Love is Back

Love is Back
Lebih sesak dari pada penyakit asma



Olive duduk dengan berhadapan semangkuk mie dengan toping telur dua.


"Kenapa tidak dimakan." Tanya Ando yang baru saja duduk disamping gadis yang masih menatap mangkuk berisi mie itu.


"Apa tidak salah memberiku makan seperti ini." Olive menatap wajah Ando yang tersenyum tipis.


"Ini namanya mie telur spesial dua." Ucap Ando dengan tersenyum.


Olive mengernyit heran. "Tapi aku tidak makan sebanyak ini kak." Ucap Olive dengan menatap mangkuk penuh mie dan telur itu.


"Siapa bilang kamu sendiri yang akan menghabiskannya sendiri." Ando menarik mangkuk didepan Olive hingga bergeser didepanya. "Sekarang satu mangkuk berdua, lain kali satu ranjang berdua."


Bluss


Pipi Olive langsung merona, dengan bibir yang mengulas senyum malu, apalagi bayangan aksi panas keduanya tadi berkelebat di dalam otaknya.


Ando yang melihat pipi Olive bersemu merah terseyum menyeringai, membuatnya gemas.


Cup


Olive membulatkan kedua matanya saat pipinya dicium pria mesum yang duduk disampingnya.


"Tidak usah malu-malu, aku sudah melihat setengah bagian tubuhmu." Ucap Ando dengan menyiapkan satu sendok mie kedalam mulutnya.


"Kak.."


Bugh


Olive yang malu, reflek memukul lengan Ando kuat, hingga membuat Ando tersedak karena makanan yang baru masuk kedalam mulutnya.


Uhuk...uhuk..


"Ya ampun, minum Kak." Olive yang panik langsung menyodorkan gelas berisi air putih didepanya, dan Ando langsung meraihnya, hingga membuat Olive tanpa sengaja melihat cincin melingkar dijari manis pria itu.


Entah mengapa dada Olive tiba-tiba bergemuruh, dengan napas yang sesak, jika cincin melingkar di jari manis itu berarti pria disampingnya sudah bertunangan.


"Kau hampir saja membunuhku." Pekik Ando yang sudah menelan air satu gelas untuk melancarkan tenggorokannya yang tersedak.


Mendadak Olive menunduk, dengan perasaan yang entah mengapa menjadi galau.


"Maaf kak." Cicit Olive dengan wajah menunduk.


Ando mencoba mengatur napasnya, dengan teratur tatapannya menatap Olive yang menunduk.


"Makanlah katanya kau lapar." Ucap Ando yang menyadari perkataanya yang keras.


"Aku mau pulang kak." Olive beranjak dari duduknya dan ingin pergi tapi tangannya, dicekal oleh Ando. "Maaf kalau aku tadi membentak mu." Ucap Ando menatap wajah Olive yang juga sedang menatapnya.


"Tidak apa kak, aku juga minta maaf sudah membuatmu tersedak." Ucap Olive langsung diangguki oleh Ando.


"Sekarang duduklah, makan dulu mie buatan ku." Ando terseyum, menyuruh Olive untuk duduk.


"Tidak kak, aku pulang saja. Lagian tidak enak berada di apartemen dengan pria yang sudah bertunangan." Ucap Olive dengan wajah masam. Entah apa yang merasuki hatinya hingga membuatnya terasa sesak saat tahu pria yang baru saja melihat tubuhnya bagian atas sudah memiliki tunagan, itu berarti dirinya hanya untuk dicicipi saja.


Ando menatap jemarinya yang terpasang cincin tadi pagi, dan dia melupakan jika dirinya sudah memiliki tunagan.


"Olive aku_"


"Tidak apa kak, aku bisa pulang sendiri, lagian mobil papa juga sudah selesai diperbaiki, dan beliau akan menjemputku didepan." Olive terseyum tipis, dan meninggalkan Ando yang hanya diam menatap punggung Olive yang dibaluti jaket yang tadi dipakai.


"Ck, sial!" Ando memukul meja makan dengan kepalan tangannya, entahlah melihat wajah Olive yang sepertinya kecewa membuatnya merasa bersalah.


Olive keluar dari flat Ando dengan menahan tangis, gadis polos dalam urusan pria itu kini sudah merasakan sakit hati padahal tidak memiliki kekasih.


"Ya Tuhan, aku tidak mau memiliki pacar, rasanya lebih sesak dari pada mengidap pernyakit asma." ucapnya sambil mengusap air matanya yang sudah jatuh, dan memasuki pintu lift untuk membawanya ke lobby.