
Ando mengabiskan waktu di bar terdekat dihotel tempatnya menginap, dirinya malas jika harus bertemu Mita dihotel yang sama, dan wanita itu pasti akan mencarinya di kamar berapa dirinya menginap.
Besok dirinya dan atasanya Nathan dan juga istrinya akan pulang ke Jakarta, untung saja Nathan meminta pulang pagi, tidak jadi sore.
Ando berdiri dari kursinya untuk menghampiri seseorang yang mengganggu pikirnya, seorang wanita yang menggoda matanya untuk mendekat.
Karena melihat perselingkuhan Mita tadi, Ando langsung melepas cincin pertunangannya dan membuangnya ketong sampah saat berjalan keluar dari hotel.
"Hay girl." Ando langsung menarik pinggang wanita yang sejak tadi menggoda matanya.
Wanita yang membelakanginya itu menoleh, dan tersenyum menggoda melihat pria tampan yang menempel pada tubuhnya.
"Hay pria tampan."
Ando tersenyum menyeringai. "Would you like to spend a long night with me?"
"With pleasure, dear."
Ando mengecup pipi wanita bertubuh seksi, dengan kulit putih dan wajah Asia bercampur kebaratan itu, tangannya merangkul pinggang ramping dan membawa wanita itu kesebuah kamar yang disediakan di bar itu.
Klik
Mengunci pintu Ando Ando menatap lapar wanita cantik yang berdiri didepannya dengan tatapan mata menggoda, membuat belalai gajahnya semakin menggeliat seolah minta dibebaskan.
"Emph.."
Wanita itu terkejut ketika bibirnya, langsung diserang oleh pria tampan yang sangat hot itu, membuatnya sedikit kewalahan.
"Apa kau tidak ahli dalam ciuman."Ucap Ando yang menyadari jika lawannya belum lihai mengimbangi ciumannya, melihat dari pekerjaan wanita ini tentu saja membuat Ando sedikit aneh.
"Em," Wanita itu mengatur napasnya yang memburu, karena ciuman ganas dan rakus yang Ando lakukan. "Maaf sir, saya baru dua kali melakukan ini." Jawabnya dengan napas yang masih tersengal.
Ando yang mendengarnya mengernyitkan keningnya, bingung. "Dua kali? berciuman?" Tanyanya untuk menyakinkan.
Wanita itu mengangguk. "Bahkan anda orang kedua jika ingin memakai saya." Ucapnya dengan lirih.
Mendengar itu Ando kembali menyeringai jahat.
"Baiklah malam ini kau akan bersamaku sampai aku puas." Ucap Ando dengan wajah mesumnya.
"Ah," Wanita itu terkejut ketika Ando langsung menyerang bagian leher jenjang yang terbuka itu dengan rakus, seperti drakula yang kehabisan darah.
"Ughh sir .." Leguhan melodi dari bibir wanita itu langsung menggema, ketika Ando mulai melancarkan aksinya, membuat mangsanya tak berkutik dengan keahliannya.
Apalagi dirinya sudah lama tidak mengeluarkan vla putih hasil produksinya, karena dirinya menghargai tunanganya. Mengingat itu Ando semakin ganas membuat wanita itu tak berdaya di bawah kekuasaannya.
"Ohhh, sir aku ingin_Argh." Wanita itu menjerit dengan membusungkan dadanya, ketika gelombang hebat menghantam dirinya melesak untuk diledakkan.
Ando terseyum menyeringai, kini dirinya akan mencicipi menu utama.
Berjalan mendekati celana yang tergeletak dilantai, Ando mengambilnya dompet dengan tubuh folos dan belalai yang acung-acung tegak. 😩
Membuka dompetnya, dan ternyata tidak ada yang dia cari.
"Ck, kenapa gue bisa lupa. Bodoh." Ando teekekeh sendiri, dengan tingkah bodohnya. "Gue ngak butuh balon." Ucapnya dengan senyum menyeringai.
Ternyata setelah lama tidak menyebrangi lembah hutan yang lembab, Ia sampai lupa jika dirinya sudah melakukan Visektomi.
Wanita polos tanpa apapun itu masih merasakan deru napasnya tersengal, setelah merasakan tubuhnya bergetar hebat.
"Sekarang giliran ku." Ando memposisikan tubuhnya di bawah wanita itu dengan kedua kakinya.
Glek
pemandangan yang begitu indah, dengan bibir yang masih kembang kempis.
"Ough sir." Wanita itu memekik ketika miliknya diterobos benda asing dan keras, bahkan lebih besar dari benda yang sudah membobolnya.
"Ah! **** jhon kau kebesaran."
.
.
Kebesaran?????