Love is Back

Love is Back
Episode 10



Tiga hari kemudian, akhirnya hari untuk audisi di J entertainment pun telah tiba. Banyak orang dan beberapa artis pendatang baru dari perusahaan entertainment lainnya pun mengikuti audisi di J entertainment.


Kelly pun telah tiba di J entertainment bersama Niken, saat Kelly baru tiba di J entertainment, semua mata menatap Kelly dengan tatapan tidak senang. Niken yang menyadari tatapan mereka itu ingin sekali menggertak mereka, tapi dia ingat peringatan Kelly saat ingin pergi tadi. Kelly mengatakan kepadanya bahwa dia harus menahan emosinya agar tidak membuat masalah di J entertainment.


Niken pun menyuruh Kelly untuk menelpon pamannya tapi Kelly tidak mau, karena Kelly bilang dia tidak ingin merepotkan pamannya yang mungkin sedang sibuk. Akhirnya Niken dan Kelly bertanya kepada salah satu petugas dimana letak ruang audisi.


“Kelly” panggil seorang wanita kepada Kelly.


Kelly yang mendengar namanya di panggil oleh seseorang pun merasa heran, kenapa ada yang tahu namanya di perusahaan yang baru pertama kali dia datangi? Kelly dan Niken pun langsung menengok ke arah wanita yang memanggil Kelly itu.


“Ah... rupanya benar kau” ucap wanita itu dengan senyuman kecut.


“Siapa kau? kenapa kau tahu nama ku?” tanya Kelly sangat penasaran.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Kelly, wanita itu malah menatap Kelly dengan tatapan heran dan seketika dia langsung tersenyum seperti orang mengejek.


“Kau tidak ingat wajah ku? atau kau memang tidak kenal aku?” tanya orang itu dengan nada yang terdengar sinis.


“Maaf, nona. Anda tolong jangan membuat masalah dengan teman ku!” kata Niken dengan nada tegas kepada wanita itu.


“Kau ini, orang seperti dirimu tidak ada hak untuk ikut campur urusan ku!” kata wanita itu sambil mendorong Niken dengan kasar.


“Maaf, nona. Anda tidak bisa kasar seperti itu kepada teman ku, lagi pula aku tidak kenal dengan anda, untuk apa mencari masalah dengan kami?” ucap Kelly dengan nada tenang.


“Kau--”


“Sayang...” wanita itu langsung menghentikan perkataannya ketika mendengar suara pria memanggil dirinya.


“Jason....” gumam wanita itu, tatapan matanya menatap pria yang ada di belakang Kelly dan Niken.


Sedangkan Kelly yang mendengar gumaman wanita itu merasa sedikit heran sehingga dia mengikuti tatapan wanita itu. Kelly merasa sangat terkejut ketika mendapati pria yang selama ini ingin dia hindari ternyata saat ini ada di hadapannya lagi. Tidak berbeda dengan Kelly, Jason pun merasa sangat terkejut dan bertanya di dalam pikirannya, apa yang sedang dilakukan oleh Kelly di tempatnya? belum selesai keterkejutannya dengan Kelly, Jason pun kaget ketika wanita yang mencari masalah dengan Kelly merangkul lengannya.


“Jason...” ucap wanita itu dengan nada yang terdengar manja.


“Chelsea, sayang. Kenapa kau masih ada disini?” tanya Jason sambil memperlakukan wanita itu dengan lembut.


“Jason, apa kau tidak kenal dengan wanita ini? bukankah dia mantan kekasih mu?” tanya Chelsea masih dengan nada manja, tapi perkataannya terdengar seperti sedang menyindir Kelly.


“Oh.... rupanya kau wanita tidak tahu malu!!” ujar Niken dengan nada kesal ketika dia mengingat wanita itu, begitu pula dengan Kelly, dia juga mulai mengingat Chelsea.


“Niken, jangan buat masalah!” Kelly memperingati Niken dengan nada pelan.


“Sayang, temannya menghina ku!” ucap Chelsea masih dengan manjanya.


“Sayang, untuk apa kau menghiraukan mereka? lagi pula mereka itu bukan siapa-siapa. Abaikan saja mereka seperti angin!” ucap Jason sambil tersenyum lembut kepada Chelsea.


Kelly yang melihat sikap Jason kepada Chelsea, hatinya seperti sedang ditikam oleh sepuluh belati. Tapi Kelly hanya bisa menguatkan hatinya untuk melihat sikap mereka, Kelly pun mengulas senyuman lembut kepada mereka berdua.


“Chelsea, aku dan Niken masih ada urusan yang sangat penting, jika kau tidak ada masalah, lebih baik kami pergi!” ucap Kelly sambil mengulas senyuman manis.


“Ayo Niken, kita pergi ke tempat audisi!” ujar Kelly kepada Niken dan setelah itu mereka pergi dari hadapan Jason dan Chelsea.


Saat Kelly pergi dari hadapannya hati Jason terasa panas dan kesal ‘Sial... ternyata dia benar-benar berani mengabaikan diriku’ batin Jason penuh emosi.


“Jason, ayo temani aku ke ruang audisi” pinta Chelsea sambil bergelayut manja di lengan Jason, Jason tidak menggubris perkataan dari Chelsea dengan kata-kata, melainkan dia langsung menarik tangan Chelsea untuk pergi ke tempat yang dia minta.


Suatu hari di saat ulang Chelsea, Kelly mendandani Chelsea dengan begitu cantik bahkan dia sampai memberikan kado istimewanya dari Jason kepada Chelsea sebagai tanda persahabatan mereka, tapi siapa sangka teman yang Kelly anggap sebagai seorang saudara ternyata mengkhianati dirinya. Chelsea membuat kesalahpahaman diantara Kelly dan Jason, sehingga Jason dulu pernah membenci dirinya sekali. Namun karena cinta diantara Kelly dan Jason masih kuat akhirnya kesalahpahaman diantara mereka terselesaikan.


Namun tidak sampai disitu saja Chelsea membuat kesalahpahaman diantara mereka, Chelsea terus saja berusaha membuat perselisihan diantara dua kekasih itu. Hingga akhirnya niat busuknya diketahui oleh Daven dan Niken, lalu mereka bertiga pun memutus ikatan persahabatan mereka dengan Chelsea.


“Kelly...” panggil dari Niken membuyarkan ingatan masa lalu Kelly.


“Ada apa?” tanya Kelly.


“Sebentar lagi giliran dirimu” ujar Niken.


“Benarkah?” Kelly tidak percaya.


“Ehem. Oh ya, barusan aku bertanya kepada para peserta lainnya, bahwa penilaian audisi kali ini disaksikan langsung oleh pemilik perusahaan!” ujar Niken memberitahu Kelly.


“Apa? apa itu benar?” tanya Kelly dengan merasa sedikit gugup.


“Iya benar. Dan apa kau tahu siapa pemilik perusahaan ini?” ucap Niken.


“Tidak” jawab Kelly singkat sambil menggelengkan kepalanya.


“Jason” ujar Niken.


“Jason?” ucap Kelly sambil memandang Niken tidak percaya.


‘Tidak heran kenapa dia ada disini tadi. Rupanya ini perusahaannya dan betapa bodohnya aku, kenapa aku tidak mencari tahu dulu tentang identitas perusahaan ini?’ batin Kelly.


“Panggilan untuk peserta nomor 22” nomor peserta Kelly disebutkan.


“Sudah giliran mu, ayo cepat sana” ucap Niken ketika mendengar nomor panggilan Kelly.


“Semangat, dan semoga berhasil!” Niken memberi dukungan kepada temannya itu dengan penuh antusias.


Kelly pun hanya mengangguk kepada Niken dan setelah itu dia langsung berlalu memasuki ruangan audisi.


‘Ya tuhan, berikanlah Kelly kelancaran’ Niken berdoa dalam hati agar tuhan memberikan kelancaran untuk audisi temannya itu.


Saat Kelly membuka pintu ruang audisi, dia tidak terkejut dengan keberadaan Jason disana karena Niken sudah memberitahu dirinya tadi tentang keberadaan Jason di ruangan itu, berbeda dengan Kelly yang tidak terkejut. Jason justru merasa sangat heran untuk apa Kelly datang ke audisi ini? bukankah audisi hanya untuk merekrut artis baru? belum selesai Jason bertanya-tanya dalam pikirannya seorang juri mengguncang lengannya sehingga dia merasa kaget.


“Ada apa?” tanya Jason dengan nada datar.


“Pak dari tadi ponsel mu berdering sehingga mengganggu gadis itu yang ingin akting!” kata juri itu berbicara dengan nada hati-hati.


Jason tidak menggubris perkataan dari juri itu, melainkan dia menatap Kelly dengan tatapan dingin sedangkan Kelly membuang tatapannya ke arah lain. Jason yang melihat Kelly membuang tatapannya dia langsung memasang wajah muram, dan dia meraih ponselnya untuk di non aktifkan.


“Kau bisa mulai sekarang!” ucap Jason dengan nada dingin.


.


.


.