri diam dianak tangga.
Sepertinya Xiau yu berdiri disana untuk mendengarkan pembicaraannya dengan Jesica. Michael terus menatap layar komputernya dan meihat Xiau yu tidak bergeming dari tempatnya.
Hanya terlihat gerakan kecil saat Xiau yu mengusap wajahnya, sepertinya istrinya sedang menangis tapi tidak lama kemudian, Xiau yu melangkah naik kembali kelantai atas dan tidak berapa lama, Xiau yu segera turun dengan perlahan-lahan membawa sebuah koper kecil dan keluar dari rumahnya.
Michael memukul meja dengan penuh emosi, kenapa Xiau yu selalu ingin melarikan diri darinya?
Dengan cepat Michael segera berjalan keluar dan berteriak marah.
"Ron! Bagaimana penjagaan rumah ini sehingga istriku bisa kabur!"
Pelayan pribadinya segera menghampiri Michael.
"Ada apa tuan?"
"Kau tanya ada apa? Apa kau tidak tahu istriku telah kabur!" bentak Michael.
Dia sangat marah pada pelayan pribadinya karena telah lalai menjaga keamanan rumahnya sehingga Xiau yu dapat kabur dengan mudah.
"Maaf tuan muda, akan segera saya selidiki." Ron segera berlalu pergi.
Saat mendengar itu, sebuah senyuman jahat menghiasi wajah Jesica.
"Bagus wanita itu kabur, jika dia tidak ada maka akan sulit bagi Michael untuk segera memiliki anak. Aku dan Alex pasti akan menang dalam pertarungan ini." ucapnya dalam hati.
Jesica merasa itu adalah kesempatan baik untuknya dan dia harus menemui Alex supaya mereka bisa menjalankan rencana mereka selanjutnya.
Jesica segera berjalan keluar dan menghampiri Michael dan berpura-pura memasang wajah cemas dihadapan Michael.
"Ada apa honey?" tanyanya pura-pura.
Michael melotot marah padanya, jika saja Jesica tidak datang dan mengatakan dia hamil maka Xiau yu tidak akan kabur darinya.
"Pergi dari rumahku!" bentaknya dengan kasar.
"Ada apa denganmu?" tanya Jesica heran.
"Jangan membuat aku mengulangi perkataanku!''
"Michael, aku sedang mengandung anakmu tapi kenapa kau begitu tega mengusirku?" teriak Jesica marah.
"Jesica, apa perlu aku meminta anak buahku untuk menyeretmu keluar?" tanya Michael dengan sinis.
Jesica menatap Michael dengan heran, pria ini benar-benar sudah berubah dan sepertinya Cinta Michael untuknya sudah mati.
Tapi Jesica tidak memikirkan hal itu lagi karena tujuan awalnya adalah membantu kekasih gelapnya untuk menghancurkan Michael.
Jesica mengepalkan tangannya dan berkata dalam hati:
"Tunggu saja, kau akan segera melihat mayat istrimu!"
"Baikkah, aku akan pergi! Tapi ingat Michael, anak yang aku kandung ini adalah anakmu dan kau tidak bisa menghindari itu." kata Jesica.
Setelah berkata demikain Jesica segera pergi dari rumah Michael.
Michael mengusap wajahnya, frustasi! Jika saja dia tidak seenaknya dan lebih memperhatikan Xiau yu mungkin Xiau yu masih bersama dengannya saat ini.
Michael segera mengambil ponselnya dan menghubungi pelayan pribadinya.
"Ron, aku ingin kau menyelidiki Jesica dan kali ini kau harus melakukannya dengan baik, jangan sampai ada kesalahan dan segera utus orang untuk mencari keberadaan istriku!" perintahnya.
Seharusnya dia berkata jujur pada istrinya bahwa dia mencintainya dan menjaga Xiau yu dengan baik tapi kini dia menyesali kebodohannya.
Sementara itu Xiau yu sudah meninggalkan kota itu dengan menaiki bis, dia tidak tahu akan pergi kemana tapi Xiau yu ingin pergi jauh dari kota itu.
Setelah beberapa jam menaiki bis akhirnya Xiau yu berhenti disebuah desa karena disitulah tempat perhentian bis yang ditumpanginya berakhir.
Xiau memandangi desa itu yang tampak damai, dia jadi teringat dengan kedua orang tuanya. Xiau yu memutuskan tidak kembali kerumah orang tuanya karena dia takut jika ayah dan ibunya tahu akan pernikahan palsunya.
Mereka pasti akan kecewa padanya dan akan merasa malu karena tindakannya. Xiau yu menarik nafasnya dalam-dalam, mungkin dengan kepergiaannya Michael bisa melupakannya dan hidup bahagia dengan Jesica.
Xiau yu duduk tdiam dihalte bis karena dia tidak tahu lagi harus pergi kemana dan hanya bisa melihat sekelilingnya. Disana hanya sebuah desa dengan lahan pertanian yang luas.
Xiau yu memegangi perutnya yang mulai terasa perih karena sejak pagi dia belum makan apa-apa dan masih terasa mual, Xiau yu merasa sungguh sial karena hari ini kondisinya kurang baik.
Akhirnya dia berjalan menghampiri sebuah rumah penduduk karena Xiau yu sudah merasa lelah duduk di halte dan merasa haus.
Dia mendekati rumah itu dan melihat sekelilingnya, tidak jauh darinya dia melihat seorang wanita paruh baya yang sedang mencabut rumput disamping rumah itu.
"Permisi nyonya, bolehkah saya minta air?" tanya Xiau yu dengan sopan.
Wanita itu segera menghentikan pekerjaannya dan melihat Xiau yu.
"Tentu saja, apa nona sedang tersesat?" tanyanya karena dia melihat Xiau yu sedang membawa sebuah koper.
"Ya nyonya, saya salah naik bis." kata Xiau yu berbohong.
Wanita paruh baya itu segera bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Xiau yu.
"Ya ampun, gadis yang malang. Ayo kemari, aku akan memberikanmu air"
Wanita itu mengajak Xiau yu masuk kedalam rumahnya .
"Terima kasih Nyonya." kata Xiau yu sambil menunduk hormat.
"Jangan panggil Nyonya, panggil saja aku bibi Feng." kata wanita itu.
Xiau yu mengangguk dan mengikuti bibi Feng masuk kedalam rumahnya, didalam sana bibi Feng segera menuangkan air untuk Xiau yu.
"Memangnya nona mau kemana bisa sampai kesasar kemari?" tanya bibi Feng.
"Panggil aku Xiau yu bibi, aku menaiki bis dan tertidur. Begitu aku terbangun ternyata sudah sampai disini." dustanya.
"Kapan bis akan lewat lagi bi?" tanyanya.
"Haizz...bis baru akan lewat lagi besok. Sebaiknya nona Xiau menginap semalam disini, tidak baik sendirian dihalte dan sepertinya wajah nona sangat pucat?"
"Terima kasih bi, hari ini aku belum makan apa-apa dari pagi karena perutku merasa mual dan saat aku ingin makan rasanya aku ingin muntah saat mencium aroma makanan itu." jelas Xiau yu.
Bibi Feng menatap Xiau yu dengan heran sedangkan Xiau Yu juga merasa heran ditatap penuh selidik oleh bibi Feng.
"Apa nona sudah menikah?" tanyanya.
Xiau yu sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan dari bibi Feng tapi akhirnya dia menganggukkan kepalanya.
"Aduh nona, dalam kondisi hamil tidak baik jalan sendirian. Memangnya suami nona kemana?" tanya Bibi Feng
Wajah Xiau yu langsung pucat saat mendengarnya.
"Apa bi? Hamil?" tanyanya tidak percaya.
"Benar nona, apa yang sedang di alami nona adalah gejala awal kehamilan. Sebaiknya nona menjaga kesehatan nona, aku akan segera mengambilkan makanan karena tidak baik untuk janin jika perut kita kosong." ucap bibi Feng.
"Bibi tahu dari mana?" tanya Xiau Yu karena dia tidak percaya.
"Aku sudah tua dan aku sudah pengalaman nona, aku punya tiga anak perempuan tentu aku tahu tapi mereka tidak tinggal disini lagi." setelah berkata demikian, bibi Feng segera pergi meninggalkan Xiau Yu untuk mengambil makanan.
Tangan Xiau yu bergetar dan segera memegangi perutnya, apa benar dia hamil? Jika memang demikian lalu bagaimana sekarang? Dan apa yang harus dia lakukan?
Xiau yu mulai bimbang, haruskah dia kembali kepada Michael dan mengatakan pada pria itu jika dia sedang mengandung anaknya?