
“Sudah tujuh tahun berlalu, apa kau tidak ingat suara ku lagi, Kitty?” ucap penelpon dari sebrang telpon sana dengan suara yang sangat datar.
Kelly yang mendengar suara pria dan nama panggilan dirinya itu pun langsung merasa merinding sekaligus dengan mata yang menyiratkan kerinduan dengan pemilik suara itu.
*********
Pagi harinya
“Kakak, ayo bangun ini sudah pagi” teriak Jordan dari depan kamar Kelly.
Kelly yang belum bangun tidur sama sekali tidak mendengar teriakkan dari Jordan yang ada di luar kamar itu. Jordan yang merasa tidak mendengar jawaban dari kakaknya itu, dia mencoba berteriak lagi sehingga Kelly langsung mengumpat kasar dan menutupi telinganya dengan bantal supaya tidak mendengar teriakkan dari adiknya.
“Kelly, kau baik-baik saja bukan? Kelly, buka pintunya?” Niken ikut-ikutan berteriak dengan nada khawatir.
“Ah... dua orang ini menyebalkan sekali” gerutu Kelly kesal sambil beranjak dari tempat tidur dan menuju pintu kamarnya.
“Why?” ketus Kelly saat membuka pintu.
“Syukurlah, kau baik-baik saja” ucap Niken dengan rasa lega.
“Ada apa? kenapa pagi-pagi sudah ribut-ribut di depan kamar ku?” tanya Kelly sambil berjalan keluar dari kamarnya dengan rasa yang masih sungkan.
“Kakak, kau mendapat panggilan untuk audisi di J entertainment!” ucap Jordan sambil mengikuti Kelly dari belakang.
Kelly yang mendengar perkataan dari Jordan pun langsung menghentikan langkahnya, sehingga Jordan dan Niken yang mengikuti dirinya harus menjaga jarak setengah senti dari Kelly agar tidak menabrak gadis itu.
“J entertainment?” gumam Kelly dengan rasa ragu.
“Iya Kelly. Aku dengar J entertainment adalah perusahaan entertainment yang sangat besar, dan tahun ini mereka ingin merekrut artis baru untuk di perusahaannya!” ujar Niken memberitahu Kelly yang kelihatan ragu itu.
“Kak, kau harus mengikuti audisi ini” perintah Jordan.
“Kenapa aku harus mengikuti audisi itu? bukankah kemarin kalian bilang aku bisa syuting lagi tanpa ada audisi?” ujar Kelly.
“Kapan kami bilang kau bisa syuting tanpa audisi, Kelly?” Niken balik bertanya kepada atasannya itu.
Kelly yang mendapat pertanyaan dari asistennya itu pun langsung memutar otaknya untuk mengingat kembali perkataan mereka kemarin, tapi tiba-tiba Kelly menghembuskan nafas kasar dan langsung menuju ke dapur.
“Hei kak, untuk apa kau pergi ke dapur?” tanya Jordan penasaran.
“Untuk mencuci pakaian” ketus Kelly.
“Ah.. kak Kelly ini” gumam Jordan dengan mendengus kesal.
Lima belas menit kemudian Kelly menyiapkan tiga piring omelette beserta dua gelas susu dan segelas jus jeruk di meja makan untuk sarapan mereka bertiga.
“Jordan, Niken. Cepat sarapan!” perintah Kelly dari meja makan.
“Iya kami datang” ujar Jordan.
“Ya tuhan, Kelly. Kau yang membuat sarapan ini?” tanya Niken berbasa-basi.
“Bukan” jawab Kelly singkat.
“Lalu?” tanya Niken dan Jordan secara bersamaan sambil menatap Kelly heran.
“Tangan yang membuatnya” ketus Kelly.
Jordan hanya mendengus kesal mendengar jawaban dari kakaknya, sedangkan Niken berusaha menenangkan dirinya untuk bersikap sabar kepada teman sekaligus atasannya itu.
Saat sedang menyantap sarapannya Kelly melamun memikirkan hal semalam yang membuat dirinya merasa bersalah kepada seseorang yang menelpon dirinya. Hal semalam membuat Kelly tidak tidur sampai jam empat pagi akibat menangis penuh penyesalan akan kepergiannya tujuh tahun lalu meninggalkan orang yang sangat dia cintai sampai saat ini.
[Flash back]
“Sudah tujuh tahun berlalu, apa kau tidak ingat suara ku lagi, Kitty?” ucap penelpon dari sebrang telpon sana dengan suara yang sangat datar.
Kelly yang mendengar suara pria dan nama panggilan dirinya itu pun langsung merasa merinding sekaligus dengan mata yang menyiratkan kerinduan dengan pemilik suara itu.
“Kenapa suara mu seperti orang yang gemetar, Kitty? apa kau sedang ketakutan sayang?” ucap orang yang ada di sebrang telpon sana dengan nada dingin seperti sedang menghakimi Kelly.
“Tenang saja, Kitty. Kau tidak usah takut kepada ku, aku tidak akan menyakiti dirimu seperti tujuh tahun lalu kau meninggalkan diriku. Oh ya, karena kau sudah kembali, aku akan mengatakan kepada mu bahwa tidak lama lagi kita akan bertemu. Kau tidak akan bisa bersembunyi dari diriku sayang, jadi aku akan sangat menanti untuk pertemuan kita!” ucap penelpon dari sebrang telpon sana lagi masih dengan nada yang sangat dingin sekaligus dengan nada kebencian setelah itu dia mengakhiri panggilannya.
Setelah mengakhiri panggilan itu, Kelly tidak bisa lagi membendung air matanya yang dari tadi sangat dia tahan ketika mendengar suara pria yang sangat dia rindukan selama tujuh tahun ini.
“Hiks... hiks... hiks... maafkan aku, maafkan aku atas semua salahku sayang. Maafkan aku.... ahhh..... maafkan aku Jason, maafkan aku.... ahhh......!!!”
Kelly benar-benar menangis menyesali kepergiannya yang tiba-tiba, tujuh lalu yang dia pergi tanpa mengabari kekasih hatinya itu. Selama di Amerika dia sangat berharap Jason akan melupakannya dan tidak mengingat dirinya lagi, tapi kenyataan berkata lain baru sehari saja tiba di China ternyata pria itu sudah mendapatkan nomor telpon dirinya dan menghubunginya.
[Flash back off]
“Kak, kau sedang memikirkan hal apa?” tanya Jordan membuyarkan lamunan Kelly.
“Tidak ada” jawab Kelly singkat
“Oh ya, kalian bilang aku di undang untuk audisi di J entertainment, kapan audisinya akan dilaksanakan?” tanya Kelly kepada Niken dan Jason yang masih asyik menyantap omelette.
“Emm... hari minggu, jam sepuluh pagi audisinya akan dimulai. Apa kau benar-benar akan ikut?” tanya Niken memastikan.
“Aku belum begitu tertarik, tapi nanti akan aku pikirkan!” jawab Kelly sambil beranjak dari meja makan untuk membereskan bekas sarapannya.
“Eh.. Kelly, biarkan aku saja yang melakukannya. Kau lebih baik istirahat saja!” ucap Niken menghadang Kelly yang ingin membereskan bekas sarapan.
“Baiklah, lakukan saja” ucap Kelly mempersilahkan Niken
“Hari ini aku ingin bertemu dengan Daven, apa kau mau ikut, Niken?” tanya Kelly.
“Daven, si wanita tomboi itu?” tanya Niken balik.
“Ya tentu saja, memang siapa lagi?” ujar Kelly.
“Hiss.... kau ini menyebalkan sekali, Kelly. Selalu saja kau menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi” ujar Niken dengan rasa kesal.
“Ckk.. jadi kau ingin ikut dengan ku atau tidak?” tanya Kelly lagi.
“Ya baiklah” jawab Niken singkat sambil membawa bekas sarapan ke tempat pencucian piring.
Setelah mendengar jawaban dari Niken, Kelly langsung menuju ke kamarnya untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan sahabat lamanya itu, rasanya dia sungguh tidak sabar sekali untuk menemui sahabatnya itu, tapi sebenarnya di lubuk hatinya yang paling dalam orang yang ingin ditemui oleh Kelly pertama kalinya bukanlah Daven tapi Jason.
*********
Setengah jam kemudian mobil yang dikemudikan oleh Kelly dan Niken sampai di depan kediaman Cleo, sepuluh menit yang lalu Kelly menelpon Daven jika dia ingin datang ke rumahnya, tapi Daven bilang dia sudah menikah dan Daven menyuruh dirinya untuk datang ke rumah suaminya itu.
“Apa kau benar, ini adalah rumah dia bersama suaminya?” tanya Niken memastikan jika mereka tidak salah alamat.
“Tentu saja benar, Daven memberitahu disini alamat rumah dia bersama suaminya!” ujar Kelly merasa yakin.
“Biar aku telpon dulu” ucap Kelly lagi sambil mengambil ponselnya untuk menelpon Daven.
Belum sempat Kelly menelpon Daven, tiba-tiba seorang pria mengetuk pintu kaca mobil Kelly. Kelly pun membuka kaca mobilnya, Kelly dan Niken seketika sangat terkejut melihat pria itu.
“Roni?” ucap Kelly dan Niken secara bersamaan sambil memasang wajah yang tidak mengerti akan kehadiran Roni.
“Hei, Kelly apa kabar? ayo masuk, Monic sudah menunggu dirimu di dalam?” ucap Roni sambil menyapa Kelly, tapi dia tidak menyapa Niken karena dia tidak mengenal Niken, hanya saja Niken yang kenal dengan Roni.
Tanpa berkata apa-apa lagi Kelly dan Niken keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah itu. Kelly merasa sedikit kasihan dengan rumah yang ditinggali oleh salah satu sahabatnya itu.
“Sayang, Kelly sudah ada disini!” panggil Roni kepada seseorang.
“Sudah berapa kali jangan panggil aku sayang?” ucap seorang wanita dengan nada kesal sambil keluar dari dapur.
Lagi-lagi Kelly dan Niken dibuat terkejut dengan wanita yang baru keluar dari dapur itu, Kelly mencoba mengusap matanya untuk memastikan bahwa penglihatannya baik-baik saja.
“Daven?” ucap Kelly benar-benar tidak percaya setelah memastikan bahwa wanita itu adalah sahabatnya Daven.