
Kelly dan Niken sudah sampai di apartemen. Kelly memasuki apartemen dengan begitu tergesa-gesa sekali, sehingga Niken yang dari tadi masih kebingungan akan perubahan sikap atasannya itu setelah mendapat telpon tadi merasa khawatir akan kesehatan Kelly.
“Kelly, sebenarnya ada apa?” tanya Niken sangat khawatir.
Kelly tidak menjawab pertanyaan dari Niken, dia terus saja merasa cemas sambil menekan tombol lift yang tidak terbuka-buka untuk dia naiki ke lantai kamarnya.
Kelly pun semakin cemas terhadap Jordan dan mengingat kembali perkataan adiknya itu saat di telpon tadi.
[Flash back]
“Halo, ada apa?” tanya Kelly kepada adiknya.
“Kak, kau harus cepat kembali. Seseorang memaksa masuk ke kamar apartemen kita!” ucap Jordan.
“Siapa yang berani masuk ke apartemen? bukankah aku bilang tidak membuka pintu untuk siapapun?” ujar Kelly dengan nada yang kesal.
“Kak, aku juga sudah menuruti perkataan dari mu. Tapi kak Jason terus saja memaksa masuk!” ucap Jordan lagi.
Kelly yang mendengar perkataan dari adiknya pun merasa cemas, bagaimana jika Jason datang untuk menyakiti adiknya.
[Flash back off]
Akhirnya Kelly dan Niken pun sampai di kamar mereka 1202, Kelly pun langsung menekan sandi kamarnya dengan perasaan yang sangat khawatir sekali dan dia langsung mencari Jordan di sudut kamar.
“Jordan.... Jordan...!! kau ada dimana?” teriak Kelly sangat khawatir.
Jordan yang mendengar panggilan dari kakaknya langsung keluar dari kamar dan menghampiri dirinya.
“Kakak” panggil Jordan dengan suara pelan.
Kelly yang mendengar suara adiknya pun langsung tersenyum dan memeriksa seluruh tubuh adiknya apakah dia baik-baik saja, apakah Jason berbuat sesuatu kepada adik kesayangannya itu.
“Kau baik-baik saja kan?” ucap Kelly kepada adiknya itu
“Kelly, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kau dari tadi sangat panik?” Niken yang dari tadi tidak sabar karena kebingungannya akhirnya bertanya dengan nada yang sangat kesal kepada Kelly.
“Dimana dia Jordan?” Kelly tidak mendengar pertanyaan dari Niken yang sangat kesal itu, melainkan dia bertanya kepada Jordan keberadaan orang yang selama ini sangat dia rindukan.
“Dia ada di kamar kakak!” ucap Jordan dengan rasa ragu-ragu.
Kelly pun melihat ke arah kamarnya dan menyuruh Jordan dan Niken untuk meninggalkan dirinya, Niken yang masih belum mengerti kenapa Kelly sangat khawatir pun merasa sangat kesal sekali, karena lagi-lagi Kelly tidak menjawabnya.
“Nanti akan aku ceritakan. Ayo sekarang kita tinggalkan kakak dulu!” ucap Jordan mengajak Niken keluar.
Setelah mereka berdua keluar, Kelly pun menuju ke kamarnya dengan langkah ragu-ragu sekaligus merasa terbebani. Dia berpikir alasan apa yang akan dia berikan kepada orang yang dicintainya selama ini. Apakah dia akan memberitahukan sebab kepergiannya? atau apakah dia akan mengarang cerita lain supaya pria itu membenci dirinya? Kelly pun telah sampai di depan kamarnya, dia mendorong pintu kamarnya dan melihat punggung pria yang sangat dia rindukan sedang menatap jendela kamarnya dengan perasaan yang terlihat kesal.
“Kenapa kau tidak masuk? apa kau tidak merasa bersalah kepada ku?” ujar Jason dengan nada datar tanpa membalikkan badannya untuk menatap Kelly.
Kelly merasa sedikit terkaget ketika mendengar suara Jason yang sangat datar kepada dirinya, Kelly pun langsung mengusap air matanya yang sedikit menetes di pelupuk matanya.
“Untuk apa aku bersalah? memangnya aku berbuat hal yang tidak pantas apa?” ucap Kelly dengan nada tegas.
Jason yang mendengar pertanyaan seperti itu dari Kelly langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Kelly dengan tatapan tajam. Kelly yang mendapat tatapan seperti itu langsung gemetar, tapi kemudian dia langsung mengendalikan dirinya agar Jason tidak tahu.
“Kau...? apa kau tidak punya hati sama sekali, Kitty? tujuh tahun lalu kau pergi meninggalkan diriku. Kau pergi tanpa memberi kabar kepada ku! apa kau tahu aku setiap hari mencari dirimu ke sana kemari seperti orang yang tidak waras?” bentak Jason kepada Kelly sambil membanting porselen yang ada di kamar Kelly.
Kelly terdiam mendengar pertanyaan dari Jason, dia gemetar ketakutan dan menundukkan kepalanya, hatinya terasa tersayat ketika mengetahui Jason selalu mencari dirinya.
“Kenapa kau diam saja...? bukankah kau tadi bertanya dengan lantangnya, hal tidak pantas apa yang telah kau lakukan?” bentak Jason lagi sangat marah dengan rasa frustasi menghadapi Kelly.
Kelly menegakkan kepalanya, dia mencoba memberanikan diri untuk menatap pria yang ada dihadapannya itu.
“Kau ingin tahu kenapa aku pergi tujuh tahun lalu?” Kelly berucap dengan mata yang kelihatan berkaca-kaca menatap Jason.
Kelly berkata dengan nada keras kepada Jason supaya pria itu membenci dirinya, entah kenapa Kelly mendapat keberanian untuk mengatakan hal itu agar Jason membenci dirinya. Padahal Kelly ingin sekali mengatakan tentang penyakitnya itu, tapi rasanya tidak bisa dia katakan sama sekali.
“Benarkah seperti itu? kau benar-benar pergi dariku karena kau merasa bosan?” tanya Jason dengan nada dingin, sebenarnya dia tidak percaya jika Kelly akan mengatakan hal seperti itu.
Kelly tidak langsung menjawab pertanyaan dari Jason, dia hanya diam saja sambil mencengkram lengan bajunya dengan sangat kuat. Dia berusaha menguatkan hatinya untuk mengatakan hal-hal yang menyakiti pria yang sangat dia cintai itu.
“Kenapa kau diam saja, Kitty? jawab pertanyaan ku, apa kau benar-benar pergi karena merasa bosan dengan ku?” bentak Jason sambil mengguncang tubuh Kelly dengan sangat kencang.
“Iyaa.... itu benar. Aku pergi karena aku merasa bosan dengan mu!! Dan mulai sekarang jangan panggil aku dengan panggilan Kitty yang menjijikkan itu!” bentak Kelly sambil melepaskan dirinya dari Jason, hatinya merasa tersayat-sayat ketika mengatakan hal yang sangat menyakitkan itu kepada dirinya dan juga Jason.
“Hahahaha..... hahahaha.....” Jason tertawa seperti seorang psikopat sehingga membuat Kelly sangat ketakutan.
“Selama tujuh tahun ini, aku meyakinkan diriku bahwa kau tidak pergi meninggalkan diriku. Tapi mendengar perkataan mu hari ini aku sangat yakin kau benar-benar meninggalkan diriku” ucap Jason dengan nada dingin sambil menatap tajam kepada Kelly, sehingga membuat gadis itu semakin ketakutan dibuatnya.
Jason pun mendekatkan dirinya lagi kepada Kelly, sehingga Kelly berjalan mundur untuk menjauhi Jason. Tapi Jason terus saja berjalan ke arah Kelly, sampai akhirnya Kelly pun merasa tubuhnya menyentuh ke dinding dan tidak bisa lari kemana-mana lagi.
Jason pun mendekatkan wajahnya kepada Kelly sambil menyeringai.
“Apa yang ingin kau lakukan?” bentak Kelly dengan nada ketakutan.
“Aku tidak akan melakukan apapun kepada mu, tapi---- aku akan melakukannya kepada orang-orang terdekat mu!” ucap Jordan sambil menyeringai lagi dan setelah itu dia melepaskan Kelly.
“Apa yang ingin kau lakukan? aku tidak akan membiarkan mu....!!” teriak Kelly.
Tapi sepertinya teriakan Kelly hanya sedikit terdengar oleh Jason, karena saat Kelly berteriak dia mendengar suara pintu apartemen tertutup. Kelly menangis sejadi-jadinya setelah dari tadi berusaha untuk menahannya, dia benar-benar merasa sesak dan hatinya seperti tertimpa oleh batu besar ketika mengatakan hal yang membuat Jason membenci dirinya.
“Hiks... hiks.... maaf Jason. Maaf....!!”
“Jason... maafkan aku..... ahh....... Jason...... aku harap lebih baik kau membenci diriku, dari pada kau harus tahu yang sebenarnya. ahh...... ibuuuu...... aku tidak ingin melakukan ini ibu, ibu.... aku merindukan muuuuu......!!”
“Ibu, kau pergi karena penyakit ini. Ayah juga pergi meninggalkan mu, karena dia tahu kau memiliki penyakit ini. Ibu, aku tidak ingin dia meninggalkan ku, seperti ayah meninggalkan mu karena penyakit ini!! hiks.... hiks... hiks... ibu, aku tidak mau....”
Kelly benar-benar menangis sejadi-jadinya sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak. Tangisan Kelly benar-benar pecah sehingga seisi kamar apartemennya hanya terdengar suara dirinya yang sedang menangis, sehingga akhirnya dia pun merasa sesak nafas dan pusing. Kelly pun mulai merangkak dan mencoba meraih tasnya untuk mengambil obat dirinya, tapi karena tasnya berada jauh dalam jangkauannya Kelly merasa sudah tidak sanggup lagi dan akhirnya tergeletak.
Niken dan Jordan pun sudah kembali. Setelah setengah jam Jordan dan Niken merasa sudah cukup untuk meninggalkan Kelly, saat mereka masuk ke apartemen mereka tampak heran kenapa tidak ada suara sama sekali.
“Kelly, apa kau ada dirumah?” tanya Niken berusaha memastikan.
“Kakak, apa kau sudah selesai dengan urusan mu?” Jordan ikut memastikan.
“Kelly..?”
“Kakak..?”
Niken dan Jordan pun saling memandang dan mereka mencoba untuk mencari Kelly di kamarnya. Saat mereka masuk ke kamarnya, mereka tampak heran sekali, kenapa kamar gadis itu berantakan? bukannya selama ini gadis itu sangat bersih dan rapi? Mereka pun mencari Kelly di kamar itu.
“Kak Kelly...” Jordan sangat terkejut ketika melihat Kelly tergeletak pingsan di lantai.
Niken dan Jordan pun langsung menghampiri Kelly yang tidak sadarkan diri itu, Niken dan Jordan tampak sangat panik. Mereka berulang kali menyadarkan gadis itu tapi dia tidak sadar juga.
“Niken, ayo segera bawa ke rumah sakit”
“Baiklah”
Jordan pun langsung mengangkat kakaknya untuk dibawa ke rumah sakit, sedangkan Niken mencoba untuk menelpon dokter yang dikenalnya untuk datang ke rumah sakit terdekat dari apartemen mereka.
.
.
.