Love is Back

Love is Back
Episode 8



“Nyonya...?” kening Jordan jadi berkerut ketika mendengar gumaman dari Niken.


Kelly yang sedari tadi hanya diam saja, tiba-tiba langsung merampas ponselnya dari tangan Niken dengan cepat, sehingga membuat Niken dan Jordan tampak terkejut.


“Bisakah, kalian berdua tinggalkan aku sendiri sebentar?” pinta Kelly kepada mereka berdua dengan nada yang terdengar sangat datar.


Niken dan Jordan yang mendengar perintah dari Kelly langsung keluar begitu saja tanpa berkata apa-apa kepada gadis itu, walaupun mereka terlihat sangat penasaran.


Setelah dipastikan kedua orang yang menunggunya keluar dari ruangan itu, Kelly pun langsung mengangkat panggilan.


“Halo, mama. Apa kabar? ada apa menelpon diriku?”


**********


Setengah jam kemudian, sesuai dengan janjinya yang diucapkan Daven, akhirnya wanita itu pun sampai dirumah sakit yang disebutkan oleh Niken saat ditelpon tadi.


“Niken, kenapa kau diluar? siapa yang menjaga Kelly didalam?” tanya Daven yang baru sampai dengan rasa penasaran.


“Tadi Kelly sedang mengangkat telpon penting, jadi dia menyuruh ku keluar!” ucap Niken kepada Daven.


“Sepenting apa telpon itu, kenapa dia mau berbicara sedangkan dengan kau tidak?” tanya Daven lagi.


“Aku juga tidak tahu, mungkin saja itu telpon yang sangat penting sekali baginya!” ujar Niken lagi.


“Oh...” ucap Daven.


‘Untuk apa nyonya menelpon Kelly? dan untuk apa juga tadi dia menyuruhku dan Jordan keluar?’ batin Niken sangat penasaran.


“Eh... Niken, ayo kita masuk” ucap Daven sambil menerobos masuk ke ruang perawatan Kelly.


Niken pun langsung mengikuti Daven untuk masuk ke ruang perawatan Kelly, tapi saat mereka masuk, mereka tidak menemukan Kelly di ranjang rumah sakit dan Niken melihat jendela kamar perawatan itu terbuka, Niken dan Daven pun langsung terlihat panik.


“Kelly....”


“Kelly, kau ada dimana?”


Niken dan Daven saling berteriak, mereka mulai mencari Kelly di koridor dan bertanya kepada beberapa perawat, bahkan mereka sampai mencari ke taman di rumah sakit itu. Mereka tetap tidak menemukan Kelly.


*********


Sedangkan di suatu cafe, Kelly sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Sepuluh menit yang lalu, setelah dia mengakhiri telponnya dengan orang disebutnya mama, tiba-tiba ponselnya berdering lagi, sehingga Kelly tampak heran darimana semua orang tahu nomor telpon dirinya yang baru. Setelah mendapat panggilan dari orang itu, akhirnya dia melarikan diri dari rumah sakit untuk menemuinya.


“Paman Halim Lincoln, sudah lama tidak bertemu. Aku kira paman melupakan ku!” ucap Kelly kepada orang yang ada dihadapannya itu.


“Bagaimana aku bisa melupakan mu? dasar anak nakal, apa kau tidak tahu selama ini paman selalu mencari dirimu?” ucap pria itu yang kira-kira berumur empat puluh tahun.


“Maaf, paman. Tujuh tahun ini, aku dan Jordan pergi tanpa memberi kabar mu, sehingga kami membuat mu khawatir!” ucap Kelly dengan nada sopan.


“Hemm.. baiklah, paman akan memaafkan dirimu. Bagaimana kabar mu dengan adik kesayangan mu itu?” tanya Halim dengan tersenyum lembut.


“Aku dan Jordan baik-baik saja paman. Oh ya, terima kasih karena dulu paman selalu menjaga Jordan. Tapi aku malah tidak tahu balas budi, sehingga membawa adik ku pergi bersama ku ke Amerika” ujar Kelly dengan rasa tulus.


“Tidak apa-apa” ujar Halim sambil meminum kopi di cangkirnya.


Tiba-tiba ponsel Kelly berdering, rupanya itu panggilan video dari Niken. Kelly pun merasa bersalah kepada Niken, karena dia kabur begitu saja dari rumah sakit, pasti dia sekarang sangat khawatir mencari dirinya.


“Paman, maaf. Apa aku boleh mengangkat panggilan video dari teman ku?” tanya Kelly kepada Halim dengan sopan.


“Kelly, kau ada dimana?” ucap Niken dengan nada khawatir ketika Kelly mengangkat panggilan videonya.


“Niken, aku sedang bersama paman ku di cafe. Aku baik-baik saja kau tidak usah khawatir!” ujar Kelly dengan santai seakan tidak berdosa.


“Apa..? katakan kau ada dimana? biar aku dan Daven menyusul dirimu!” ucap Niken dengan nada yang masih khawatir.


“Eh.... tidak usah. Kalian tidak usah kemari, sebentar lagi aku juga akan pergi, lagi pula aku punya urusan yang penting dengan paman ku!” ujar Kelly melarang mereka.


“Baiklah, aku akhiri panggilannya sekarang ya? masih ada hal penting!” ucap Kelly lagi dan dia langsung mengakhiri panggilan video itu.


Kelly sebenarnya merasa tidak tega untuk mengakhiri panggilan itu ketika mendengar nada bicara Niken yang benar-benar khawatir, tapi dia tidak bisa membiarkan pamannya itu merasa curiga kepada dirinya jika dia memiliki penyakit mematikan yang dialami oleh ibunya dulu.


“Maaf paman, membuat paman menunggu!” ucap Kelly sambil senyum lembut.


“Tidak masalah” ujar Halim seraya membalas senyuman Kelly.


“Oh ya, dulu kenapa kau pergi ke Amerika? bukankah dulu kau baru saja menjadi artis yang sedang naik daun?” tanya Halim sangat penasaran.


Kelly terdiam mendengar pertanyaan dari Halim, dia berpura-pura meminum jusnya untuk berusaha menenangkan diri sambil berusaha berpikir untuk mencari alasan yang bisa diterima oleh pamannya itu.


“Du-dulu aku pergi karena ada tawaran bagus untuk syuting di Amerika, paman!” ucap Kelly dengan nada ragu-ragu.


“Benarkah? kau mendapat tawaran syuting untuk film apa?” tanya Halim dengan tatapan menyelidik kepada Kelly.


Kelly langsung diam lagi, dia berpikir lagi apa jawaban yang harus diberikan kepada pamannya kali ini. Tidak mungkin juga dia menjawab dengan asal-asalan tentang judul film, karena pamannya itu bisa menyelidiki.


“Kenapa kau diam?” tanya Halim membuyarkan pikiran Kelly.


“E-ehm i-itu, aku lupa judulnya filmnya paman. Lagi pula syutingnya juga dibatalkan, karena menurut sutradaranya cerita film itu tidak menarik, jadi mereka memutuskan untuk membatalkan syuting” jawab Kelly terbata-bata seraya tersenyum canggung.


“Oh... benarkah?” Halim masih tidak yakin.


“Benar paman” jawab Kelly singkat dengan nada meyakinkan Halim.


“Jika benar begitu, kenapa kau tidak langsung kembali setelah syutingnya dibatalkan? kenapa kau menetap disana selama tujuh tahun?” tanya Halim lagi masih dengan tatapan menyelidik.


“Itu karena aku dan Jordan sangat senang tinggal disana, jadi aku tidak langsung kembali” jawab Kelly berusaha meyakinkan Halim agar tidak curiga.


Halim yang mendengar jawaban Kelly seperti itu akhirnya dia menyerah untuk bertanya lagi, sedangkan Kelly menghela nafas lega dengan pelan, akhirnya pamannya itu tidak bertanya lagi kepadanya. Halim pun memberikan selembar dokumen kepada Kelly, sehingga kening Kelly pun tampak berkerut karena merasa heran.


“Apa ini paman?” tanya Kelly.


“Ini adalah beberapa adegan yang akan di audisi kan oleh J entertainment” jawab Halim.


Lagi-lagi kening Kelly berkerut, dia berpikir bagaimana Halim bisa tahu jika J entertainment mengadakan audisi?


“Aku adalah penanggung jawab audisi di J entertainment, dan tadi pagi aku menyuruh seseorang untuk mengantar surat panggilan audisi ke apartemen mu” kata Halim menjawab kebingungan Kelly.


“Hah... paman bekerja di perusahaan itu? dan paman juga yang mengirimkan surat panggilan audisi J entertainment? tapi dari mana paman tahu tempat tinggal ku? apa paman--”


“Iya... iya. Paman mengutus seseorang, saat itu ketika paman mendengar kabar bahwa kau kembali, paman membayar seseorang untuk mengikuti dirimu dan paman juga menyuruh orang itu untuk meretas telpon mu!” jawab Halim dengan gampangnya.


‘Gawat, hari ini paman menelpon saat aku ada dirumah sakit. Apa dia juga sudah tahu?’ batin Kelly merasa panik.


“Sudahlah, hari ini cukup pembicaraannya. Ayo paman antar kau pulang, lagi pula teman mu saat ditelpon tadi benar-benar terdengar khawatir!” kata Halim sambil tersenyum kepada Kelly. Kelly pun menyetujui ajakan dari Halim dan akhirnya mereka pun pergi dari cafe itu.