Love is Back

Love is Back
Nomor 365



Ando berada di kota M sudah tiga hari, pria itu menyelesaikan tugasnya bersama atasnya, dalam waktu lebih cepat dari yang mereka tentukan, meskipun waktu mereka habis untuk bekerja dari pada istirahat, tapi hari ini mereka bisa menikmati liburan setelah bekerja keras tanpa lelah.


Ando bersiap untuk mengelilingi wisata kota M, karena atasanya juga masih berlibur untuk menyenangkan istrinya, yang ikut ke kota M.


Dan mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta besok.


Keluar dari kamar hotel Ando hanya mengunakan celana jeans panjang berwarna biru, dengan kaus pendek berwarna putih, pria itu terlihat macho apalagi lenganya yang memilki tato, membuat Ando terlihat begitu panas.


.


.



.


Sampainya di Lobby hotel, mata Ando tidak sengaja melihat sosok seseorang yang dia kenal, sedang berjalan masuk kedalam hotel, karena seseorang itu belum menyadari dirinya Ando memilih untuk bersembunyi dibalik tembok agar dirinya tak terlihat.


"Mita." Gumamnya dengan terseyum getir.


Mita berjalan dengan seorang pria, dan Ando tahu siapa pria yang memeluk pinggang tunanganya itu, bagaimana bisa Mita melakukan hal seperti itu, dan untuk apa mereka berada di hotel siang hari dan dikota M.


Apakah ini yang Mita maksud, keluar kota?


Karena tidak ingin berasumsi, tapi melihat kedekatan mereka Ando sudah menduga jika mereka memiliki hubungan, dan karena itu Ando mengikuti keduanya menuju lantai tiga, beda lantai dari kamar yang dia sewa.


Sampainya di lantai tiga, Ando melihat kedua orang yang dia ikuti masuk ke kamar nomor 365.


"Oke gue harap ini yang terbaik." Ucapanya dengan terseyum miring.


Ando kembali masuk kedalam lift, dirinya akan melakukan sesuatu untuk mengetahui apa yang mereka lakukan didalam kamar hotel.


"Sore pak?" Ucap resepsionis yang pada pria yang berdiri didepannya.


"Berikan kartu kamar nomor 365." Ucapnya dengan wajah datar.


Resepsionis itu langsung memberikan apa yang Ando minta, karena memang mereka tahu siapa pria yang berdiri didepan mereka.


Ando asisten bukan sembarang asisten, dia orang kepercayaan Adhitama Grub dalam bidang apapun, setelah Allanaro dan Nathan Adhitama, setidaknya Ando memiliki wewenang setelah atasanya.


Kepercayaan begitu besar yang Ando dapatkan tidaklah mudah, dirinya benar-benar mengabdi pada keluarga Adhitama, mereka hanya yang melihat seorang Orlando adalah hanya asisten dan tangan kanan, tanpa mereka tahu, Orlando juga termasuk pria kaya yang patut membuat para wanita melongo jika melihat angka yang berderet.


Sampainya di depan pintu yang dia yakini didalam ada tunanganya, Ando tersenyum menyeringai.


Clik


Kunci pintu terdengar terbuka, Ando kembali tersenyum dan segera mendorong pintu kamar itu dengan kuat.


Brak


"Ahhh, Mas."


Keduanya belum menyadari jika seseorang telah membuka pintu kamar hotel yang didalamnya terdapat adegan yang begitu panas, dimana Mita yang bergerak liar diatas tubuh pria yang sedang berbaring dan merancau keenakan.


"Ough, Sayang lebih cepat argh."


Pria itu terus merancau ketiga gelombang kenikmatan sebentar lagi akan meledak, bahkan tanganya membantu pinggang Mita untuk bergerak lebih cepat.


Ando hanya melihat tangannya didepan dada, dengan tubuh bersandar pada dinding, dirinya hanya menjadi penonton adegan hot secara langsung tanpa sensor.


"Arrgh." Desahann panjang keduanya, menandakan berakhirnya adegan Plok-Plok.


Ando mengehela napas, dan menaikan kedua tangannya, untuk membunyikan sesuatu.


Prok-prok


Bunyi tepuk tangan yang benar.


Membuat kedua insan yang masih saling berpelukan dengan napas memburu itu terkejut, dan langsung bangun.


"Honey!" Mita membulatkan kedua matanya dengan wajah membuat, tanganya langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang polos.


"Bagus, gue merasa ini tontonan yang begitu menjijikkan." Ando mengucapkan dengan suara penuh penekanan, dan tatapan tajam untuk kedua orang yang masih syok.