Love is Back

Love is Back
Ndut lagi-ndut lagi



Ando sampai di depan kantor tempat Mita bekerja, setelah menjemput Mita di bandara pria itu langsung mengantar tunanganya ketempat bekerja.


"Terima kasih sayang." Mita terseyum, tanganya sambil melepaskan sealbead milikinya.


"Hm," Ando berdehem.


"Nanti malam aku tunggu kamu diaparteman." Ucap Mita dengan ekspresi centilnya, dia tahu jika tunanganya ini adalah pria yang lemah imin, sehingga mudah terpancing.


"Baiklah aku akan datang." Ando terseyum, dan mendekatkan wajahnya untuk meraih bibir Mita yang merah karena lipstik.


Keduanya berpangutan bibir hingga bertukar saliva, tanpa ada yang ingin menyudahi akhirnya Ando yang manarik diri karena tidak ingin membuat belalainya semakin tegak menantang.


Napas Mita memburu dengan lipstik yang berantakan, membuat Ando menyambar tisu dan mengusap sudut bibir Mita yang berantakan terkena lipstik.


"Lain kali tidak usah memakai gincu yang berlebihan seperti ini." Ucap Ando yang apa adanya, dia tidak suka ketika berciuman bibir nya ikut tertempel lipstick.


"Ck, kamu saja yang rakus dan buas, kalau kamu lembut pasti tidak akan menempel." Kesal Mita yang mendengar ucapan Ando, terkesan tidak menghargai penampilannya.


Ando tidak menjawab, melainkan menatap bibirnya dikaca spion dalam, masih terdapat sisa pewarna bibir atau tidak.


"Aku masuk dulu." Mita mengecup pipi Ando lalu keluar dari mobil tunanganya.


Ando hanya menatap punggung Mita yang semakin jauh, dirinya hanya menatap tanpa merasakan apapun, "Bibir Mita tidak semanis bibir Ndut." Gumamnya yang merasakan perbedaan. Banyak wanita yang dia coba kenapa hanya Olive yang dia buat perbandingan.


"Ck, Ndut lagi.. Ndut lagi..." Decaknya kesal dan kembali melajukan mobilnya kekantor Adhitama Grub.


Logikanya menolak jika Olive yang mampu membuatnya merasa candu, tapi hatinya selalu menginginkan kehangatan jika berdekatan dengan Olive. Apakah gadis kelebihan danging itu berdampak besar untuknya, dan Ando tidak menyadari hal itu.


Olive menekuk wajahnya saat sahabatnya datang dengan wajah bahagianya membuat Olive semakin menekuk wajahnya. Ekspresi Ami sangat berbanding balik dengan Olive.


"Ck, iri saingi bos.." Ucap Ami dengan wajah menyebalkan bagi Olive.


Olive hanya memutar kedua matanya malas. Otaknya selalu terbayang bagaimana saat dirinya merasakan sentuhan tangan besar dan hangat dipermukaan kulitnya, dan Olive sungguh menyesal sudah menggunakan perasaannya saat berdekatan dengan pria yang ternyata sudah memiliki tunagan.


Ting


Pesan masuk keponselnya, Olive mengernyitkan dahi saat nomor baru masuk.


'Pulang sekolah aku jemput Ndut."


Pesan masuk dengan nomor baru, tanpa bertanya Olive pun tahu siapa yang mengirim pesan.


"Ck, mau apa lagi sih, ngak ngerti apa kalau hati aku lagi kesel." Gumam Olive, dengan bersamaan guru mereka masuk kelas.


Olive gadis yang baru mengenal perasaan lawan jenis, gadis itu belum pernah merasakan debaran keras didada hingga rasanya ingin meledak saat dirinya disanjung oleh lawan jenis, apalagi pria sekelas Ando yang sebelas dua belas dengan suami sahabatnya. Apakah Olive boleh berpikir jika dirinya gadis beruntung yang bisa dekat dengan pria sekelas Ando? Tapi sepertinya tidak, karena nyatanya pria itu memilih banyak cadangan yang bisa di renteng seperti jajanan ciki.


Dari mana Olive tahu? tentu saja dari sumber yang terpercaya.


"Olive Sujita Nareswari!"


"Eh Iya Miss." Olive yang tersadar langsung mendongak.


"Kerjakan soal di papan tulis." Perintah guru wanita yang menatap tajam Olive.


"Belum apa-apa udah kena hukum, apalagi udah diapa-apa." Olive berjalan lesu untuk mengerjakan perintah.