Love is Back

Love is Back
Episode 5



Daven pun mempersilahkan para tamunya untuk duduk dan dia menyajikan minuman untuk kedua tamu sekaligus sahabat dan teman dekatnya itu.


“Sekarang coba kau ceritakan kepada ku Miss K, kenapa kau tujuh tahun lalu tiba-tiba hilang? bahkan Jason saja tidak tahu keberadaan mu dimana? dan kau Niken, kenapa kau tidak mengabari ku jika kau ikut pergi bersama artis kita ini?” kata Daven kepada mereka berdua dengan penuh tanda tanya sekaligus heran.


“Maaf, Daven. Dulu aku benar-benar tidak tahu situasinya akan seperti itu” ujar Kelly dengan nada kesedihan.


“Iya Daven, aku juga tidak berniat untuk tidak mengabari dirimu. Dulu saat aku mendengar Kelly akan pergi ke Amerika, aku langsung menyusulnya ke bandara dan aku memintanya untuk membawa diriku!” sambung Niken.


“Aiyo... coba kalian ceritakan dari awal kenapa kalian pergi ke Amerika secara tiba-tiba seperti itu?” tanya Daven lagi dengan nada penuh pemaksaan.


“Baiklah, aku ceritakan kepada mu. Tapi kau tidak boleh menceritakan hal ini kepada siapapun, termasuk--- jika kau bertemu dengan Jason!” pinta Kelly dengan nada yang sangat berat.


“Kenapa kau tidak ingin Jason tahu?” tanya Daven lagi tidak mengerti akan jalan pikiran dari sahabatnya itu.


“Jika kau ingin tahu kenapa aku tujuh tahun lalu pergi, maka berjanjilah kau tidak akan memberitahu dirinya. Jika kau tidak mau berjanji, maka aku tidak akan menceritakan kepada dirimu!” ucap Kelly penuh pemaksaan.


Daven pun sejenak terdiam dan berpikir kenapa Kelly tidak mau sampai Jason tahu penyebab dirinya pergi tujuh tahun lalu, padahal selama tujuh tahun ini pria itu selalu menunggu kehadiran dirinya.


“Baiklah, aku berjanji!” ucap Daven dengan rasa ragu-ragu.


“Aku harap kau akan memegang janji mu” ucap Kelly.


“Sekarang cepat ceritakan” ujar Daven sangat tidak sabar sekali.


“Tujuh tahun lalu, aku divonis memiliki penyakit kanker stadium dua oleh dokter” Kelly memulai ceritanya dengan mengingat perkataan dokter bahwa dirinya mengidap penyakit mematikan itu.


“Apa kanker stadium dua?” Daven terkejut begitu pula dengan Roni yang dari tadi ternyata sudah ada di belakang Daven.


“Iya, aku pergi ke Amerika karena aku berharap untuk mengobati penyakit ku!” ujar Kelly dengan tatapan sendu.


“Kenapa kau tidak memberitahu kami tentang hal itu?” ujar Roni heran.


“Saat itu aku tiba-tiba pergi tanpa memberitahu kalian semua, karena aku tidak ingin membuat kalian tahu dan mengkhawatirkan diriku!” ucap Kelly sambil tersenyum tapi di dalamnya senyuman tampak kesedihan.


“Niken, kau tahu bahwa Kelly akan pergi karena penyakit ini, tapi kenapa kau tidak menghubungi kami?” ucap Daven kepada Niken dengan nada kesal.


“Saat Niken mengejar ku ke bandara, dia belum tahu tentang penyakit ku” Kelly menjawab pertanyaan dari Daven.


Roni dan Daven hanya bisa menghembuskan nafas kasar karena orang yang dianggap sahabatnya itu menyembunyikan hal sebesar itu dari mereka semua.


“Lalu semenjak kalian di Amerika kalian tinggal dimana?” tanya Roni agak khawatir.


“Iya benar, apalagi dulu saat kau pergi ke Amerika kau sedang menjadi artis yang baru naik daun. Dan waktu itu aku mendengar di di televisi bahwa saat kau kembali ke China, kau menggandeng seorang pria. Apa kau tinggal bersama daddy sugar selama di Amerika?” tanya Daven sangat penasaran sekali.


Kelly tidak langsung menjawab pertanyaan dari Daven, melainkan dia menatap Niken dan memberi kode kepada gadis itu agar membantunya mencarikan alasan, karena selama ini tidak ada yang tahu bahwa Kelly mempunyai seorang adik laki-laki.


“Daven, apa yang kau katakan? apa Kelly wanita yang seperti itu di mata mu?” ujar Niken dengan nada berpura-pura memarahi Daven karena pertanyaannya itu.


“Maaf, bukan maksud ku berkata seperti itu. Tapi kan di televisi mengatakan jika kau--”


“Sejak kapan kau percaya dengan rumor artis di televisi, hah?” Niken memotong pembicaraan Daven, karena seingat dirinya Daven tidak pernah percaya dengan rumor para selebriti.


“Sudah cukup cerita tentang diriku. Sekarang giliran kalian menceritakan kepada kami!” ujar Kelly meminta Daven dan Roni bergiliran cerita.


“Cerita? memangnya kami memiliki cerita apa?” tanya Daven tidak mengerti.


Niken dan Kelly hanya bisa diam sambil menatap mereka berdua untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua. Roni dan Daven benar-benar tidak mengerti dengan tatapan mereka berdua sehingga Roni memutuskan untuk berbicara.


“Kelly, jika kau punya pertanyaan kepada kami lebih baik tanyakan saja, jangan membuat kita bingung!” ujar Roni.


“Baiklah kalau kalian tidak mengerti, kalian harus menjawab semua pertanyaan ku. Pertama, Daven sejak kapan kau pernah melanggar perkataan mu? Kedua, Roni bukankah kau bilang tidak pernah mencintai Daven saat SMA? Ketiga, kapan kalian menikah? dan kenapa kalian tidak pernah memberitahu diriku? sejak kapan kalian membohongi diriku?” ucap Kelly dengan nada yang terdengar kesal.


Daven dan Roni tidak langsung menjawab pertanyaan dari Kelly yang penuh ingin tahu itu, melainkan Daven dan Roni saling berpandangan sambil tersenyum canggung. Kelly dan Niken masih menatap mereka berdua dengan wajah yang sangat ingin tahu sekali. Berani sekali Daven selama tiga tahun di SMA membohongi mereka berdua, bahkan sekarang dia masih terlihat menutupi pernikahannya dengan Roni.


“Kelly, kami--”


Baru saja Daven ingin bicara, tiba-tiba saja ponsel milik Kelly berbunyi. Kelly pun langsung mengambil ponselnya, rupanya Jordan menelpon dirinya.


“Maaf, aku angkat telpon dulu” ucap Kelly kepada mereka dan menjauh untuk mengangkat telpon adiknya itu.


“Halo, ada apa?” tanya Kelly kepada adiknya.


“.....”


“Siapa yang berani masuk ke apartemen? bukankah aku bilang kepada mu tidak membuka pintu untuk siapapun?” ujar Kelly dengan nada yang kesal.


Niken, Daven dan Roni memperhatikan Kelly yang terlihat sedang kesal saat menelpon, mereka bertiga pun berpikir siapa yang menelepon dirinya sehingga dia terlihat kesal seperti itu.


Kelly pun langsung menghampiri mereka bertiga dengan perasaan yang sangat cemas karena telpon dari adiknya tadi, sehingga makin membuat kedua alis ketiga orang itu berkerut kebingungan.


“Niken, kita harus segera kembali. Daven, Roni maaf kami harus segera kembali!” ujar Kelly dengan tergesa-gesa.


Niken yang belum mengetahui apa yang terjadi dengan Kelly dia hanya diam saja kebingungan, sehingga akhirnya Kelly harus menarik lengan Niken untuk segera pergi dari rumah sahabatnya itu.


“Monica, apa yang terjadi dengan Kelly? kenapa dia terlihat seperti itu?” ujar Roni dengan rasa heran.


Daven pun langsung meninju perut Roni, sehingga suaminya itu mengaduh kesakitan akibat pukulan istrinya.


“Kapan otak mu akan berubah, culun? jika aku tahu aku juga tidak akan merasa kebingungan!” ujar Daven dengan kesal.


“Dan ingat jangan panggil aku sayang atau Monica lagi seperti tadi. Walaupun nama ku adalah Daven Monica, tapi aku lebih senang dipanggil dengan nama Daven. Ingat itu!” ucap Daven kepada Roni dengan penuh peringatan, setelah itu dia pergi meninggalkan Roni yang masih kesakitan karena pukulannya tadi.


Roni hanya diam saja mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya dan setelah beberapa menit kemudian dia mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.


.


.


.