Love Letter

Love Letter
Ancaman Jesica



Beberapa hari kemudian tampak Alex membawa Ellen Smith dan mengancam wanita itu. Alex menodongkan sebuah pistol dibelakang Ellen agar wanita itu mau mengikutinya.


Ellen bergetar ketakutan dan mengikuti Alex, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh adik iparnya tapi dia hanya bisa mengikutinya dan Alex membawa Ellen dengan ancaman kekota itu Tentu saja untuk menjadikan Ellen sebagai umpan supaya Xiau yu mau datang agar dia dapat menangkap wanita itu dengan mudah.


Hari itu cuaca begitu buruk seperti akan ada badai yang datang, seperti biasa setelah makan Michael membawa Xiau yu kedalam kamar dan memijat kaki istrinya dengan lembut.


Xiau yu bersandar di ujung ranjang sambil memperhatikan suaminya, dia tidak menyangka jika orang yang keras seperti Michael dapat bersikap dengan lembut saat bersamanya.


Michael mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Xiau yu dan pada saat itu, Xiau Yu segera menyembunyikan wajahnya yang merona karena kedapatan sedang memperhatikan suaminya.


"Apa pijatanku kurang enak?" tanya Michael.


"Tidak, bukan begitu."


"Apa ada yang sakit, sayang?"


"Tidak Michael, aku baik-baik saja jadi jangan khawatir. Terima kasih."


Michael menghentikan pijatannya dan duduk disamping Xiau Yu, dia juga merangkul pinggang istrinya agar istrinya dapat bersandar dibahunya.


"Jika ada yang sakit, kau harus segera mengatakannya padaku." ucapnya sambil mengelus kepala Xiau yu.


"Tentu Michael, jangan khawatir, aku baik-baik saja karena kau selalu menjagaku terima kasih." jawab Xiau yu.


Michael tersenyum dan membelai rambut istrinya sedangkan Xiau Yu memejamkan matanya, menikmati sentuhan jari jemari tangan suaminya dirambutnya.


"Jika kau lelah berbaringlah, aku akan memijat punggungmu."


"Hm, aku ingin kita seperti ini untuk sebentar saja." Xiau Yu melingkarkan tangannya kepinggang suaminya sedangkan sebuah senyum penuh kebahagiaan menghiasi wajah Michael.


"Sayang."


"Hm?" Xiau Yu mengangkat wajahnya dan pada saat itu, Michael mengecup bibirnya.


"I love you." dan dia Kembali mencium bibir istrinya.


Michael membaringkan tubuh Xiau Yu diatas ranjang dengan perlahan sambil mencium bibirnya. Mereka berciuman cukup lama dan setelah melepaskan bibir istrinya, Michael mencium wajah istrinya dan berbisik ditelinganya.


"Beristirahatlah sayang, aku akan menemanimu."


Xiau yu mengangguk dan memeluk suaminya dengan erat sedangkan tangan Michael mengusap punggung Xiau Yu dengan lembut.


Tidak lama kemudian, Xiau yu tampak sudah tertidur didalam pelukannya.


Michael tersenyum melihat istrinya dan sebelum beranjak dari atas ranjang, Michael mencium dahi Xiau Yu dan mengusap perut istrinya. Dia juga mencium perut istrinya dan pada saat itu, dia merasakan gerakan kecil dan itu adalah gerakan kaki anaknya.


Michael tampak senang dan kembali mengelus perut istrinya, dia seperti itu cukup lama dan dirasa sudah cukup, Michael kembali mencium dahi istrinya dan segera menarik selimut untuk menutupi tubuh Xiau yu dan setelah itu Michael bangkit berdiri meninggalkan Xiau yu yang sudah terlelap.


Dia segera melangkah keluar dan menutup pintu kamar itu dengan perlahan dan didepan kamarnya tampak Ron sudah menantinya dengan wajah cemas.


"Tuan, ada kabar tidak baik." kata Ron.


Michael menatap Ron yang tampak khawatir.


"Ada apa?" tanyanya.


"Baru saja saya dapat laporan dari Australia, nyonya besar sudah dua hari tidak ada dirumah." kata Ron dengan nada cemas


RahangvMichael mengeras, pria itu segera berlari keruang kerjanya untuk menghubungi pelayan pribadi ibunya dan tentu saja Ron mengikutinya.


Pelayan itu mengatakan bahwa ibunya sudah dua hari tidak kembali saat pergi bersama pamannya. Michael mengepalkan tangannya, marah!


Michael mengira jika Pamannya tidak akan pernah menyakiti ibunya dan disaat dia begitu sibuk menjaga Xiau yu dia malah melupakan keselamatan ibunya.


Michael memukul meja kerjanya dengan kencang dan tampak kekhawatiran tersirat dari matanya.


"Tuan, apa kita perlu mengutus orang untuk mencari nyonya besar?" tanya Ron.


"Utus orang handal dan perketat penjagaan rumah, sepertinya paman mulai bertindak." perintahnya.


Ron mengangguk dan segera undur diri, dia tahu jika saat ini Michael sangat khawatir dengan keselamatan ibunya.


Michael segera kembali ke kamarnya dan ikut berbaring dengan istrinya, dia hanya berbaring memeluk Xiau yu dari belakang dan mengelus lembut perut istrinya.


Dia berusaha memejamkan matanya tapi terasa sulit karena saat ini dia sangat mengkhawatirkan akan ibunya, sungguh dia khawatir jika pamannya sampai berani menyakiti ibunya.


Xiau yu tersadar saat merasakan gerakan diperutnya dan segera membalikkan tubuhnya dan memeluk Michael.


"Kenapa belum tidur?" tanyanya.


"Maaf membangunkanmu sayang." Michael mengelus ujung kepala istrinya.


"Sebaiknya segera tidur karena ini sudah malam."


Michael hanya tersenyum sedangkan tangannya terus mengelus kepala istrinya sampai istrinya kembali tertidur.


Michael memeluk tubuh istrinya dengan erat, ibunya telah ditangkap dan dia tidak akan membiarkan pamannya menangkap Xiau yu juga.


Walaupun khawatir, Michael memejamkan matanya dan tidur disamping istrinya dan pada keesokkan paginya Xiau yu terbangun sendiri dan tidak mendapati suaminya disisinya.


Setelah membersihkan dirinya Xiau yu segera turun kebawah, dia mengira jika Michael sedang berada diruang makan tapi dia tidak mendapati siapa-Siapa di sana.


Xiau yu menanti Michael hingga siang tapi siamnya tidak juga kembali, dia jadi bertanya pada para pelayan tapi mereka juga tidak tahu, mereka cuma mengatakan jika Michael pergi dengan terburu-buru bersama pengurus Ron pagi itu.


Saat telephone berdering Xiau yu segera menerimanya dengan cepat, dia pikir jika itu dari Michael.


"Michael?" tanyanya saat dia telah mengangkat telephone itu.


"Sayangnya bukan!" terdengar suara seorang perempuan diseberang sana yang adalah Jesica.


"Jesica, ada urusan apa kau menelphone kemari?" tanyanya.


"Wah nyonya Smith, kau terlalu sombong! Apa kau tidak ingin bertemu dengan ibu mertuamu?" tanya Jesica.


"Apa maksudmu?" tanyanya heran.


"Segera datang ke jalan XX dalam waktu tiga puluh menit, jika kau terlambat sedikit saja maka aku akan segera mengirimkan mayat ibu mertuamu padamu." kata Jesica mengancam.


Xiau yu menelan ludahnya dengan kasar, jangan sampai ibu mertuanya celaka.


"Baiklah, aku akan segera kesana."


"Bagus dan ingat, aku ingin kau datang sendiri dan jika kau berani mengatakan hal ini pada Michael maka aku tidak akan ragu untuk membunuh ibu mertuamu!" kata Jesica lagi.


Setelah mengatakan itu Jesica segera mematikan sambungan telephone itu.


Xiau yu segera bergegas naik kekamarnya dan mengambil tasnya, ibu mertuanya sedang terancam dan dia tidak bisa mengatakan pada siapapun karena nyawa ibu mertuanya yang menjadi taruhan.


Para pelayan dan penjaga mencegah kepergian Xiau yu tapi wanita itu berbohong jika dia pergi sebentar saja karena Michael memintanya untuk menemuinya.


Mereka percaya dan membiarkan Xiau yu pergi dan Xiau yu segera menyetop sebuah taxi untuk menuju kealamat yang telah Jesica berikan. Dia harus bergegas untuk menyelematkan ibu mertuanya dari tangan Jesica dan dia harap dia tidak terlambat.