Love is Back

Love is Back
Episode 11



“Kau bisa mulai sekarang!” ucap Jason dengan nada dingin.


Kelly seakan tidak mendengar perintah dari Jason, dia tetap diam saja sehingga membuat para juri terlihat bingung.


“Nona Kelly. Kenapa anda diam saja? silahkan mulai, tunjukkan kemampuan akting anda” ucap salah satu juri wanita kepada Kelly.


“Maaf” ujar Kelly singkat dengan sopan dan setelah itu dia mulai bersiap untuk akting.


Saat Kelly bersiap untuk akting, tiba-tiba saja pintu ruang audisi pun terbuka sehingga semua yang ada diruangan itu pun tampak terlihat heran.


“Miss K” ujar pria itu saat masuk ke ruangan audisi, pria itu tidak lain adalah Jordan.


“Jordan...? untuk apa kau ada disini?” tanya Kelly merasa heran sekali kenapa adiknya itu ada di tempat audisi.


“Lancang...!! siapa yang mengizinkan mu ada disini?” bentak Jason dengan nada tidak senang akan keberadaan Jordan. Karena dia ingat waktu itu dia bertemu dengan pria itu di apartemen Kelly.


“Aku yang mengizinkannya datang kemari!” kata seorang pria yang baru masuk ke ruangan audisi.


“Paman Lincoln?”


“Paman..?”


Kelly dan Jason merasa sangat terkejut ketika melihat Halim ada di tempat itu, sedangkan para juri memberi salam hormat kepada Halim.


“Wakil direktur, Lincoln. Untuk apa anda datang ke sini? apa ada masalah?” tanya juri wanita kepada Halim dengan sopan.


“Aku ingin melihat akting mereka berdua. Kebetulan perusahaan ku sedang ada audisi untuk film yang akan aku buat, jadi aku ingin melihat akting mereka berdua. Kelly kau bisa beradu akting dengan Jordan” ucap Halim sambil menuju kursi yang kosong.


“Tapi--”


“Jordan, kau mulai akting. Aku ingin kalian berdua akting sebagai kekasih yang sudah lama tidak bertemu” ucap Halim menukas perkataan dari Kelly.


“Baiklah” ujar Jordan singkat.


“1.. 2.. 3.. kamera action” Halim memberi instruksi kepada mereka.


(“Kelly, aku sangat merindukan dirimu. Aku sudah menunggu mu selama tujuh tahun, kapan kau akan kembali Kelly?”


“Jordan” suara Kelly sangat lembut memanggil kekasihnya.


“Kelly... Kelly. Kau sudah kembali Kelly? aku sedang tidak bermimpi kan?”


“Jordan, kau tidak sedang bermimpi. Aku memang sudah kembali. Jordan aku sangat merindukan mu. Apa kau merindukan diriku Jordan?” Kelly bertanya dengan mata yang berkaca-kaca, bukan kesedihan yang ada dimatanya, melainkan menyiratkan kerinduan yang sangat dalam kepada kekasih hatinya itu.


“Tentu saja aku sangat merindukan mu, Kelly. Apa kau tahu aku selalu menunggu di tempat kita bertemu?”


“Iya... iya aku tahu. Aku tahu kau selalu menunggu ku, aku juga tahu kau selalu merindukan ku” Kelly menangis bahagia sambil menempelkan keningnya dengan kening Jordan dan setelah itu mencium lembut pipi Jordan.)


“Ok.. cut!” teriak Halim menghentikan akting mereka berdua yang terlihat sudah mulai terbawa suasana.


“Bagus sekali...” ucap seorang juri.


Kelly dan Jordan pun tersenyum senang dan dia sekilas melihat kearah Jason, pria itu tampak terlihat kesal dan menatap dirinya dengan tatapan yang sangat dingin, sehingga membuat timbul pertanyaan di benak Kelly.


‘Berani sekali dia bertindak seperti itu di depan ku!’ batin Jason merasa sangat geram sekali.


“Baiklah, kalian boleh keluar” perintah Halim kepada mereka berdua.


Kelly dan Jordan pun kembali tersenyum dan berjalan keluar dari ruangan audisi.


“Tunggu..” Halim menghentikan langkah mereka yang sudah di ambang pintu.


‘Tuan Lincoln? kapan Jordan jadi bersikap formal kepada paman Halim?’ batin Kelly merasa sangat heran.


“Kalian berdua pulang saja, tidak usah menunggu hasil audisi!” perintah Halim.


“Terima kasih tuan Lincoln” ucap Jordan dan setelah itu dia menarik tangan Kelly untuk keluar dari ruangan audisi.


Kelly pun sangat bertanya-tanya dan merasa benar-benar heran akan kemunculan Jordan dan Halim di ruangan audisi sampai ucapan Jordan yang bersifat formal kepada Halim.


“Kelly..” teriak Niken sambil menghampiri Kelly.


“Jordan, sedang apa kau disini?” tanya Niken merasa heran ketika melihat Jordan ada di tempat itu, bahkan dia juga sempat melihat Jordan keluar bersama Kelly dari ruangan audisi tadi.


“Hei... apa kabar? apa kau asisten Miss K?” ucap Jordan sambil mengulas senyuman dan bertanya seolah-olah dia tidak kenal dengan Niken.


Niken dan Kelly semakin terkejut sekaligus heran dengan pertanyaan yang dilontarkan Jordan barusan, sehingga Kelly menarik tangan Jordan untuk keluar dari J entertainment. Saat Kelly menarik tangan Jordan semua orang melihat ke arah mereka bahkan ada yang mengambil gambar mereka.


“Kak, kakak lepaskan tangan ku. Kau ini wanita tapi kenapa cengkraman mu kuat sekali?” ucap Jordan mengaduh kesakitan.


Kelly pun melepaskan tangan Jordan dan langsung menatap adiknya dengan tatapan tajam sekaligus penuh dengan tanda tanya, sehingga Jordan menundukkan pandangannya dari kakaknya.


“Bagus kau masih ingat bahwa aku kakak mu. Sekarang cepat apa maksud dari semua tadi?” tanya Kelly benar-benar sangat penasaran.


“Iya cepat katakan. Kenapa kau berbicara kepada ku seperti itu tadi?” sambung Niken sangat tidak sabaran.


“Sabar.... sabar. Aku akan menceritakan kejadiannya secara detail, tapi lebih baik kita pulang dan membicarakannya di rumah saja. Tidak baik jika sampai terdengar oleh orang lain!” ujar Jordan dengan suara sedikit pelan karena takut ada yang mendengar ucapan mereka.


“Okay... baiklah!” ujar Kelly dengan nada sungkan dan setelah itu mereka masuk ke mobil untuk kembali ke apartemen.


********


Sesampai di apartemen Jordan langsung menceritakan semua kejadian secara detail mulai dari dirinya bertemu dengan Halim sampai dia ada diruang audisi tadi, bahkan sampai cara bicara yang formal di antara mereka. Kelly dan Niken mendengarkan secara saksama cerita dari Jordan, tapi tiba-tiba kening Kelly berkerut merasa tidak mengerti dengan semua cerita Jordan.


“Tunggu Jordan. Kau bilang, kau sudah menjadi aktor dari perusahaan paman Halim, dan paman meminta dirimu untuk tidak terlalu dekat dirinya bahkan kau berpura-pura tidak kenal kepada dirinya dan juga kami. Apa maksud dari semua ini? bukankah paman Halim bekerja di J entertainment?” tanya Kelly kepada Jordan merasa tidak mengerti dengan pikiran yang dibuat oleh pamannya itu.


“Aku juga tidak tahu. Tapi dia bilang, ini adalah rencananya dengan pemilik ML entertainment!” ujar Jordan kepada mereka, dia juga tidak mengerti dengan semua itu.


Kelly yang mendengar jawaban dari Jordan yang juga tidak tahu dengan pemikiran Halim. Dia hanya bisa memijat keningnya yang terasa agak pusing, sehingga akhirnya bunyi deringan ponsel pun mengusiknya.


“Dokter Alexander?” gumam Kelly ketika melihat nama yang tertera di ponsel.


“Halo, tuan Alexander. Apa kabar?” tanya Kelly ketika menjawab panggilan itu dengan suara yang sangat ramah.


“Aku baik-baik saja. Seharusnya aku yang bertanya kepada mu, bagaimana kondisi mu?” tanya dokter Alexander yang ada di negara Amerika serikat itu.


“Aku baik” jawab Kelly dengan singkat.


“Benarkah? apa kau tidak pernah mengalami sesak nafas, atau pingsan lagi?” tanya Alexander merasa penasaran.


Kelly pun terdiam sesaat dan dia menghela nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan dari dokter Alexander, sehingga membuat dokter Alexander merasa tahu apa jawaban yang akan diberikan oleh pasiennya itu.


“Sudahlah. Kau tidak perlu menjawab pertanyaan dariku, lagi pula aku sudah tahu apa jawaban yang akan kau berikan!” ujar dokter Alexander.


“Baiklah, aku hanya ingin memperingatkan dirimu untuk selalu meminum obat mu tepat waktu dan jangan terlalu lelah” ujar dokter Alexander lagi memperingati Kelly.


“Iya baiklah dokter, aku akan selalu mengingat perintah mu!” ujar Kelly dengan nada yang sangat antusias sambil tersenyum manis.


Setelah setengah jam bertelepon dengan dokter Alexander, Kelly pun langsung mengakhiri panggilannya dan langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri karena dia merasa tubuhnya sudah sangat lengket sekali.