Love is Back

Love is Back
Episode 1



“Asisten Joe, dimana tuan Jason?” tanya tuan David, salah satu pemegang saham J entertainment.


“Iya asisten Joe, dimana dia? kita sudah hampir setengah jam menunggu dirinya di ruang rapat ini?” tanya yang lainnya.


Asisten Joe yang dari tadi sibuk menelepon atasannya pun merasa kewalahan karena atasannya itu tidak menjawab panggilannya dari tadi.


“Maaf tuan, aku sedang mencoba menelpon dirinya. Mungkin saja dia sedang terjebak macet dan tidak mendengar panggilan telepon dari diriku, jadi dia tidak mengangkatnya” kata Joe membuat alasan yang bisa diterima oleh para investor J entertainment itu.


Joe pun mencoba menelpon atasannya lagi, tapi tetap tidak diangkat juga. Sesekali Joe memberikan senyuman canggung kepada para investor yang menatap dirinya dengan tatapan kesal karena pemilik J entertainment tidak kunjung datang.


“Ya tuhan, tuan Jason. Ayo angkat telponnya, jika tidak kau akan kehilangan semuanya hari ini” gerutu Joe sambil terus menelpon atasannya itu.


Brak...


Salah satu investor menggebrak meja karena merasa sangat kesal, sebab orang yang ditunggu oleh mereka selama empat puluh lima menit tiga puluh detik tidak kunjung datang juga.


“Sudah cukup, asisten Joe. Kami datang kesini untuk membicarakan hal yang penting, bukan untuk menunggu atasan mu yang tidak tahu aturan itu!” bentak orang itu kepada Joe sambil beranjak dari tempat duduknya untuk meninggalkan ruang rapat.


“Tunggu tuan Lucas. Cobalah tunggu lima menit lagi, mungkin saja tuan Jason akan segera sampai!” ujar Joe menghadang kepergian investor yang bernama Lucas itu.


Tuan Lucas tidak menghiraukan perkataan dari Joe, setelah tuan Lucas pergi para investor lainnya juga beranjak pergi dari ruangan itu termasuk tuan David.


“Ya tuhan, Jason. Kenapa kau selalu mencari masalah dengan para investor? dasar atasan yang menyebalkan!” gerutu Joe dengan rasa kesal sambil mengutuk atasannya itu.


Joe pun keluar dari ruangan rapat dengan rasa kesal sekali akan sikap atasannya itu, dia mencoba menelpon Jason lagi. Kali ini dia sangat berharap sekali agar Jason mengangkat panggilan dari dirinya, dan rupanya benar saja akhirnya atasannya yang membuat kesal dirinya mengangkat telpon itu, seakan atasannya itu bahwa dia sedang mengutuk dirinya.


“Jason, kau...”


“Eh... Joe, aku harap kau tidak sedang mengutuk diriku saat ini. Jika kau sedang mengutuk ku saat ini, maka aku akan langsung memotong gaji mu selama dua bulan” ucap Jason dari sebrang telpon sana.


“Aku harap kau lebih baik memotong gaji ku selama dua bulan daripada tidak bisa menggaji ku selamanya, Jason!” geram Joe akan sikap Jason.


“Katakan sekarang kau ada dimana? kenapa kau tidak datang ke rapat hari ini? bukankah aku sudah mengatakan kepada mu tadi pagi, bahwa hari ini ada rapat dengan para investor?” geram Joe lagi.


Tut... tut... tut....


“Ah... sialan. Bos yang sangat menyebalkan sekali!” Joe kesal sekali akan sikap atasannya yang sangat bikin dia darah tinggi.


*******


Jason Mraz adalah pemilik J entertainment, dia adalah seorang pengusaha muda yang telah mendirikan perusahaan entertainment sejak umur sembilan belas tahun.


Jason dulunya seorang aktor terkenal yang sangat berbakat dan juga sangat murah senyum kepada orang lain dan para penggemarnya.


Jason yang dulunya disebut sebagai J smile oleh para penggemarnya sekarang dia disebut sebagai bos clodly, karena sikap yang dingin dan acuh tak acuh kepada orang lain. Senyuman Jason akan kembali jika seseorang yang membawa senyumannya kembali dan tinggal disisinya lagi untuk selamanya.


*********


“Jason.....” teriak Joe sambil masuk ke kediaman rumah Jason Mraz dengan perasaan yang sangat geram.


Jason yang berada di ruang kerjanya dan sibuk dengan komputernya jadi mengumpat kata kasar karena mendengar teriakkan dari asisten sekaligus sahabat dekatnya itu selama delapan tahun ini.


“Jason, aku tahu kau ada dirumah. Cepat keluar kau sekarang, sebelum aku mengacak-acak rumah mu ini!” perintah Joe dengan rasa kesal sekali.


“Hei... jika kau berani mengacak-acak rumah ku, aku tidak akan membayar gaji mu selama satu tahun ke depan!” ucap Jason yang baru keluar dari ruang kerjanya, dia berbicara kepada Joe dengan nada yang sangat datar.


“Kau, kau sangat menyebalkan sekali. Apa kau tidak tahu bahwa J entertainment itu bisa bangkrut akibat ulah mu hari ini?” bentak Joe kepada atasannya itu.


“Hei... apa itu cara bicara dirimu kepada seorang atasan?” ucap Jason tidak terima.


“Saat ini aku berbicara sebagai teman mu, bukan asisten mu” ucap Joe benar-benar kesal sekali.


“Tenang-tenang, ayo kita makan dulu” ujar Jason bersikap tenang kepada Joe sambil berjalan menuju meja makan.


“Kau...? hufft... sampai kapan aku harus bersikap sabar kepada mu?” ucap Joe sambil menghela nafas, dia berusaha menenangkan dirinya akibat sikap Jason yang aneh itu.


“Hari ini para penggemar dari Miss K sedang berkumpul di bandara internasional. Para penggemar Miss K sangat antusias sekali untuk menyambut idolanya yang baru kembali dari Amerika selama tujuh tahun ini” ucap penyiar yang ada di televisi.


Jason yang baru duduk di meja makan tidak begitu mendengar perkataan dari penyiar televisi, sedangkan Joe sekilas melirik sahabatnya yang tanpa ekspresi itu dengan tatapan yang penuh arti, dia mengerti apa yang ada dipikiran sahabatnya itu.


“Pelayan tolong matikan televisinya” perintah Joe kepada pelayan.


“Untuk apa dimatikan?” tanya Jason kepada Joe dengan penuh tanda tanya.


“Kita ini kan ingin makan, untuk apa kita menonton televisi?” ucap Joe balik bertanya kepada Jason.


“Tidak usah dimatikan. Anggap saja sebagai hiburan, cepat kau duduk!” perintah Jason sambil mencoba menyantap makanan.


Lagi-lagi Joe hanya menghela nafas akan perkataan dari Jason, dan akhirnya tanpa banyak ocehan lagi dari dirinya, Joe pun langsung duduk untuk menikmati makan siang bersama atasannya itu.


“Hari ini selain Miss K kembali ke tanah air, para penggemarnya menetapkan hari ini adalah hari patah hati tingkat nasional, karena salah satu penggemarnya melihat Miss K kembali ke tanah air dengan menggandeng seorang pria di sebelahnya. Para penggemar bertanya-tanya, siapakah pria yang di gandeng oleh Miss K? kekasihnya atau suaminya?” ucap penyiar televisi lagi.


“Pelayan... matikan televisinya?” perintah Jason kepada pelayan dengan nada membentak.


Seorang pelayan pun langsung mematikan televisi dengan tangan yang gemetar ketakutan akibat bentakan dari Jason. Setelah televisi dimatikan Jason tidak melanjutkannya makan siangnya, melainkan dia pergi dari meja makan dengan wajah yang kelihatan sangat marah. Joe yang melihat sikap Jason seperti itu dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan melanjutkan makan siangnya.