
Jason Mraz pun telah sampai dirumahnya dan dia langsung melempar barang-barang yang tidak jauh dari jangkauannya ketika mengingat kembali perkataan dari Kelly.
Para pelayan sangat ketakutan ketika melihat Jason melempar semua barang-barang, Joe yang kala itu mendengar keributan langsung menghampiri Jason dan menyadarkan dirinya dengan sebuah tamparan keras di wajah Jason.
“Apa yang kau lakukan? kenapa kau menampar ku?” bentak Jason sangat marah kepada Joe.
“Aku yang seharusnya bertanya kepada mu, apa yang sedang kau lakukan?” Joe tidak kalah marah dari Jason.
Jason tidak menjawab pertanyaan dari Joe, melainkan dia menatap pria itu dengan tatapan tajam dan setelah itu dia langsung menuju ke ruangan kerjanya.
Joe berdecak sangat kesal, karena dia melihat lagi sikap Jason yang seperti itu, akhirnya dia menelpon seseorang untuk menyelidiki apa sebenarnya terjadi.
********
Sedangkan di suatu rumah sakit, Niken dan Jordan terlihat sangat khawatir sekali dengan keadaan Kelly. Jordan berulang kali mengutuk dirinya sendiri, andai saja dia tidak menuruti keinginan Kelly untuk pergi, mungkin saja kakaknya itu tidak akan dirumah sakit sekarang. Dokter pun keluar dari ruangan dimana Kelly dirawat, Niken dan Jordan langsung menghampiri dokter tersebut.
“Dokter, bagaimana keadaannya?” tanya Niken sangat khawatir.
“Untuk saat ini dia baik-baik saja. Dia mengalami sesak nafas dan pusing karena emosi yang tidak stabil sehingga dia bisa pingsan. Lain kali tolong jaga emosinya, apalagi untuk penderita kanker seperti dirinya itu!” dokter itu menjelaskan.
Jordan dan Niken hanya mengangguk mendengar perkataan dari dokter itu, dokter pun langsung pergi untuk melanjutkan tugasnya, sedangkan Niken dan Jordan masuk ke ruangan Kelly untuk melihat kondisi gadis itu.
“Kakak, maaf. Seharusnya aku tidak mengikuti perintah mu tadi untuk meninggalkan dirimu!” ujar Jordan sambil menatap Kelly yang belum sadar.
“Sudahlah Jordan. Dari tadi kau selalu mengatakan hal seperti itu kepada dirimu sendiri, bersyukur Kelly baik-baik saja dan penyakitnya tidak semakin parah!” ucap Niken sambil menepuk pundak adik temannya itu.
“Tapi Niken--”
“Sudahlah, aku tidak ingin banyak bicara dengan mu. Aku ingin ke swalayan sebentar untuk membeli beberapa makanan, kau disini saja temani kakak mu!” ucap Niken lagi memotong perkataan Jordan.
“Baiklah, kalau begitu tolong belikan aku coklat. Aku ingin memberikannya kepada kakak!” pinta Jordan kepada Niken sambil memasang senyuman manis.
“Baiklah” ujar Niken dan setelah itu dia pergi dari ruang perawatan Kelly.
*********
Di kediaman Jason Mraz, kamar pribadi milik Jason benar-benar terlihat sangat berantakan sekali, beberapa botol anggur tergeletak kosong karena sudah di minum habis oleh Jason.
“Kelly, kenapa kau begitu kejam kepada ku?”
“Selama ini aku mencintai dirimu dengan begitu tulus. Aku selalu menunggu kedatangan mu seperti orang gila, namun tidak disangka kau benar-benar pergi meninggalkan diriku”
Jason berbicara dengan keadaan mabuk berat walaupun sudah mabuk seperti itu, dia masih terus meminum beberapa botol anggur lagi. Kali ini Jason benar-benar terlihat persis seperti orang yang tidak waras, kadang merasa sedih dan kadang tertawa tidak jelas ketika mengingat perkataan dari Kelly.
Joe yang ada berada di luar kamar Jason masih terus berpikir dan menunggu telpon dari seseorang untuk mengetahui kenapa Jason berubah menjadi seperti itu lagi.
Tiga menit kemudian akhirnya ponsel milik Joe berdering, dia sangat berharap yang menelpon dirinya saat ini adalah orang suruhannya, tapi ternyata salah yang menelpon dirinya saat ini adalah nyonya besarnya, yaitu ibu dari Jason. Joe pun mengangkat telpon dari nyonya Mraz dengan ragu-ragu.
“Iya halo nyonya Mraz” ucap Joe dengan nada tenang.
Joe tanpa kebingungan untuk mencari alasan “Nyonya Mraz, untuk saat ini tuan Jason sangat sibuk dengan urusan di J entertainment” ucap Joe dengan nada yang sangat ragu-ragu.
“Benarkah? apa kau tidak sedang berbohong kepada ku?” tanya ibu Jason merasa tidak puas dengan jawaban Joe.
“Yang aku katakan benar nyonya. Begini saja, jika tuan sudah tidak sibuk lagi, aku akan memberitahu dirinya bahwa nyonya menelpon!” ucap Joe meyakinkan.
“Baiklah, beritahu kepadanya untuk menelpon ku kembali!” ucap ibu Jason dan setelah itu dia mengakhiri panggilannya.
Joe pun langsung menghela nafas lega, untung saja nyonya besarnya itu tidak begitu mencurigai dirinya dan tidak banyak bertanya tentang Jason. Jika nyonya besarnya itu tahu apa yang terjadi dengan putranya sekarang, dia pasti akan langsung memesan tiket dari Amerika untuk kembali ke China saat itu juga.
“Jason, buka pintunya! ingin sampai kapan kau akan seperti ini?” teriak Joe sambil menggedor-gedor pintu kamar Jason.
“Aku akan seperti ini, sampai dia kembali kepada ku. Sampai dia kembali kepada ku, jika dia sudah kembali kepada ku, aku tidak akan membiarkannya pergi kemana pun!” ucap Jason yang masih dalam keadaan mabuk berat.
Joe yang ada di luar kamar tentu saja tidak mendengar ucapan Jason yang sedang mabuk di dalam. Akhirnya Joe mendobrak pintu kamar Jason, dia tidak peduli jika nantinya Jason akan memarahi dirinya atau memecat dirinya sebagai seorang asisten ataupun teman baiknya, karena di dalam hatinya dia tidak ingin melihat Jason seperti dulu lagi.
**********
Sedangkan di rumah sakit, Kelly terlihat sudah sadar tapi sepertinya jiwanya belum kembali kepada tubuhnya. Sejak tadi Niken dan Jordan mencoba berbicara kepada dirinya, tapi tidak ada respon dari Kelly.
“Niken, apa yang harus kita lakukan?” tanya Jordan kepada Niken, dia sangat khawatir karena Kelly tidak mau bicara.
“Aku juga tidak tahu” ucap Niken merasa sangat kebingungan.
“Oh ya, bagaimana kalau kita panggil teman mu itu saja. Mungkin saja kakak mau berbicara kepadanya!” Jordan memberikan idenya.
“Tidak... tidak.. Kelly meminta ku untuk tidak memberitahu identitas dirimu kepada siapapun, termasuk Daven!” ucap Niken menolak ide Jordan.
“Kau tenang saja, aku juga tahu itu. Nanti setelah teman kalian datang, aku akan langsung pergi sehingga teman kalian tidak tahu!” ucap Jordan.
“Benar juga ya! ya sudah baiklah, aku akan menelpon Daven terlebih dahulu” ucap Niken sambil mengambil ponselnya.
Niken pun menelpon Daven dan memberitahu temannya itu bahwa Kelly sedang ada dirumah sakit, Daven pun agak terkejut baru tiga jam yang lalu Kelly datang kerumahnya dan sekarang dia ada dirumah sakit. Akhirnya Daven pun mengatakan dia akan datang ke rumah sakit yang telah disebutkan oleh Niken dalam waktu setengah jam.
Setelah Niken mengakhiri panggilannya dengan Daven, tiba-tiba ponsel milik Kelly berdering. Niken pun mengambil ponsel milik sahabatnya itu, tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa yang menghubungi atasannya itu, Jordan yang melihat ekspresi dari Niken pun jadi heran.
“Siapa yang menelpon kakak, Niken?” tanya Jordan penasaran.
“Nyonya...!” gumam Niken.
“Nyonya...?” kening Jordan jadi berkerut ketika mendengar gumaman dari Niken.
.
.
.